Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PERBANDINGAN KONSENTRASI PELARUT TERHADAP RENDEMEN DAN HASIL SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK DAUN KERSEN (Mutingia calabura) Heradewi Lupitasari; Azzahra, Fara
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1110

Abstract

Daun kersen mempunyai kandungan kimia seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Kandungan kimia pada tanaman salah satunya dapat diperoleh melalui proses ekstraksi. Perbedaan konsentrasi pelarut pada proses ekstraksi dapat mempengaruhi rendemen serta kandungan kimia pada ekstrak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pelarut terhadap rendemen dan kandungan kimia daun kersen (Mutingia calabura). Jenis penelitian ini menggunakan post test only design. Ekstraksi daun kersen menggunakan pelarut etanol 70% dan 96%. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi selama 3x24 jam. Ekstrak yang diperoleh diuapkan dengan cara dianginkan, hingga ekstrak kental. Ekstrak kental dihitung rendemen dan skrining fitokimia. Nilai rendemen dianalisis secara statistik menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil skrining fitokimia berupa kandungan kimia ekstrak daun kersen etanol 70% dan 96% disajikan secara deskriptif. Rendemen ekstrak daun kersen etanol 70% dan 96% berturut-turut, yaitu 3,36±0,01% dan 2,52±0,07%. Hasil analisis statistik diperoleh nilai sig<0,05, hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi pelarut berpengaruh pada rendemen ekstrak daun kersen pada konsentrasi etanol 70% dan 96%. Ekstrak daun kersen pada kedua konsentrasi etanol mengandung senyawa fenolik, flavonoid, tanin, dan steroid. Ekstrak daun kersen dengan konsentrasi etanol 96% tidak mengandung senyawa saponin. Kesimpulan penelitian ini, konsentrasi pelarut berpengaruh terhadap rendemen dan kandungan kimia ekstrak daun kersen.
Cytotoxic Potential of Combination of Hibiscus sabdariffa L. Extract and Cisplatin against HeLa Cervical Cancer Cell Line: A Study of Antiproliferative Activity and Apoptosis Induction Nurani, Laela Hayu; Azzahra, Fara; Utami, Dwi; Edityaningrum, Citra Ariani; Guntarti, Any; Irham, Lalu Muhammad; Daud, Intan; Khairurrizki, Amanda; Putra, Ichsan Luqmana Indra; Ismiyati, Nur; Rofida, Siti; Sugiyanto, Sugiyanto
Majalah Obat Tradisional Vol 30, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mot.92440

Abstract

Cervical cancer is one of the most prevalent cancer types, making the development of effective anticancer agents critical. Cisplatin (CIS) is a drug that has been used to treat cancer, but it also affects normal cells. Hibiscus sabdariffa L. extract (HSE), which has the potential as an anticancer agent, can be developed as a co-chemotherapy with CIS. This study aimed to determine the potential of HSE as a co-chemotherapy with CIS against HeLa cervical cancer cells and determine specific and non-specific parameters of the studied extract. Hibiscus sabdariffa L. (HS) simplicia powder was macerated with 96% ethanol. An in vitro evaluation was carried out on antiproliferative activity by calculating the doubling time. Additionally, a selectivity test was conducted to calculate combination index (CI) values based on the microtetrazolium (MTT) method. Apoptosis mechanisms were explored based on immunocytochemical methods using p53, caspase, and Bax antibodies, followed by an observation of apoptotic induction using a flow cytometer. The HSE and CIS selectivity index values obtained for Vero cells and HeLa cells were 209 and 278, respectively. The antiproliferation test results showed that the combination of HSE and CIS could better extend the doubling time of cells compared to the negative control. This combination also demonstrated a strong synergistic effect, with a CI value of 0.001. The extract as a co-chemotherapy with CIS was capable of increasing the expression of p53, caspase-3, and Bax. The flow cytometry analysis results indicated that HSE could induce apoptosis. Based on the results on the IC50 and CI value of HSE, as well as on the doubling time and apoptosis induction of HSE-influenced HeLa cells, it is concluded that HSE has the potential as a co-chemotherapy against cervical cancer.
Formulasi Dan Uji Sifat Fisikokimia Sediaan Krim Ekstrak Daun Katuk (Sauropus Androgynous (L.) Merr.) Dengan Variasi Konsentrasi Asam Stearat Artanti, Erin Dwi; Azzahra, Fara
PHARMANAJA : PHARMACEUTICAL JOURNAL OF UNAJA Vol. 1 No. 2 (2022): PHARMANAJA : PHARMACEUTICAL JOURNAL OF UNAJA
Publisher : Program Studi Farmasi UNAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Background: Katuk leaf extract is formulated into a cream preparation to facilitate its use. Cream preparations need a base, the base used is stearic acid with variation concentrations of F1 (10%), F2 (12,5), and F3 (15%). Formulation and evaluation of cream preparations need to ensure that cream preparations have good quality so that their pharmacological effects can be achieved. Objective: The study aims to determine the physicochemical properties of the preparation of katuk leaf extract cream with variations in the concentration of stearic acid. Method: Experimental research using the Posttest Only Design method by testing the physicochemical properties of the cream of katuk leaf extract with variations in the concentration of stearic acid. Results: The result showed that the cream of katuk leaf extract in the 3 formulas was green, had a distinctive smell, was homogeneous, had a slightly thick form at F1 and thick at F2 and F3. The result of the pH values and the diameter of the spread of cream preparations on F1,F2, and F3 respectively were in the range of 7,22 ± 0,04 – 7,15 ± 0,06 and 6,49 ± 0,14 cm - 5,50 ± 0,52 cm. These result meet the requirements of pH and diameter of spread. Conclusion: The conclusion of the study is that the preparation of katuk leaf extract cream with various concentrations of stearic acid met the requirements for physicochemical properties which included organoleptic, homogeneity, pH and diameter of spread. Variations in the concentration of stearic acid affect the diameter of the spread.
Kombinasi Senyawa Antikanker dengan Tanaman Genus Hibiscus: Narrative Review Azzahra, Fara
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 2 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i2.339

Abstract

Pendahuluan: Kanker masih menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Angka kejadian kanker masih tinggi mendorong untuk pengembangan obat antikanker yang lebih selektif dalam melawan sel kanker tanpa merusak jaringan normal. Saat ini, pengobatan kanker  menggunakan obat kemoterapi, tetapi penggunaannya menyebabkan efek samping. Untuk meminimalkan efek samping tersebut diperlukan adanya strategi kombinasi senyawa antikanker. Tanaman genus Hibiscus diketahui mengandung senyawa kimia yang memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker. Tanaman genus Hibiscus dapat dikombinasi dengan beberapa senyawa antikanker untuk meningkatkan efektivitas pengobatan tanpa menimbulkan efek samping. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek kombinasi tanaman genus Hibiscus dengan senyawa antikanker berdasarkan studi literatur. Metode: Metode penelitian ini menggunakan Literature Review dengan desain penelitian Narrative Review. Sumber data artikel melalui Google, Google Scholar dan Pubmed dengan waktu terbitan tahun 2013-2023. Kata kunci yang digunakan, yaitu “combination, hibiscus, cancer”. Artikel dipilih merupakan artikel yang relevan dan dipublikasikan dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Hasil: Berdasarkan hasil penelusuran diperoleh sebanyak 4 artikel melaporkan tanaman genus Hibiscus, yaitu Hibiscus sabdariffa, Hibiscus rosa-sinensis, dan Hibiscus articulatus jika dikombinasikan dengan senyawa antikanker dapat meningkatkan efektivitasnya. Kesimpulan: Pengkombinasian kombinasi tanaman Hibiscus dengan senyawa antikanker, dapat meningkatkan efektifitas dan mengurangi toksisitas.
Uji Sifat Fisikokimia Sediaan Lotion Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus) Dengan Variasi Konsentrasi Asam Stearat Kusumaningtiyas, Desiana Hari; Azzahra, Fara
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 3 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i3.414

Abstract

Pendahuluan: Daun katuk mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Antioksidan diketahui dapat berperan sebagai pelindung dari paparan radikal bebas pada kulit, untuk memudahkan penggunaanya sebagai antioksidan dibuat menjadi sediaan lotion.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fisikokimia lotion ekstrak daun katuk dengan variasi konsentrasi asam stearat berdasar pengujian organoleptis, homogenitas, pH, dan diameter sebar. Metode: Metode penelitian ini menggunakan menggunakan Posttest Only Group Design. Ekstraksi serbuk daun katuk dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, di formulasi  menjadi sediaan lotion dengan variasi konsentrasi asam stearat F1 (5%), F2 (7,5%), F3 (10%). Pengujian organoleptis dan homogenitas dianalisis secara deskriptif, pH dan diameter sebar dianalisis secara statistik menggunakan Oneway-ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil: Hasil pengujian menunjukkan sediaan lotion berwarna hijau tua, bau khas daun katuk, tekstur F1 dan F2 agak kental, F3 kental, uji homogenitas tidak homogen, pH pada F1,F2,F3 berturut-turut,yaitu 5,16±0,01; 5,10±0,01dan 5,04±0,01, diameter sebar didapatkan hasil yang memenuhi syarat pada F1, F2, F3 berturut-turut yaitu 8,27±0,08 cm; 8,13±0,05 cm; 6,69±0,18 cm. Kesimpulan: Sediaan lotion ekstrak daun katuk pada F1, F2, F3 memenuhi persyaratan fisikokimia pada pengujian organoleptis, pH, diameter sebar, tetapi tidak memenuhi persyaratan fisikokimia pada uji homogenitas.