Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ALUCIO DEI

MAKNA PERSEMBAHAN KORBAN SEBAGAI PENGHAPUS DOSA BERDASARKAN IMAMAT 4:1-5 DAN IMPLIKASINYA BAGI ORANG PERCAYA MASA KINI Laoli, Wirahayanti; Laia, Aslina; Bambangan, Malik
Alucio Dei Vol 9 No 2 (2025): Alucio Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v9i2.185

Abstract

Imamat 4:1-5 mengajarkan bahwa persembahan korban sebagai penghapus dosa menekankan pentingnya pertobatan sebagai langkah awal untuk pemulihan hubungan dengan Allah. Ketika seseorang melakukan dosa tanpa sengaja, korban hewan dipersembahkan sebagai pengganti hukuman yang seharusnya diterima. Korban ini haruslah hewan tanpa cacat, yang melambangkan pertobatan yang tulus serta permohonan pengampunan dari Allah. Dalam konteks ini, korban menjadi sarana untuk mendamaikan dosa dan memulihkan hubungan dengan Tuhan. Bagi orang percaya masa kini, penghapusan dosa tidak lagi dilakukan melalui persembahan korban fisik, melainkan melalui pengorbanan Yesus Kristus yang sempurna di salib. Kristus menjadi korban yang menyelesaikan penebusan dosa umat manusia secara tuntas. Ajaran ini mengingatkan orang percaya akan pentingnya hidup dalam pertobatan sejati dan kesadaran akan pengorbanan Kristus yang menebus dosa. Selain itu, orang percaya juga diingatkan untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah, dengan mengandalkan pengampunan yang telah diberikan melalui karya Kristus. Dengan demikian, Imamat 4:1-5 mengajarkan nilai-nilai pertobatan yang relevan untuk kehidupan orang percaya masa kini, yang melibatkan pengakuan dosa dan kehidupan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
MEMBANGUN KESEJAHTERAAN JEMAAT PEDALAMAN: STRATEGI KEPEMIMPINAN GEREJA BERDASARKAN TELADAN YUSUF DALAM MENGINTEGRASIKAN IMAN DAN EKONOMI Yusuf, Kaleb; Rudianto, Salomo; Bambangan, Malik
Alucio Dei Vol 9 No 2 (2025): Alucio Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v9i2.188

Abstract

Dalam konteks jemaat pedalaman, kesejahteraan merupakan isu rumit dengan banyak aspek. Kesejahteraan diartikan sebagai kondisi ideal dimana umat Kristen hidup layak, mandiri, serta bertumbuh secara fisik dan spiritual. Penelitian ini bertujuan menyampaikan pemahaman bahwa aktivitas ekonomi seharusnya tidak dipisahkan dari kehidupan rohani, melainkan dipandang sebagai bagian dari panggilan iman. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, penulis menganalisis bagaimana kisah Yusuf menunjukkan bahwa perencanaan baik, pengelolaan sumber daya bijaksana, dan kepemimpinan yang dilandasi takut akan Tuhan dapat meningkatkan kesejahteraan komunitas. Penelitian terkini menunjukkan masih terbatasnya kajian tentang narasi Yusuf sebagai landasan teologis bagi strategi kesejahteraan jemaat pedalaman. Para pemimpin gereja perlu mengembangkan strategi yang mengintegrasikan nilai iman dengan tindakan praktis ekonomi, tidak hanya untuk meningkatkan taraf hidup jemaat, tetapi juga menyatakan kemuliaan Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan.
MENGGALI AJARAN KITAB ULANGAN TENTANG HUKUM DAN KASIH TUHAN Sarumaha, Angelina; Zendrato, Kasihani; Bambangan, Malik
Alucio Dei Vol 9 No 2 (2025): Alucio Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v9i2.196

Abstract

Artikel ini mengkaji korelasi hukum dan kasih Tuhan dalam kitab Ulangan melalui pendekatan hermeneutik dan teologi biblika. Analisis terhadap Ulangan 6:4-9, 7:7-9, dan 30:15-20 menunjukkan bahwa perintah Allah bukanlah memuat legalistik, melainkan ekspresi kasih-Nya yang dinamis. Kitab ini menguraikan aturan sebagai anugerah yang menegaskan identitas Israel sebagai umat perjanjian. Pemilihan mereka didasari oleh kesetiaan Ilahi, tanpa mempertimbangkan kualitas atau jumlah. Ketaatan merupakan respons terhadap Allah yang terlebih dahulu mengasihi, sebagaimana tercermin dalam ajaran Shema. Temuan penelitian menggambarkan keseimbangan antara belas kasih dan keadilan Pencipta, dengan ketetapan-Nya bertujuan untuk kesejahteraan umat. Relevansi kitab kontemporer Ulangan terletak pada pemahaman bahwa peraturan adalah panduan yang memerdekakan untuk hidup benar dengan Tuhan dan sesama, serta memaknai penderitaan sebagai proses pendidikan yang didasari cinta kasih.