Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Transient Analysis on Switching Capacitor Bank Using Power Factor Regulator Warizmi, Alka; Roza, Indra; Yanie, Ahmad
Journal of Renewable Energy, Electrical, and Computer Engineering Vol. 5 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM), Universitas Malikussaleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jreece.v5i1.18707

Abstract

This study discusses the analysis of transients that occur in capacitor bank switching using a power factor regulator (PFR). Electric power systems use capacitor banks to offset reactive power, enhance power factors, and minimize energy losses. However, the switching process in capacitor banks can cause significant voltage and current spikes, known as transient phenomena, which can damage equipment and disrupt system stability. This study conducts simulations and analyzes the impact of transients that occur during the capacitor bank switching process on the electric power system. The simulation is carried out using software that models the behavior of the electric power system, focusing on how the power factor regulator regulates the switching process and its impact on the resulting transients. The simulation results show that the use of PFR can reduce the negative impact of transients, but improper settings can still cause disturbances that have the potential to damage the system. These findings provide important insights for system engineers in designing and operating more reliable power systems, considering the importance of proper settings on the power factor regulator to minimize the effects of transients on capacitor bank switching. This study also recommends several mitigation strategies to reduce the impact of transients and improve overall system stability.
Rancang Bangun Alat Sortir Otomatis Buah Apel Dan Buah Jeruk Berbasis Arduino Uno 328 Adams Laia, Brian; Almi Nasution, Agus; Yanie, Ahmad
JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2025): Journal of Electrical and System Control Engineering
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The average livelihood in Indonesia is farming, with Agriculture Minister Limpo stating an increase of 8 million farmers during the Covid-19 pandemic. Although economic activity has decreased, the agricultural sector has experienced a significant increase, especially plantation commodities as a contributor to the country's foreign exchange. In this context, the process of sorting fruits such as apples and oranges is important to determine classification based on quality. The design of an automatic sorting tool uses Arduino Uno 328 as a processor of input signals from proximity sensors, color sensors, and ultrasonic sensors. The proximity sensor detects the presence of fruit, while the color sensor identifies the color, and the ultrasonic sensor distinguishes the size. The output is displayed on the LCD, which shows data on the size and color of the fruit. The working principle of this tool is that the proximity sensor detects the presence of fruit entering the conveyor, with data sent to the Arduino and displayed on the LCD. The color and ultrasonic sensors also send relevant information. The servo motor drives the conveyor, directing the fruit to the place according to size. Test results show that the proximity sensor functions effectively at a distance of 1-5 cm, while the ultrasonic sensor shows a range of 3.2-10.4 cm, and the power consumption of the tool reaches 120 watts.
Rancang Bangun Peralatan Deteksi Panas Kabel Pada Panel Listrik Untuk Mengatasi Beban Lebih Yanie, Ahmad; Ananda, Yusa; Siregar, Lisa Adriana
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 6, No 2 (2021): JET Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v6i2.4387

Abstract

Teknologi mikrokontroler dan sensor sangat memberi banyak manfaat terutama pada bidang kelistrikan dan system proteksi. Pada kesempatan ini akan didesain suatu system proteksi thermal pada kabel. Ide desain berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dimana pada kabel penghantar yang dialiri arus cukup besar secaraterusmenerusakanmenjadipanas.Bilapanasberlebihakanmembuatkaretpembungkusmelelehdanmengakibatkan hubung singat. Berdasarkan latar belakang tersebut maka alat ini dibuat yaitu untuk mendeteksithermal pada kabel dan melakukan proteksi dan peringatan. Berbasiskan sebuah mikrokontroler yang didukung olehsensor panas/suhu sistem akan bekerja. Pendeteksian dilakukan pada panel distribusi yang menjadi sumber distribusiarus. Sensor dipasang pada beberapa kabel yang mengalirkan arus besar. Jika terjadi kenaikan suhu sensor akan memberikan nilai suhu pada kontroler. .Kontroler akan melakukan proteksi jika salah satu kabel terdeteksi panas dan melebihi batas yang ditetapkan. Dengan sistem ini, suatu sistem desain menggunakan komponen mikrokontroler dapat dirancang untuk melindungi sebuah panel distribusi dari panas akibat berlebihan beban dan over heating.Dengan demikian diharapkan dapat mengurangi bahaya kebakaran dan kerugian akibat kerusakan instalasi di dalam panel.
Rancang Bangun Alat Pemberi Makan Ikan Otomatis Berbasis Arduino Matondang, Safar Ibrahim; Yanie, Ahmad
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 7, No 2 (2022): JET Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v7i2.5395

Abstract

Ikan lele adalah hewan nokturnal, aktif pada malam hari dan salah satu jenis ikan air tawar yang sanggup hidup dalam jumlah banyak di dalam kolam. Ikan ini memiliki tingkat konversi makan menjadi bobot tubuh yang baik. Namun masih banyak permasalahan yang terjadi di kalangan pembudi daya  tidak teraturnya pemberian makan ikan akibatnya pertumbuhan ikan tidak merata dilihat dari sisi bobotnya. Solusi supaya pemberian makan ikan menjadi teratur maka diperlakukan pembagian waktu selama 24 jam dan letak tempat pemberian makan ikan. Dengan memanfaatkan teknologi elektronika sebuah alat pemberi makan ikan otomatis dapat di buat dengan memanfaatkan RTC (real time clock). RTC dapat digunakan untuk mengatur waktu pemberian makan ikan, RTC dapat bekerja pada tegangan minimum DC 3.3V - DC 5V. Sebuah Arduino Uno digunkan sebagai pengendali sistem kontrol secara keseluruhan. Arduino Uno dapat bekerja pada tegangan minimum 5V-7V DC. Arduino Uno berfungsi sebagai mengolah sinyal input dari sensor proximity dan solar cell. Output dari Arduino Uno adalah motor servo dan buzzer. Sebagai sumber energi untuk alat pemberi makan ikan otomatis maka dipergunakan pembangkit listrik tenaga surya 20 Wp (Watt Peak) dan menyimpan daya ke baterai, terdapat 3 baterai yang diserikan LC 18650 3800 MAh 3,7V. Untuk menstabilkan tegangan dari solar sel dibutuhkan SCC (Solar Charger Controller). Sensor IR Proximity yang berfungsi sebagai mendeteksi ada atau tidak adanya makan ikan, jarak sensor ke makanan ikan sekitar 10 cm. Sensor ini dapat bekerja pada tegangan minimum  3V-5V DC. Motor servo dapat bekerja pada tegangan minimum Torsi stall 8.5kg / cm (4.8V), 10kg / cm (6V), motor  servo berfungsi dapat membuka dan menutup katup makanan ikan.
Rancang Bangun Miniatur Sistem Automasi Penyiram Tanaman Menggunakan IOT (Internet Of Things) Berbasis Telegram Siallagan, Synli; Yanie, Ahmad; Syafril, M.
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 7, No 2 (2022): JET Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v7i2.5397

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dengan lahan yang subur dan terdapat dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Namun pada saat ini ini sering terjadi perubahan cuaca yang cukup ekstrim dan tidak mudah untuk diprediksi, sehingga para petani cukup kesulitan untuk menjalankan metode penyiraman tanaman yang teratur pada kebun mereka. Ada beberapa tanaman yang sensitif terhadap perubahan kelembapan tanah yang menyebabkan tanaman tidak bertumbuh dengan baik bahkan sampai mengalami kebusukan. Oleh karena kondisi itu maka dibutuhkan alat pertanian berbasis teknologi dan informasi yang nantinya direalisasikan dengan sistem IOT (Internet Of Things). IOT adalah suatu konsep atau program di mana sebuah objek memiliki kemampuan untuk mentransmisikan atau mengirimkan data melalui jaringan tanpa menggunakan bantuan perangkat komputer dan manusia. Sistem IOT yang dirancang kali ini yakni menggunakan mikrokontroller nodemcu sebagai pengolah data, dan sensor soil moisture sebagai pembaca kelembaban tanah ataupun input yang diprogram dan mengirimkan hasil pengukuran melalui aplikasi Telegram, sehingga petani dapat memonitor dan mengontrol melalui Telegram, lalu relay sebagai output untuk menghidupkan pompa air yang berfungsi sebagai penyiram. Dengan alat ini kondisi kebun dapat dipantau setiap saat dan dapat dillakukan penyiraman dengan teratur. Hasil pengujian berjalan sesuai dengan yang diharapkan, air akan dipompa sebanyak 4,7 liter ketika pompa menyala selama 1 menit, air akan dipompa sebanyak 9,4 liter ketika pompa menyala selama 2 menit, dan air akan dipompa sebanyak 14,2 liter ketika pompa menyala selama 3 menit.
Implementasi Pulse Width Modulation (PWM) Pada Penyaluran Limbah Cair Pupuk Kelapa Sawit Berbasis Arduino Lubis, Fascal Baramuli; Yanie, Ahmad
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 7, No 2 (2022): JET Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v7i2.5394

Abstract

Pada era sekarang ini pemanfaatan teknologi sangat berkembang pesat terutama pada sektor perindustrian, salah satunya yaitu industri kelapa sawit. Pemanfaatan teknologi dapat dikembangkan salah satunya dalam membantu proses penyaluran limbah cair hasil olahan kelapa sawit. Selama ini proses penyaluran limbah hasil olahan buah kelapa sawit hanya dibiarkan dalam suatu lokasi pembuangan ataupun penampungan yang telah disediakan, menyebabkan kondisi penampungan limbah tersebut mengalami peluapan karena kelebihan kapasitas penampungan. Untuk itu salah satu solusi dalam membantu menyelesaikan suatu masalah tersebut dirancanglah suatu sistem penyaluran limbah cair kelapa sawit dengan menggunakan teknik pulse width modulation dan sensor ultrasonik sebagai pendeteksi ketinggian limbah cair pada lokasi penampungan limbah. Berdasarkan ketinggian pada penampungan limbah tersebut pompa DC akan menyalurkan limbah ke penampungan lainnya dengan kecepatan yang diatur menggunakan teknik pulse width modulation sehingga sistem penyaluran dapat berjalan dengan otomatis. Dengan dirancangnya suatu sistem penyaluran limbah cair kelapa sawit ini diharapkan dapat membantu dalam proses penyalurannya dan menghindari peluapan pada lokasi penampungan limbah cair hasil pengolahan tersebut sehingga menjadikan penampungan limbah tersebut lebih terkontrol.
Rancang Bangun Smart Locker Penitipan Barang Berbasis One-Time Password (OTP) Giovaniz, Azmy; Siregar, Lisa Adriana; Yanie, Ahmad
Journal of Telecommunication and Electrical Scientific Vol. 1 No. 01 (2024): Journal of Telecommunication and Electrical Scientific (JTElS)
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24010/jtels.v1i01.868

Abstract

Pada umumnya, loker penitipan barang menggunakan kunci konvensional untuk mengamankan akses ke barang yang disimpan di dalamnya. Namun, hal ini memiliki kelemahan dalam keamanan dan efisiensi. Kunci konvensional rentan terhadap risiko kerusakan, duplikasi yang tidak sah, dan bahkan kehilangan saat penggunaan sehari-hari. Untuk mengatasi masalah ini, penggunaan metode keamanan yang lebih canggih dan handal diperlukan. Salah satu metode yang telah dikembangkan adalah penggunaan Kode One-Time Password (OTP). Hasil dari penelitian yang telah dilakukan ialah memakai ESP 32 sebagai pusat perintah loker dan komponen pendukung lainnya seperti LCD, keypad, relay, solenoid door lock Alat ini mempunyai supply UPS ( Uninterruptible Power Supply ) yang memberi tegangan listrik cadangan ketika sumber listrik utama mati, UPS ini memiliki tegangan output sebesar 12V dan memiliki kapasitas batrai 12.000 mAh yang dapat menghidupkan alat jika mati listrik selama 20 jam. ESP 32 dapat di implementasikan ke loker penitipan barang sebagai pengganti kunci konvensional yang rentan terhadap kerusakan dan kehilangan serta meningkatkan rasa aman saat menitipkan barang karena hanya orang yang memiliki kode OTP tersebut yang dapat mengakses barang yang di titipkan di loker penitipan barang.