Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Kebiasaan Belajar pada Masa Pandemi Covid-19 terhadap Prestasi Belajar Kimia Siswa Kelas X SMA Negeri di Kabupaten Kutai Barat Meri; Kusumawardhani, Ratna; Widiyowati, Iis Intan
Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK) Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 13 Nomor 1 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRPK.131.08

Abstract

Abstract This study aims to determine the relationship between study habits during thepandemic COVID-19and the chemistry learning achievement of class X State Senior High School students in West Kutai Regency. The population used was all X grade students from three public high schools in West Kutai Regency consisting of SMAN 1 Linggang Bigung, SMAN 1 Long Iram and SMAN 2 Sendawar with non- probability sampling using purposive sampling method and obtained a sample of 129 students. The instrument used was a study habit questionnaire. This type of research isresearch ex past facto. Data analysis used descriptive statistics and inferential statistics, namely simple linear regression analysis with a significance level of 5%. Based on the results of descriptive data analysis, it was obtained that students' study habits were in the medium category with a percentage of 35.66% and student achievement variables were in the medium category with a percentage of 31.78%. From the results of inferential analysis using simple linear regression, the t-test obtained a significance of 0.583 > 0.05, indicating that there is no relationship between study habits and academic achievement in class X State Senior High School Students in West Kutai Regency. Keywords Study Habits, Chemistry Study Achievement, COVID-19.
Mahkamah Konstitusi Dan Restrukturisasi Kewenangan Dalam Penyelesaian Sengketa Pilkada Noviya, Anis; Meri; Amanda
Limbago: Journal of Constitutional Law Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Constitusional Law
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/limbago.v5i2.46212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam memutus perselisihan hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serta menelaah implikasi Putusan MK Nomor 85/PUU-XX/2022 terhadap kewenangan tersebut. Putusan ini menegaskan bahwa kewenangan MK tidak lagi bersifat sementara dan tidak bergantung pada pembentukan badan peradilan khusus sebagaimana yang sebelumnya diatur dalam Pasal 157 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, historis, dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Konstitusi kini berwenang secara permanen dalam mengadili sengketa hasil Pilkada, yang sebelumnya bersifat transisional. Putusan Nomor 85/PUU-XX/2022 memberikan kepastian hukum yang lebih kuat terhadap kewenangan MK dan menghapus dualisme antara rezim pemilu nasional dan Pilkada. Penegasan tersebut juga memberikan legitimasi kelembagaan yang lebih tegas terhadap MK serta memperkuat posisinya dalam sistem ketatanegaraan. Secara umum, putusan ini turut mendorong stabilitas politik daerah dan memperkuat perlindungan hak-hak politik warga negara.
Meningkatkan Sosial Emosional Anak Melalui Metode Bermain Peran Di PAUD Kelompok B TK Plamboyan Sosom Abdul Salam; Syamsidar; Meri; Zakiah Magfiratul Amik
ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal) Vol. 6 No. 1: Januari 2023
Publisher : ECEIJ (Early Childhood Education Indonesian Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/eceij.v6i1.8131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional anak melalui metode bermain peran pada kelompok B di TK Plamboyan Sosom. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan sosial emosional anak yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang monoton dan kurangnya keterlibatan anak dalam kegiatan interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian adalah 15 anak usia dini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil pada siklus I menunjukkan bahwa dari 15 anak, hanya 5 anak (33%) yang mencapai kategori perkembangan sosial emosional “Berkembang Sangat Baik (BSB)”, sehingga belum mencapai indikator keberhasilan. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, terjadi peningkatan yang signifikan, di mana sebanyak 14 anak (93%) mencapai kategori BSB, menunjukkan keberhasilan penggunaan metode bermain peran dalam meningkatkan aspek sosial emosional anak. Anak menunjukkan peningkatan dalam berinteraksi sosial, mengenali dan mengelola emosi, serta berani mengekspresikan diri melalui peran yang dimainkan. Dengan demikian, metode bermain peran terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia dini.
Rekonstruksi Peran Kejaksaan Dalam Penyidikan dan Penegakan Hukum Pelanggaran HAM Berat di Indonesia Atmaja, Atha; Meri; Aswari
Limbago: Journal of Constitutional Law Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Constitusional Law
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/limbago.v6i1.50299

Abstract

Pelanggaran HAM berat adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) karena pelanggaran ini melibatkan pelaku dan korban dalam jumlah besar serta berdampak pada stabilitas negara dan kemanusiaan global. Secara konteks hukum Indonesia, Kejaksaan memiliki kewenangan sentral dalam melakukan penyidikan sebagaimana diatur dalam UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. Namun, praktik pelaksanaannya sering menghadapi hambatan koordinasi antara Komnas HAM dan Kejaksaan, seperti pada kasus Paniai tahun 2014 di Papua. Penelitian ini bertujuan menganalisis kewenangan Kejaksaan dalam penyidikan pelanggaran HAM berat serta menilai efektivitas dan kendala yuridis yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan Kejaksaan memiliki dasar atribusi yang kuat, tetapi pelaksanaannya belum efektif karena kewenangan yang tumpang tindih dan belum adanya pedoman teknis yang jelas dalam menentukan kelengkapan berkas penyelidikan. Analisis ini menegaskan perlunya rekonstruksi sistem koordinasi antar lembaga penegak hukum serta penguatan peraturan pelaksana agar penyidikan pelanggaran HAM berat berjalan lebih efektif dan bebas intervensi politik.