Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH FARMING GARDENING PROJECT TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK DI AR-RAHMAN ISLAMIC SCHOOL CINERE DEPOK Khosiah, Siti
FIKRAH Vol 2 No 1 (2018): JUNI
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v2i1.20501

Abstract

Penelitian ini mengenai kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak usia Taman Kanakkanak. Kemampuan mengenal konsep bilangan sangat penting karena akan membantu anak dalam memecahkan masalah matematika awal. Farming gardening project sebagai salah satu metode pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan proses memungkinkan anak untuk memproses informasi baru melalui eksperimen. Keterampilan yang paling sesuai untuk anak usia dini ini adalah mengamati, mengklasifikasi, membandingkan, mengukur, mengkomunikasikan dan eksperimen. Melalui keterampilan sains ini, maka anak-anak diharapkan mampu menghadapi kehidupan sehari-hari untuk belajar ilmu pengetahuan dan matematika. Tujuan penelitian untuk membuktikan apakah dengan farming gardening project mampu menstimulasi kemampuan mengenal konsep bilangan anak TK B di KB-TK Ar-Rahman Islamic School Cinere Depok tahun 2015 menjadi lebih baik, dibanding dengan model pembelajaran konvensional.Penelitian dilakukan pada anak TK B dengan menggunakan quasi eksperimen berbentuk desain Nonequivalent (Pretest and Postest) Control Group Design.Penelitian melibatkan seluruh anak TK B yang berjumlah 40 anak sebagai sampel. 40 anak yang menjadi subyek penelitian dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu 20 anak kelompok eksperimen menggunakan farming gardening project dan 20 anak kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Pengolahan data menggunakan teknik statistik dengan program SPSS 12,0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang belajar dengan farming gardening project menunjukkan kemampuan mengenal konsep bilangan yang lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol yang menerapkan pembelajaran konvensional. Secara statistik, kemampuan mengenal konsep bilangan ditunjukkan sebesar 5,789 p>0,05 . Koefisien sebesar ini adalah signifikan.Sekolah seyogyanya menerapkan farming gardening project dalam pembelajaran, sebab temuan penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki kesulitan dalam mengenal konsep bilangan dapat diatasi dengan metode ini.
PEMBELAJARAN BERBASIS KEBUDAYAAN LOKAL DI LEMBAGA TK SEKAR SARI DI KECAMATAN PULOMERAK Flavia Salsabila, Azqia; Kusumawardani, Ratih; Khosiah, Siti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46263

Abstract

This research is motivated by the importance of social development in early childhood, particularly in play involvement and the ability to build relationships with teachers and peers. The issue raised is that there are still children who are less active in play activities and have not yet optimally developed social interactions in the school environment. The purpose of this study is to identify efforts that can be made to increase children's involvement in play and their ability to build social relationships. The research methodology used is a qualitative approach with descriptive research type. The research subjects are early childhood children in group B (5–6 years old). Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted descriptively by organizing the data, grouping it, and drawing conclusions from the findings obtained. Research results show that the implementation of structured play activities, appropriate stimulation, and the active role of teachers in guiding and facilitating social interactions can increase children's engagement in play. In addition, children also show improvements in their ability to interact, cooperate, and build positive relationships with teachers and peers. Thus, proper learning strategies can optimally support children's social development.
Implementasi Kegiatan Bercocok Tanam dalam Pembelajaran Sains Anak Usia 4-6 Tahun (Penelitian Kualitatif Deskriptif di TK Kemala Bhayangkari 05 Serang Banten) Batshila, Alfia; Khosiah, Siti; Sayekti, Tri
Asian Journal of Early Childhood and Elementary Education Vol 4 No 2 (2026): Asian Journal of Early Childhood and Elementary Education
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ajecee.v4i2.9277

Abstract

Science learning in early childhood often remains abstract and provides limited direct experience, so children’s involvement in the learning process has not yet been optimal. Therefore, contextual and real experience-based learning activities are needed, one of which is planting activities. This study aims to describe the implementation of planting activities in science learning for children aged 4–6 years at TK Kemala Bhayangkari 05 Serang, Banten. This study employed a qualitative approach with a descriptive method. The research subjects consisted of teachers, the principal, and children aged 4–6 years. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were then analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity tested using source and technique triangulation. The results showed that the implementation of planting activities was carried out through three main stages, namely planning, implementation, and learning evaluation. This activity was able to increase children’s active involvement in science learning and develop science process skills, such as observing, asking questions, and communicating observation results. Children were also able to understand the concepts of plant growth and the needs of living things more concretely. In addition, planting activities fostered environmental awareness and responsibility in children. Thus, planting activities can become an effective, contextual, and meaningful science learning strategy for early childhood. The implications of this study indicate that science learning based on direct experience can improve the quality of learning and encourage teachers to develop more creative and environment-based learning activities.