Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMANFAATAN PLANKTON DAN PERIPHYTON SEBAGAI BIOINDIKATOR LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA DI MUARA SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT Marniati, Patrisia; Adijaya, Mardan; Padmarsari, Widadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.43551

Abstract

The Kakap River estuary is a densely populated estuary with various kinds of community activities, which have the impact of reducing water quality and causes pollution. To see the level of pollution in these waters, one of the methods used is using plankton and periphyton as bioindicators. The purpose of this study was to determine the class composition, and saprobic coefficient for plankton and periphyton in the Kakap River Estuary, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. The method used was purposive random sampling. The research location is divided into 4 stations based on the estimated opportunity opportunities information. The research was conducted in March, April and June 2020 at the Kakap River Estuary, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. Based on the research, the plankton composition found consisted of 10 phytoplankton classes and 8 classes including zooplankton. The periphyton composition found consisted of 8 classes. The saprobic coefficient of plankton is in the α / β-mesosaprobic phase with moderate pollution levels of organic and inorganic materials. The saprobic coefficients of the periphyton phase are in the α "“ mesosaprobic phase and the poly- microbic phase with the pollution level of heavy enough to very heavy organic matter. Key words: Plankton, Periphyton, Bioindicators, Organic Waste.
Inventarisasi Jenis Ikan Hasil Tangkapan Nelayan Di Taman Nasional Danau Sentarum Veronica, Velda; Padmarsari, Widadi; Sirojul, Ahmad Mulyadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.58216

Abstract

Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) terletak di dataran banjir Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) seluas 132.000 hektar terdiri atas sekumpulan danau musiman dan beberapa formasi hutan rawa yang unik dan kaya akan keanekaragaman hayati (Giesen and Aglionby). Selain itu, di dalam kawasan terdapat juga beberapa bukit yang merupakan habitat dari hutan meranti dan kerangas. Sejak tahun 194, kawasan ini telah dinyatakan sebagai situs ramsar, sebagai bukti pengakuan masyarakat internasional sebagai lahan basah yang penting bagi pelestarian keanekaragaman hayati. Taman Nasional Danau Sentarum mendukung industri perikanan tradisional skala besar dan menjadi penyumbang sumberdaya perikanan air tawar terbesar di Kalimantan Barat. Taman Nasional Danau Sentarum adalah tempat hidup ikan arwana (Scleropages formosus) jenis super merah (super red dragon fish) yang harganya sangat mahal, dan termasuk dalam daftar CITES. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis ikan hasil tangkapan nelayan di Taman Nasional Danau Sentarum Kapuas Hulu. Penelitian telah dilaksanakan selama 2 bulan di Taman Nasional Danau Sentarum dan identifikasi ikan di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive berdasarkan informasi dari masyarakat dan hasil penelitian terdahulu. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan survey lapangan, pengambilan dan pemeriksaan sampel ikan dan kualitas fisika dan kimia perairan. Variabel pengamatan dilakukan dengan pengamatan jenis ikan, jumlah individu disetiap spesies, parameter fisika dan kimia perairan Danau Sentarum, pemanfaatan ikan dan status konservasi. Berdasarkan hasil penelitian hasil penelitian tangkapan nelayan di Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), ditemukan ikan sebanyak 17300 ekor yang termasuk kedalam 69 spesies dan 22 famili. Ikan famili Cyprinidae yang paling banyak diperoleh yaitu 29 spesies.