Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Malay Islamic Branding Consistency: Building A University Identity Indasari, Fera; Saputra, Sepriadi; Anggriani, Ida; Syafitri, Nur
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 13 No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v13i1.7278

Abstract

The State Islamic University in Palembang City is an institution that must establish a credible identity and strong reputation to attract high-quality students. To achieve this, it is essential to maintain consistent branding, with a focus on a Malay-Islamic identity. This study, titled Consistency of Malay-Islamic Branding: Building University Identity, aims to explore how consistent branding efforts can help build the university's identity. The theoretical framework for this study is based on branding consistency, derived from Fritz Heider's Balance Theory (1946). The study employs a qualitative approach, utilizing in-depth interviews. The findings reveal several key challenges: inconsistent branding initiatives, limited resources and organizational structure, a restricted role of public relations in branding, suboptimal engagement of lecturers as brand ambassadors, and a lack of structured evaluations for assessing branding consistency at the State Islamic University in Palembang City.
Analisis Produksi Bawang Merah Di Kecematan Plampang Kabupaten Sumbawa NTB Syafitri, Nur; Sjah, Taslim; Budastra, I Ketut
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 12 (2025): Vol.4 No.12 (2025): JURNAL ECONOMINA, Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i12.1818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi bawang merah di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai salah satu sentra hortikultura penting yang memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan petani. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kepada petani bawang merah, didukung data primer dan sekunder, serta dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda untuk mengidentifikasi pengaruh variabel luas lahan, penggunaan benih, pupuk, tenaga kerja, dan pestisida terhadap tingkat produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan dan kualitas benih memberikan pengaruh signifikan dan positif terhadap peningkatan produksi, sementara penggunaan pupuk dan pestisida berpengaruh signifikan namun cenderung fluktuatif tergantung pada dosis dan pola aplikasi yang diterapkan petani. Tenaga kerja juga berkontribusi terhadap peningkatan produksi, meskipun efisiensinya dipengaruhi oleh keterampilan serta intensitas tenaga kerja pada fase budidaya tertentu. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa kendala utama yang dihadapi petani meliputi ketersediaan sarana produksi, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), keterbatasan akses pembiayaan, serta fluktuasi harga pasar yang berdampak pada keputusan budidaya dan efisiensi produksi. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam perencanaan strategi peningkatan produktivitas bawang merah melalui penyediaan sarana produksi berkualitas, pelatihan budidaya modern, serta penguatan akses pasar dan lembaga pembiayaan bagi petani di Kecamatan Plampang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan pertanian hortikultura yang berkelanjutan di NTB
Hubungan Antar Pengelolaan Lahan dan Tingkat Keanekaragaman Hayati Nusa Tenggara Barat Syafitri, Nur; Susilowati, Lolita Endang; Mulyati, Mulyati; Suwardji, Suwardji
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/s1zvb063

Abstract

Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki 70-80% wilayah berupa lahan kering dengan curah hujan tahunan 1.000-1.500 mm dan musim kemarau panjang (6-8 bulan). Kondisi ini menciptakan ekosistem lahan kering yang unik dengan keanekaragaman hayati tinggi namun rentan terhadap degradasi lahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keragaman flora dan fauna di wilayah lahan kering NTB serta mengkaji tantangan dan strategi pengelolaan lahan berkelanjutan. Metode penelitian ini adalah studi survei tinjauan jurnal sistematis atau literature review yang bersifat deskriptif-analitik dengan fokus pada keanekaragaman hayati lahan kering dan pengelolaan lahan berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian mengungkapkan 87 spesies flora dari 45 famili, didominasi spesies tahan kekeringan seperti lontar (Borassus flabellifer), gebang (Corypha utan), asam jawa (Tamarindus indica), dan berbagai legum penutup tanah. Keragaman fauna mencakup mamalia (rusa timor, monyet ekor panjang), burung, reptil, hingga serangga penyerbuk dan pengurai. Kemarau panjang menyebabkan krisis air bersih, gagal panen, peningkatan serangan hama, kebakaran lahan, dan ancaman kesehatan masyarakat. Degradasi lahan >400.000 ha (2020) diperparah oleh praktik pertanian tidak berkelanjutan dan perubahan iklim. Pengelolaan lahan berkelanjutan memerlukan integrasi konservasi tanah-air, diversifikasi tanaman tahan kekeringan, agroforestri, pemberdayaan varietas lokal, dan penguatan kawasan konservasi laut dan darat. Keanekaragaman hayati lahan kering NTB merupakan aset strategis untuk ketahanan pangan, pendapatan masyarakat, dan identitas budaya yang harus dilindungi melalui pendekatan ekologis, ekonomis, dan sosial-budaya terintegrasi. The Relationship Between Land Management and Biodiversity Levels in West Nusa Tenggara Abstract West Nusa Tenggara (NTB) covers 70-80% of its territory, consisting of drylands, with annual rainfall of 1,000-1,500 mm and a long dry season (6-8 months). These conditions create a unique dryland ecosystem with high biodiversity but are vulnerable to land degradation. This research aims to identify the diversity of flora and fauna in the dryland areas of NTB and to examine the challenges and strategies for sustainable land management. This research method is a systematic journal review survey study or literature review which is descriptive-analytical in nature with a focus on dryland biodiversity and sustainable land management in West Nusa Tenggara Province. The study revealed 87 floral species from 45 families, dominated by drought-tolerant species such as the lontar palm (Borassus flabellifer), gebang (Corypha utan), tamarind (Tamarindus indica), and various groundcover legumes. Fauna diversity includes mammals (Timor deer, long-tailed macaques), birds, reptiles, and even pollinating and decomposing insects. Fauna diversity includes mammals (Timor deer, long-tailed macaques), birds, reptiles, and even pollinating and decomposing insects. Prolonged droughts have led to clean water shortages, crop failures, increased pest infestations, land fires, and public health threats. Land degradation of >400,000 ha (2020) is exacerbated by unsustainable agricultural practices and climate change. Sustainable land management requires the integration of soil-water conservation, drought-resistant crop diversification, agroforestry, the empowerment of local varieties, and the strengthening of marine and terrestrial conservation areas. The biodiversity of NTB's drylands is a strategic asset for food security, community income, and cultural identity that must be protected through an integrated ecological, economic, and socio-cultural approach.