Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

KINERJA PELAYANAN KECAMATAN GIRIWOYO KABUPATEN WONOGIRI Studi Kasus Pelayanan Pembuatan E-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) Astuti, Wahyu Tri; Winarni, Liliek
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pelayanan pembuatan e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) di Kantor Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri. dengan menggunakan teori dari Zaithaml (dalam Ratminto 2006:175-176) tentang 10 indikator kinerja pelayanan yang kemudian peneliti menyederhanakan di beberapa sub indikator kinerja pelayanan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data yaitu wawancara langsung dengan pengguna pelayanan dan penyedia pelayanan, dengan dokumentasi. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil dari ke sepuluh pengukuran melalui indikator kinerja pelayanan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pelayanan e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) sudah sesuai dengan keinginan pengguna layanan/masyarakat. Ini berarti kinerja pelayanan petugas Kecamatan Giriwoyo dapat dikatakan sudah baik. Kata Kunci : Kinerja, Pelayanan, e-KTP
Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Balita Usia 1-5 Tahun Astuti, Wahyu Tri; Siswanto, Siswanto
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.104

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah radang akut saluran pernafasan atas maupun bawah yang disebabkan oleh faktor individu anak dan faktor lingkungan. Salah satu penyebab yang menjadi perhatian adalah kebiasaan merokok. Selain itu, data Riskesdas tahun 2013 menyebutkan bahwa 85% rumah tangga di Indonesia terpapar asap rokok, estimasinya 8 perokok meninggal karena perokok aktif dan 1 perokok meninggal karena terpapar asap rokok orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok anggota keluarga dengan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita usia 1-5 tahun. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Kriteria inklusi yaitu ibu yang mempunyai balita yang berusia 1-5 tahun yang menderita ISPA, jika di dalam 1 keluarga memiliki 2 balita maka keduanya dapat dijadikan sebagai sampel apabila orang tua balita menyetujuinya dan balita yang tinggal satu rumah dengan anggota keluarga yang merokok, dengan sampel sebesar 82 responden. Analisa Bivariat dilakukan untuk melihat adanya hubungan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi balita yang ISPA lebih banyak ditemukan pada balita yang terpapar asap rokok (65,8%) dibandingkan dengan yang tidak terpapar asap rokok (3,67%). Berdasarkan pengujian Chi Square diperoleh nilai signifikansi adalah 0,000 yang lebih kecil dari 5%. Hal ini menunjukkan adanya hubungan kebiasaan merokok anggota keluarga di dalam rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Sidosari, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang.
Dampak Dukungan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Keperawatan Tingkat VI Syamsudin, Syamsudin; Rachmawanto, Wahyu; Astuti, Wahyu Tri
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.106

Abstract

Kebanyakan mahasiswa memiliki kebiasaan bermain media sosial dan game sehingga anak menjadi malas untuk belajar. Hal ini membuat anak mengalami kesulitan belajar dan prestasi belajar menurun. Mahasiswa memerlukan dukungan orang tua dalam mencapai prestasi belajar, baik berupa dukungan emosional, informasi, material, maupun sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap prestasi belajar mahasiswa tingkat III Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian diambil dengan teknik total sampling sebanyak 67 mahasiswa. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa dukungan keluarga sedang (46,3%) dapat membuat mahasiswa mempunyai prestasi belajar yang baik (25,3%) dengan IPK 3,00-3,49, sedangkan dukungan keluarga yang baik hanya menghasilkan 9% mahasiswa berprestasi baik sekali (cumlaude). Lebih lanjut, hasil uji chi square membuktikan bahwa dukungan keluarga berkorelasi positif dengan prestasi mahasiswa.
Penerapan Pendidikan Kesehatan Untuk Mengatasi Masalah Utama Defisit Pengetahuan Pada Pasien Kejang Demam Astuti, Wahyu Tri; Hastuti, Tulus Puji; Khusniyadi, Nida
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.159

Abstract

Kejang demam adalah bangkitan kejang pada anak berumur 6 bulan sampai 5 tahun yang mengalami kenaikan suhu tubuh diatas 38°C, menyebabkan kerusakan sel otak karena aliran darah pada otak tidak lancar. Faktor-faktor yang mempengaruhi upaya orang tua dalam penanganan kejang demam diantaranya adalah pengetahuan, kemampuan orang tua dalam penanganan kejang demam harus didasari pengetahuan yang benar tentang kejang demam. Tingkat pengetahuan orang tua juga dipengaruhi kurangnya informasi yang diterima oleh orang tua. Tujuan : menggambarkan pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan pada pasien kejang demam. Metode : deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian 2 pasien menggunakan non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling pada pasien paska kejang demam di Ruang Aster 6 Rumah Sakit Umum Tidar Kota Magelang, instrumen digunakan SAP kejang demam, format pengkajian asuhan keperawatan, dan format penilaian tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan ibu tentang kejang demam. Hasil : kedua responden memenuhi kriteria inklusi untuk dijadikan subjek studi kasus, pengkajian keperawatan didapatkan hasil pada pasien ibu An. M menanyakan masalah yang dihadapi An. M, belum mengetahui tentang cara penanganan kejang demam demam, dan pada pasien ibu An. F tidak mengetahui penyebab dari kejang demam dan cara penanganan kejang demam. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi. Kondisi sebelum pelaksanaan tindakan pada ibu An. M dan ibu An. F didapatkan tingkat pengetahuan ibu An. M 50% (kurang) dan ibu An. F didapatkan tingkat pengetahuan 25% (kurang). Pelaksanaan tindakan berdasarkan perencanaan keperawatan yaitu edukasi kesehatan dengan penerapan pendidikan kesehatan. Simpulan : Kondisi setelah pelaksanaan pada ibu An. M dan ibu An. F didapatkan hasil mengalami tingkat pengetahuan meningakat, ibu An. M dari tingkat pengetahuan 50% menjadi 86% dan ibu An. F dari tingkat pengetahuan 25% menjadi 73%.
Profil Status Gizi Dan Kualitas Hidup Anak Penderita Talasemia Purnamasari, Ika; Peperawati, Pratiwi Rita; Astuti, Wahyu Tri
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.177

Abstract

Abstrak Talasemia merupakan kelainan genetik yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan dapat mempengaruhi aspek pertumbuhan dan kualitas hidup anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil status gizi dan kualitas hidup anak penderita talasemia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan seluruh pasien anak talasemia di RSUD Temanggung berjumlah 15 pasien. Pengambilan data dengan kuesioner profil pertumbuhan dan instrumen Pediatric Quality of Life Inventory 4.0 Generic Core Scales (PedsQL). Data dianalisis secara deskriptif dengan distribusi frekuensi, penghitungan status gizi dan skoring instrumen PedsQL. Hasil penelitian menunjukkan responden berjumlah 15 pasien anak dengan usia sebagian besar pada kelompok usia sekolah (9,3 th). Kadar hemoglobin (Hb) pra tranfusi rata-rata 8,11 gr/dl dan 80% responden melakukan tranfusi setiap 4 minggu. Usia diagnosis paling banyak terjadi pada usia 3 tahun. Profil status gizi berdasarkan IMT dijumpai 20% status gizi gemuk, 20% status gizi kurus dan 60% status gizi normal. 80% responden memiliki riwayat berat dan panjang lahir normal. Berdasarkan analisis PedsQL laporan anak, terdapat 33,3% anak memiliki kualitas hidup buruk dengan skor rata-rata 56,1 dan 66,7% memiliki kualitas hidup baik dengan skor rata-rata 88,8. Sedangkan berdasarkan laporan orang tua, 26,7% memiliki kualitas hidup buruk dengan skor 63,9 dan 73,3 % memiliki kualitas hidup baik dengan skor 84,3. Adapun skor terendah berada pada fungsi sekolah yaitu sebesar 69,7 (buruk). Profil status gizi berdasarkan IMT sebagian besar anak berstatus gizi normal. Kualitas hidup anak talasemia pada kategori baik berdasarkan laporan anak dan orang tua. Hasil ini sebagai dasar bagi perawat dalam memberikan intervensi keperawatan. Kata Kunci: anak talasemia; kualitas hidup; profil status gizi Abstract Thalassemia is a genetic disorder that requires long-term treatment and can affect aspects of a child's growth and quality of life. This study aims at describing the nutritional status profile and quality of life of children with thalassemia. This research was a descriptive study with a cross-sectional approach involving all 15 thalassemia pediatric patients at Temanggung Regional Hospital. Data were collected using a growth profile questionnaire and the Pediatric Quality of Life Inventory 4.0 Generic Core Scales (PedsQL) instrument. Data were analyzed descriptively using frequency distribution, calculating nutritional status and scoring the PedsQL instrument. The research results showed that the respondents were 15 pediatric patients, most of them were in the school age group (9.3 years). Pre-transfusion hemoglobin (Hb) levels averaged 8.11 gr/dl and 80% of respondents underwent transfusions every 4 weeks. The most common age of diagnosis was 3 years old. The growth profile based on BMI found 20% fat nutritional status, 20% thin nutritional status and 60% normal nutritional status. 80% of respondents had a history of normal birth weight and length. Based on PedsQL analysis of children's reports, 33.3% of children had poor quality of life with an average score of 56.1 and 66.7% had good quality of life with an average score of 88.8. Meanwhile, based on parent reports, 26.7% had a poor quality of life with a score of 63.9 and 73.3% had a good quality of life with a score of 84.3. The lowest score was for school function, namely 69.7 (bad). The nutritional status profile based on BMI of most children has normal nutritional status. The quality of life of thalassemia children is in the good category based on child and parent reports. These results as the basis data for nurses in providing nursing interventions. Keywords : children with thalassemia, quality of life, profile of nutrition status
SENAM TERA DENGAN PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA LANSIA DIABETES MILLITUS Astuti, Wahyu Tri; Nurhayati, Lis; Ergi Fitri, Ariska Khoirina; Alfero Sugiyanto, Kristian Erwin
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.116

Abstract

Latar Belakang : Diabetes militus dapat terjadi akibat kerusakan sel beta pankreas karena faktor autoimun, genetik atau idiopatik dan resistensi insulin terkait perubahan gaya hidup. Dampak jika terjadi peningkatan kadar glukosa darah dapat menimbulkan gangguan pada organ tubuh, termasuk merusak pembuluh darah kecil di organ ginjal, jantung, mata, ataupun sistem saraf, ketika tidak ditangani dengan baik pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya komplikasi penyakit seperti jantung, stroke, penyakit ginjal, kebutaan, dan kerusakan pada saraf. Latihan fisik yang teratur adalah berolahraga 3- 5 kali dalam seminggu. Hal ini akan meningkatkan sensivitas insulin dalam tubuh, sehingga insulin mengatur glukosa yang masuk dan dapat merubah glukosa menjadi energi. Tujuan : mengetahui hubungan senam tera terhadap penurunan kadar gula darah pada lansia dengan diabetes militus di Posyandu Lansia BKL Kadang Wredho di Kelurahan Kramat Selatan Magelang Utara. Metode : Rancangan Quasi Eksperient, dengan one group pre posttest without control, sampel yang digunakan adalah 30 responden, di bulan September hingga bulan Oktober 2022, di halaman BKL Kadang Wredho Kramat Selatan Magelang Utara, alat yang digunakan adalah glucometer, soundsistem, safety lancet, SOP senam tera. Hasil : sebelum melakukan senam tera, persentase terbesar kadar glukosa darah puasa tinggi yaitu 138-323 mg/dl sebanyak 15 responden (50%). Setelah melakukan senam tera pada lansia penderita diabetes militus sebanyak 1x dalam sebulan, gula darah menurun 138-323 mg/dl dari 15 responden menjadi 10 responden (33,3%) dan yang ke gula darah normal dari 16,6 persen menjadi 46,7 %.Berdasarkan hasil analisa uji t-test paired dengan taraf signifikan 0,05 didapatkan nilai t hitung sebesar 3,601. p value : 0,001. Nilai tersebut berada di daerah penerimaan H1 (t tabel=1,69). Simpulan : Hasil analisa dapat disimpulkan bahwa senam tera sangat efektif untuk menurunkan kadar gula darah lansia diabetes melitus di BKL Kadang Wredo Magelang Utara. Kata kunci : Diabetes mellitus, kadar gula, senam tera
Peningkatan Pengetahuan tentang 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) pada Ibu Hamil dan Ibu Balita 0-2 Tahun Astuti, Wahyu Tri; Susanti, Evy Tri; Nurhayati, Lis; Syamsudin, Syamsudin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seribu hari pertama kehidupan terdiri dari 270 hari selamakehamilan dan 730 hari kehidupan pertama sejak bayi lahir/goldenperiod, pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan berlangsungdengan cepat dan apabila tidak dimanfaatkan akan terjadi kerusakanyang bersifat permanen. Wanita hamil merupakan salah satukelompok rawan gizi. Tidak hanya gizi ibu yang harus diperhatikannamun gizi bayi dalam kandungan juga harus diperhatikan. Bila ibukekurangan gizi pada saat hamil, masalah yang dapat terjadi padajanin adalah prematur, lahir mati, kematian prenatal, anemia,kesulitan dalam persalinan. Dampak pada anak tidak hanya terkaitdengan pertumbuhan fisik namun juga berpengaruh terhadapperkembangan mental dan kecerdasan yang terlihat dari ukuran fisikyang tidak optimal dan kualitas kerja yang tidak mampu bersaingpada usia dewasa. Tujuan. Tujuan kegiatan ini adalah peningkatanpengetahuan ibu hamil dan ibu balita tentang 1000 HPK untukmengurangi angka kematian ibu hamil dan angka kesakitan padaanak di Desa Ngadirojo Secang Kabupaten Magelang. Metode.Metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dandemostrasi. Materi yang diberikan masalah kesehatan ibu dan anakdi Kabupaten Magelang dan 1000 HPK. Jumlah ibu yang hadir 17orang yang terdiri dari 9 ibu hamil dan 8 ibu balita pada bulanJanuari 2019. Media berupa Power Point dengan LCD, Leaflet,timbangan injak dan timbangan bayi, pengukur Lingkar Lengan Bayidan Ibu Hamil, kuesioner, tensi elektrik. Hasil. Ibu hamil dapatmengetahui tentang masalah yang bisa terjadi pada saat kehamilandan persalinan serta ibu balita dapat mengetahui masalah yangmuncul pada anaknya serta bagaimana mencegah hal tersebut tidakterjadi. Kesimpulan. 88 % ibu hamil dan ibu balita dapatmenyebutkan dengan benar masalah yang bisa terjadi pada ibuhamil dan ibu balita serta 1000 HPK Rekomendasi. PendampinganKader Posyandu untuk mendampingi keluarga yang memilikianggota sedang hamil hingga kelahiran anak usia 2 tahun.
Pendampingan Ibu Hamil Melalui One Student One Client (OSOC) Susanti, Evy Tri; Astuti, Wahyu Tri; Nurhayati, Lis; Susilaningsih, Is; Rusminah, Rusminah; Marhamah, Emah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Kegiatan pendampingan ibu hamil melalui OneStudent One Client (OSOC) merupakan kegiatan pendampingan olehsatu mahasiswa kepada satu ibu hamil resiko tinggi dengan prinsipasuhan berkelanjutan dimulai dari awal kehamilan, persalinan, bayibaru lahir dan nifas sehingga dapat mengidentifikasi adanya faktorrisiko terjadinya kematian sehingga dapat memberikan intervensisedini mungkin. Tujuan. Tujuan kegiatan ini adalah untukmendeteksi dini terhadap faktor risiko maupun komplikasi pada ibuhamil dan nifas, melakukan upaya promotif dan preventif untukmeningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta memastikan setiap ibuhamil memperoleh pelayanan terstandar di wilayah PuskesmasWindusari dan Bandongan Kabupaten Magelang. Metode. Metodepengabdian masyarakat ini adalah mahasiswa melakukan kunjunganrumah ibu hamil sebanyak empat kali yaitu periode hamil, nifas,bayi baru lahir dan program keluarga berencana. Jumlah. Jumlahibu hamil resiko tinggi 28 orang yang terdiri dari 16 ibu hamilwilayah Puskesmas Windusari dan 12 ibu hamil di wilayahPuskesmas Bandongan pada bulan April sampai Oktober 2018.Hasil. Jumlah ibu hamil 28 orang didapatkan 100% mempunyai bukuKIA, 39% tidak faham P4K, 21% IMT kurang dari normal, 19%TB<145cm, 32% hipotensi, 44% TFU kurang dari normal, 21% DJJ<100x/menit, 14% letak kepala tidak normal, 21% imunisasi TT tidaklengkap, 68% persalinan normal, 21% mengalami komplikasipersalinan,0,03% menggunakan kontrasepsi pil, 61% suntik, 10%implant, 0,03% MOW, 14% belum menentukan kontrasepsi. 0,03%kondisi bayi lemah. Kesimpulan. 100% Ibu hamil terdeteksi faktorrisiko dan komplikasi serta memperoleh pelayanan terstandar.Rekomendasi. Program pendampingan ibu hamil melalui OSOCdapat dilanjutkan oleh bidan desa setempat agar ibu hamil risikotinggi mendapatkan pelayan terstandar sehingga dapat menurunkanAKI dan AKB.
Peningkatan Pemahaman Pencegahan Kanker Serviks Secara Dini dengan Pendidikan Kesehatan tentang Persiapan Perawatan Menstruasi pada Siswi Kelas VI SD Negeri Kedungsari 5 Kota Magelang Susanti, Evy Tri; Susilaningsih, Is; astuti, Wahyu Tri; Nurhayati, Lis; Marhamah, Emah
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.554 KB) | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v1i2.35

Abstract

Kanker serviks adalah jenis kanker yang terjadi pada sel-sel leher rahim–bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina. Berbagai jenis Human Papillomavirus (HPV), infeksi menular seksual, berperan dalam menyebabkan sebagian besar kanker serviks. Kanker rahim bisa disembuhkan jika ditemui sejak awal dan dapat ditangani dengan mengurangi faktor risiko, diantaranya adalah menjaga kebersihan vagina dan alat kelamin terutama saat menstruasi. Pada tahun 2020, statistik kematian global meningkat menjadi lebih dari 340.000 wanita dan ini kemungkinan akan terus bertambah, terutama di komunitas yang kurang mampu dan rentan. Data saat ini menunjukkan bahwa 90% dari semua kasus terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, sebagian besar karena akses yang buruk ke skrining dan deteksi dini serta pengobatan pra-kanker dan kanker serviks. Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan pengetahuan pada anak remaja putri tentang cara perawatan menstruasi. Tujuan : Peningkatan pemahaman pencegahan kanker serviks Secara dini denganpendidikan kesehatan tentang Persiapan perawatan menstruasi pada siswi kelas VI SD Negeri Kedungsari 5 Kota Magelang. Metode : Participatory Action Research (PAR). Hasil kegiatan :Persiapan dengan menyiapkan bahan, administrasi, surat menyurat, media, leaflet, materi dan power point dan petugas. Pelaksanaan kegiatan pendidikan kesehatan, dan evaluasi dengan kemampuan menjawab pertanyaan dengan kuesioner.Simpulan : 90% dari peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan kanker rahim secara dinidengan pendidikan kesehatan tentang persiapan perawatan mestruasi pada siswi kelas VI SD N Kedungsari 5 Kota Magelang.
LITERATURE REVIEW: KEPATUHAN TERAPI DIET GLUTEN FREE CASEIN FREE TERHADAP PERILAKU ANAK AUTIS Astuti, Wahyu Tri; Hariyani, Christina Agatha; Alviana, Fifi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jik.v11i1.2714

Abstract

Purpose: Autistic behavior arises due to disturbances in the digestive process of peptides in autistic children causing aggressive behavior, giving a peptide-free diet containing casein and gluten is an effort to reduce autistic behavior so that parental compliance is required to provide a GFCF-free diet. This study aims to analyze the effectiveness of gluten and casein-free diet adherence to reduce the behavior of autistic children. Methods: This study was a cross sectional study with a literature study approach on the results of previous studies that discuss the adherence to GFCF diet therapy on the behavior of autistic children. The research sample was taken by random sampling as many as 3 journals that met the inclusion and exclusion criteria. Results: Effective adherence to GFCF diet therapy was given to autistic children with the characteristics of parents who have autistic children aged 2-11 years, high school/college education and work. Conclusion: Compliance with GFCF diet therapy can effectively reduce the behavior of autistic children.