Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Intervensi Keperawatan Gizi pada Pekerja Shift Malam Minimarket Alfamart di Kota Makassar Asrar As; Asmiana Saputri Ilyas; Ma’rifat Istiqa Mukty; Zulfitrawati Zulfitrawati
Nursing Applied Journal Vol. 3 No. 3 (2025): July : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v3i3.800

Abstract

Night shift workers in the modern retail sector, especially minimarkets such as Alfamart Makassar City, often face the risk of health problems due to changes in circadian rhythms, irregular diets, and lack of nutrition education. Work patterns that require them to be active at night have an impact on metabolic imbalances, sleep quality disorders, and unhealthy eating habits. Most workers tend to eat fast food that is high in calories, fat, and sugar, but low in fiber and micronutrients. This condition can increase the risk of fatigue, decreased immunity, and impaired concentration at work. This study aims to evaluate the effectiveness of nutritional nursing interventions in improving the diet and physical condition of night shift workers. The research approach used was descriptive with a case study method on 32 Alfamart workers who worked night shifts. The research was carried out for three days, namely on May 24-26, 2025. The interventions provided include nutrition education through brief counseling, monitoring of food and fluid intake, and assistance in developing a meal schedule that is in accordance with night work patterns. The results of the study showed a significant improvement in nutritional behavior. After the intervention, 84% of participants started implementing a healthy diet with a frequency of twice per shift, 93% increased their water consumption as recommended, and 72% felt refreshed and did not get tired easily while working. In addition, as many as 78% of participants showed high compliance with the nutritional recommendations given. These findings prove that nutritional nursing interventions have an important role in the promotion of occupational health. Proper nutrition education not only increases workers' awareness of the importance of a healthy diet, but also has an impact on increasing the productivity and welfare of night shift workers. Therefore, nutrition promotion programs should be part of the management policies of retail companies to maintain employee health.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Kebutuhan Gizi Dengan Status Gizi Balitadi Puskesmas Wanggar Sari Kabupaten Nabire Provinsi Papua Asmiana Saputri Ilyas; Meylanie Monalisa Nauri Gamay
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.304

Abstract

Gizi adalah proses metabolisme dalam tubuh makhluk hidup untuk menerima bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut agar dapat menghasilkan berbagai aktivitas penting dalam tubuh. Bahan-bahan dari lingkungan hidup tersebut dikenal dengan istilah unsur gizi .Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, menggunakan instrument berupa kuesioner. Jumlah populasi 95 orang dan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin jumlah sampel sebanyak 45 orang. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square pada tingkat kemaknaan (α<0,05). Hasil penelitian menujukan bahwa dari 45 reponden, ibu yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 29 orang (64,4%) yang berpengetahuan buruk 16 orang (35,6%). Balita yang memiliki status gizi baik 30 orang (66,7%) status gizi kurang sebanyak 15 orang (33,3%). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang siginifikan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita di Puskesmas Wanggar Sari Kabupaten Nabire Provinsi Papua dengan nilai p=0,02 (p<0,05). Penulis menyarankan untuk meningkatkan program komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) khususnya tentang stats gizi pada ibu-ibu hamil maupun ibu yang mempunyai balita.
Hubungan Penggunaan Popok Bayi dan Perilaku Ibu terhadap Kelainan Kulit pada Bayi 0-12 Bulan di Desa Tobadak II Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat Asmiana Saputri Ilyas; Adi Hermawan; Muhammad Syafri
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i1.326

Abstract

Popok bayi merupakan alat yang digunakan dan diciptakan untuk menyerap urine dan menampung feses yang didesain untuk menjaga kulit tetap kering sehingga terhindar dari pakaian, tempat tidur dan lingkungan sekitar bayi secara langsung. Popok bayi terdiri dari dua jenis yaitu popok kain dan popok sekali pakai, yang pada proses pembuatannya memiliki perbedaan. Pada proses pembuatan popok sekali pakai ada proses pemutihan dengan menggunakan bahan kimia seperti klorin, yang berbahaya jika perilaku ibu dalam penggunaannya tidak benar karena dapat menyebabkan kelainan kulit pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan popok bayi dan perilaku ibu terhadap kelainan kulit pada bayi 0-12 bulan di Desa Tobadak II Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat. Jenis penelitian ini bersifat analitik kuantitatif. Populasi dan sampel responden adalah seluruh bayi 0-12 bulan yang menggunakan popok bayi yang berjumlah 64 orang. Metode pengukuran perilakunya menggunakan metode scoring dan untuk pengolahan data menggunakan analisis univariate dan bivariate. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu yang sudah baik sebanyak 60,9%, sikap ibu yang baik 54,6%, tindakan ibu yang baik sebanyak 31,3%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu terhadap kelainan kulit pada bayi (p value= 0,648), tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap ibu terhadap kelainan kulit pada bayi (p value= 0,256), namun ada hubungan yang signifikan antara tindakan ibu terhadap kelainan kulit pada bayi (p value= 0,045). Saran untuk semua ibu untuk berkonsultasi kepada tenaga kesehatan mengenai popok bayi yang sesuai dengan kondisi si bayi
Hubungan Kualitas Pelayanan Home Care Dengan Tingkat Kepuasan Keluarga Pasien Di Wilayah Kerja Puskesmas Makassar Asmiana Saputri Ilyas
Inovasi Kesehatan Global Vol. 1 No. 2 (2024): Mei : Inovasi Kesehatan Global
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ikg.v1i2.179

Abstract

Health service in home is one of the health service that do in the family’s home stay for improving and defending family’s health. Home care gives priority to the fulfilment of health service with organizing the health service that have a quality with out an affense of code of ethics and standard of the quality of medical care profession in home care service in Batua Public Health Center jobs area in Makassar City. This study was do it with using descriptif survey with cross sectional study appraoach with amount of sampels 76 people wiht total sampling method. The results of this study showed that raliable has a relation with patients family statisfaction with p (0,002) < (0,05), assurance has a relation with patients family statisfac- tion with p (0,000) < (0,05), tangible has a relation with patients family statisfaction with p (0,000) < (0,05), emphaty has a relation with patients family statisfaction with p (0,002) < (0,05), responsiviness has a relation with patients family statisfaction with p (0,003) < (0,05). According to the results, its can be con- cluded that reliable, assurance, tangible, emphaty and responsiviness in home care service have a relation with patients family statisfaction. Suggested to the home care service officer in Batua Public Health Center to promote more about hme care service and always stay defending the nersing care service now.
HUBUNGAN POLA BERMAIN DENGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TAMAN KANAK-KANAK KENCANA KECAMATAN TOBADAK KABUPATEN MAMUJU TENGAH Asmiana Saputri Ilyas
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak-anak merupakan generasi penerus pembangunan negara dan investasi Indonesia menuju negara maju yang dapat diperhitungkan di tingkat global. Salah satu penentu negara ini memiliki investasi sumber daya manusia yang berkualitas adalah pertumbuhan dan perkembangan anak-anak Indonesia. Bermain memberi efek relaksasi bagi anak. Tujua penelitian untuk mengetahui hubungan pola bermain dengan perkembangan kognitif anak usia prasekolah di Taman Kanak-Kanak Kencana Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survey analisis dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dengan Total Sampling sebanyak 30 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Data dianalisis menggunakan bantuan komputerisasi dengan uji stastistik Chi- Square dan tingkat kemaknaan ρ Value < 0,05. Berdasarkan hasil analisis tentang hubungan pola bermain dengan perkembangan kognitif bahwa ada hubungan hubungan pola bermain dengan perkembangan kognitif, hal ini didasarkan dari hasil uji chi square menunjukkan bahwa α < 0,05 dengan nilai α = 0,033. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan hubungan pola bermain dengan perkembangan kognitif di Kanak-Kanak Taman Kanak-Kanak Kencana Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah. Diharapkan dapat meningkatkan kualitas pola asuh anak dan menambahkan pola bermain anak.
PEMERIKSAAN STATUS KESEHATAN DAN PEMBAGIAN PAKET SEMBAKO Zulfitrawati, Zulfitrawati; Adi Hermawan; Asmiana Saputri Ilyas; Irmawati S; Sri Hariati Mustari; Rini Jusriani; Benny Leonard Panggabean
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JUPENGMAS) Vol 1 No 2 (2024): 10 Juni 2024
Publisher : CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul Pemantauan Status Kesehatan dan Pembagian Paket Sembako ini mendokumentasikan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tertentu. Kegiatan tersebut mencakup pemantauan kesehatan rutin, seperti pemeriksaan tekanan darah dan penimbangan berat badan yang dilakukan oleh tim medis sukarelawan. Selain itu, dalam rangka mendukung kebutuhan dasar masyarakat, tim juga membagikan paket sembako yang berisi bahan pangan pokok seperti beras. Program ini tidak hanya membantu meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan antara tim pengabdian dengan komunitas setempat, serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan dan pola makan yang baik. Respon positif dari masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil mencapai tujuannya dan memberikan dampak nyata dalam membantu meringankan beban hidup masyarakat.
Evaluation of Home Care Program Implementation in Primary Health Care at Tobadak Public Health Center Asmiana Saputri Ilyas; Andi Kasmawati; Andi Cudai Nur; Nurussyariah
Journal of Indonesian Scholars for Social Research Vol. 5 No. 2 (2025): JISSR
Publisher : Cendekiawan Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59065/jissr.v5i2.254

Abstract

The home care program is a public health policy initiative designed to improve access to and the quality of primary health care services at the community health center level. This study aims to evaluate the implementation of the home care program in terms of input, process, and output aspects at the Tobadak Public Health Center, Mamuju Tengah Regency. This study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis. The findings indicate that, in the input aspect, facilities, infrastructure, and program funding are relatively adequate; however, human resource capacity, particularly the number of health workers and task distribution, remains suboptimal. In the process aspect, home care services have generally been implemented in accordance with established procedures, although challenges related to scheduling and coordination among implementers persist. In terms of output, the home care program provides tangible benefits for the community by improving access to health services and increasing user satisfaction. Therefore, the implementation of the home care program is considered effective; however, strengthening human resource management and public service governance is necessary to ensure more optimal and sustainable policy implementation.
Hubungan Pola Asuh Anak Usia 36-59 Bulan dengan Kejadian Stunting di Desa Galesong Baru Kabupaten Takalar: The Relationship between Parenting for Children Aged 36-59 Months with Stunting Incidents in Galesong Baru Village, Takalar Regency Asmiana Saputri Ilyas; Sitti Herliyanti Rambu
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i1.2960

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang terjadi karena asupan gizi yang kurang dalam jangka waktu yang lama, sehingga menyebabkan terganggunya pertumbuhan yang ditandai dengan tinggi badan yang tidak sesuai dengan umur. Kejadian stunting pada juga dipengaruhi oleh pola asuh orang tua dalam mengasuh anak, pola asuh yang kurang baik memiliki peluang yang lebuh besar anak terkena stunting dibandingkan dengan pola asuh yang baik. Tujuan: Untuk mengetahui kebiasaan pola asuh anak dengan dimensi Responsiveness dan pola asuh anak dengan dimensi Demandingness terhadap kejadian stunting di desa Galesong Baru, Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan desain Cross Sectional Study. Teknik pengumpulan sampel menggunakan teknik non probality sampling melalui pendekatan total quota sampling. Data kemudian dianalis menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa 51,7% anak usia 36-59 bulan mengalami stunting. Dengan dimensi pola asuh Demandingness 43,1% kejadian stunting, dan dimensi pola asuh Responsiveness 8,6 % kejadian stunting. Analisa data menggunakan uji chi-square mengindetifikasi bawa ada hubungan pola asuh dengan kejadian stunting (p=0.01 dan α=0.05). Kesimpulan: Bahwa Terdapat hubungan pola asuh anak usia 36-59 bulan dengan kejadian stunting di desa Galesong Baru
Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Ibu dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah : Relationship between Mother's Clean and Healthy Behavior (PHBS) and Diarrhea in Toddlers in the Working Area of the Tobadak Health Center, Central Mamuju Regency Sitti Herliyanti Rambu; Asmiana Saputri ilyas
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3328

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah bahwa perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada ibu kurang baik. Tujuan : untuk mengetahui hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ibu dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah.. Metode: . Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional . Hasil: Data yang diperoleh akan diolah dengan menggunakan statistik berdasarkan skala ukur variabel dan penyajian dalam tabel disertai penjelasan. Kesimpulan: Ada hubungan antara Pengelolaan Air Minum dengan Kejadian Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah, Tidak ada hubungan antara Pengelolaan Sampah dengan Kejadian Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah, Tidak ada hubungan antara Kepemilikan Jamban Keluarga dengan Kejadian Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah, Tidak ada hubungan antara Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan Kejadian Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah.
Pengaruh Mobilisasi pada Klien Stroke yang Mengalami Gangguan Fungsi Motorik dengan Kejadian Dekubitus di RSUD Haji Makassar: The Effect of Mobilization on Stroke Clients Who Experience Impaired Motor Function with Decubitus Events at Haji Hospital Makassar Asmiana Saputri Ilyas; Sitti Herliyanti Rambu
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i10.4191

Abstract

Latar Belakang: Tirah baring yang disebut Dekubitus adalah suatu daerah kerusakan seluler yang terlokalisasi langsung pada kulit, berdasarkan pengumpulan data pasien yang dirawat di RSUD Haji Makassar terdapat pada 30 orang klien stroke yang menderita kejadian dekubitus, selama rentang waktu penelitian. sehingga penulis ingin mengetahui apakah ada pengaruh mobilisasi pada klien stroke. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekwensi mobilisasi dan menganalisa hubungan mobilisasi dengan kejadian dekubitus. Metode: Penelitian ini eksperimen semu (quasi eksperimen). Jumlah sampel sebanyak 30 orang yang diambil mengunakan rumus Uji U Mann Whitney, besaran sampel dimana penentuan dengan mengunakan purposive random sampling. Berupaya untuk mengungkapkan dengan cara melibatkan kelompok kontrol di samping kelompok eksperimen. Hasil:Penelitian ini menunjukkan bahwa p value 0,525 pada kelompok kontrol penurunannya grade dekubitusnya 2,8% pada kelompok eksperimen penurunannya grade dekubitusnya 50 % (p value 0,000) mobilisasi 2-3 jam sekali dapat menurunkan grade. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelompok kontrol penurunannya grade dekubitusnya pada kelompok eksperimen penurunannya grade dekubitusnya mobilisasi 2-3 jam sekali dapat menurunkan grade.