Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Persepsi Masyarakat Pinggiran Kota Palangka Raya Tentang Kebijakan Kementerian ESDM Yang Mengatur Pembelian Gas Dengan Antrean. Studi Kasus: Masyarakat Petuk Katimpun Erina; Ayu Wulansari; Elia Damayanti; Saputra Adiwijaya; Muhammad Zusanri Batubara; Doni Dores
Jurnal Ilmu Politik dan Studi Sosial Terapan Vol 4 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : PT Polstac Repositori Riset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65974/jiposster.v4i2.30

Abstract

Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg merupakan salah satu kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari khususnya pada bidang memasak. Gas LPG 3 kg yang diperuntukan bagi masyarakat golongan bawah, sehingga pemerintah memberikan subsidi terhadap penjualan LPG 3kg sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan teknik metode kuantitatif yang mana peneliti langsung terjun ke masyarakat dengan bantuan kuesioner untuk melihat bagaimana dan seperti apa persepsi masyarakat di Kelurahan Petuk Katimpun terhadap kebijakan pemerintah khususnya Kementerian ESDM, untuk melihat persepsi masyarakat terhadap kebijakan tersebut jadi, pembandingnya melihat dari segi ekonomi yaitu masyarakat golongan atas dan bawah. Secara garis besar, hasil yang didapatkan dari penelitian yang dilakukan, bahwa masyarakat setuju dengan adanya kebijakan ini karena memudahkan mereka untuk mendapatkan LPG tanpa harus merasa takut tidak kebagian, serta dengan adanya kebijakan ini pendistribusian gas bersubsidi dapat terealisasi secara merata dan tepat sasaran kepada masyarakat.
KEKERASAN SIMBOLIK TERHADAP KORBAN CATCALLING: SEBUAH TINJAUAN SOSIOLOGIS Ioga Rivaldo Pelawi; Raytuy Gading; Muhammad Zusanri Batubara; Saputra Adiwijaya; Osi Karina Saragih
Journal SOSIOLOGI Vol. 7 No. 1 (2024): TANTANGAN PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59700/js.v7i1.13691

Abstract

Kekerasan wacana, atau kekerasan simbolik, adalah metode mendominasi orang lain melalui komunikasi. Hal ini lebih merupakan latihan intelektual yang bertujuan untuk mempengaruhi sudut pandang orang lain guna melegitimasi dan bahkan membenarkan penggunaan berbagai jenis kekerasan. Bersiul dan tindakan simbolik lainnya yang ditujukan kepada korban merupakan contoh kekerasan simbolik yang dapat digunakan untuk pelecehan seksual verbal. Perilaku ini meresahkan dan menyusahkan para korban. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan jenis studi kasus. Pengumpulan data penelitian ini dengan cara teknik wawancara. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa latar belakangi terjadinya kekerasan simbolik yaitu minimnya pengetahuan tentang kekerasan simbolik, kebiasaan, dan budaya patriarki. Kekerasan simbolik yang dialami korban dibagi dalam dua kategori yaitu verbal dan non-verbal.
FENOMENA PEKERJA ANAK USIA SEKOLAH: PEDAGANG ASONGAN ANAK DI PALANGKA RAYA Yuseva; M. Husin Saputra; Sonia Sakira; Saputra Adiwijaya; Osi Karina Saragih
Journal SOSIOLOGI Vol. 7 No. 2 (2024): MASYARAKAT DIGITAL DAN FENOMENA SOSIAL
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59700/js.v7i2.20989

Abstract

The phenomenon of school-aged children engaging as street vendors reflects social inequality and economic pressures that compel them to work at an early age. This study aims to explore the factors that drive children’s involvement in economic activities and to examine the impacts on their social lives, education, and psychological well-being. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through literature review, interviews, observations, and documentation, focusing on child street vendors in Palangka Raya City. The findings indicate that poverty, low parental education, limited awareness of children’s rights, and weak supervision by social institutions are the main driving factors. These children face significant challenges in balancing their dual roles as students and breadwinners, leading to the neglect of their fundamental rights such as access to education, healthcare, and leisure. The study underscores the urgent need for cross-sectoral attention and intervention to prevent exploitation and to ensure the comprehensive protection and fulfillment of children’s rights.
POTRET PEDAGANG KAKI LIMA DALAM PENDIDIKAN ANAK DI KOTA PALANGKA RAYA Canna Melykson Sinurat; Halna Paltina Sihombing; Saputra Adiwijaya
Jurnal Sosiologi UPR Vol. 8 No. 2 (2025): LIVELIHOOD DAN TRANSFORMASI DIGITAL
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59700/js.v8i2.21666

Abstract

This study explores the lives of street vendors (PKL) in supporting their children's education in Palangka Raya City, focusing on the experience of Ibu Siti. As part of the informal economic sector, Ibu Siti faces various challenges, particularly economic limitations that hinder her children's access to proper education. Although government programs are available to support education for low-income communities, children from street vendor families often struggle to obtain quality education. This research employs a descriptive qualitative approach, using in-depth interviews as the primary method of data collection. Ibu Siti, a long-time street vendor, was selected as the main informant. The findings reveal that despite financial constraints and limited knowledge about educational programs, Ibu Siti continues to prioritize her children's education through various strategies and personal sacrifices.
Persepsi Masyarakat Desa Tumbang Habangoi Terhadap Peran LPHD Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial-ekonomi Berkelanjutan Jorniko; Yuhana; Ida Bagus Suryanatha; Saputra Adiwijaya; Adis Extrada
Jurnal Ilmu Politik dan Studi Sosial Terapan Vol 4 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : PT Polstac Repositori Riset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengubah cara pandang terhadap perhutanan sosial dengan menyoroti perspektif masyarakat Desa Tumbang Habangoi di Kalimantan Tengah tentang Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) sebagai pendorong kesejahteraan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan, meskipun dihadapkan pada tantangan penambangan emas ilegal. Dengan metode Most Significant Change (MSC) yang inovatif melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan observasi, studi ini mengumpulkan kisah transformasi dari 33 responden yang beragam, termasuk tokoh adat, perempuan, dan pemuda, yang mengungkapkan bahwa 79% di antaranya merasakan manfaat ekonomi signifikan dari KUPS rotan, sembari melestarikan hutan lebat dan nilai budaya Handep Hapakat. Temuan inovatif ini menekankan ambivalensi penting di mana LPHD berhasil dalam konservasi lingkungan dan menyediakan pendapatan stabil dari hasil hutan non-kayu, serta mengurangi pembakaran liar dan memulihkan vegetasi. Namun, tantangan muncul dari rendahnya transparansi, praktik nepotisme, dan partisipasi yang tidak merata. Dengan 59% masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada hutan, penelitian ini mencoba menggambarkan perbedaan antara penggunaan rotan berkelanjutan dan risiko dari mandulang emas.