Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Asupan Energi Makro dan Mikro dengan Status Gizi Remaja Awal di Kepulauaan Liukang Loe Syarfaini, Syarfaini; Jusriani, Rini; Zulfitrawati, Zulfitrawati; Nurfaika, Nurfaika; Maharani, Zaskia
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1315

Abstract

Masa remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dan membutuhkan peningkatan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan asupan gizi dengan status gizi pada remaja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik dengan rancangan cross sectional study. Data status gizi diperoleh dengan mengukur IMT/U menggunakan WHO Anthro Plus. Kuesioner Food Recall 24 jam untuk mengestimasi asupan gizi remaja, dan dilakukan pengukuran kadar Hb pada pagi hari. Analisis data menggunakan uji chi-square dan fisher exact test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan karbohidrat dan asupan lemak berhubungan secara signifikan dengan status gizi (IMT/U) remaja awal dengan nilai P berturut-turut 0,003 dan 0,000 (<0,05). Asupan vitamin C berhubungan secara signifikan dengan status gizi (IMT/U) remaja awal dengan nilai P 0.000. Asupan Fe dan Zn tidak berhubungan dengan status gizi remaja dengan nilap P masing- masing 0,058.
Asupan Fe, Perilaku Jajan Anak, dan Pengetahuan Ibu terhadap Kejadian Anemia pada Anak Sekolah di Wilayah Pesisir Jusriani, Rini; Syarfaini, Syarfaini; Zulfitrawati, Zulfitrawati; Syahrir, Sukfitrianty
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 3 (2024): Juni 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i3.1327

Abstract

Kejadian anemia dikaitkan dengan konsumsi sumber makanan penghambat zat besi dan penyerapan zat besi dalam tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh asupan Fe, perilaku jajan anak, dan pengetahuan ibu terhadap kejadian anemia pada anak sekolah di wilayah pesisir. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di Pulau Liukang, Desa Bira, Indonesia pada bulan April 2024. Teknik sampling menggunakan teknik total sampling. Adapun sampel penelitian sebanyak 37 anak dan ibu. Berdasarkan analisis data chi-square, didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara asupan Fe (P value=0,177), asupan vitamin C (P=0,773), perilaku jajan (P=0,184) dan pengetahuan ibu (P=0,912) dengan kejadian anemia.
PEMERIKSAAN STATUS KESEHATAN DAN PEMBAGIAN PAKET SEMBAKO Zulfitrawati, Zulfitrawati; Adi Hermawan; Asmiana Saputri Ilyas; Irmawati S; Sri Hariati Mustari; Rini Jusriani; Benny Leonard Panggabean
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JUPENGMAS) Vol 1 No 2 (2024): 10 Juni 2024
Publisher : CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul Pemantauan Status Kesehatan dan Pembagian Paket Sembako ini mendokumentasikan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tertentu. Kegiatan tersebut mencakup pemantauan kesehatan rutin, seperti pemeriksaan tekanan darah dan penimbangan berat badan yang dilakukan oleh tim medis sukarelawan. Selain itu, dalam rangka mendukung kebutuhan dasar masyarakat, tim juga membagikan paket sembako yang berisi bahan pangan pokok seperti beras. Program ini tidak hanya membantu meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan antara tim pengabdian dengan komunitas setempat, serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan dan pola makan yang baik. Respon positif dari masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil mencapai tujuannya dan memberikan dampak nyata dalam membantu meringankan beban hidup masyarakat.
Local food-based supplementary feeding training: Improving caregiver capacity for undernourished children in Enrekang Mukty, Ma'rifat Istiqa; Zulfitrawati, Zulfitrawati; Munir, Dien Abdul; Ulasaswini, Andi Ade; Sanas, Nurhidayah Tiasya; Kusuma, Nina Isywara
SAMATA JOURNAL OF PUBLIC HEALTH SCIENCE Volume 5, Issue 2, March-August 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sociality.v5i2.70480

Abstract

Although local-food-based supplementary feeding is increasingly promoted as a sustainable strategy for addressing childhood undernutrition, evidence on participatory training that simultaneously strengthens caregivers’ knowledge and practical food-preparation skills remains limited. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of mothers of undernourished children and community health cadres in preparing and utilizing local-food-based Supplementary Feeding (PMT). The program was conducted in the working area of Buntu Batu Community Health Center, Enrekang Regency, South Sulawesi, involving 35 participants. Activities consisted of nutrition education, interactive discussions, food-preparation demonstrations, and supervised hands-on practice using locally available ingredients. Knowledge was assessed using pre-test and post-test questionnaires, while practical skills were evaluated using observation sheets. The mean knowledge score increased from 56.6 before training to 78.2 after training, representing an increase of 21.6 points. Similarly, the mean practical skill score increased from 58.34 to 84.26, an improvement of 25.92 points. These findings demonstrate substantial descriptive improvements in participants’ capacity to select, prepare, and serve nutritionally appropriate local supplementary foods. Integrating nutrition education with practical training may therefore support community empowerment, household-level utilization of local foods, and sustainable public health interventions for preventing and managing undernutrition among children under five.