Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Peningkatan Inovasi Produk Keripik Tempe "Cipta Rasa" di Ketawang Madiun Ulya, Husna Ni'matul; Shadruddin, Renaldin; Ayu, Diyan Putri
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 3 No 1 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v3i1.1290

Abstract

The small industrial sector is one alternative form to support economic growth in long-term development in Indonesia. Development of an industry must be supported by cooperation between industries in an effort to increase the volume of production. This research was conducted in Ketawang Village, Dolopo Subdistrict, Madiun Regency. Devotional activities are carried out with research-based aimed at increasing the volume of tempeh chips production in Ketawang, Madiun regency. The method used in this devotion is the ABCD method which consists of inculturation, discovery, design, define, and reflection activities. Data is collected through interview methods, observations and documentation. The results of the analysis obtained from the results of the study said that the taste variant on the product has a significant influence on the increase in production volume and economic growth in small industries, which can help the economy in Ketawang because of the main constraints of the lack of income of these chips, namely due to the lack of production volume. Sektor industri kecil merupakan salah satu bentuk alternatif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dalam pembangunan jangka panjang di Indonesia. Perkembangan suatu industri harus didukung dengan kerjasama antar industri dalam upaya meningkatkan volume produksi. Pengabdian dilakukan di Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan berbasis penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan volume produksi keripik tempe di Ketawang, Kabupaten Madiun. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ABCD yang terdiri dari kegiatan inkulturasi, discovery, design, define, dan reflection. Data dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya inovasi varian rasa dan pengemasan pada produk dapat memberikan sumbangan terhadap peningkatan volume produksi dan pertumbuhan ekonomi pada industri kecil, sehingga dapat membantu perekonomian di Ketawang dari kurangnya pendapatan keripik tempe ini, yaitu kurangnya inovasi pada produk.
Pengendalian Dan Optimalisasi Persediaan Bahan Baku Produksi Di UD Kaos Hasby Garment Mlarak Ponorogo Mutiara, Dea Nur Eka; Ulya, Husna Ni’matul
Bertuah Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam Vol. 4 No. 2 (2023): Bertuah: Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jsie.v4i2.548

Abstract

AbstrakPengendalian persediaan bahan baku merupakan kebijakan untuk menyediakan bahan baku produksi yang digunakan agar tidak terjadi kekurangan maupun kelebihan persediaan sehingga proses produksi berjalan dengan lancar dan dapat meminimalkan biaya persediaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengendalian persediaan bahan baku di UD. Kaos Hasby Garment, menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam pengendalian persediaan bahan baku, dan menganalisis optimalisasi persediaan bahan baku di UD. Kaos Hasby Garment dengan menggunakan metode EOQ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode mixed methods. Penelitian ini merupakan suatu langkah penelitian dengan menggabungkan dua bentuk penelitian yang telah ada sebelumnya yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Teknik penggumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity) lebih optimal digunakan dalam melakukan pengendalian persediaan bahan baku benang dan kain jika dibandingkan dengan kebijakan perusahaan. Dengan ditetapkanya persediaan pengaman (Safety Stock) dan titik pemesanan ulang (Reorder Point) perusahaan bisa terhindar dari kekurangan bahan baku dan dapat mengetahui kapan pemesanan persediaan bahan baku kembali dilakukan sehingga proses produksi bisa berjalan dengan lancar  serta dapat meminimalkan biaya total persediaan.
Analisis Pembiayaan Produk Mikro Ekspress pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Mitra Mandiri Sukses Gresik Damayanti, Yuditya; Ulya, Husna Ni'matul
Journal of Sharia Economic Law Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jshel.v1i1.2469

Abstract

Pembangunan ekonomi suatu daerah merupakan interaksi dari berbagai kelompok variabel antara lain sumber daya alam, sumber daya manusia, modal, teknologi dan lain-lain.Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi sangat berperan penting dalam meningkatkan pendapatan ekonomi daerah termasuk dalam mensejahterakan rakyat. Salah satu sektor yang memainkan peran penting dalam pertumbuha perusahaan nasioanl yaitu UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Permasalahan yang sering muncul dalam UMKM adalah adanya keterbatasan modal. Kendala modal dapat menghambat tumbuh berkemabangnya usaha. Denagan keberadaan pernakan terkhusus BPRS Mitra Mandirin Sukses Gresik dapat membantu pelaku UMKM menyediakan tambahan modal melalui produk dari BPRS Mitra Mandiri sukses Gresik yaitu produk pembiaaan Mikro Ekspress. Namun, fakta di lapangan ditemukan pembiayaan bermasalah atau pembiayaan macet dari bulan April-Agustus 2022. Adapun penelitian ini merupakan penelitian strategi pemasaran dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Dan metode pengumpulan data menggunakan observasi lapangan, wawancara serta dokumentasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa analisis pembiayaan pada produk Mikro Ekspress di BPRS Mitra Mandiri Sukses Gresik menggunakan 5C yaitu character, capacity, capital, collateral dan condition of economy. The economic development of a region is the interaction of various variable groups, including natural resources, human resources, capital, technology and others. Economic growth and development play an essential role in increasing regional economic income, including in the welfare of the people. One of the sectors that plays an essential role in the growth of national companies is MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises). The problem that often arises in MSMEs is the limited capital. Capital constraints can hinder the growth of a business. With the existence of a unique partnership, BPRS Mitra Mandirin Sukses Gresik, can help MSME actors provide additional capital through products from BPRS Mitra Mandiri sukses Gresik, namely Micro Express financing products. However, facts on the ground found problematic or harmful financing from April-August 2022. This research is marketing strategy research with a type of field research with a qualitative approach. While the research method uses a qualitative approach. And the data collection method uses field observation, interviews and documentation. From this research, it can be concluded that the financing analysis on the Micro Express product at BPRS Mitra Mandiri Sukses Gresik uses 5C, namely character, capacity, capital, collateral and condition of economy.
The Low-Carbon Economy: A Study of Distributive, Procedural and Corrective Justice Ulya, Husna Ni’matul; Ridwan, Mohammad; Nur Mahmudah, Siti
El-Barka Journal of Islamic Economics and Business Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : El-Barka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rapid economic development has significantly impacted the environment, particularly through carbon emissions, threatening human survival. Indonesia, a major global emitter, aims to achieve net-zero carbon emissions by 2060 through a low-carbon economy plan. Justice, a key Islamic principle, is essential in this transition to ensure both worldly and spiritual welfare. This study analyzes the integration of distributive, procedural, and corrective justice in Indonesia's low-carbon economy policies. Using a qualitative critical approach and literature review of policy documents, academic studies, and government reports, the study identifies the role of justice in low-carbon development. Findings reveal that distributive justice demands equitable access to renewable energy resources and subsidies for low-income households. Procedural justice underscores the need for transparency and public participation, as seen in the inclusive formulation of Indonesia's Enhanced Nationally Determined Contributions (ENDC). Corrective justice involves compensatory measures, including job retraining for coal industry workers and ecosystem restoration in deforested areas. The study concludes that achieving justice in a low-carbon economy requires equitable benefit distribution and the prevention of marginalization. Transparent, participatory policies are crucial to address socio-economic impacts while promoting sustainable development. This approach aligns with Islamic values, advocating for balance between individual and societal welfare in transitioning to a low-carbon economy.
Pendampingan Sertifikasi Halal Produk Makanan Usaha Mikro dan Kecil Melalui Website SIHALAL Setyowati, Ratna Dewi; Cahyani, Putri Gita; Annisa, Nurul; Ulya, Husna Ni’matul
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 4 No. 1 (2024): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v4i1.424

Abstract

Understanding halal products in the digital era makes people smarter in choosing the products they want to buy. The importance of a product having halal certification will make it a branding tool in itself so that it will generate public trust in using the product. Bekare Village, Bungkal District, Ponorogo Regency, has many micro and small businesses as one of the community's jobs besides being farmers. However, they do not yet realize the importance of having protection tools that have been established by law, such as halal certification. The aim of this service is to provide an understanding of halal certification and help people obtain halal certificates. This service uses the service-learning method, namely applying the knowledge possessed by students and lecturers to the local community. This service succeeded in transforming the knowledge of the Bekare Village community regarding halal certification. They originally had the principle that the important thing was to sell the product and get their capital back. Currently they realize the importance of halal certificates for marketing and developing their business products. This service also succeeded in facilitating four micro and small businesses in obtaining halal certificates from the Ministry of Religious Affairs. Keywords: Assistance with halal certification, Self declare, Food products, Micro and Small Enterprises Abstrak: Pemahaman produk halal di era yang serba digital menjadikan masyarakat semakin pandai memilih produk yang akan dibelinya. Pentingnya suatu produk yang memiliki sertifikasi halal akan menjadikan alat branding tersendiri sehingga akan menghasilkan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan produk tersebut. Desa Bekare, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, memiliki banyak usaha mikro dan kecil sebagai salah satu pekerjaan masyarakat di samping sebagai petani. Namun, mereka belum menyadari pentingnya memiliki alat perlindungan yang telah ditetapkan UU seperti sertifikasi halal. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberi pemahaman tentang sertifikasi halal dan membantu masyarakat memperoleh sertifikat halal. Pengabdian ini menggunakan metode service-learning yaitu menerapkan pengetahuan yang dimiliki para mahasiswa dan dosen kepada masyarakat setempat. Pengabdian ini berhasil mentransformasi pengetahuan masyarakat Desa Bekare mengenai sertifikasi halal. Mereka semula berprinsip bahwa yang penting produk terjual habis dan memperoleh modal kembali. Saat ini mereka menyadari pentingnya sertifikat halal bagi pemasaran dan pengembangan produk-produk usaha mereka. Pengabdian ini juga berhasil menfasilitasi empat usaha mikro dan kecil dalam memperoleh sertifikat halal dari Kementerian Agama. Kata kunci: Pendampingan sertifikasi halal, Self declare, Produk makanan, Usaha Mikro dan Kecil
Dampak Pemberdayaan Ekonomi Melalui Proses Pemasaran Usaha "Bunda Bisa" di LAZ Yatim Mandiri Ponorogo Sari, Nia Dwi Kartika; Ulya, Husna Ni’matul
Nidhomiya: Research Journal of Islamic Philanthropy and Disaster Vol. 2 No. 2 (2023): Islamic Philanthropy and Disaster
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nidhomiya.v2i2.2087

Abstract

Poverty is one of the difficult problems facing humanity. This is seen as a person's inability to meet the needs of his life. To reduce the problem of poverty, the government has created a program in the form of economic empowerment. Economic empowerment is a form of effort made to improve, motivate, mobilize the potential possessed by the community to develop more through a form of small industry or UMKM activities. Ndusun Coffee is a type of UMKM produced by Yatim Mandiri Ponorogo through an economic empowerment program. In producing the village's coffee, the institution involves widowed mothers who have poor economic conditions to be empowered, so that later it will improve their economy. The success in UMKM that are run can provide opportunities for them to increase the income of orphaned mothers and be more productive so that they can meet their daily needs. Therefore, the marketing process is very important because they can improve their knowledge and abilities. In achieving the success of this marketing process can be done using the 4P marketing mix theory, namely: product, price, place, and promotion. The type of research used by researchers is field research using a qualitative descriptive approach with data collection techniques used by researchers are interviews, observations, and documentation. After the data is obtained, it is analyzed using the data reduction method. In this empowerment program, they (orphan mothers) get sufficient results because judging from the sales of this coffee shared with Mrs. Else and they get results according to their presence in producing it and the impact, that is, before the existence of this mother can program they only had one type of job and after participating in the mother can program they had two jobs and get additional income which would later be used for daily needs. Kemiskinan merupakan salah satu masalah yang sulit dihadapi umat manusia. Hal ini dipandang sebagai ketidakmampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk mengurangi masalah kemiskinan tersebut pemerintah telah membuat suatu program berupa pemberdayaan ekonomi. Pemberdayaan ekonomi merupakan suatu bentuk upaya yang dilakukan untuk meningkatkan, memotivasi, menggerakkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat agar lebih berkembang dengan melalui suatu bentuk kegiatan industri kecil atau UMKM. Kopi Ndusun merupakan jenis UMKM yang diproduksi oleh Yatim Mandiri Ponorogo melalui program pemberdayaan ekonomi. Dalam memproduksi kopi ndusun tersebut, Lembaga melibatkan para ibu-ibu janda yang memiliki kondisi ekonomi yang kurang untuk diberdayakan, sehingga nantinya akan meningkatkan perekonomiannya. Keberhasilan dalam UMKM yang dijalankan ini dapat memberikan kesempatan bagi mereka untuk menambah pendapatan bunda yatim dan lebih produktif sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu proses pemasaran menjadi sangat penting dilakukan karena agar mereka dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya. Dalam mencapai keberhasilan proses pemasaran ini dapat dilakukan dengan menggunakan teori bauran pemasaran 4P yaitu: produk (product), harga (prace), tempat (place), dan promosi (promotion). Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Setelah data diperoleh, dianalisa dengan menggunakan metode reduksi data. Dalam program pemberdayaan ini mereka (bunda yatim) memperoleh hasil yang cukup karena dilihat dari hasil penjualan kopi ini dibagi dengan ibu Else dan mereka mendapatkan hasil sesuai kehadiran mereka dalam memproduksinya dan dampaknya yaitu sebelum adanya program bunda bisa ini mereka hanya memiliki satu jenis pekerjaan dan setelah mengikuti program bunda bisa mereka memiliki dua pekerjaan dan mendapatkan tambahan pendapatan yang nantinya akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Perilaku Konsumsi Warga Muslim di Kelurahan Tegal Alur Kecamatan Kalideres Kota Jakarta Barat dalam Belanja Online Menggunakan Shopee PayLater Dwi Handayani; Husna Ni’matul Ulya
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 5 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i5.2666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumsi warga Muslim di Kelurahan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat dalam berbelanja online menggunakan metode pembayaran Shopee PayLater serta dampaknya ditinjau dari perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Data diperoleh dari lima informan melalui teknik purposive sampling, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan, promo menarik, fleksibilitas pembayaran, serta pengaruh lingkungan sosial menjadi faktor utama yang mendorong perilaku konsumtif. Warga cenderung berbelanja impulsif, membeli barang yang tidak dibutuhkan, dan mengalami kesulitan dalam pengelolaan keuangan, menabung, serta berinfaq. Temuan ini menunjukkan ketidaksesuaian dengan prinsip konsumsi dalam Islam, yang menekankan keseimbangan, kesederhanaan, dan penghindaran pemborosan. Dampak positif Shopee PayLater seperti aksesibilitas dan peningkatan daya beli turut diakui, namun lebih banyak ditemukan konsekuensi negatif yang mengarah pada ketidakstabilan finansial pribadi. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap studi perilaku konsumsi digital dalam perspektif syariah dan dapat menjadi dasar bagi pengembangan edukasi keuangan Islami serta pengembangan kebijakan pembayaran digital yang lebih etis dan berkelanjutan.
Evaluating the Effect of Mudharabah and Murabahah Financing on Return on Assets Mediated by Non-Performing Financing at BMT Hasanah Ponorogo Febriana, Indri; Ulya, Husna Ni’matul
Etihad: Journal of Islamic Banking and Finance Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/etihad.v4i1.9458

Abstract

Introduction: This study explores how mudharabah and murabahah financing affect Return on Asset (ROA) and the role of Non-Performing Financing (NPF) as an intervening variable at BMT Hasanah Ponorogo. Research Methods: This study employs regression analysis with NPF as an intervening variable. The data analyzed are the quarterly financial reports of BMT Hasanah Ponorogo from 2019 to 2023, focusing on the relationships between mudharabah financing, murabahah financing, ROA, and NPF. Results: The analysis reveals that mudharabah and murabahah financing significantly impact ROA directly and through NPF as an intervening variable. An increase in financing can enhance ROA, with NPF mediating the relationship between financing and ROA. Conclusion: This study finds that mudharabah and murabahah financing affect ROA, with NPF as an intervening variable. Effective risk management in financing is crucial for improving ROA at BMT Hasanah Ponorogo.
PARADIGMA KEMISKINAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN KONVENSIONAL Ulya, Husna Ni`matul
El-Barka Journal of Islamic Economics and Business Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : El-Barka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/elbarka.v1i1.1448

Abstract

Abstract: Poverty is a condition where a person or groups of people, male and female, are unable to fulfill their basic rights to maintain and develop a dignified life. The dimensions of poverty are interrelated, both directly and indirectly, it means that progress and setbacks in one aspect can affect progress and decline in other aspects, and another aspect of poverty is that the poor are human beings, either individual or collective. The latest data in March 2018 mentions that the number of poverty in Indonesia as many as 25, 95 millions of people. The causes of poverty vary, depending on the type of poverty itself, as well as there are many different poverty indicators. Poverty reduction efforts are carried out by providing basic needs such as food, health and education services, expansion of employment opportunities, agricultural development, and provision of revolving funds through the credit system, infrastructure development and assistance, sanitation counseling and so on. Islam provides solutions to solve the poverty alleviation such as working obligation, income redistribution (zakat), infaq, etc. Ø§Ù„ملخص:الفقر هو حالة لا يستطيع فيها شخص أو مجموعة من الناس،ذكوراً وإناثاً ØŒ أن يفيوا بحقوقهم الأساسية في الحفاظ على حياة كريمة وتطويرها. إن أبعاد الفقر مترابطة ØŒ سواء بشكل مباشر أو غير مباشر ØŒ وهذا يعني أن التقدم والنكسات في أحد الجوانب يمكن أن تؤثر على التقدم والانحدار في جوانب أخرى ØŒ وجانب آخر من جوانب الفقر هو أن الفقراء هم بشر ØŒ فرد أو جماعي. تشير أحدث البيانات في مارس 2018 إلى عدد من يعانون الفقر في إندونيسيا يصل إلى 25 ØŒ 95 مليون شخص. تختلف أسباب الفقر ØŒ تبعاً لنوع الفقر نفسه ØŒ فضلاً عن وجود العديد من مؤشرات الفقر المختلفة. ويتم بذل جهود الحد من الفقر من خلال توفير الاحتياجات الأساسية مثل الغذاء والصحة وخدمات التعليم ØŒ وتوسيع فرص العمل ØŒ والتنمية الزراعية ØŒ وتوفير الأموال المتجددة من خلال نظام الائتمان ØŒ وتطوير البنية التحتية والمساعدة ØŒ والمشورة الصحية وغيرها. يوفر الإسلام حلاً للتخفيف من حدة الفقر ØŒ من بين أمور أخرى ØŒ مع اقتراح العمل للمسلمين ØŒ وإعادة توزيع الدخل في شكل الزكاة ØŒ infaq والصدقات وما إلى ذلك.Abstrak: Kemiskinan sebagai kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang, laki-laki dan perempuan, tidak mampu memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Dimensi-dimensi kemiskinan saling berkaitan, baik secara langsung maupun tak langsung, hal ini berarti bahwa kemajuan dan kemunduran pada salah satu aspek dapat mempengaruhi kemajuan dan kemunduran pada aspek lainnya, dan aspek lainnya dari kemiskinan ini adalah bahwa yang miskin itu adalah manusianya, baik secara individual maupun kolektif. Data terakhir pada bulan Maret tahun 2018 menyebutkan jumlah kemiskinan di Indonesia sebanyak 25, 95 juta penduduk.  Penyebab kemiskinan berbeda-beda, tergantung dengan jenis kemiskinan itu sendiri, begitu pula ada banyak indikator kemiskinan yang berbeda-beda. upaya penanggulangan kemiskinan dilakukan dengan penyediaan kebutuhan dasar seperti pangan, pelayanan kesehatan dan pendidikan, perluasan kesempatan kerja, pembangunan pertanian, pemberian dana bergulir melalui sistem kredit, pembangunan prasarana dan pendampingan, penyuluhan sanitasi dan sebagainya.  Islam memberikan solusi dalam pengentasan kemiskinan, antara lain dengan adanya anjuran untuk bekerja bagi umat muslim, adanya redistribusi pendapatan berupa zakat, infaq dan sedekah dan lain sebagainya.
Alternatif Strategi Penanganan Dampak Ekonomi Covid-19 Pemerintah Daerah Jawa Timur Pada Kawasan Agropolitan Ulya, Husna Ni’matul
El-Barka Journal of Islamic Economics and Business Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : El-Barka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/elbarka.v3i1.2018

Abstract

Abstract: The COVID-19 pandemic had a significant impact on the order of life of the world community, including in Indonesia. Besides health impacts, the pandemic also has economic impacts, so that it encourages the government to make various policies to overcome these impacts, including by forming task forces both at the central and regional levels. Policy by optimizing state and regional budgets for the needs of preventing the spread and handling of COVID-19 health impacts and optimizing the potential of the local economy for meeting the needs of the community in a sustainable manner. East Java is a superior area in agriculture which includes animal husbandry, fisheries, plantations, and forestry. One of the programs implemented is the development of agropolitan areas which are agricultural-based economic development in agribusiness areas, designed and implemented by synergizing the various potentials that exist to encourage the development of competitive, populist-based, sustainable and decentralized agribusiness business systems. and facilitated by the government. This study uses a literature study approach with the aim of exploring alternative East Java government policies in order to address the economic impact of COVID-19 by maximizing the agropolitan area. The results of the research resulted in the formulation by maximizing the development of the agropolitan area by strengthening regulations and expanding the agropolitan area to other regions / cities, and utilizing online media in the implementation including the marketing system of products from this agropolitan area even though it was in a pandemic.Abstrak: Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap tatanan kehidupan masyarakat dunia termasuk di Indonesia. Selaian dampak kesehatan, pandemi juga memberikan dampak ekonomi, sehingga medorong pemerintah untuk membuat berbagai kebijakan untuk menanggulangi dampak tersebut, diantaranya adalah dengan membentuk satuan tugas baik di pusat maupun daerah.  Kebijakan dengan mengoptimalkan anggaran negara dan daerah untuk kebutuhan pencegahan penyebaran dan penanganan dampak kesehatan COVID-19 dan optimalisasi potensi ekonomi lokal untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.  Jawa timur merupakan daerah yang unggul di bidang pertanian yang meliputi peternakan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan. Salah satu program yang dijalankan adalah pengembangan kawasan agropolitan yang merupakan pembangunan ekonomi berbasis pertanian di kawasan agribisnis, dirancang dan dilaksanakan dengan cara mensinergikan berbagai potensi yang ada untuk mendorong berkembangnya sistem usaha agribisnis yang berdaya saing, berbasis kerakyatan, berkelanjutan dan terdesentralisasi, serta digerakan oleh masyarakat dan difasilitasi pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan tujuan untuk menggali alternatif kebijakan pemerintah Jawa Timur dalam rangka menangani dampak ekonomi COVID-19 dengan memaksimalkan kawasan agropolitan. Hasil Penelitian menghasilkan fomulasi dengan memaksimalkan pengembangan kawasan agropolitan dengan penguatan regulasi serta perluasan kawasan agropolitan ke wilayah/kota lain, dan memanfaatkan media online di dalam pelaksanaan termasuk sistem pemasaran produk dari kawasan agropolitan ini meskipun sedang dalam masa pandemi.