Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Edible : Jedb

PEMBUATAN TEPUNG PEMPEK DENGAN JENIS IKAN YANG BERBEDA Wulandari, Nanda; Murtado, Asep Dodo; Yani, Ade Vera
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2015): Edible
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v4i1.476

Abstract

Pembuatan Tepung Pempek Dengan Jenis Ikan Yang Berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu dari tepung pempek yang dihasilkan dari berbagai jenis ikan yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan dilaboratorium Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang dan Balai Riset dan Standarisasi Industri Palembang pada bulan Maret sampai dengan bulan Agustus 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara non faktorial dengan faktor pelakuan jenis ikan yang berbeda terdiri dari tiga perlakuan dan diulang sebanyak empat kali. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah analisis kimia adalah kadar protein dan kadar karbohidrat, uji fisik meliputi derajat keputihan dan rendemen serta uji inderawi meliputi warna dan aroma menggunakan metode hedonik. Perlakuan I1 berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein tepung pempek dengan kadar protein tertinggi 18,54 %, perlakuan I2 berpengaruh sangat nyata terhadap kadar karbohidrat tepung pempek dengan kadar tertinggi 73,31%, perlakuan I3 berpengaruh sangat nyata terhadap derajat keputihan tepung pempek dengan nilai 89,43% serta rendemen I2 berpengaruh sangat nyata pada tepung pempek dengan nilai 53,32%. Hasil uji inderawi menggunakan metode hedonik berpengaruh nyata terhadap warna dan aroma. Untuk warna tertinggi terdapat pada perlakuan I3 dengan nilai 3,91 (kriteria agak disukai) dan untuk aroma tertinggi terdapat pada perlakuan I1 yaitu tepung pempek ikan gabus dengan nilai 3,87 (kriteria agak disukai).
PENGARUH WAKTU SIMPAN DAN BERBAGAI JENIS MINYAK PADA PROSES PELUMURAN TERHADAP SIFAT KIMIA PEMPEK Cahyadi, Dimas Robi; Murtado, Asep Dodo; Alhanannasir, Alhanannasir
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 12, No 1 (2023): Edible: Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v12i1.7355

Abstract

Pempek merupakan makanan tradisional khas kota palembang. Pempek merupakan produk olahan yang terbuat dari beberapa bahan pangan seperti tepung tapioka, daging ikan giling, air, garam, dan bumbu-bumbu lainnya bila diperlukan untuk menambah cita rasa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu simpan dan berbagai jenis minyak pada proses pelumuran minyak terhadap sifat fisik dan kimia pempek. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang dan di PT. Bina Sawit Makmur Palembang. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (split plot design) dengan sembilan kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor perlakuan yang diamati petak utama yaitu waktu simpan antara lain W1 = 0 hari, W2 = 5 hari dan W3 = 10 hari dan anak petak yaitu jenis minyak antara lain M1 = Minyak sawit, M2 = Minyak kelapa dan M3 = Minyak zaitun. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah uji kimia yaitu meliputi kadar air dan kadar protein. Berdasarkan hasil analisis kadar air tertinggi pada interaksi perlakuan W1M2 (waktu simpan satu hari dengan jenis minyak kelapa) dengan nilai rata-rata 60,016% dan terendah pada interaksi perlakuan W3M1 (waktu simpan sepuluh hari dengan jenis minyak sawit). Kadar protein tertinggi pada interaksi perlakuan W1M2 (waktu simpan satu hari dengan jenis minyak kelapa) dengan nilai rata-rata 10,24% dan terendah pada interaksi perlakuan W3M1 (waktu simpan sepuluh hari dengan jenis minyak sawit) dengan nilai rata-rata 8,37%.
ANALISIS SIFAT KIMIA DODOL LABU KUNING DENGAN PENAMBAHAN ISOLATE SOY PROTEIN SEBAGAI MAKANAN TRADISIONAL TINGGI PROTEIN Prayoga, Putri Regina; Murtado, Asep Dodo; Yani, Ade Vera
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 12, No 1 (2023): Edible: Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v12i1.8215

Abstract

Dodol merupakan makanan tardisional yang cukup popular di berbagai kalangan masyarakat Indonesia yang dikenal dengan olahan pangan yang dibuat dari campuran tepung beras ketan putih, gula, santan kelapa, yang dididihkan hingga menjadi kental dan tidak lengket dengan tekstur padat dan kenyal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dodol labu kuning terbaik berdasarkan sifat kimia dengan penambahan isolate soy protein. Metode yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara Non Faktorial dengan lima perlakuan yaitu T0 (dodol labu kuning tanpa penambahan isolate soy protein), T1 (penambahan isolate soy protein 2%), T2 (penambahan isolate soy protein 4%), T3 (penambahan isolate soy protein 6%), dan T4 (penambahan isolate soy protein 8%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan isolate soy protein berpengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar protein. Nilai kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan T0 dengan rata-rata 24,98%. Nilai kadar protein tertinggi terdapat pada perlakuan T4 dengan rata-rata 30,15%.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium Sativum L) DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP UMUR SIMPAN PEMPEK IKAN GABUS Della, Permata; Murtado, Asep Dodo; suyatno, suyatno
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 12, No 1 (2023): Edible: Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v12i1.7356

Abstract

Pempek merupakan makanan tradisional khas Palembang Sumatera Selatan yang terkenal di seluruh Indonesia. pempek dibuat dari campuran bahan dasar seperti daging ikan giling, tepung tapioka, garam dan bumbu penyedap yang kemudian dimasak dengan cara direbus. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak bawang putih (Allium sativum L) dan lama perendaman terhadap umur simpan pempek ikan gabus. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium kimia Universitas Muhammadiyah Palembang dan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan. Metode yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara Faktorial dengan sembilan kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Faktor perlakuan yang diamati yaitu konsentrasi ekstrak bawang putih antara lain E1 = 10%, E2 = 30% dan E3 = 50% dan lama perendaman antara lain L1 = 10 menit, L2 = 20 menit dan L3 = 30 menit. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah uji kimia yaitu meliputi kadar air serta keberadaan lendir secara visual. Berdasarkan hasil analisis kadar air tertinggi pada interaksi perlakuan E1L1 (nilai rata-rata 59,139%) dan terendah pada interaksi perlakuan E3L3 (nilai rata-rata 54,323%). Interaksi perlakuan E3L3 (konsentrasi ekstrak bawang putih 50% dan lama perendaman 30 menit) pada hari ke 11 penyimpanan pada suhu dingin belum mengalami terdapat lendir di permukaan pempek ikan gabus. Sedangkan interaksi perlakuan lainnya sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan pempek ikan gabus pada penyimpanan hari ke 10, kerusakannya semakin meningkat dengan bertambahnya waktu simpan. Interaksi perlakuan E3L3 (konsentrasi ekstrak bawang putih 50% dan lama perendaman 30 menit) menghasilkan pempek dengan umur simpan terbaik yaitu selama 12 hari.
SIFAT ORGANOLEPTIK DODOL TEPUNG BERAS MERAH (Oryza glaberrima) DENGAN PENAMBAHAN ISOLATE SOY PROTEIN Wijayanti, Puji; Murtado, Asep Dodo; suyatno, suyatno
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 11, No 1 (2022): Edible: Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v11i1.8239

Abstract

Dodol adalah pangan semi basah berbentuk padatan dodol pada umumnya terbuat dari tepung beras ketan, gula, dan santan sehingga dodol memiliki rasa manis, gurih dan  legit. Dodol yang sering ditemui pada umumya adalah dodol yang terbuat dari tepung beras ketan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan isolate soy protein (ISP) pada sifat organoleptik tepung beras merah (Oryza glaberrima). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan lima perlakuan yaitu D0 (tanpa penambahan ISP), D1 (penambahan 2 g ISP), D2 (penambahan 4 g ISP), D3 (penambahan 6 g ISP), dan D4 (penambahan 8 g ISP) yang dianalisis secara organoleptik diulang sebanyak jumlah panelis. Parameter penelitian ini menggunakan uji hedonik meliputi aroma, rasa, warna dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan paling disukai adalah D0 (dodol tepung beras merah tanpa penambahan ISP ) dengan rata-rata nilai karakteristik warna 4,04, aroma 4,20, rasa 4,12 sedangkan pada tekstur perlakuan paling disukai adalah D4 (dodol tepung beras merah + 8 g isolate soy protein) dengan rata-rata nilai karakteristik 3,72. Respon tingkat kesukaan panelis semakin menurun terhadap warna, aroma dan rasa, seiring dengan semakin banyak ISP yang ditambahkan pada dodol beras merah. sebaliknya, respon tingkat kesukaan panelis semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah ISP yang digunakan.
KARAKTERISTIK SENSORIS PEMPEK IKAN KAKAP MERAH (LUTJANUS CAMPECHANUS) DENGAN PENAMBAHAN ISOLATE SOY PROTEIN Rahman, Rike; Murtado, Asep Dodo
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 13, No 1 (2024): Edible : Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v13i1.9239

Abstract

Pempek merupakan makanan tradisional Kota Palembang yang mengandung protein hewani asal ikan. Inovasi teknologi guna memperbaiki tekstur dan meningkatkan nilai gizi pempek merupakan salah satu upaya pengembangan pangan tradisional. Upaya ini dilakukan dengan penambahan isolate soy protein (ISP).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sensoris pempek ikan kakap merah (Lutjanus campechanus) dengan penambahan ISP. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara Non Faktorial dengan lima perlakuan yaitu P0 (tanpa penambahan isolate soy protein), P1 (isolate soy protein 2%), P2 ( isolate soy protein 4%), P3 (isolate soy protein 6%), dan  P4 ( isolate soy protein 8%). Parameter yang diamati mutu sensoris dengan uji hedonik terhadap warna, aroma, rasa, dan kekenyalan. Hasil menunjukan bahwa perlakuan paling disukai adalah P4  (penambahan isolate soy protein 8%) dengan rata-rata nilai karakteristik warna (3,84), aroma (3,24), rasa (3,84), dan kekenyalan (3,84), masing-masing dengan kategori disukai.
KARAKTERISTIK KIMIA PEMPEK IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus var ) DENGAN PENAMBAHAN ISOLATE SOY PROTEIN Haisa, Haisa; Murtado, Asep Dodo
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 13, No 2 (2024): Edible : Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v13i2.9254

Abstract

Pempek merupakan makanan khas Palembang. Umumnya terbuat dari ikan gabus, tenggiri dan ikan kakap. Upaya inovasi produk pempek dengan ikan budidaya seperti ikan lele sangkuriang yang melimpah dan mudah diperoleh serta penambahan Isolate Soy Protein (ISP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Isolate Soy Protein terhadap karakteristik kimia pempek ikan lele. Metode yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan 5 perlakuan yaitu V0 (0 % ISP), V1 (2 % ISP), V2 (4% ISP), V3 (6% ISP) dan V4 (8% ISP) dan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah kadar protein dan kadar air pempek yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ISP berpengaruh nyata terhadap karakteristik kimia pempek ikan lele. Kadar protein tertinggi terdapat pada perlakuan V4 dengan nilai rata-rata 20,19% dan terendah pada dengan nilai rata-rata 11,36%. Kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan V0 dengan nilai rata-rata 60,17% dan terendah pada perlakuan V4 dengan nilai rata-rata 55,99%.
SIFAT SENSORIS PEMPEK IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson) DENGAN PENAMBAHAN ISOLATE SOY PROTEIN Murtado, Asep Dodo
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 14, No 2 (2025): Edible : Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v14i2.10895

Abstract

Inovasi pempek harus terus dikembangkan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu kimia (nilai gizi) maupun mutu sensorisnya. Salah satu upaya tersebut yaitu dengan menambahkan  isolate soy protein (ISP) pada pembuatan pempek ikan tenggiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan isolate soy protein pada mutu sensori pempek tenggiri dan penerimaan panelis terhadap warna, aroma, rasa dan kekenyalannnya. Metode uji sensori atau organoleptik yang digunakan adalah uji hedonik dengan parameter warna, aroma, rasa dan kekenyalan pempek pada lima perlakuan penambahan isolate soy protein yaitu I0 (0 %), I1 (2 %), I2 (4 %), I3 (6 %), dan I4 (8 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ISP berpengaruh nyata terhadap warna, aroma, rasa dan kekenyalan pempek tenggiri. Respon skor penilaian kesukaan tertinggi panelis terhadap  warna, aroma, rasa dan kekenyalan terdapat pada perlakuan I2 masing-masing dengan nilai rata-rata 4,12 (kriteria disukai panelis), 3,92 (kriteria agak disukai panelis), 4,08 (kriteria disukai panelis) dan 4,20 (kriteria disukai panelis).