Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

CITRA ORANG TUA DALAM NOVEL ``KELUARGA CEMARA`` KARYA ARSWENDO ATMOWILOTO: THE IMAGE OF PARENTS IN THE NOVEL ``KELUARGA CEMARA`` BY ARSWENDO ATMOWILOTO Rizki Amalia Agustin; Sabhan; Faradina
LOCANA Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v1i1.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra orang tua yang tergambar dalam novel Keluarga Cemara karangan Arswendo Atmowiloto. Pendekatan yang diaplikasikan dalam penelitian ini ialah deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa citra orang tua dibagi menjadi empat jenis, yakni citra ayah dalam hubungannya dengan diri sendiri, citra ayah dalam hubungannya dengan keluarga, citra ibu dalam hubungannya dengan diri sendiri, dan citra ibu dalam hubungannya dengan keluarga. Citra tokoh ayah dan ibu digambarkan sebagai orang tua yang mampu bekerjasama dengan baik dalam mendidik anak, orang tua yang bekerja keras demi mengupayakan perekonomian keluarga untuk kebahagian anak, orang tua yang tegas dalam mengambil setiap keputusan, orang tua yang penuh kasih sayang dalam mendampingi tumbuh-kembang anak, orang tua yang mampu bersikap adil terhadap anak sehingga tidak terjadi kecemburuan sosial antara ketiga anaknya, dan orang tua yang berhasil menjadi sosok panutan dan pedoman dalam keluarga. This study aims to describe the image of parents depicted in the novel Keluarga Cemara by Arswendo Atmowiloto. The approach applied in this research is descriptive-qualitative. The results of this study indicate that the image of parents is divided into four types, namely the image of the father in relation to oneself, the image of the father in relation to the family, the image of the mother in relation to oneself, and the image of the mother in relation to the family. The image of father and mother figures is described as parents who are able to work well together in educating children, parents who work hard to strive for the family's economy for the happiness of children, parents who are firm in making every decision, parents who are full of affection in accompanying their growth. child development, parents who are able to be fair to children so that there is no social jealousy between their three children, and parents who have succeeded in becoming role models and guidelines in the family.
EKOLOGI BUDAYA DAYAK BENUAQ DALAM NOVEL “API, AWAN, ASAP” KARYA KORRIE LAYUN RAMPAN: DAYAK BENUAQ CULTURAL ECOLOGY IN THE NOVEL “API, AWAN, ASAP” BY KORRIE LAYUN RAMPAN Hidayah Tullah; Dewi Alfianti; Faradina
LOCANA Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v1i1.136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan unsur-unsur budaya yang hadir dalam novel Api, Awan, Asap Karya Korrie Layun Rampan. Hal ini dikarenakan sastra lingkungan dan kebudayaan adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan keberadaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekologi budaya dengan metode deskripsi-kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah novel “Api, Awan, Asap” Karya Korrie Layun Rampan. Penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka. Analisis yang dilakukan adalah dengan mendeskripsikan unsur-unsur budaya yang hadir dalam novel “Api, Awan, Asap” Karya Korrie Layun Rampan. Sementara itu, dalam novel Api, Awan, Asap Karya Korrie Layun Rampan masyarakat Dayak Benuaq menganggap alam memiliki jiwa dan merupakan sebagian dari diri mereka. oleh karena itu, hubungan alam dengan kebudayaan masyarakat Dayak Benuaq saling berkaitan, masyarakat Dayak Benuaq menjaga serta merawat alam mereka sesuai dengan ajaran dari leluhur. This study aims to describe the cultural elements present in the novel Api, Awan, Asap by Korrie Layun Rampan. This is because environmental literature and culture are something that cannot be separated. This study uses a cultural ecology approach with a descriptive-qualitative method. The data source used is the novel "Fire, Clouds, Smoke" by Korrie Layun Rampan. This research uses literature study technique. The analysis was carried out by describing the cultural elements present in the novel "Fire, Clouds, Smoke" by Korrie Layun Rampan. Meanwhile, in the novel Api, Awan, Asap by Korrie Layun Rampan, the Benuaq Dayak people think that nature has a soul and is a part of themselves. Therefore, the natural relationship with the culture of the Benuaq Dayak people is interrelated, the Benuaq Dayak people protect and care for their nature according to the teachings of their ancestors.
BAHASA PERSUASI PADA KOMENTAR WARGANET DALAM “YOUTUBE” MENGENAI PEMINDAHAN IBU KOTA NEGARA: PERSUASIVE LANGUAGE ON NETIZENS` COMMENTS ON “YOUTUBE” REGARDING THE TRANSFER OF THE NATIONAL CAPITAL Abidin Nor; Jumadi; Faradina
LOCANA Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v1i1.138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud dan penggunaan teknik dalam bahasa persuasi yang terdapat pada komentar warganet di kanal youtube mengenai pemindahan ibu kota negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa persuasi yang digunakan warganet dalam memberikan komentar pada kanal youtube mengenai pemindahan ibu kota negara memiliki ragam wujud diksi, seperti jangan, mending, harusnya, lanjutkan, bersiaplah, lebih baik, yang terpenting, ayo, hadirkan, dukung, undang, sebaiknya, percepat, tidak boleh, lets go, buktikan, jadilah, sebetulnya, urus, lunasi, biarin, dan lain sebagainya. Terbentuknya wujud tersebut memiliki berbagai tujuan, baik untuk melarang, memerintah, menyarankan, mengimbau, mengajak, mengharapkan, menyakinkan, dan memberi pertimbangan. Teknik persuasi yang digunakan untuk menyampaikan gagasan persuasif berupa rasionalisasi, identifikasi, sugesti, konformitas, dan kompensasi. This study aims to describe the form and use of techniques in persuasive language found in the comments of netizens on the YouTube channel regarding the transfer of the national capital. The method used in this study is a qualitative description. The results of this study indicate that the persuasive language used by netizens in commenting on the YouTube channel regarding the transfer of the national capital has various forms of diction, such as don't, better, should, continue, be prepared, better, most importantly, come on, present, support, invite , better, hurry up, don't, lets go, prove it, be, actually, take care of it, pay it off, let it go, and so on. The formation of this form has various purposes, both forbidding, ordering, suggesting, appealing, inviting, expecting, convincing, and giving consideration. Persuasion techniques used to convey persuasive ideas are in the form of rationalization, identification, suggestion, conformity, and compensation.
KERUSAKAN LINGKUNGAN DALAM ANTOLOGI PUISI “GEMURUH PUISI” DARI KALIMANTAN KARYA ALI SYAMSUDIN ARSI: ENVIRONMENTAL DAMAGE IN POETRY ANTHOLOGY RUMBLING POEMS FROM KALIMANTAN BY ALI SYAMSUDIN ARSI Achmad Zulkifli Altinus; Ahsani Taqwiem; Faradina
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kerusakan lingkungan yang direpresentasikan dalam puisi Ali Syamsudin Arsi dengan melihat penggunaan pilihan kata (diksi) dan citraan, serta mendeskripsikan pembelaan penyair terhadap kerusakan lingkungan. Pendekatan ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan ekokritik sastra yang merupakan cabang dari ekologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis data struktural dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) kerusakan lingkungan yang direpresentasikan melalui pilihan kata (diksi) dan citraan di dalam puisi bukan hanya khayalan, melainkan cerminan nyata kerusakan lingkungan yang terjadi di sekitar. (2) Puisi dapat menjadi media yang tepat untuk melakukan pembelaan terhadap kerusakan lingkungan seperti menyuarakan sikap protes, keprihatinan, imbauan, perlawanan, serta mengajak pembaca pada kesadaran untuk peduli dan membenahi apabila terjadi kerusakan lingkungan, yang disampaikan baik secara tersurat maupun tersirat. Kata Kunci: Kerusakan Lingkungan, Puisi, dan Ekokritik This research aims to know and describe the environmental damage represented in Ali Syamsudin Arsi's poetry by looking at the use of word choice (diction) and imagery, and describe the poet's defense of environmental damage. This approach uses descriptive qualitative research with a literary ecocriticism approach which is a branch of literary ecology. The data collection technique used is literature study technique. Data analysis was carried out using structural and descriptive data analysis techniques. The results of this study show that, (1) environmental damage represented through word choice (diction) and imagery in poetry is not just a fantasy, but a real reflection of environmental damage that occurs around. (2) Poetry can be the right media to defend environmental damage such as voicing protests, concerns, appeals, resistance, and inviting readers to awareness to care and fix when environmental damage occurs, which is conveyed both explicitly and implicitly. Keywords: Environmental Damage, Poetry, and Ecocriticism
KALIMAT DEKLARATIF DALAM FILM “DILAN 1990”: DECLARATIVE SENTENCES IN THE FILM "DILAN 1990" Hamidah; Sabhan; Faradina
LOCANA Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v6i2.155

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan bentuk dan makna kalimat deklaratif dalam film Dilan 1990. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah dokumentasi dan observasi simak dan catat. Metode analisis data yang digunakan adalah identifikasi dan klasifikasi. Data penelitian adalah dialog para pemeran film Dilan 1990.Data pada penelitian ini disajikan dalam bentuk deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat kalimat deklaratif jenis ungkapan perasaan dalam film Dilan 1990.Kalimat deklaratif meliputi: (1) ungkapan harapan; (2) ungkapan keyakinan; (3) ungkapan kebencian; (4) ungkapan kekhawatiran; (5) ungkapan serah diri/pasrah; (6) ungkapan kasih sayang; (7) ungkapan nasihat/peringatan; dan (8) ungkapan perumpamaan. This study aims to describe the form and meaning of declarative sentences in the film Dilan 1990. The approach used in this research is a qualitative-descriptive approach. The data collection technique used is documentation and observation with observing and note-taking techniques. The data analysis method used is identification and classification. The research data is the dialogues of the Dilan 1990 film actors. The data in this study are presented in the form of descriptions. The results of the study showthat there are declarative sentences with the type of expression of feelings in the Dilan 1990 film. The declarative sentences include: (1) expressions of hope; (2) expression of belief; (3) expressions of hatred; (4) expressions of concern; (5) expressions of surrender/surrender; (6) expressions of affection; (7) expressions of advice/warning; and (8) suppositional expressions/parables.
STILISTIKA KUMPULAN PUISI “SEBELUM SENDIRI” KARYA AAN MANSYUR: STYLISTICS COLLECTION OF POETRY “BEFORE ALONE” BY AAN MASYUR Lufianah, Melly; Noortyani, Rusma; Faradina
LOCANA Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v6i2.162

Abstract

Puisi merupakan salah satu produk karya sastra yang memanfaatkan kekuatan bahasa dalam memunculkan keindahan dari sebuah karya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk stilistika dalam buku kumpulan Puisi Sebelum Sendiri karya Aan Mansyur de ngan acuan pembelajaran Bahasa Indonesia di materi apresiasi sesuai KD 3.17 kelas X yakni menganalisis unsur pembangun puisi yang diperdengarkan atau dibaca. Penelitian ini menggunakan pendekatan stilistika pada kebahasaan pembangun puisi, yakni diksi, cit raan, dan majas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan ialah buku kumpulan puisi Sebelum Sendiri karya M. Aan Mansyur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diksi konotatif lebih dominan dibanding denotatif sebanyak 122 kali, citra penglihatan lebih dominan sebanyak 43 kali, dan majas hiperbola lebih dominan sebanyak 27 kali. Aan Mansyur dalam puisinya menunjukkan gambaran objek (ikon). Selain itu, terdapat hubungan ciri acuan bersifat te tap (indeks). Serta terdapat simbol tanda yang makna tersimpan dalam kesadaran batin masyarat. Poetry is one of the products of literary works that utilize the power of language in bringing out the beauty of a work. This study aims to describe the stylistic forms in the collection of Poems Before Yourself by Aan Mansyur with the reference of learnin g Indonesian in the appreciation material according to KD 3.17 class X, namely analyzing the building blocks of poetry that is heard or read. This study uses a stylistic approach to the language of poetry builders, namely diction, imagery, and figure of speech. The method used in this research is descriptive qualitative method. The data source used is the book collection of poems Before Yourself by M. Aan Mansyur. The results of this study indicate that connotative diction is more dominant than denotative 122 times, visual imagery is more dominant 43 times, and hyperbole figure of speech is more dominant 27 times. Aan Mansyur in his poetry shows a picture of an object (icon). In addition, there is a fixed reference feature relationship (index). And there are symbols whose meaning is stored in the inner consciousness of the community.
WACANA ARGUMENTASI DALAM DEBAT PUBLIK CALON WALI KOTA BANJARBARU Hilmina, Rina; Sabhan; Faradina
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.181

Abstract

Penelitian ini mempunyai maksud untuk menguraikan bentuk wacana argumentasi yang dikemukakan oleh setiap paslon atau pasangan calon dalam debat terbuka terkait pemilihan umum sebagai wali kota Banjarbaru tahun 2020 pada kanal YouTube. Penelitian ini mengaplikasikan deskriptif-kualitatif sebagai model pendekatannya. Penelitian ini menerapkan teknik dokumentasi untuk mengumpulkan data. Penelitian ini mengimplementasikan deskriptif analitik sebagai teknik untuk menganalisis data yang sudah terkumpul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa argumentasi yang dituturkan oleh setiap paslon atau pasangan calon dalam debat terbuka terkait pemilihan umum sebagai wali kota Banjarbaru tahun 2020 pada kanal YouTube memuat bentuk yang beragam, yakni argumentasi berbentuk tanggapan, argumentasi berbentuk pernyataan, dan argumentasi berbentuk pertanyaan. Argumentasi yang dikemukakan oleh setiap paslon atau pasangan calon pada debat tersebut juga mempunyai berbagai sifat, yakni mengklaim, menyerang, dan bertahan.Kata kunci: wacana, argumentasi, dan debat
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN FILM KAPAL GOYANG KAPTEN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT PADA SISWA KELAS X MA AL-MUHAJIRIN ANTANG: THE EFFECTIVENESS OF USE OF THE FILM "KAPAL GOYANG KAPTEN" ON THE ABILITY TO WRITE ANECDOTE TEXTS IN STUDENTS CLASS X MA AL-MUHAJIRIN ANTANG Rizkiyah Aulia Rahma; Muhammad Rafiek; Faradina
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.201

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui efektivitas penggunaan film Kapal Goyang Kapten terhadap kemampuan menulis teks anekdot pada siswa kelas X MA Al-Muhajirin Antang dengan menilai berdasarkan aspek struktur dan kebahasaan. Menggunakan metode kuantitatif jenis penelitian kuasi eksperimen. Sumber data, yaitu kelas 10-2 dan kelas 10-3, data diperoleh dari hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum menggunakan film Kapal Goyang Kapten terdapat 3 siswa berkategori tuntas (19%) dan 13 siswa berkategori tidak tuntas (81%), sedangkan setelah menggunakan film Kapal Goyang Kapten terdapat 14 siswa berkategori tuntas (93%) dan 1 siswa berkategori tidak tuntas dengan (7%). Hasil uji paired sample t test diketahui nilai Sig. (2-tailed) kelas eksperimen sebesar 0,000 < 0,05. Hasil uji independent sample t test diketahui bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,001 < 0,05. Tingkat efektivitas penggunaan film Kapal Goyang Kapten terhadap kemampuan menulis teks anekdot pada siswa kelas X MA Al-Muhajirin Antang berkategori cukup efektif dengan nilai rata-rata N Gain (%) 73,40. Kata kunci: efektivitas, film, dan teks anekdot This study was conducted with the aim of knowing the effectiveness of using the film “Kapal Goyang Kapten” on the ability to write anecdotal texts in class X MA Al-Muhajirin Antang by assessing based on structural and linguistic aspects. Using quantitative methods of quasi experimental research type. Data sources, namely class 10-2 and class 10-3, data obtained from pretest and posttest results. The results showed that before using the film “Kapal Goyang Kapten” there were 3 students categorized as complete (19%) and 13 students categorized as incomplete (81%), while after using the film “Kapal Goyang Kapten” there were 14 students categorized as complete (93%) and 1 student categorized as incomplete with (7%). The paired sample t test results show that the Sig. (2-tailed) experimental class of 0.000 <0.05. The independent sample t test results show that the Sig. (2-tailed) is 0.001 <0.05. The level of effectiveness of using the film “Kapal Goyang Kapten” on the ability to write anecdotal texts in class X MA Al-Muhajirin Antang students is categorized as quite effective with an average N-Gain (%) value of 73.40. Keywords: effectiveness, film, and anecdote text
EFEKTIVITAS KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS CERITA INSPIRATIF MENGGUNAKAN METODE SQ3R PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 3 BANJARMASIN: EFFECTIVENESS OF READING COMPREHENSION SKILLS IN INSPIRATION STORY TEXTS USING THE SQ3R METHOD IN CLASS IX STUDENTS OF SMP NEGERI 3 BANJARMASIN alhudari, Muhammad Alhudari; Rusma Noortyani; Faradina
LOCANA Vol. 7 No. 2 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i2.187

Abstract

Abstrak Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas penggunaan model pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) untuk meningkatkan keterampilan membaca teks cerita inspiratif. Selain itu, pada penelitian ini juga memiliki tujuan untuk mengidentifikasi perbedaan keterampilan membaca antara peserta didik yang mendapatkan pengajaran melalui model pembelajaran SQ3R dan peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran konvensional dalam proses pembelajaran. Penelitian yang dilakukan ini termasuk dalam kategori quasi eksperimen, desain yang digunakan yaitu menggunakan desain penelitian Nonequivalent Control Group. Populasi dalam penelitian ini mencakup peserta didik dari 7 kelas kelas IX SMP Negeri 3 Banjarmasin, sampel yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian terdiri atas 2 kelas, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil yang didapat dari penelitian yaitu penerapan model pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) pada kelas eksperimen tergolong dalam kategori cukup efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca teks cerita inspiratif terhadap peserta didik kelas IX SMP Negeri 3 Banjarmasin. Kata kunci: keterampilan membaca, SQ3R Abstract The research was conducted with the aim to evaluate the effectiveness of using the SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) learning model to improve the reading skills of inspirational story texts. In addition, this study also aims to identify differences in reading skills between students who get taught through the SQ3R learning model and students who use conventional learning methods in the learning process. The research conducted is included in the category of quasi experiment, the design used is using Nonequivalent Control Group research design. The population in this study included students from 7 classes of grade IX SMP Negeri 3 Banjarmasin, the sample used in the implementation of the study consisted of 2 classes, namely the control class and the experimental class. The results obtained from the research are the application of the SQ3R learning model (Survey, Question, Read, Recite, Review) in the experimental class classified in the category quite effective to improve the reading skills of inspirational story texts to students in grade IX SMP Negeri 3 Banjarmasin. Keywords: reading skills, SQ3R
PERSEPSI PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK TERHADAP MEDIA “QUIZIZZ MODE KERTAS” PADA PEMBELAJARAN APRESIASI PUISI : EDUCATORS AND STUDENTS PERCEPTIONS OF “PAPER MODE’S QUIZIZZ” IN APPRECIATION POETRY LEARNING Tamaliani, Putri Rizky; Sabhan; Faradina
LOCANA Vol. 7 No. 2 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i2.220

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menguraikan persepsi pendidik juga peserta didik terhadap penggunaan media quizizz mode kertas pada pembelajaran Apresiasi Puisi, juga untuk mengetahui keefektifan media. Jenis penelitian ini ialah penelitian kombinasi (mix method) model sequential transformative strategy dengan menyebar tes awal dan tes akhir, dilanjutkan dengan kualitatif deskriptif. Persepsi yang dihasilkan pendidik adalah persepsi positif mengenai penerimaan media tersebut, tetapi masih terdapat kendala yang dirasakan pendidik berkenaan dengan cara kerja media. Persepsi yang diungkap peserta didik juga terdiri dari persepsi positif. Persepsi positif berkenaan dengan meningkatnya partisipasi, rasa senang, dan kesadaran. Selain itu, juga motivasi serta fokus peserta didik. Sejalan dengan persepsi pendidik, peserta didik juga merasakan beberapa kendala dalam penggunaannya sehingga persepsi negatif juga muncul. Selanjutnya, dalam mengetahui keefektifan penggunaan media digunakan perhitungan n-gain. Nilai rerata tes awal diperoleh 60,5 sedangkan rerata nilai tes akhir adalah 81,5. Dalam perhitungan n-gain didapat nilai 81,5 dengan klarifikasi “cukup efektif”. Kata kunci: persepsi, quizizz, dan media pembelajaran Abstract This research aims to describe the perceptions of educators and students of using "paper mode's quizizz" in a appreciation poetry learning, also to knows affectiveness of the media. This type research is a combination research model of sequential transformative strategy by distributing initial test papers and final tests, follows by using descriptive qualitative methods to perception. The perception produces by educators is a positive perception about the acceptance of the media, but educator stills feel about the problems the media performance. Then, perceptions students consist of positive and negative. Positive perceptions relate to increased participations, enjoyment, and awareness. Then, it is also the motivation and focus of student. They also feel several obstacles in their use so that negative perceptions also there. Furthermore, to determine the effectiveness of media using n-gain. The average per-test score was 60,5 while the average post-test score was 81,5. In the n-gain calculations, a score of 56,17 obtained with the clarification "quite effective'. Keywords: perception, quizizz, and learning media