Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Inovasi Sosial untuk Peningkatan Layanan Publik Melalui Teknologi Digital di Kecamatan Sawoo Ponorogo Jawa Timur Rohmanu, Abid; Hariyanto, Wahid; Supriati, Eny; Antikasari, Tiara Widya; Jamianto, Jamianto; Napitupulu, Pesta Asni W; Mintyastuti, Dyah Sri
Cakrawala Vol. 17 No. 2: Desember 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v17i2.559

Abstract

Riset ini bertujuan mendalami inovasi sosial, faktor pendukung dan penghambat, dan model pengembangan inovasi sosial program desa digital untuk transformasi digital layanan publik di Kecamatan Sawoo Ponorogo. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi situs. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam. Teknik interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penentuan kesimpulan. Hasil menunjukkan inovasi layanan publik berbasis teknologi informasi dilatarbelakangi masalah topografi, dan kebijakan pemerintah pusat. Membutuhkan inovasi sosial (orkestrasi sosial) yang melibatkan antar pemangku kepentingan, yakni: 1) Agen aktif (Camat&Kepala Desa) sebagai pencetus, pengembangan, dan sosialisasi; 2) Agen validasi (Pemerintah Kecamatan) untuk coordinate dan institutionalize; 3) Agen pendukung PT Razen sebagai supplier program, Dinas Kominfo sebagai penyedia akses internet dan pengembang aplikasi, Kemendagri dan Dinas Pendukcapil sebagai pemberi wewenang pembukaan dan penyediaan akses data kependudukan. Faktor pendukung adanya kesadaran kolektif, dan pendanaan desa. Faktor penghambat belum ada jaminan sustainibilitas program, SDM dan infrastruktur jaringan internet. Model pengembangan, yakni: Pertama, membangun ekosistem inovasi untuk pengembangan transformasi: 1) layanan manual to digital; 2) manajemen; 3) model layanan; 4) struktur. Peran dan fungsi ekosistem digital meliputi: Knowledge Team, Business Team, dan Service Team. Kedua, transformasi digital sebagai bentuk rekaya sosial (social engineering), perubahan praktik dan perilaku sosial dalam status socially legitimed yang tidak bersifat parsial-isolatif, tetapi adanya umpan balik positif. Pada tingkat rekayasa sosial berada pada level apropriasi ditandai adanya perubahan pola pikir, perubahan perilaku dan dan perubahan budaya.
Multidimensional Change Management Strategies of School Superintendents in Strengthening Standards Process in Post-Covid-19 Era: A Phenomenological Study in Ponorogo Yahya, Fata Asyrofi; Hariyanto, Wahid
EDUKASIA Vol 20, No 2 (2025): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v20i2.33396

Abstract

This study aims to explore the efforts of school superintendents in managing the changes caused by the Covid-19 pandemic, which has led to a decline in the quality of process standards in schools, and to measure the results. Examining the issue of declining the quality of process standard by using change management strategy has not been conducted in earlier studies. This research used a qualitative approach with a phenomenological type. This research took place at elementary school in Ponorogo. The informants in this research consisted of school superintendents who are members of Ponorogo Branch of the Indonesian School Supervisors Association (APSI) as well as principals of elementary schools in Ponorogo. The results of this research revealed that: first, school supervisors have managed the changes that occur in their target schools through ADKAR steps combined with technology, namely: awareness, desire, knowledge, ability and reinforcement which are supported by using information technology. Second, the success of change management in improving the quality of process standards could be divided into three points, namely improvement, stagnation and decline.