p-Index From 2021 - 2026
11.051
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Analisis: Jurnal Studi Keislaman IJTIHAD Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan FIAT JUSTISIA: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Kesehatan Andalas Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Ikonomika : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Ilmiah Peuradeun Jurnal Kedokteran Anatomica (Anatomica Medical Journal) Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Profetik Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Abdimas Universal El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Jurnal Abdi Insani Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia (JRDI) Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Uti Possidetis: Journal of International Law Ulumuna Jurnal Idea Hukum Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Warta Pengabdian Andalas: Jurnal Ilmiah Pengembangan Dan Penerapan Ipteks MALLOMO: Journal of Community Service Kabanti : Jurnal Kerabat Antropologi Sultan Jurisprudence : Jurnal Riset Ilmu Hukum Action Research Literate (ARL) Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam As-Sidanah : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Al-Fikrah SENGKUNI Journal (Social Science and Humanities Studies) Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam Journal of Innovation Research and Knowledge el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Jurnal Medika: Karya Ilmiah Kesehatan Syarah: Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam El-Maqra' : Tafsir, Hadis dan Teologi Takwil: Journal of Quran and Hadith Studies Dharmawangsa: International Journal of the Social Sciences, Education and Humanitis Tirtayasa Journal of International Law Al-Munazzam : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Manajemen Dakwah Telecommunications, Computers, and Electricals Engineering Journal Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology SCLS ABDIMAS KAUNIAH Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Mulawarman Dental Journal JESKaPe: Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan Jurnal Tadris Matematika (JTMT) Prosiding Seminar Nasional Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIAD Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) (Medical Scientific Journal) MESINA Jurnal Sains dan Kesehatan Pappaseng: International Journal of Islamic Literacy and Society Journal of Contemporary Indonesian Islam (JCII)
Claim Missing Document
Check
Articles

TEROBOSAN KREATIF KEPOLISIAN PERAIRAN POLDA BANTEN DALAM PELAKSANAAN PEMELIHARAAN KEAMANAN MASYARAKAT DAN PENEGAKAN HUKUM DI PERAIRAN SELAT SUNDA Danial, Danial
FIAT JUSTISIA Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marine Police Regional Police Banten Province is breakthrough in the development of creative, aware of the importance of knowledge of the social and cultural life of the operational environment. However, the problem is: First, how the pattern of development of the concept of Creative Breakthroughs Marine Police Banten ?; Second, how the implementation of the concept of creative breakthrough Marine Police Banten?. The results showed that the First, Pattern Creative Breakthrough Development undertaken in the framework of Banten Water Police Pushing Water existence in Banten Police are doing synchronization and coordination with the Department of Maritime Province of Banten in terms of the measurement vessel, Formulation of Local Regulations related to service to the fishermen and the plan of Units waters; Secondly, optimization of local government support, Academics to Overcome situation, needs and implementing creative breakthroughs Marine Police Banten in order to protect, Protects, Serving Society, and Law Enforcement The Regional Water can be embodied through preemptive action, preventive and educative as well as ongoing collaboration with the form as a container maritime forum gathering agencies in charge of maritime waters and ports in Province of Banten.Keywords: Creative Breakthroughs, Marine Police, Security, Law Enforcement, Sunda Strait
Qanun Jinayah Aceh dan Perlindungan HAM (Kajian Yuridis-Filosofis) Danial, Danial
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 6 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3020.855 KB) | DOI: 10.24090/mnh.v6i1.590

Abstract

Terdapat perbedaan dan kesamaan antara konsep HAM Internasional dengan Islam, terutama berkaitan dengan sumber, sifat, dan orientasi. HAM Internasional bersumber pada akal, bersifat antroposentris, dan berorientasi duniawi. Semantara HAM dalam pandangan Islam bersumber dari Wahyu (Allah SWT), bersifat teo-antroposentris, dan berorientasi dunia-akhirat. Karenanya, yang pertama perwujudannya bertumpu semata-mata pada Negara (faktor pendorong eksternal), sedangkan yang kedua perwujudannya tidak hanya bersifat eksternal dan formal legalistik, melainkan bersumbu pada aspek internal manusia (batin/iman). Dalam praktiknya di lapangan bentuk hukuman cambuk dipandang efektif dalam melindungi HAM baik secara sosiologis, ekonomis, psikologis, bahkan teologis. Meskipun masih mengandung beberapa kelemahan yang potensial melanggar HAM, khususnya berkaitan dengan tindak pidana khalwat dan aspek hokum acaranya. Sementara bentuk hukuman rajam dipandang masih merupakan wilayah ijtihadiyyah yang sarat dengan perdebatan di kalangan para ulama sendiri.
KEPEMIMPINAN WANITA DALAM PERSPEKTIF HADIS Danial, Danial
Liwaul Dakwah: Jurnal Studi Keislaman Vol 10 No 2 (2020): Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang kepemimpinan wanita dalam perspektif Hadis. Hadis tentang larangan wanita menjadi pemimpin dapat ditemui dalam beberapa kitab sumber, yaitu: Bukhari, Kitab Maghazi Bab 82, Fitan Bab 18, Tirmidzi, Kitab Fitan Bab 75, Nasa’i, Kitab Qadat Bab 8 dan Ahmad bin Hanbal, Juz 5 halaman 43, 51, 38, 47. Hadis tersebut adalah hadis yang diriwayatkan secara maknawi, oleh karena terdapat beberapa ragam matan hadis. Dari sisi Kritik Sanad hadis tersebut, maka hadis tersebut adalah hadis Shahih, disebabkan karena ketersambungan sanad, kritikal hadis menunjukkan lebih dominan ta’dil daripada jarah, dan tidak bertentangan dengan hadis dan ayat yang lain. Terdapat perbedaan pendapat pada pemahaman hadis tersebut, secara tekstual hadis tersebut disyarah dengan melihat pelarangan wanita menjadi pemimpin karena wanita memiliki keterbatasan, qadrat dan kemampuan yang diluar dari wewenangnya. Akan tetapi wanita boleh menjabat sebuah jabatan diluar ranah pemerintahan, seperti: perusahaan, lembaga pendidikan, instansi non pemerintahan. Sementara syarah secara kontestual menunjukkan bahwa berdasarkan konteks turunnya hadis tersebut, tidak bisa digunakan secara umum dalam menentukan hukum syar’i pelarangan wanita menjadi pemimpin.
KONTRIBUSI HUKUM ISLAM TERHADAP PERKEMBANGAN HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL DALAM KONFLIK BERSENJATA MODERN DANIAL, DANIAL
Jurnal Idea Hukum Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Idea Hukum
Publisher : MIH Unsoed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jih.2021.7.1.206

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Islam terhadap perkembangan hukum humaniter internasional sebagai disiplin ilmu yang mengatur tentang perlindungan terhadap korban perang dan pembatasan terhadap sarana dan metode perang. Analisis terhadap kontribusi Islam ini dilakukan untuk mengetahui dan menemukan pengaturan perang apa saja dalam hukum perang Islam yang sudah dan belum di adopsi oleh hukum hukum humaniter internasional.Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perbandingan hukum. penelitian ini bersifat deskriptif analitis, yaitu menganalisis permasalahan dengan menggunakan data sekunder, kemudian dianalisis secara yuridis kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, kontribusi hukum Islam terhadap pengaturan konflik bersenjata dalam hukum humaniter internasional dapat memanusiawikan perang. Namun demikian masih terdapat beberapa aturan perang Islam yang belum diadosi oleh hukum humaniter internasional diantaranya tentang larangan perang, dan kualifikasi yang menjadi syarat-syarat perang. sehingga setiap permasalahan di masyarakat internasional berpotensi menjadi konflik bersenjata dan setiap konflik bersenjata menimbulkan korban penduduk sipil dan kerusakan obyek sipil. Kedua, Perspektif Islam terhadap hukum humaniter internasional pada dasarnya tidak ada perbedaan pengaturan. Ajaran Islam sejalan dengan hukum humaniter internasional. Perbedaannya hanya terletak pada tanggungjawab penerapannya, dimana dalam hukum positif, tanggungjawab itu hanya bersifat duniawi saja, sementara dalam hukum Islam tanggungjawab itu bersifat duniawi dan ukhrawi sekaligus
The contestation of Islamic legal thought: Dayah’s jurists and PTKIN’s jurists in responding to global issues Danial Danial; Munadi Usman; Nur Sari Dewi
Ijtihad : Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan Vol 22, No 1 (2022)
Publisher : State Institute of Islamic Studies (IAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijtihad.v22i1.19-36

Abstract

This study aims to understand the contestation of Islamic legal thought between the scientific tradition of Dayah (Islamic boarding school) and the State Islamic Higher Education Institutions (PTKIN) in responding to global issues. The main data sources in this research are words and actions, the rest are additional data such as documents. Methods of data collection included interviews, observation, and documentation. All data obtained were analyzed by data reduction, analysis, and interpretation. Based on the objectives and research methods above, it was found that there were three factors causing the emergence of contestation between the two Islamic educational institutions, namely, (1) the different methodologies and approaches to Islamic law used; (2) the difference in the spirit of fiction between Dayah and PTKIN. Dayah has the spirit of preserving fiqh, while PTKIN’s spirit is fiqh renewal; (3) Political background. The contestation between Dayah and PTKIN occurred in two areas, namely the area of worship and non-worship. Based on the references, methods of reasoning, approach, and spirit possessed by these two Islamic educational institutions, it can be understood that the two models of Islamic legal thought have the potential to be integrated. Such integration may include; integration of foundations, sources, methods, approaches, and reasoning models.
Qanun Jinayah Aceh dan Perlindungan HAM (Kajian Yuridis-Filosofis) Danial Danial
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 6 No 1 (2012)
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic University of Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3020.855 KB) | DOI: 10.24090/mnh.v6i1.590

Abstract

Terdapat perbedaan dan kesamaan antara konsep HAM Internasional dengan Islam, terutama berkaitan dengan sumber, sifat, dan orientasi. HAM Internasional bersumber pada akal, bersifat antroposentris, dan berorientasi duniawi. Semantara HAM dalam pandangan Islam bersumber dari Wahyu (Allah SWT), bersifat teo-antroposentris, dan berorientasi dunia-akhirat. Karenanya, yang pertama perwujudannya bertumpu semata-mata pada Negara (faktor pendorong eksternal), sedangkan yang kedua perwujudannya tidak hanya bersifat eksternal dan formal legalistik, melainkan bersumbu pada aspek internal manusia (batin/iman). Dalam praktiknya di lapangan bentuk hukuman cambuk dipandang efektif dalam melindungi HAM baik secara sosiologis, ekonomis, psikologis, bahkan teologis. Meskipun masih mengandung beberapa kelemahan yang potensial melanggar HAM, khususnya berkaitan dengan tindak pidana khalwat dan aspek hokum acaranya. Sementara bentuk hukuman rajam dipandang masih merupakan wilayah ijtihadiyyah yang sarat dengan perdebatan di kalangan para ulama sendiri.
Quo Vadis Acehnese Shari’a: A Critical Approach to the Construction and Scope of Islamic Legislation Danial Danial; Mahamatayuding Samah; Munawar Rizki Jailani
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Vol 60, No 2 (2022)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2022.602.621-654

Abstract

The main purpose of implementing Shari’a is to benefit humanity in all areas of life in this worldly life and the hereafter. Based on this circumstance, this article critically sheds light on the existing implementation of Acehnese Shari’a by examining its scope and the existing qanun issued to seek that purpose. This article is grounded in a qualitative research query with a reflective approach. This study finds that the existing scope of the Acehnese Shari’a has not responded to the ideal of Shari`a, which is based on maqashid presumptions; dharuriyat, hajiah and tahsinat. The results of this study indicate that the application of Shari’a in Aceh is far from the goal of ideal Shari’a for its application does not cover every aspect of life, but is limited to only covers legal aspects (punishment). This study also shows that Acehnese Shari’a has not ruled over political affairs, governing system, health issues, economic matters, and defense issues. Therefore, the scope of Acehnese Shari`a implementation should be reconstructed in order to respond to the ideal  Shari’a, which is universal and inclusive.[Tujuan utama penerapan syariat Islam adalah untuk mencapai kemaslahatan umat manusia dalam segala bidang kehidupan di dunia dan di akhirat. Berdasarkan hal tersebut, artikel ini mencari peta implementasi penerapan syariat Islam di Aceh antara idealisme dengan realitas kekinian. Metode penelitian dalam artikel ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan reflektif. Kajian ini mencerminkan cita-cita penerapan syariat Islam di Aceh dengan realitas yang terjadi, kemudian menyajikan roadmap agar syariat Islam dapat diterapkan di Aceh sesuai dengan ide dasarnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan syariat Islam di Aceh jauh dari tujuan syariat Islam karena syariat Islam tidak muncul kecuali di bidang hukum (hukuman), dan juga kajian ini menunjukan bahwa  syariat  Islam di Aceh belum menyentuh permasalah politik, pemerintahan, kesehatan, ekonomi, pertahanan, pendidikan, sosial budaya, dan lingkungan, Oleh karena itu, peta implementasi harus direkonstruksi untuk menerapkan syariat Islam yang sesuai dengan cita-cita penerapan syariat Islam di Aceh]
Implementation of Marriage Pillars According to Syafi'iyah Fiqh in Bandar Dua District, Pidie Jaya Regency: (Study of Marriage Witness Justice) Bukhari; Danial; Munadi Usman
Al-Fikrah Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jiaf.v12i1.591

Abstract

Witnesses in a marriage contract are pillars that affect whether a marriage is valid or not. A just witness is someone who does not commit major sins and also does not perpetuate himself with minor sins. For this age, getting a fair witness is definitely very difficult. However, the phenomenon that occurred in the field was not the case. Witnesses for marriage are often chosen based on their position and closeness to the bride and groom's family, not based on criteria outlined in fiqh law. This is very fatal for a marriage because if a marriage contract seems to be neglected, then unknowingly there will be prolonged adultery. For this reason, the author wants to study this problem scientifically. The formulation of the problem in this study is how is the implementation of the pillars of marriage in Bandar Dua, Pidie Jaya Regency according to Islamic law, and what is the urgency of justice for marriage witnesses and their impact on families in Bandar Dua District, Pidie Jaya Regency. Through the form of qualitative research, descriptive analysis techniques and inductive methods are the main techniques in tracing data and facts to be examined and find answers to the formulation of problems that have been defined. The result of the research is that the implementation of the pillars of marriage in the Bandar Dua District in general is in accordance with the Syafi'iyah fiqh. But there are a number of things that still need attention, namely related to the justice of marriage witnesses. Of the four elements of the assessment ‘adālah  witnesses to marriage, there is one that is often missed in the assessment, namely maintaining marwah. Even though someone who doesn't protect his dignity is also considered wicked, and loses his justice. In general, the sources (counselors, young priests, community leaders, religious leaders, village heads, marriage guardians, married couples, and also wedding witnesses) denied that there was a strict selection of marriage witnesses. The urgency of witness justice for a married family is very clear because it is indeed a pillar of marriage. From a moral point of view, the presence of fair witnesses is also able to maintain the integrity and harmony of the family. Spiritually speaking, the presence of two just witnesses can also bring blessings and kindness to the bride and groom, because generally two people who are considered just are two pious people.
Sexual Violence in the Islamic Law Perspective: Aceh Islamic Law and Local Wisdom Approach Danial Danial; Yoesrizal M. Yoesoef; Nur Sari Dewi. M
Ulumuna Vol 27 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/ujis.v27i1.677

Abstract

The study aims to examine the integration of religious values, Aceh culture, and global issues, which form the Sexual Violence Crime Law (UU-TPKS). This article is a qualitative study with a descriptive approach where the primary data were obtained through interview and group discussion. The study used relevant sources from books, journals, and articles related to the chosen theme as the secondary data. This study shows that integration of religious values into the Sexual Violence Crime Law (UU-TPKS) is necessary because Indonesian law must be based on the Pancasila philosophy as a result of the translation into Islamic values. It further shows that religious, cultural, and global values embodied in that law are the values of tauhid, justice, freedom, kindness, cooperation, equality, and tolerance. The state must measurably implement all values and derive them into laws and regulations. The study also reveals that such an integration reflects the integration of religious principle and values and local wisdom described in various meanings and symbols. Keywords: Islamic Law, Sexual Violence, Local Wisdom, Aceh
TANTANGAN PENERAPAN SYARIAT ISLAM DALAM SEKTOR PERBANKAN DI ACEH Munawar Rizki Jailani; Danial; Angga Syahputra
JESKaPe: Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan (JESKaPe)
Publisher : IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52490/jeskape.v5i2.187

Abstract

The application of Islamic Sharia in the banking sector in Aceh is an attempt to realize an Islamic legal system in the banking sector in Aceh. This study examines the challenges faced during the process of implementing Islamic law in the banking sector in Aceh. This research is qualitative research with a descriptive approach. The data used in this study consisted of interviews with those involved in the process of implementing Islamic Sharia in the banking sector and other references. The results of the study show that there are several factors that become challenges and obstacles in the implementation of Islamic Sharia in the banking sector in Aceh, namely; lack of human resources, limited local government authority, lack of government attention, and external factors.
Co-Authors . Hamsiah Abdul Gaffar Abdul jalil Abdul Rauf Abdullah Abdullah Adawiyah, Robi'Atul Adi Jaya, Sarlan Afandi Sitamala Agustin, Sylvia Ahmad Fikri Aini Nurul Alamsyah, Muhammad Reky Alifuddin, Muh Amirullah -, Amirullah Andani, Andi Merry Anggara, Doni Anwar Anwar Aolia, Erina Ardi Ardi Armanda, Dicky Arsyad, Muhammad Iqbal Asbar Asbar, Asbar Aslamiyah, Mujadiddah Asmidar Asmidar Asmidar Asmidar Atip Latipulhayat Ayyun, Qurrata Badaruddin Balqis, Salsabila Nazwa Beddu Tang Bin Mohamad, Mohammad Taqiuddin BN, Ramadhani F Bukhari Chandra Kirana Cindenia Puspasari Damis, Damis Dara Nur Azizah Yuwono Dede, Markurius Hariyadi Diajeng Wulan Christianti Didik Suhariyanto Diputra, Putu Yudhi Nusartha Dirgantoro, Katon Sigit Djafar, Syahrul Endang Sawitri Erens Elvianus Koodoh, Erens Elvianus Eriawan, Erick Erman I. Rahim Eva Hermawati Fahmin, Nur Habib Fatirawahidah, Fatirawahidah Fatwa, Muh Aiman Fauzi, Valesca Vella Valdema Firdaus Firdaus Fithriah, Nur Fitri Imansyah Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani, Nazwa Fuadi Fuadi Gevira, Dhea Gufron, Ali Gusalim, Lili Hambali Hambali Hanan, Nydia Handayani, Fanty Hermansyah, Ainani Hidavat, Agustini Hidayat , Irfan Hilton Tarnama Putra M Hotiza, Siti Ikhsan, Muh Inge Dwisvimiar Irawiraman, Hadi Irma Damajanti Iskandar Iskandar Jamaluddin Jaya, Sarlan Adi Junaidi Junaidi Kafrawi Kafrawi Karenina, Melita Jenar Kasim, Aksah Kasmin, Kasmin Khatimah, Nurul Kombong, Aldri Yithream Laxmi, Laxmi lia yulia Lilies Anggarwati Astuti, Lilies Anggarwati Liliyana Listiyawati, Listiyawati M. Iqbal Arsyad Maaggazing, Fernand Faktur Daeng Mahamatayuding Samah Makiyah, Faidatul Managam Rajagukguk Manalu, Ayub Rainaldo Maulida, Eva Titania Mohamad Fasyehhudin Mokhamad Gisa Vitrana Muh Anhar Muhammad Ardiansyah Muhammad Ardiansyah Muhammad Syahrial Razali Ibrahim Muhammad Taufiqurrahman, Muhammad Muhammad Yusuf Muhyi Mohas Munadi Usman Munawar Rizki Jailani Munir, Musnar Nanda, Giri Dwi Nanik Suharwati Nugroho, Edwin Adi Nur Aisyah Nur Azmy Nur Sari Dewi NUR SARI DEWI Nur Sari Dewi. M Nurhayati Nurhayati Nuryanto, Muhammad Khairul Ponglabba, Henry Ma’dika Ponglabba Pramasari, Cristiani Nadya Prasetyo, Nanang Pratiwi, Novita Eka Tyas Purba, Dian Andreas Purwaningrum, Rr Diah Asih Purwanti, Atni Putra, Syarif Abdian Putri, Gaitsa Farah Zahira Rahmadani, Rani Rajaguguk , Managam Rajibsman Ramdhani, Wahyu Rani Sri Agustuna Retnaningrum, Yuliana Rahmah Reynanda, Nadhifa Ririn Kurnia Rismang, Rismang rohani, aceng asnawi Rokhim, Saiful Ros Mayasari Ruchiyat, Asep Rudi Kurnianto Rupiani, Dewi Rustam, Faisya Rahayu Saenong, Muhammad said, muh Salma Maulida Husana Salsabilla, Zahra Samsualam, Samsualam Samsuri Samsuri Shadrina, Nida Midati Silitonga, Grace Steffany Siregar, Wanda Puspita Br. Sitamala, Afandi Sodiman Sodiman, Sodiman Soemari, Herlien Dwiarti Solly Aryza Sri Agustian Suhelmidati, Etri Sukardi, Akhmad Supriatna, Muhammad Farhan Swandari Paramita Syaggaf, Andi Waliana Syahputra, Angga Syahril Samad, Syahril Syahrul Syahrul Syam, Khairil Syarifuddin Syarifuddin Sylviana Maya Damayanti Tajuddin, Mustamin Tang, Beddu Tasya, Putri Tekwan, Gregorius Tinton S, Bonifacius Perdana Ulfianti, Ulfianti Usman A. Gani Verry Asfirizal Wikaningtyas, Pratiwi Wongso, Dio Suseno Yoesrizal Muhammad Yoesoef Yudanti Riastiti Yuli Yetri Yusuf Yusuf Zainal Abidin Zainal Zainal Zuhrah, Nikmatuz Zuhrah, Ni’matuz _, Zul Hamizan