Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PKM Teknik Cepat dan Mudah Dalam Menghafal Al Qur’an Berbasis Multimedia di Rumah Tahfidz Ahlamy Purnama Soiswaty, Dwi; Ifna, Nur Ifna; Ridwansyah, Ridwansyah; Sabril, Aulia; Labusab, Labusab
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat (AbdiMas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v2i2.5759

Abstract

Mengajarkan anak-anak dalam membaca dan menghafalkan Al Qur’an yang dimulai sejak usia dini merupakan hal yang terbaik dilakukan, karena di usia dini terutama usia balita lebih mudah menerima dan cepat dalam menangkap bacaan-bacaan Al Qur’an. Hal inilah sehingga banyak orang tua mendaftarkan anaknya di lembaga-lembaga tahfidz selagi masih usia anak-anak. Sasaran pengabdi adalah Rumah Tahfidz Balita dan Anak Ahlamy yang merupakan mitra dari pengabdi. Di rumah tahfidz Ahlamy menggunakan metode talaqi dalam mengajar, dengan metode ini anak-anak sangat sulit dalam mencapai target hafalan dengan cepat. Anak usia balita dalam mendengarkan bacaan Al Qur’an lebih mudah dengan cara melihat dan mendengar. Dari hal inilah sehingga pengusul memberikan solusi program pembelajaran melalui teknik menghafal Al Qur’an berbasis multimedia sehingga anak-anak usia dini menjadi lebih mudah dan cepat dalam menghafal Al Qur’an dan mengurangi adanya perasaan jenuh, dan bosan. Kegiatan ini akan dilakukan secara langsung dalam bentuk pelatihan kepada guru-guru tahfidz, mempraktekkan secara langsung kepada anak-anak santri dari segala usia (dimulai usia 4 sampai 15 tahun) dari mitra, sehingga dapat membantu dalam mensukseskan dan memudahkan kepada mitra dan masyarakat di Rumah Tahfidz Balita dan Anak Ahlamy.
Case Study on Creating Flowcharts for Mobile Robot Line Follower Using Robomind Simulator and Non Simulator Fischertechnik Sabril, Aulia; Suhaeb, Sutarsi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2080

Abstract

Robot programming generally begins with creating a flowchart to define the robot's technical functions before implementing it using programming languages such as C, Ruby, or others. However, this approach has weaknesses as it requires significant time, cost, and effort, making it less efficient and effective. One solution to overcome this issue is by directly using flowcharts in the programming process. Educational toys based on Brick, such as Fischertechnik, have adopted this concept, allowing programs to be more readable, systematic, easily modified, and facilitating error identification. This study aims to compare manually created flowcharts in the Robomind simulator with those implemented using non-simulator Fischertechnik devices for the same function, namely as a mobile robot line follower. The study results indicate differences in the form and implementation of flowcharts between these two approaches. For future research, it is proposed to further compare flowcharts created in the Robomind simulator and directly uploaded to non-simulator Fischertechnik devices for the same tasks.
Sistem Irigasi Otomatis IoT Off-Grid untuk Optimalisasi Budidaya Cabai di Wilayah Pedesaan Tanpa Listrik Samad, Putri; Jayadi, Karta; Arnanto, Ganggang Canggi; Sabril, Aulia; Sukma, Indra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (AbdiMas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v3i2.10522

Abstract

Kegiatan ini menerapkan sistem irigasi otomatis berbasis Internet of Things (IoT) pada lahan cabai di Dusun Matanre yang tidak memiliki akses listrik. Sistem memadukan sensor kelembapan tanah, mikrokontroler ESP32, pompa submersible, jaringan irigasi tetes, dan genset sebagai sumber daya. Pelaksanaan meliputi edukasi, pelatihan teknis, instalasi perangkat, difusi teknologi, serta pendampingan operasional. Hasil menunjukkan peningkatan efisiensi air sebesar 35%, penurunan konsumsi bahan bakar hingga 30%, dan pengurangan beban kerja harian dari empat jam menjadi sekitar satu jam. Produktivitas meningkat dari 200 kg/ha menjadi 800 kg/ha dalam satu musim tanam. Pelatihan berbasis praktik langsung membuat 92% peserta mampu mengoperasikan dan merawat sistem secara mandiri. Implementasi ini membuktikan bahwa teknologi IoT dapat berfungsi efektif sebagai teknologi tepat guna pada wilayah pedesaan non-elektrifikasi.