Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Teknologi Terapan Bidang Pengelasan (2F) Pada Lingkup Masyarakat Pedesaan di Sektor Pertanian Alfi; Yoga; Budi Artono; Dhimas; Kanjeng; Mitha; Muhammad; Ubaeydilah ma’ruf
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertanian merupakan sektor mayoritas pada lingkup desa banjarsari, kabupaten pacitan, khususnya pada RT 01, RW 02, dusun padangan. Bertani menggunakan alat bantu mayoritas berbahan logam, efektifitas penggunaan alat pertanian didukung dengan kondisi alat yang baik. Kerusakan/patahan pada alat pertanian berbahan logam, seperti cangkul lebih efektif dilakukan perbaikan dengan pengelasan. Pada kerusakan alat pertanian berlogam digunakan metode pengelasan yang sesuai kerusakan, dan relatif pada posisi pengelasan 1F dan 2F. Pengaplikasian teknologi terapan bidang pengelasan dilakukan secara teori dan praktek dalam kegiatan pengabdian PKM. Metode pelatihan mengadopsi dari IPTEK yang diterapkan pada perkuliahan praktek di Politeknik Negeri Madiun, sehingga menghasilkan luaran peserta yang mampu untuk memperbaiki alat pertanian berbahan logam, dan alat bantu pertukangan lainnya.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN SABUN DARI MINYAK JELANTAH PADA KELOMPOK IBU PKK KOTA PALANGKARAYA Ramadani, Nia; Pratama, Salsa Ayudhia; Yoga; Agustiani, Reni
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v2i2.10315

Abstract

Saat ini, manusia mengonsumsi beragam makanan berminyak. Namun, meskipun memiliki manfaat, minyak telah menjadi penyebab masalah lingkungan yang signifikan. Limbah minyak jelantah sering dibuang secara sembarangan, menyebabkan pencemaran air dan tanah. Pembuangan limbah minyak bekas tanpa memperhatikan lingkungan dapat berdampak negatif pada kehidupan manusia dan lingkungan. Untuk mengatasi hal ini, masyarakat perlu diperkenalkan dengan inovasi untuk mengurangi dampaknya, seperti mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun. Limbah minyak jelantah ini dapat berasal dari aktivitas rumah tangga atau industri. Metode yang di gunakan yaitu sistem pengolahan limbah minyak jelantah berbasis zero waste industry. Sebuah program telah berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan memberikan keterampilan dalam pembuatan sabun dari limbah minyak jelantah. Program ini dilaksanakan dengan melibatkan 16 ibu PKK di Jalan Rajawali km.6, Gang Bapuyu.
Pentingnya Self Love Serta Cara Menerapkannya Dalam Diri Nadia Rani, Elsa; Sulistiawan, Irgiano; Dwi Yunita, Resky; Alif Ifsyaussalam, Rizqi; Ariyani, Vera; Yoga
Science and Education Journal (SICEDU) Vol. 1 No. 2 (2022): Science and Education Journal 2022
Publisher : Faculty Of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v1i2.70

Abstract

Remaja di era digitalisasi tidak dapat dipungkiri sudah menjadi dekat dengan dunia digital khususnya penggunaan smartphone. Smartphone menjadi bagian dalam keseharian remaja yang sering digunakan untuk kepentingan tertentu. Penggunaan smartphone yang melebihi batas yaitu empat jam dalam sehari mengakibatkan adiksi. National Information Society Agency South Korea mengungkapkan bahwa adiksi smartphone sekitar 8,4% dan menurut Kim, adiksi smartphone adalah penggunaan yang berlebihan pada smartphone dan melibatkan diri secara mendalam akan sesuatu hal yang menimbulkan ketergantungan, sehingga akan berdampak tidak baik bagi remaja seperti tidak dapat mengontrol diri dan kecemasan psikologis (Hasanah et al .,2020). Penggunaan smartphone juga erat hubungannya dengan pengunaan internet, berdasarkan penelitian dari Kemkominfo terhadap 400 anak dan remaja di Indonesia, di dapati bahwa sebanyak 98% dari remaja mengetahui tentang internet dan 79.5% remaja pengguna internet (Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, 2014). Akibatnya, banyak dari mereka yang secara tidak sengaja terpapar oleh konten pornografi (Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, 2014). Para remaja juga ditemukan sebagai populasi yang mendominasi penggunaan sosial media. Penggunaan sosial media yang berlebihan dapat membawa dampak negatif bagi remaja, salah satunya adalah perilaku kecanduan jejaring sosial (Pratikto & Kristanty, 2018).
Pelaksanaan Fungsi Pengawasan Badan Permusyarawatan Desa (BPD) dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (Studi Pada Desa Tabore Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas) Yoga; Jaya, Imanuel; Bertho, Edward Melio
Wacana: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Interdisiplin Vol. 12 No. 1 (2025): Wacana: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Interdisiplin
Publisher : Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Palanfka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/wacana.v12i1.21484

Abstract

The implementation of the supervisory function by the Village Consultative Body (BPD) plays a crucial role in supporting the creation of transparent, accountable, and participatory village governance. BPD functions as a representative institution of the village community that oversees the administration of government, including the management of village finances and the implementation of public policies at the village level. However, in practice, various challenges still hinder the optimal execution of this function. This study aims to examine in depth the implementation of the supervisory function of BPD in Tabore Village, Mantangai Subdistrict, Kapuas Regency. The study uses a qualitative approach with a descriptive case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, documentation, and literature review. The research informants consist of village government officials, BPD members, and community leaders. Data analysis was conducted using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results show that the BPD of Tabore Village has carried out its supervisory functions in accordance with the theory of Juliantara (2005) as cited in Ngga (2022), which includes: (1) supervision of the implementation of Village Regulations, (2) supervision of the Village Revenue and Expenditure Budget (APBDes), and (3) supervision of decisions made by the Village Head. These three aspects have been implemented effectively by the BPD, which also actively involves the community in village deliberations as a form of transparency and public accountability. Nevertheless, the effectiveness of supervision still needs to be improved, particularly through institutional capacity building, enhancing the quality of community participation, and strengthening the synergy between BPD and the Village Government to achieve optimal and responsive village governance.
Pelatihan dan Pendampingan Sertifikasi Halal untuk Industri Mikro Olahan Minuman Kopi di Dayeuhkolot Panduwiyasa, Haryasena; Widaningrum, Sri; Yoga; Muhammad Fairuz Dzaki; Ferdian Surya Wibowo
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.638

Abstract

Industri mikro olahan minuman kopi di Dayeuhkolot memiliki potensi ekonomi yang besar, namun masih menghadapi tantangan dalam pemahaman dan pemenuhan sertifikasi halal. Rendahnya awareness pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal, baik dari aspek regulasi maupun nilai tambah produk, berdampak pada terbatasnya daya saing dan kepercayaan konsumen. Salah satu mitra dalam kegiatan ini adalah Jouska Coffee, yang merepresentasikan karakteristik industri mikro kopi di wilayah tersebut. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesiapan, dan kemampuan pelaku usaha dalam memperoleh sertifikasi halal melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan yang terstruktur. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pelatihan, diskusi interaktif, serta pendampingan berkelanjutan selama tiga bulan. Materi meliputi pengenalan konsep halal, regulasi sertifikasi halal, identifikasi bahan dan proses produksi, serta penyusunan dokumen pendukung pengajuan sertifikasi halal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan awareness pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal, yang tercermin dari perubahan pemahaman dan komitmen dalam menjaga kehalalan produk. Selain itu, setelah tiga bulan pelaksanaan program, diperkirakan peningkatan profit sebesar 10-30% dengan rata-rata 19,4%, yang dipengaruhi oleh meningkatnya kepercayaan konsumen dan citra produk. Program ini memberikan manfaat nyata bagi penguatan kapasitas industri mikro kopi dan berpotensi menjadi model pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM sektor pangan dan minuman.
Karakterisasi Fisis dan Laju Pembakaran Briket Sebagai Energi Terbarukan Berbasis Kombinasi Tempurung Kelapa, Kulit Singkong dan Kulit Jagung Hutauruk, Ade; Jahra, Alvia; Frahmawati , Cahyani; Angeline , Adinda Martha; Atunia; Yoga; Adelia, Kadek Ayu Cintya
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 1 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i1.737

Abstract

The quality of biomass briquettes is largely determined by the type of raw material and the manufacturing process, especially in efforts to develop waste-based alternative fuels. This research analyzes the effect of the combination of coconut shells with cassava skins and corn husks on the physical properties and burning rate of briquettes using tapioca flour adhesive. Test results show that variations in biomass produce significantly different combustion characteristics. Cassava husk–coconut shell based briquettes showed a higher combustion rate (0.24 g/minute), while corn husk–coconut shell briquettes produced more stable combustion with a lower rate (0.17 g/minute). Even though the water content of the two briquettes is still within acceptable limits, the high ash content (>25%) is the main limiting factor because it does not meet the SNI 01-6235-2000 standard and has the potential to reduce energy efficiency. These findings confirm that the selection of biomass type and control of the carbonization process play a crucial role in determining the performance of briquettes. Optimizing production parameters is needed so that agricultural waste-based biomass briquettes can be developed as an alternative fuel that meets national quality standards and supports a sustainable energy transition.