Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGGUNAAN JARINGAN SARAF TIRUAN UNTUK MENDETEKSI TUMOR OTAK F Priyulida; Manurung, Immanuel H G; Sijabat, Salomo
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumor otak adalah penyakit yang mematikan, deteksi secara otomatis sangat diperlukan untuk mempercepat proses diagnosis. Sistem berbasis diagnosis dengan bantuan komputer dapat mendiagnosis tumor otak melalui pencitraan CT Scan. Dalam aplikasi prapemodelan dalam ekstraksi fitur biasanya fitur di ekstraksi dari lapisan bawah yang berbeda dari gambar alam ke gambar medis. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini mengusulkan metode ekstraksi fitur zoning dan penggabungan untuk deteksi otomatis tumor otak. Dari hasil penelitian ini aplikasi dapat mendeteksi tumor otak CT Scan secara otomatis dengan Pelatihan untuk mengenali ciri-ciri dari karakter tumor otak menggunakan LVQ , Pengujian citra CT Scan dapat mengklasifikasi citra CT Scan. Peralatan dan sistem yang akan digunakan, telah teridentifikasi 80% yang mana pada penelitian ini bertujuan untuk pembuktian atas Deteksi tumor Otak Ct Scan secara otomatis
ANALISA UJI FUNGSI ALAT HBA1C Primasyukra, Mhd. Aldi; Hasibuan, Gerry Vernando Velderick; Situmorang, Harold; Sijabat, Salomo
JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Mutiara Elektromedik
Publisher : Prodi Teknik Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: HbA1c terbentuk ketika gula darah (glukosa) berikatan dengan hemoglobin (protein dalam sel darah merah). Ikatan ini sangat kuat sehingga HbA1c dapat bertahan di dalam sel darah merah hingga 3 bulan. Jumlah HbA1c yang pembentukan HbA1c dipengaruhi langsung oleh kadar gula darah. Oleh karena itu, hasil pemeriksaan HbA1c dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai rata-rata kadar gula darah dalam kurun waktu sekitar tiga bulan. Ketepatan alat uji HbA1c sangat penting untuk memastikan hasil pemeriksaan tersebut dapat diandalkan Tujuan: Uji Fungsi Alat Hba1c Studi Kasus Pada PT. Elsi Seraya Makmur. Metode: Alat uji HbA1c harus memenuhi standar internasional untuk akurasi dan presisi. Standar internasional tersebut adalah standar dari International Federation of Clinical Chemistry and Laboratory Medicine (IFCC) dan National Glycohemoglobin Standardization Program (NGSP). Hasil : Uji fungsi alat HbA1c bertujuan untuk mengevaluasi kinerja alat dalam hal ketepatan hasil (akurasi) dan ketelitian hasil (presisi) dibandingkan dengan nilai referensi yang telah ditetapkan. Simpulan : Uji fungsi alat HbA1c dilakukan secara berkala untuk memantau kinerja alat dan memastikan bahwa hasil pemeriksaan yang dihasilkan tetap akurat dan dapat dipercaya.