Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PKM KELOMPOK PEMBUDIDAYA UDANG VANAME DENGAN SISTEM KOLAM TERPAL DI PA’REANG DESA BONTO LANGKASA KECAMATAN MINASA TE’NE KABUPATEN PANGKEP Tang, Beddu; Djafar, Syahrul; Tajuddin, Mustamin; Danial, Danial; Darmawati, Darmawati
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v2i1.353

Abstract

Permasalahan selama ini adalah tingginya tingkat kematian udang windu yang ditebar di tambak sehingga petani selalu mengalami kerugian yang cukup besar, maka perlu dilakukan pembinaan bagi kelompok dalam masyarakat untuk meningkatkan hasil produksi udang terutama udang vaname yang dipelihara di tambak. Tujuan kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) melalui pelatihan ini adalah yaitu: 1) Memberikan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang upaya meningkat kesejahteraan masyarakat petani tambak udang. 2) Memberikan pengetahuan tentang usaha pemeliharaan udang vaname pada kolam terpal untuk dapat meningkatkan hasil produksi mitra dan petambak. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah metode pelatihan partisipatif, yaitu melibatkan sebanyak mungkin peran serta masyarakat dalam kegiatan, ceramah, diskusi, dan praktek. Program yang sudah disepakati dengan kelompok usaha dilakukan dengan metode pelatihan dan penyuluhan. Hasil yang telah dicapai dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat terhadap kelompok pembudidaya tradisional udang vanname di Pa’reang Kabupaten Pangkep adalah mereka dapat mengetahui dan memiliki keterampilan serta memahami bagaimana cara melakukan budidaya udang vanname pada kolam terpal agar dapat meminimalisir kematian udang akibat pengaruh kondisi lingkungan yang tidak terkendali sehingga dapat mengurangi tingkat kematian
Status Keberlanjutan Pengelolaan Rajungan (Portunus pelagicus) Di Wilayah Perairan Pangkep Ghiffary, Muhammadghurav Nuhaiminghiffary; Djafar, Syahrul; Yunus, Muhammad; Lalogau, Muhammad Yusran
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiwall.v1i1.400

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) memiliki nilai ekonomis yang signifikan sebagai sumberdaya perikanan, terutama sebagai komoditi ekspor ke berbagai negara seperti Singapura, Hongkong, Jepang, Malaysia, Taiwan, dan Amerika Serikat. Tingginya permintaan pasar dan harga rajungan memberikan dampak positif pada pendapatan nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai status keberlanjutan sebaran rajungan di Perairan Kabupaten Pangkep. Penelitian dilaksanakan pada bulan februari pada bulan Februari – April 2023, berlokasi di perairan spermonde bagian dalam (inner spermonde) yang secara spesifik pada lokasi penangkapan kepiting rajungan oleh nelayan yang bermukim di Pulau Balang Caddi, Pulau Saugi, dan Pulau Salemo. Metode yang digunakan melibatkan observasi, wawancara survey, dan dokumentasi. Prediksi keberlanjutan rajungan dilakukan dengan menggunakan metode Rapfish, yang berbasis pada Teknik ordinasi dengan menggunakan Multi-Dimensional-Scalling (MDS). Analisis dengan Rapfish mengungkap nilai indeks keberlanjutan untuk dimensi ekologi (37.20).
Identifikasi Sampah Laut Di Pesisir Pulau Kodingareng Lompo Kecamatan Sangkarrang Kota Makassar Adriani, Adriani; Djafar, Syahrul; Yunus, Muhammad
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiwall.v1i1.427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak jenis sampah laut yang ada dikawasan pulau Kodingareng Lompo serta bagaimana cara penanganan sampah laut yang ada di Kawasan Pesisir Pulau Kodingareng Lompo. Pulau Kodingareng Lompo adalah salah satu pulau yang berada di gugusan Kepulauan Spermonde dan secara administrasi masuk pada wilayah Kelurahan Kodingareng, Pulau ini di ini adalah pulau berpenghuni yang berjarak 15 km dari pulau utama kota Makassar. Dalam pengumpulan sumber data, peneliti melakukan pengumpulan sumber data dalam wujud data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian Jenis sampah laut yang pada umunya ditemukan pada lokasi penelitian berupa sampah plastik keras 490%, plastik lunak 807%, kertas/kardus 83%, karet 92%, logam 4%, tali plastik 124%, kaca 52% dan lainnya 17%. Dipulau Kodingareng Lompo tidak memiliki TPA maupun Bank Sampah. Saran berisi kekurangan dari hasil penelitian yang tidak terpiliputi oleh metode penelitian, atau dapat juga berisi kelemahan pesan dan kesan penelitian, untuk di lakukan penelitian kembali dan diharpakan untuk peneliti selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam tentang jenis sampah laut.
Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Hutan Mangrove Di Dusun Puntondo Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan Mulyani, Puspita Fatwa; Djafar, Syahrul; Asmidar, Asmidar
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiwall.v1i2.435

Abstract

Hutan mangrove merupakan sumber daya alam hayati yang mempunyai beragam potensi yang memberikan manfaat bagi kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung dan dapat dirasakan baik oleh masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan mangrove maupun masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari kawasan hutan mangrove. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat agar masyarakat mengetahui dan memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan metode analisis data deskriptif. Dalam metode analisis ini, data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Dan menggunakan analisis skala likert. Persepsi masyarakat terhadap fungsi dan peranan mangrove berada pada kriteria baik dengan nilai persentase sebesar 83,79% dan persepsi masyarakat terhadap pengelolaan mangrove berada pada kriteria baik dengan nilai persentase sebesar 80,19%.
Analisis Perhitungan Kedalaman Perairan Menggunakan Chart Datum dan Pasang Surut Di Pelabuhan Mamuju Provinsi Sulawesi Barat Amirullah, Amirullah; Danial, Danial; Djafar, Syahrul
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiwall.v2i1.499

Abstract

Kedalaman perairan merupakan salah satu prasyarat penentuan pelabuhan induk nasional, hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia nomor 184 tahun 2019 tentang Rencana Induk Pelabuhan Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Tujuan penelitan yaitu untuk mengetahui metode perhitungan kedalaman perairan di sekitar Pelabuhan Mamuju dengan mempertimbangkan pasang surut dan menentukan kedalaman perairan di sekitar Pelabuhan Mamuju yang dibutuhkan untuk memenuhi standar operasional kapal. Penelitian ini dilaksanakan pada 25 Maret sampai 30 April 2024 yang berlokasi di Perairan Pelabuhan Mamuju, Kel. Binanga, Kec. Mamuju, Kab. Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat dengan koordinat 02° 40’ 03.9” S dan 118° 53’ 37.1” W. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pasang surut dari pengamatan langsung dan prediksi BMKG. Analisis data dilakukan dalam analisis pasang surut dengan metode Admiralty dan analisis batimetri dengan menggunakan metode statistika regresi linier. Hasil analisis kedalaman perairan disekitar dermaga Pelabuhan Mamuju berdasarkan nilai MSL (Mean Sea Level) dari pengamatan menggunakan AWLR (Automatic Water Level Recorder) diperoleh kedalaman 8-15 m dan kedalaman berdasarkan nilai MSL (Mean Sea Level) dari data prediksi BMKG diperoleh kedalaman 7-13 m, sementara kedalaman yang aman bagi kapal-kapal untuk sandar dan olah gerak di dermaga yaitu didasarkan pada draft kapal yang dijumlahkan dengan 50% dari draft kapal itu sendiri.Pasang surut dan chart datum memiliki pengaruh yang penting terhadap perhitungan kedalaman perairan, dimana nilai MSL pada pasang surut akan mempengaruhi koreksi nilai tinggi rata-rata permukaan air pada palem pasut dan kedalaman ditentukan dengan koreksi dari nilai MSL yang diperoleh.
Analisis Struktur Vegetasi Padang Lamun Di Perairan Pulau Bontosua Desa Mattirobone Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep Hidayat, Irfan; Hamsiah, Hamsiah; Djafar, Syahrul
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiwall.v2i2.525

Abstract

Lamun merupakan jenis tumbuhan berbunga (Spermatophyta) yang hidup pada wilayah perairan laut dangkal dan substrat berpasir/lumpur (Rompas et al. 2012). Secara ekologis juga padang lamun memiliki peran sebagai “daerah asuhan” juga berperan menjaga kelestarian dan keanekaragaman organisme di laut (Riniatsih 2016).. Tujuan Penelitian ini adalah untuk Mengetahui komposisi jenis ekosistem lamun dan Indeks Nilai Penting (INP), serta Indeks Ekologi lamun di perairan pulau bontosua. Penelitian ini akan dilaksanakan pada Bulan Juni 2024 yang berlokasi di Pulau bontosua, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah transek kuadrat dengan menggunakan plot berukuran 100 cm x 100 cm. Penempatan transek tegak lurus garis pantai dan di lakukan pengambilan data dengan jumlah stasiun sebanyak 3 stasiun dan masing-masing stasiun dilakukan 3 kali pengulangan plot. Data vegetasi Lamun dilakukan dengan jarak antar plot 20 m. Berdasarkan Hasil Penelitian di dapatkan ada 9 Jenis Lamun yaitu, Thalassia Hempericii Cymodocea Rotundata, Cymodocea Serrulata, Halodule Unninervis, Halodule Pinifolia, Halophila Ovalis, Halophila mminor, Enhalus Aacroides, Syringodium Isoetfolium, Spesies Cymodocea Rotundata, Komposisi Jenis Lamun yang ditemukan pada stasiun I, ada 5 jenis lamun, pada stasiun II, ada 4 Jenis lamun, dan stasiun III, 8 Jenis Lamun. Lamun Jenis Cymodocea Rotundata memiliki Penutupan tertinggi dengan nilai 29,96 di stasiun II, dan terendah pada Jenis Cymodocea Serrulata di stasiun I dengan nilai 0,83. Nilai Kerapatan tertinggi dimiliki oleh Jenis Cymodocea Rotundata dengan nilai 257,08 ind/m2 pada stasiun I, dan spesies terendah dimiliki oleh Enhalus Acroides Dengan nilai 7,40 pada stasiun II. Nilai Frekuensi Relatif tertinggi di dapatkan pada Thalassia Hempericii dengan nilai 36,59% pada stasiun III, dan terendah terletak pada jenis Cymodocea Serrulata dengan nilai 2,44% pada stasiun III. Indeks Nilai Penting jenis Cymodocea Rotundata. Indeks Keanekaragaman lamun di Perairan Pulau Bontosua termasuk dalam kategori sedang dengan nilai 1,826, Indeks Keseragaman dengan Nilai 0,831 dalam kategori tinggi, dan Indeks Dominasi di Pulau Bontosua dengan nilai 0,203 kategori nilai yang di peroleh tergolong rendah/stabil menunjukkan bahwa tidak terdapatnya spesies lamun yang extrim mendominasi spesies lainnya.
Analisis Kondisi dan Karakteristik Morfometrik Lamun di Perairan Tanah Lemo Kelurahan Tanah Lemo Kabupaten Bulukumba Syahar, Nurmawaddah; Hamsiah, Hamsiah; Djafar, Syahrul
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiwall.v3i1.679

Abstract

Lamun (Seagrass) merupakan tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang hidup di perairan dangkal dan memiliki daun, akar dan rhizoma serta berkembangbiak secara generatif (biji) dan vegetatif (tunas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan karakteristik morfometrik lamun di perairan Tanah Lemo, Kelurahan Tanah Lemo, Kabupaten Bulukumba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode transek kuadran dengan ukuran 1 x 1 meter pada meter 0 meter, 50 meter dan 100 meter di tiga stasiun berbeda. Pengambilan data di mulai dengan pengambilan data komposisi jenis lamun, kerapatan jenis lamun dan terakhir pengambilan sampel morfometrik lamun dengan memilih satu tegakan di setiap plot secara acak. Setelah tegakan terpilih, morfometrik lamun diukur, yaitu panjang daun, lebar daun, panjang rhizoma dan panjang akar. Hasil penelitian di perairan Tanah Lemo menujukkan kondisi lamun dengan komposisi dan kerapatan dengan jenis T.hemprchii dengan nilai 71,58% dan 112,59 Ind/m2, E.acoroides dengan nilai 22,27% dan 38,82 Ind/m2 dan S.isoetifolium dengan nilai 6,13% dan 6,88 Ind/m2 dengan kerapatan lamun berada pada kondisi jarang dengan nilai 52,76 Ind/m2. Morfometrik jenis lamun yang dominan adalah jenis T.hemprichii dengan rata-rata panjang daun 163,16 mm, lebar daun 4,06 mm, panjang rhizoma 23,66 mm dan panjang akar 72,2 mm dengan parameter perairan masih mendukung pertumbuhan lamun.