Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENURUNKAN MISKONSEPSI SISWA TENTANG KONSEP REAKSI REDOKS rizki, Maulidina; Nurhadi, Mukhamad; Widiyowati, Iis Intan
Jurnal Zarah Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Zarah
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/zarah.v8i1.1974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) untuk mengurangi miskonsepsi tentang pokok bahasan reaksi redoks. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 1 SMAN 8 Samarinda yang berjumlah 35 siswa. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan yaitu purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik tes berupa soal ulangan harian yang dilengkapi pendeteksi miskonsepsi tipe Three Tier Diagnostic Test dan teknik non tes sebagai data penunjang penelitian. Hasil penelitian menunjukkan miskonsepsi rata-rata siswa pada pembelajaran langsung adalah 50,71% dan setelah diterapkan pembelajaran ulang menggunakan model PBM rata-rata miskonsepsi siswa turun menjadi 12,14%. Berdasarkan hasil analisis data miskonsepsi tersebut diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran PBM dapat mengurangi miskonsepsi siswa tentang konsep reaksi redoks sebesar 76,05%.
INOVASI PROGRAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONSTEKSTUAL PADA POKOK BAHASAN LARUTAN PENYANGGA Widiyowati, Iis Intan
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2014
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study has been conducted which is aimed to find out about critical thinking skill of Senior High School Students in Buffer Solution learning with Contextual Teaching and Learning. This study used One Group Pre-test-Post-test Design which involved 42 Senior High School students of class XI. The data that was obtained from the pre-test and post-test mark to find out about critical thinking skill. The excellence of the program was could show relationship among concept, develop concept understanding and critical thinking skills of student with Contextual Teaching and Learning. Generally, the learning model with Contextual Teaching and Learning can motivate students to learn, and it can improve the complex thinking ability
THE IMPLEMENTATION ANALYSIS OF SELF ASSESSMENT TO ASSESS THE STUDENT OF XI SENIOR HIGH SCHOOL PERFORMANCE IN CHEMISTRY EQUILIBRIUM PRACTICUM Iis Intan Widiyowati; Fitria Usmanti
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2013
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Assessment is one of activity to measure and assess the achievement level of curriculum and success or not the process of learning, it is also used to know the strengths and weakness consisted in learning process. One of the alternative of assessment is self assessment. In this research, there is an analysis about implementation of self assessment to assess student of XI SMA performance in Chemistry Equilibrium practicum. This research used descriptive method, that describes a phenomenon in learning with statistical measures. This research instrument is compiled according to self assesment implementation rubric.This rubric consists of phases of self assessment implementation to assess student performance in practicum and contains several components such as ideal criteria of self assessment implementation, indicators of achievement, implementation stages feasibility, and data sources. The collecting data of this research comes from self assessment implementation, Student ability to do the self assessment, student performance. The collecting data in this research uses self assessment sheet.self assessment observation sheet, student questionairre, and student interview guide.All research data will be analyzed. The analysis result will be connected to literature, so it will conclude the implementation of self assessment in assess performance of practicum that has been done. This research result show that student ability on self assessment in scholl is very good. The student is categorized as very good in assess his or her performance. It indicates that the ideal criteria on implementation self assessment has been accomplished.
AN ANALYSIS OF SCIENCE LITERACY SKILL FOR STUDENTS THROUGH GUIDED INQUIRY ON COLLOID SUBJECT AT XI GRADE IN SAMARINDA Iis Intan Widiyowati
PROSIDING SEMINAR KIMIA PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE 2015
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The effort in developing science literacy for students can be done through the process of learning science. This process gives changes for students to embrace science completely, instead of teaching science only based on information. Solving the problem of topic discussion will be the design of learning process. Within this process, it needs a model that facilitates students to get a maximum meaningful learning that also involves students’ participation in learning process. Wenning (2007), in his journal Assessing Inquiry Skills as a component of Scientific Literacy,stated that the skill of science literacycan be discovered through measuring students’ inquiry skill. In this topic, inquiry skill means the ability to investigate. The results of the research above show that guided inquiry learning model is able to give positive influence to students’ science literacy.This research used a qualitative descriptive method. The aim of this method was to discover fact, situation, variable and phenomena that encounter while analyzing a research and representing it as the way it was(Notoatmojo, 2012). In this research, the researcher used a descriptive design to delineate the fact or certain population characteristic systematically, factually and accurately in order to know the students skill in science literacy. The data collection technique in this research was a qualitative data gained from written test, interview, and documentation. The average percentage of students' science literacy in three domains (content, context and process) includes in good category. Achievement percentage in the content domain by 71.50%, context domain by 67%and process domain by 84%. It is relevant to Ibrahim & Aspar (2006) that there was a relationship between knowledge and application of science. Thus the high of oneof science literacy domain will affect other science literacy domain. Judging from the aspect of content percentage of 71.50%, which means mastery of the concepts of science (colloidchemistry) is good. Judging from the aspect of student science content,it is obtained achievement by the percentage of 64%. This indicates that colloid chemistry learning has been linked with students' everyday real life.
Perbedaan hasil belajar siswa SMA yang diajar menggunakan metode demonstrasi dan metode eksperimen pada pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit Syaiful Bahri; Mukhamad Nurhadi; Iis Intan Widiyowati
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i1.274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa SMA yang diajar menggunakan metode demontrasi dan eksperimen pada pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 17 Samarinda, Indonesia. Penelitian ini tergolong quasi experiment dan subjek penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini terdapat dua kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran explicit instruction; kelompok siswa yang diajar dengan metode eksperimen dan kelompok siswa yang diajar dengan metode demonstrasi. Data dalam penelitian ini berupa dokumentasi, nilai tes kemampuan kognitif dan aktivitas siswa. Data dokumentasi berupa nilai siswa pada pokok bahasan sebelumnya yang digunakan untuk menguji homogenitas subjek penelitian. Nilai tes kemampuan kognitif siswa diperoleh dari masing-masing 30% nilai post-test pertemuan 1 dan pertemuan 2 serta 40% nilai ulangan harian. Perbedaan hasil belajar siswa dianalisis menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode eksperimen adalah 70,3, lebih baik dari hasil belajar siswa yang menggunakan metode demonstrasi yaitu 61,1 pada taraf signifikan 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar dengan metode eksperimen dan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode demonstrasi.
Pengaruh penggunaan media pembelajaran bonding board dengan model pembelajaran quantum teaching berbasis visual, auditori, kinestetik (VAK) terhadap pemahaman siswa pada materi ikatan kimia Ani Suryani Simbolon; Iis Intan Widiyowati; Ratna Kusumawardani
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i1.276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran bonding board dengan model pembelajaran quantum teaching berbasis Visual, Auditori, Kinestetik (VAK) terhadap tingkat pemahaman siswa SMA pada materi ikatan kimia. Populasi yang digunakan yaitu seluruh siswa kelas X SMA Negeri 5 Samarinda. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sehingga sampel yang digunakan adalah kelas X 4 dan kelas X 5. Teknik pengambilan data menggunakan teknik tes yang mencakup jenjang pemahaman kognitif siswa terdiri dari pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), penerapan (application), analisis (analysis), penilaian (evaluation), dan mencipta (create). Pengolahan data menggunakan Microsoft Excel dan SPSS 20. Hasil rata-rata kelas yang menggunakan model pembelajaran quantum teaching berbasis VAK adalah 72, 25 dan rata-rata kelas yang menggunakan model pembelajaran quantum teaching berbasis VAK dengan media bonding board adalah 74,96. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh penerapan media pembelajaran bonding board dengan model pembelajaran quantum teaching berbasis Visual, Auditori, Kinestetik (VAK) terhadap tingkat pemahaman siswa pada materi ikatan kimia.
Kemampuan kognitif siswa SMA yang diajar menggunakan model pembelajaran ARIAS pada pokok bahasan kelarutan dan hasil kali kelarutan Rahmawati Rahmawati; Nurlaili Nurlaili; Iis Intan Widiyowati
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i1.278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa SMA yang diajar menggunakan model pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, and Satisfaction) pada pokok bahasan kelarutan dan hasil kali kelarutan. Jenis penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 216 siswa kelas XI IPA SMA Negeri 3 Samarinda, Indonesia, yang terdiri dari 6 kelas. Sampel penelitian ini adalah 33 siswa kelas XI IPA 4 yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dalam penelitian ini berupa nilai tes kemampuan kognitif siswa yang diperoleh dari nilai post-test pada setiap akhir pertemuan dan ulangan harian. Instrumen tes kemampuan kognitif siswa terdiri atas 6 soal yang secara berurutan (dari soal nomor 1 sampai 6) mewakili indikator Bloom ‘srevised taxonomy, yaitu mengingat memahami, menerapkan menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif siswa dalam mengingat dan memahami tergolong sangat baik, kemampuan kognitif siswa dalam menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi tergolong baik, dan kemampuan kognitif siswa dalam mencipta tergolong kategori cukup. Secara keseluruhan kemampuan kognitif siswa tergolong kategori baik.
Hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar siswa SMA menggunakan model pembelajaran numbered head together dengan bantuan media papan tempel pada pokok bahasan tata nama senyawa Ahmad Rajab; Muh. Amir Masruhim; Iis Intan Widiyowati
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i1.279

Abstract

Penelitian im bertujuan untuk mengetahui hubungan minat belajar dengan hasil belajar siswa SMA menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dengan bantuan media papan tempel pada pokok bahasan tata nama senyawa. Jenis penelitian ini tergolong penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 13 Samarinda yang berjumlah 250 siswa dan terbagi ke dalam 7 kelas. Sampel penelitian adalah 33 siswa kelas X yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes yaitu posttest dan ulangan harian serta teknik nontes berupa angket. Data penelitian ini berupa hasil belajar kognitif dan data minat belajar siswa. Hasil belajar kognitif siswa diperoleh dari masing-masing 20% nilai posttest pertemuan satu dan dua serta 60% nilai ulangan harian. Data minat belajar diperoleh dari lembar angket yang teridiri dari empat indikator minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran NHT berbantukan media papan tempel
Pengaruh penggunaan video eksperimen terhadap hasil belajar siswa SMA pada pokok bahasan larutan penyangga Mariatul Ulfah; Usman; Iis Intan Widiyowati
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i2.284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan video eksperimen terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan larutan penyangga. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Samarinda. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 4 (kelas eksperimen) dan kelas XI MIPA 5 (kelas kontrol). Penelitian ini tergolong quasi eksperimental dengan menggunakan nonequivalent control group design. Kedua kelas diajar menggunakan model pembelajaran discovery learning. Kelas eksperimen diajar menggunakan video eksperimen sedangkan kelas kontrol tanpa menggunakan video eksperimen. Data dalam penelitian ini berupa dokumentasi dan nilai tes kemampuan kognitif siswa. Data dokumentasi diperoleh dari nilai hasil belajar siswa sebelumnya. Data nilai tes kemampuan kognitif siswa diperoleh dari masing-masing 25% nilai post test pertemuan I dan II serta 50% nilai ulangan harian. Data dianalisis menggunakan uji t. Rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen (80,08) lebih tinggi dari hasil belajar siswa kelas kontrol (72,19) dan terdapat perbedaan antara keduanya pada taraf signifikan 5%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan video eksperimen terhadap hasil belajar siswa SMA pada pokok bahasan larutan penyangga
Pengaruh model pembelajaran CORE (connecting organizing eflecting extending) dengan media poster terhadap hasil belajar siswa pada materi larutan penyangga Eka Parmawatika; Ratna Kusumawardani; Iis Intan Widiyowati
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i2.286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE) dengan media poster terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan larutan penyangga di SMA Negeri 7 Samarinda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 7 Samarinda. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling sehingga diperoleh sampel penelitian yaitu siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2. Kelas XI IPA 2 merupakan kelas yang menggunakan model pembelajaran CORE dengan media poster sedangkan kelas XI IPA 1 menggunakan model pembelajaran langsung. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknis tes dan teknik dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan uji t. Nilai rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran CORE dengan media poster adalah 74,09 dan rata-rata nilai hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung adalah 67,07. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran CORE dengan media poster lebih baik daripada rata-rata nilai hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji t diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE) dengan media poster terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan larutan penyangga di SMA Negeri 7 Samarinda