Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Regional Election and Covid-19: Evidence in Central Kalimantan Anyualatha Haridison; Jhon Retei Alfri Sandi; Suprayitno Suprayitno; Imanuel Jaya
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 4, No 2 (2021): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i2.1821

Abstract

On December 9, 2020, people in Indonesia, especially in Central Kalimantan, participated in holding regional head elections simultaneously. In the Regional Election (Pilkada) on December 9 in Kalimantan, there were 2 elections, namely the regional head election for the governor and Deputy Governor of Central Kalimantan for the period 2021-2025 and the election for the regional head of the Regent/Deputy Regent for the period 2021-2025 in East Kotawaringin Regency. The hustle and bustle of implementing the simultaneous regional elections on 9 December 2020 has differences from the previous regional head elections, this is because the implementation of the 9 December 2020 regional elections was held amid the pandemic threat of covid-19 (coronavirus disease -19). Even though it went through a long process, the pros and cons covered the election policy for the simultaneous regions, in the end, the elections were still held on December 9, 2020. Apart from Central Kalimantan, in Indonesia alone, there were around 270 regions that held simultaneous regional elections on 9 December 2020. The study in this paper wants to know how the regional head elections are held in Central Kalimantan, especially in the city of Palangka Raya. This is because Palangka Raya City has a history of the highest confirmed area of Covid-19 transmission. Besides, Palangka Raya as the capital of Central Kalimantan Province is a barometer of seeing the succession of simultaneous regional elections in Central Kalimantan. In its implementation, the Central Kalimantan Pilkada in Palangka Raya went well. The voter turnout in Palangka Raya City reached 63%. What is unique is that the regional elections in Central Kalimantan have increased participation amid a pandemic compared to the 2015 regional elections which were held in conditions without a pandemic. Even though the overall participation is below the target of the KPU RI, this increase needs to be appreciated.
KOMUNIKASI PARTAI POLITIK BARU SEBAGAI PESERTA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF TAHUN 2019: STUDI DPD PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA KABUPATEN KATINGAN Hendra Pitika; Imanuel Jaya
Wacana: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Interdisiplin Vol. 6 No. 2 (2019): Wacana: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Interdisiplin
Publisher : Jurusan Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.165 KB)

Abstract

This study aims to find out how New Political Party Communications as Participants Legislative Election Year 2019 (Study DPD Indonesian Solidarity Party Katingan regency). The method used in this research using qualitative research method with descriptive approach. Based on this research, it is known that the Regional Leadership Board of Indonesian Solidarity Party (DPD PSI) of Katingan Regency uses all political communication as the election participants in 2019 in Katingan Regency which is an indicator in the writing of this thesis, ie political communicator as information giver containing political weight , political messages in the form of election law and party, political channels or media in the form of means in conveying the intent and purpose of the party to the public, the target or target in the form of community support in terms of voting, as well as political influence or effect in the form of the result of communications made to the party the. With the stipulation of the Regional Leadership Council of the Indonesian Solidarity Party (DPD PSI) of Katingan Regency as the legislative election participants in 2019, through the verification stages made by Katingan District Election Commission (KPU) which is the success as a new political party, politics that brought change to Katingan Regency, by really fighting for the aspirations of society through its legislative legislative cadres. Thus, as a new political party with stewardship dominated by young people can bring prosperity for the people of Katingan Regency. Keywords: Communication of the new Political Party, as a participant of legislative election
Pelaksanaan Fungsi Pengawasan Badan Permusyarawatan Desa (BPD) dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (Studi Pada Desa Tabore Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas) Yoga; Jaya, Imanuel; Bertho, Edward Melio
Wacana: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Interdisiplin Vol. 12 No. 1 (2025): Wacana: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Interdisiplin
Publisher : Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Palanfka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/wacana.v12i1.21484

Abstract

The implementation of the supervisory function by the Village Consultative Body (BPD) plays a crucial role in supporting the creation of transparent, accountable, and participatory village governance. BPD functions as a representative institution of the village community that oversees the administration of government, including the management of village finances and the implementation of public policies at the village level. However, in practice, various challenges still hinder the optimal execution of this function. This study aims to examine in depth the implementation of the supervisory function of BPD in Tabore Village, Mantangai Subdistrict, Kapuas Regency. The study uses a qualitative approach with a descriptive case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, documentation, and literature review. The research informants consist of village government officials, BPD members, and community leaders. Data analysis was conducted using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results show that the BPD of Tabore Village has carried out its supervisory functions in accordance with the theory of Juliantara (2005) as cited in Ngga (2022), which includes: (1) supervision of the implementation of Village Regulations, (2) supervision of the Village Revenue and Expenditure Budget (APBDes), and (3) supervision of decisions made by the Village Head. These three aspects have been implemented effectively by the BPD, which also actively involves the community in village deliberations as a form of transparency and public accountability. Nevertheless, the effectiveness of supervision still needs to be improved, particularly through institutional capacity building, enhancing the quality of community participation, and strengthening the synergy between BPD and the Village Government to achieve optimal and responsive village governance.
Model Kolaborasi Governance Pada Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) (Studi Pada Bantaran Sungai Kahayan Kelurahan Pahandut) Andika setiawan sitorus; Imanuel Jaya
Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Administrasi Publik (JAP)
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia mengeluarkan suatu kebijakan untuk meminimalisir permukiman kumuh untuk mengatasi permasalahan yang ada di Indonesia. Program KOTAKU merupakann suatu kebijakan yang di keluarkan oleh pemerintah dengan arti Kota Tanpa Kumuh. Program Kotaku ini dilaksanakan di 271 Kabupaten atau Kota secara bersamaan di seluruh Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang didukung oleh data primer berupa hasil wawancara mendalam dan observasi serta data sekunder berupa dokumen. Dari hasil penelitian yang dilakukan ini menunjukkan bahwa model kolaborasi governance pada program Kotaku di bantaran sungai Kahayan Kelurahan Pahandut sudah berjalan secara efektif hanya saja masih ada aspek yang perlu di perhatikan lagi yaitu pada masalah persampahan. Hal ini berdasarkan karena masyarakat di sekitar masih terbiasa untuk membuang sampah secara sembarangan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan. Untuk itu disarankan agar bagaimana pihak pemerintah untuk membuat masyarakat itu komitmen terhadap program tersebut dan diharapkan agar sosialisasi harusnya langsung ke masyarakat, tidak melalui Badan Keswadayaan Masyarakat yang telah dibuat karena ini tidak efektif jika hal tersebut dilihat dari komitmen masyarakat
Peran Pemerintah Desa Dalam Penyediaan Air Bersih Di Desa Datah Kotou Kecamatan Tanah Siang Selatan Mondika Yosua Ba. Wara; Imanuel Jaya
Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Administrasi Publik (JAP)
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisa peran Pemerintah Desa dalam menyediakan sumber daya air bersih di Desa Datah Kotou. Metode penelitian yang digunkan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan indikator pembinaan dan pemberdayaan. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan data sekunder. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pelaksanaan program penyediaan air bersih di Desa Datah Kotou bisa dibilang kurang dalam hal kuantitas dan kualitasnya. Dimana Pemerintah Desa Datah Kotou sudah menjalankan berbagai upaya dalam menyediaakan DAM air bersih namun masih kurang lancar untuk dikonsumsi Masyarakat dan Pemerintah Desa belum memprioritaskan pentingnya sumber daya air bersih. Untuk itu perlu adanya suatu peran dari Pemerintah Desa, bagaimana Pemerintah Desa dalam menjalankan perannya dengan baik dalam kebutuhan Masyarakat Desa.
Peran Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Dalam Program Subsidi Bibit Sapi Terhadap Perkembangan Perekonomian Masyarakat Imanuel Jaya
Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Administrasi Publik (JAP)
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fungsi pemerintah yaitu menyelenggarakan pengaturan, pembinaan, pengendalian dan pengawasan terhadap ketersediaan produk peternakan yang cukup baik dalam jumlah mutu, aman, bergizi, beragam dan merata. Hal ini menjadi salah satu faktor pendorong pembangunan pada sektor peternakan sehingga kemudian diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih kepada pembangunan perekonomian bangsa. Program subsidi merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membantu pengembangan peternakan yang diharapkan dapat mencapai hasil yang maksimal dalam pelaksanaannya. Para petani mengalami masalah yaitu kurangnya modal. Program Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan adalah sebagai upaya untuk meningkatkan peternakan serta ekonomi masyarakat, disamping meningkatkan ketahanan pangan, nilai tambah dan daya saing masyarakat serta sebagai pengembangan komoditas unggul daerah. Berdasarkan dari jenis datanya pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Untuk memperoleh data dan informasi yang akurat mengenai permasalahan yang diteliti, maka diperlukan adanya beberapa teknik pengumpulan data, yaitu observasi, dokumentasi serta wawancara dengan masyarakat dan pejabat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Dalam proses analisia data dengan menyusun data secara sistematis data yang diperoleh reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dilakukan dengan cermat dengan melakukan verifikasi berupa tinjauan ulang pada catatan-catatan lapangan sehingga data-data yang ada teruji validitasnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dalam memberikan subsidi bibit sapi di Kelurahan Kalampangan dapat disimpulkan bahwa peran yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya memang Sudah berjalan dengan baik hal ini dapat dilihat dari pemberian bantuan subsidi bibit sapi. Namun dalam hal pelaksanaannya memang masih banyak hambatan, karena itu masih di perlukan upaya untuk menghadapi berbagai hambatan tersebut guna tercapai suatu tujuan.
IKM DALAM PELAYANAN PUBLIK BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL KANTOR KELURAHAN LANGKAI Hannaria Siregar; Imanuel Jaya
Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP)
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah seberapa besar Indeks Kepuasan Masyarakat dalam Pelayanan Publik Bidang Kesejahteraan Sosial (Kesos) dan Pelayanan Masyarakat di Kantor Kelurahan Langkai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa Indeks Kepuasan Masyarakat dalam Pelayanan Publik bidang Kesos dan Pelayanan Masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, kuisioner dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang dihitung dengan menggunakan nilai rata-rata tertimbang masing-masing unsur pelayanan. Dengan menggunakan rumus Slovin didapatkan jumlah sampel 100 orang. Data yang diperoleh diolah menggunakan SPSS (Statiscial Product and Service Solutions) dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan di Kantor Kelurahan Langkai Indeks Kepuasan Masyarakat dalam Pelayanan Publik Bidang Kesos dan Pelayanan dalam kategori Baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan statistik melalui perhitungan Indeks Kepuasan Masyarakat didapatkan ∑NRR Tertimbang dari 9 unsur/indikator pelayanan yang diteliti adalah 3,19. Kemudian menggunakan rumus ∑NRR Tertimbang ´ 25 untuk mengkonversi nilai IKM = 3,19´25 = 79,75 dan termasuk dalam mutu pelayanan B dan Kategori pelayanan Baik.
INOVASI PELAYANAN KARTU KELUARGA (KK) PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA Herlina; Riamona Sadelman Tulis; Imanuel Jaya
Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP)
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada akhir tahun 2019 sampai awal tahun 2022 Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19 namun tidak mengurangi jumlah masyarakat yang mengurus Kartu Keluarga sebaliknya jumlah yang mengurus lebih meningkat untuk mengatasi permasalah tersebut DISDUKCAPIL Kota Palangka Raya melakukan inovasi pelayanan tentang Penetapan Inovasi pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Palangka Raya bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah serta untuk memberikan pelayanan yang prima dan untuk percepatan dalam penerbitan dokumen kependudukan. Penelitian ini menggunakan teori Milles B, Mattehew yang memfokuskan inovasi menjadi empat yaitu memiliki kekhasan, memiliki ciri atau unsur pembaharua, memiliki program yang terencana, dan memiliki tujuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan penelitian ini ialah bahwa Inovasi Pelayanan Kartu Keluarga (KK) Pada Masa Pandemi Covid-19 di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palangka Raya sudah berjalan dengan baik. Inovasi pelayanan SI-DOI yaitu sistem pelayanan pemberkasan secara online yang memudahkan masyarakat dalam proses pengurusan dokumen kependudukan (Kartu Keluarga), masyarakat tidak perlu bersusah payah datang kekantor karena bisa diakses dari rumah ataupun tempat kerja melalui website sidoidukcapil.palangkaraya.go.id., pelayanan dalam pembuatan Kartu Keluarga melalui SI-DOI lebih simple dan mempersingkat waktu dan juga dapat meminimalisir penyebaran Covid-19 dengan mengurangi jumlah masyarakat yang datang kekantor.
Pengaruh Bantuan Sosial terhadap Perilaku Memilih Petahana dalam Pemilihan Walikota Palangka Raya 2024 Anyualatha Haridison; Bismar Harris Satriawan; Christian Bernard; Jhon Retei Alfri Sandi; Imanuel Jaya
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): JURRISH: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrish.v5i2.7641

Abstract

Social assistance programs are often a major concern during local elections. However, their impact on voter support for incumbents remains underexplored. This study analyzes how perceptions of social assistance influence voting behavior for incumbents in the 2024 Palangka Raya mayoral election. Using a sequential explanatory mixed methods design, the quantitative stage was conducted through a survey of 370 social assistance recipients and analyzed using PLS-SEM. The qualitative stage used 13 official documents and verified news reports to examine how social assistance was framed in the public sphere. The results show that perceptions of social assistance are the strongest predictor of the tendency to vote for incumbents, whereas political competition, demographic factors, and moderating effects are not significant. Qualitative analysis shows that social assistance issues are the most frequently mentioned theme in news reports and official documents, thereby reinforcing their relevance as a basis for evaluation by the beneficiaries. This study shows that voters tend to respond to the benefits of policies they perceive in determining their electoral choices, even within a public sphere that frequently raises issues of program politicization.