Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

IbM Kelompok Ibu-Ibu Rumah Tangga Pengolah Hasil Rumput Laut di Kabupaten Bantaeng Asmidar, Asmidar; Asni, Andi; Hamsiah, Hamsiah
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol 1 No 2 (2017): JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Dosen Indonesia JATIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.71 KB) | DOI: 10.36339/je.v1i2.51

Abstract

Seaweed is one of the main commodities fisheries revitalization program that is expected to play an importantrole in improving the welfare of society. This service activities aimed at delivering a new innovation in the development ofseaweed processing activities . In achieving that goal then do some activities such as outreach to mothers and younghouseholds by introducing the equipment used , materials and demonstrations of new recipes from some modificationstoeaweed products in general, people in this area is still lacking utilizing processed seaweed products as food is ready toeat. Methods of approach are offered to support science and technology programs for the community is a participatorymethod in which partners are directly involved in the implementation of activities from preparation throughimplementation of these activities .The shape of the activityis met through discussion ( question and answer , lecture ),Deliberation , Focus Group Discussion ( FGD ) , workshops , demonstrations , publications and reinforcement. Types ofoutputs produced is in the form of modern products with specifications like lunkhead seaweed , cheese and crackers paperfish nuggets in the mix with seaweed can be a domestic industry products ( home industry ).  The results achieved in thisactivity is the formation of partners of seaweed processing group, namely sea and sunshine each consisting of 10 peopleeach group, the creation of employment where the mother-thousand households that used to be just as seaweed tieworkers become more creative and productive, Introducing processed products of modern seaweed creations fromcommunity service team that is cheese paper crackers and dodol seaweed
Analisis Hubungan Beberapa Faktor Fisika Oseanografi dengan Kerapatan Ekosistem Lamun di Perairan Puntondo Kabupaten Takalar Asmidar Asmidar
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 4, No 1 (2015): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.784 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v4i1.572

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara faktor fisika oseanografi dengan kerapatan ekosistem padang lamun di perairan Puntondo Kabupaten Takalar, mengidentifikasi jenis-jenis lamun yang terdapat di perairan Puntondo Kabupaten Takalar dan mengetahui penutupan dan kerapatan ekosistem padang lamun di perairan Puntondo Kabupaten Takalar. Penelitian ini di analisis dengan menghitung berapa persen suatu spesies menutupi areal dalam tiap subplot pengamatan. Nilai persen yang diperoleh dikonversi ke dalam nilai 0-5. Hubungan antara kerapatan lamun dengan parameter fisika perairan dan substrat dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda. Dari hasil tersebut dapat diketahui korelasi masing-masing parameter terhadap kerapatan lamun. Berdasarkan hasil analisis Jumlah jenis lamun yang ditemukan pada lokasi penelitian adalah 6 jenis dimana 4 spesies dari Famili Hydrocharitaceae dan 2 spesies dari Famili Patomogetonaceae. Kerapatan total komunitas lamun yang ada di Perairan Puntondo Kabupaten Takalar berkisar antara 32.67 ind/m2 - 243.50 ind/m2. Total nilai penutupan komunitas lamun dari keseluruhan areal yang potensial di tumbuhi lamun terbesar adalah 17.05 % dan total nilai penutupan komunitas lamun paling rendah adalah 1.45 %.Kata Kunci: Padang Lamun, kerapatan, penutupan, fisika oseanografi.
Effect of natural dyes onquality of catfish ball (pangasius hypophthalmus) During cold storage (± 50c) Asmidar '; Syahrul '; Nur Ira Sari
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 2, No 1 (2015): Wisuda Februari Tahun 2015
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of study was to determine the effect of natural dyes on (floor, carrots, yeast) catfish balls during 0, 10, 20, 30, 40 days of storage at a cold temperature (± 5° C). Strorage is best at day 20. Catfish balls made from natural dyes with 10% for each concentration. The result was evaluate to and proximate analysis (content, protein content, ash content) in meatballs catfish is 10%. Were organoleptic (color, scent, texture, taste), and total bacteria (TPC) the result showed that fat content for each treatment was 0.21%, 3.71%, 3.25%, 3.93%; ash content of 2.64%, 5.62%, 6.26%, 8.00%; carbohydrate content of 13.70%, 9.77%, 12.79%, 11.61%, and total bacteria colony 2.05x105 cells/g, 1.68x10. The results showed that the meatballs natural dyes are given leaf value best results. The water content of 54.16%, 49.54%, 51.17%, 49.50%; protein content of 12.85%, 19.31%, 11.07%, 16.93%, total bacteria colony 2.05x105, 1.68x105, 1.75x105, 1.63x105 cells/g.Keywords: Meatballs, natural dyes, catfish.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Budidaya Ikan Baronang pada Ekosistem Padang Lamun di Pantai Barat Sulawesi Selatan Abdul Rauf; Andi Asni; Hamsiah Hamsiah; Asmidar Asmidar
Akuatika Indonesia Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.383 KB) | DOI: 10.24198/jaki.v2i1.23413

Abstract

Pantai Barat Propinsi Sulawesi Selatan memiliki potensi yang cukup besar yang ditandai dengan panjang garis pantainya kurang lebih sebesar 155 Km, namun selama ini pemanfaatan wilayah perairan dangkalnya masih sangat terbatas dan belum optimal kuhususnya pada ekosistem padang lamun. Hal ini disebabkan karena terbatasnya data dan informasi tentang kegiatan pemanfaatan yang berpotensi dikembangkan pada ekosistem tersebut. Salah satu diantaranya adalah budidaya ikan baronang. Oleh karena itu diperlukan data dan informasi tentang lokasi yang sesuai untuk kegiatan budidaya ikan baronang dalam rangka memanfaatkan lokasi tersebut secara optimal dan berkelanjutan. Secara umum penelitian bertujuan untuk memberikan mata pencaharian alternative bagi nelayan dan pembudidaya ikan. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan budidaya ikan baronang pada ekosistem padang lamun di Pantai Barat Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Teknologi Penginderaan Jauh Satelit dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan potensi pemanfaatan ekosistem padang lamun untuk budidaya ikan baronang. Berdasarkan hasil evaluasi kesesuaian lahan budidaya ikan baronang di Pantai Barat Sulawesi Selatan bahwa luas lokasi yang sesuai di Kabupaten Maros (0 Ha), Pangkep (76,58 Ha), Barru (635,76 Ha) dan Kota Pare-Pare (180,93 Ha).
KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG WISATA PANTAI KATEGORI REKREASI DI PANTAI TETE, DESA BONEPUTE, KABUPATEN BONE Beddu Tang; Asmidar Asmidar
Journal of Aquatropica Asia Vol 5 No 1 (2020): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Jurusan Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/aquatropica.v5i1.1832

Abstract

This study aims to determine the suitability and carrying capacity of the Tete Beach tourism area in Bonepute Village, Tonra District, Bone Regency, as a recreational beach category tourism. The study was conducted in October 2019 to March 2020. The method used was a survey method with primary and secondary data collection through observation techniques. Primary data include data on the aquatic environment, the physical environment of the coast, the area of ​​the area used for beach tourism activities, and the time used by tourists in the coastal zone. Data analysis uses the tourism suitability index and the carrying capacity of the coastal area. The suitability value of Tete beach tourism based on the analysis results obtained on average is 95% (very appropriate / S1). The carrying capacity of the area obtained is 300 people/day for recreational tourism activities, and 450 people/day for beach sports activities. Based on this value, the Tete coastal area has a large capacity for recreational activities and beach sports.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM PENENTUAN LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PESISIR KECAMATAN SUPPA, KABUPATEN PINRANG Damis -; Surianti -; Hasrianti -; A. Rini Sahni Putri; Asmidar -
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.2.119-124

Abstract

Penentuan lokasi budidaya rumput laut menggunakan aplikasi sistem informasi geografis di wilayah pesisir Kecamatan Suppa. Penelitian ini dilaksanakan berkisar sepuluh bulan pada tahun 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kesesuain lahan pada budidaya rumput laut dengan menggunakan aplikasi ‘Sistem Informasi Geografis’. Penelitian ini memiliki karakteristik lahan sebagai penyusun kualitas lahan untuk budidaya rumput laut yaitu: tinggi gelombang, kecepatan arus, pasang surut, kedalaman, kekeruhan, suhu, salinitas, pH, nitrat dan fosfat. Penelitian ini memiliki tujuan sebagai bahan informasi dalam usaha perbaikan kualitas dan rencana pengelolaan ekosistem pesisir secara terpadu dan berkelanjutan terhadap pengambil kebijakan dalam hal ini pemerintah setempat serta memberikan gambaran tentang pentingnya budidaya rumput laut di wilayah pesisir. Adapun hasil analisis data spasial lokasi kesesuaian lahan budidaya rumput laut yang memiliki golongan sesuai ±996,63Hektar dan tidak sesuai ±361,25 Hektar oleh sebab itu sangat baik dilakukan budidaya rumput laut dengan luas wilayah sangat tinggi memungkinkan dilakukan budidaya rumput laut berbasis lingkungan. Kata kunci: kesesuaian, lahan, budidaya, rumput laut
Kajian Kesesuaian Lingkungan Perairan untuk Budidaya Rajungan dalam Karamba Jaring Ditenggelamkan di Perairan Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan Ihsan Ihsan; Asbar Asbar; Asmidar Asmidar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.402 KB)

Abstract

Kajian kesesuaianlingkungan perairan untul budidaya rajungan dalam karamba jaringditenggelamkan di perairan Kabupaten Pangkep, bertujuan mengkaji kesesuaian lingkunganperairan terkait fisika dan kimia oseanografi untuk budidaya rajungan dan mengkaji kesesuaianlokasi budidaya rajungan di perairan Kabupaten Pangkep. Penelitian di laksanakan di perairanKabupaten Pangkep pada A p r i l s / d Desember 2017. Bahan dan alat yang digunakan meliputicurrent meter, handrefraktor meter, DO meter, kamera bawah air,thermometer, global positioningsystem,label, alattulis, dan seichidisk.Data dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Dataprimer diperoleh dengan cara pengukuran langsung dilapangan terhadap potret kondisisumberdaya rajungan,benih rajungan,biogeofisik perairan dan lingkungannya.Data sekunderdikumpulkan pada instansi terkait. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif yakni untukmenentukan kesesusian lingkungan perairan dan analisis kesesuaian lokasi budidaya rajunganmenggunakan sistem informasi geografis, metode ArcView, dengan perangka tkeras, danlunak.Hasil pengukuran aspek fisika dan kimia oseanografi, menunjukan adanya perbedaan nilaiparameter fisika dan kimia oseanografi yang terukur berdasarkan topografi perairan dengankisaran nilai antara lain: oksigen terlarut 5,1 - 10,7mg/l, salinitas 7 – 35 ‰, suhu 32 - 34,4 0 C danpH 7 – 8, sesuai kriteria parameter kualitas air ini layak untuk budidaya rajungan. Selanjutnyahasil analisis spasial kesesuain perairan untuk kegiatan budidaya rajungan dalam karamba jaringditenggelamkandengan menggunakan indikator suhu, salinitas, oksigen, pH dan kecerahandiperoleh 3 kriteris kesesuaian meliputi: sesuai luasnya 89.131,37 ha; cukup sesuai luasnya109.164,87 ha; dan tidak sesuai luasnya 4.577,56 ha.Kata kunci : lingkungan; perairan; kesesuaian;  budidaya; rajungan; karamba jaring ditenggelamkan; Pangkep. 
PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN ALUMNI DAN MAHASISWA FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA Asmidar Asmidar; Danial Danial; Mustamin Mustamin; Beddu Beddu; Agustina Agustina
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i1.23319

Abstract

Tingginya tingkat pengangguran dan pencari kerja dimasa pandemi sekarang, menuntut pemerintah untuk berperan dalam mengurangi tingkat pengangguran. Tingginya tingkat pengangguran dan pencari kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti rendahnya jiwa kewirausahaan dikalangan mahasiswa dan alumni, kepercayaan diri dan motivasi, kedisiplinan mengenai waktu serta keterampilan manajerial dibidang bisnis masih kurang. Salah satu solusi untuk mengurangi tingkat pengangguran dan pencari kerja dimasa pandemi yaitu melalui pembinaan terkait program kewirausahaan. PPK merupakan program pengembangan kewirausahaan yang telah berjalan sejak tahun 2019, 2020 dan berlanjut sampai sekarang. Program PPK ini memasuki tahun ke III, dengan jumlah tenant 20 orang yang berasal dari 5 alumni dan 15 orang mahasiswa aktif yang sedang merintis usaha. Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) UMI bertujan untuk membangun unit layanan kewirausahaan yang professional, mandiri dan berkelanjutan, berwawasan knowledge based economy. Bidang usaha yang sedang berjalan saat ini adalah sektor jasa (jasa pengantaran wisatawan kebeberapa pulau di Sulawesi Selatan) dan sektor barang (usaha: aquaponikzizu, jajanan massipa, macakka, fresto bandeng dan bandeng tanpa duri serta usaha bakso daengku). Program Pengembangan Kewirausahaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Tahun 2021 (tahun ketiga) telah terlaksana, dan berhasil membina empat (4) wirausaha baru mandiri dan tiga (3) usaha yang sudah dirintis sejak tahun 2020 yang siap beraktivitas dimasyarakat baik individu maupun kelompok dari tujuh jenis usaha yang dibina dengan jumlah keseluruhan tenant sebanyak 20 orang. Kata kunci: Kewirausahaan, Mahasiswa, Alumni. ABSTRACT The high rate of unemployment and job seekers during the current pandemic, requires the government to play a role in reducing the unemployment rate. The high rate of unemployment and job seekers is influenced by several factors such as low entrepreneurial spirit among students and alumni, self-confidence and motivation, discipline regarding time and lack of managerial skills in the business sector. One solution to reduce the unemployment rate and job seekers during the pandemic is through coaching related to entrepreneurship programs. KDP is an entrepreneurship development program that has been running since 2019, 2020 and continues until now. This KDP program is entering its third year, with 20 tenants from 5 alumni and 15 active students who are starting a business. The UMI Entrepreneurship Development Program (PPK) aims to build a professional, independent and sustainable entrepreneurship service unit with knowledge-based economy insight. Current business sectors are the service sector (tourist delivery services to several islands in South Sulawesi) and the goods sector (business: aquaponikzizu, massipa snacks, macakka, fresto milkfish and milkfish without thorns and meatball business daengku. The Entrepreneurship Development Program of the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Muslim Indonesia in 2021 (third year) has been carried out, and has succeeded in fostering four (4) new independent entrepreneurs and three (3) businesses that have been initiated since 2020 that are ready to carry out activities in the community, both individually and in groups. of the seven types of businesses that are fostered with a total of 20 tenants. Keywords: Entrepreneurship, College students, Alumny.
ANALISIS CITRA SATELIT MULTI TEMPORAL UNTUK MENDETEKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI DI KAWASAN TELUK PAREPARE KOTAMADYA PAREPARE Asmidar Asmidar; Muhammad Yunus
Techno-Fish Vol 7 No 1 (2023): TECHNO-FISH
Publisher : TECHNO-FISH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v7i1.6253

Abstract

Limited land has encouraged the local government to carry out reclamation for the development of coastal areas, taking or transferring the function of coastal protection land. Reclamation has been carried out in every sub-district in Parepare City, such as the construction of an embankment in Soreang District, land expansion and construction of a port area in Ujung District, and the development of beach tourism in West Bacukiki District. Development in coastal areas that are not in accordance with applicable regulations and causes an imbalance sediment transport along the coast.The purpose of this study was to determine changes in the coastline in the Pare-pare Bay area within a period of 20 years using remote sensing satellite imagery data and find out the causes of changes in the coastline in the Pare-pare Bay area.Its use is expected to provide information about changes in the coastline in the City of Pare-pare, in order to assist the local government in making policies in the management of coastal and marine areas in a sustainable manner and also in making spatial plans for the City of Parepare. The method used in this research is to collect spatial data in the form of 2001 Landsat 7 and 2021 Landsat 8 images. The spatial data analysis uses the method of making polygons using measure tools on the resulting map overlay in the GIS application. The results of the study in the Parepare Bay Area concluded that the magnitude of the shoreline change in the Parepare Bay Area within a 20 year period was 22.47 Ha. The length of the coastline has increased by 0.22 km. Changes in the coastline in the Parepare Bay Area are caused by natural factors and human activities. Natural factors in the form of waves, currents and tides. While the factor of human activity in the form of reclamation along the coast of Parepare Bay.
Coastline Analysis Using Remote Sensing Applications in Untia Coastal Areas Makassar City South Sulawesi Province Danial, Danial; Asmidar, Asmidar; Syahrul, Syahrul; Hamsiah, Hamsiah; W. Ningsih, Nining
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 14 No. 2 (2021): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1502.548 KB) | DOI: 10.52046/agrikan.v14i2.805

Abstract

This research was conducted with a remote sensing analysis approach with a comparative causal method, namely a multitemporal image comparison method to see the changes that occur, which are divided into three stages: image processing, field surveys and secondary data procurement, as well as advanced data processing. Through processing overlapping coastline maps can also be obtained from changes in coastline over the past 5 years. In 2013-2014 there was reclamation of 0.22 ha, in 2014-2015 there was an abrasion of 0.46 ha, and the addition of mangroves covering 1.07 ha in the coastal area of Untia. In 2015-2016 there was reclamation with an area of 0.9 ha, the addition of mangrove area of 2.84 ha and abrasion of 0.02 ha. And in 2016-2017 there was a change in the area due to reclamation reaching 9.79 ha. The extent of the change in coastline in the Untia Village, Biringkanaya District is 15.3 ha.