Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

SENAM TERA DENGAN PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA LANSIA DIABETES MILLITUS Astuti, Wahyu Tri; Nurhayati, Lis; Ergi Fitri, Ariska Khoirina; Alfero Sugiyanto, Kristian Erwin
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.116

Abstract

Latar Belakang : Diabetes militus dapat terjadi akibat kerusakan sel beta pankreas karena faktor autoimun, genetik atau idiopatik dan resistensi insulin terkait perubahan gaya hidup. Dampak jika terjadi peningkatan kadar glukosa darah dapat menimbulkan gangguan pada organ tubuh, termasuk merusak pembuluh darah kecil di organ ginjal, jantung, mata, ataupun sistem saraf, ketika tidak ditangani dengan baik pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya komplikasi penyakit seperti jantung, stroke, penyakit ginjal, kebutaan, dan kerusakan pada saraf. Latihan fisik yang teratur adalah berolahraga 3- 5 kali dalam seminggu. Hal ini akan meningkatkan sensivitas insulin dalam tubuh, sehingga insulin mengatur glukosa yang masuk dan dapat merubah glukosa menjadi energi. Tujuan : mengetahui hubungan senam tera terhadap penurunan kadar gula darah pada lansia dengan diabetes militus di Posyandu Lansia BKL Kadang Wredho di Kelurahan Kramat Selatan Magelang Utara. Metode : Rancangan Quasi Eksperient, dengan one group pre posttest without control, sampel yang digunakan adalah 30 responden, di bulan September hingga bulan Oktober 2022, di halaman BKL Kadang Wredho Kramat Selatan Magelang Utara, alat yang digunakan adalah glucometer, soundsistem, safety lancet, SOP senam tera. Hasil : sebelum melakukan senam tera, persentase terbesar kadar glukosa darah puasa tinggi yaitu 138-323 mg/dl sebanyak 15 responden (50%). Setelah melakukan senam tera pada lansia penderita diabetes militus sebanyak 1x dalam sebulan, gula darah menurun 138-323 mg/dl dari 15 responden menjadi 10 responden (33,3%) dan yang ke gula darah normal dari 16,6 persen menjadi 46,7 %.Berdasarkan hasil analisa uji t-test paired dengan taraf signifikan 0,05 didapatkan nilai t hitung sebesar 3,601. p value : 0,001. Nilai tersebut berada di daerah penerimaan H1 (t tabel=1,69). Simpulan : Hasil analisa dapat disimpulkan bahwa senam tera sangat efektif untuk menurunkan kadar gula darah lansia diabetes melitus di BKL Kadang Wredo Magelang Utara. Kata kunci : Diabetes mellitus, kadar gula, senam tera
KOLESTEROL TINGGI DAN ASAM URAT TIDAK BERKORELASI SIGNIFIKAN DENGAN HIPERTENSI PADA PESERTA CAR FREE DAY Tri Susanti, Evy; Tri Astuti, Wahyu; Setiyawan, Agus; Nurhayati, Lis; Rusminah, Rusminah; Arumsari, Rika; Nur Rizky, Afif
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.248

Abstract

Abstract     Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan sering berkaitan dengan faktor metabolik seperti kolesterol tinggi dan hiperurisemia. Deteksi dini melalui skrining kesehatan di ruang publik, seperti Car Free Day (CFD), berpotensi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko tersebut. Tujuan: mengetahui gambaran kadar kolesterol dan asam urat serta hubungannya dengan kejadian hipertensi pada peserta CFD di Rindam IV/Diponegoro Kota Magelang tahun 2025.. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada 129 peserta CFD yang mengikuti skrining kesehatan pada 13 Juli–3 Agustus 2025. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, kadar kolesterol total, dan kadar asam urat. Analisis hubungan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (66,7%), berusia pra-lansia (46,5%), dan berpendidikan SMA (51,2%). Kategori hipertensi terbanyak adalah pra-hipertensi (48,1%), kadar kolesterol tinggi (69,8%), dan kadar asam urat normal (59,7%). Uji Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar kolesterol dan kejadian hipertensi (p=0,070; r=0,160) maupun antara kadar asam urat dan kejadian hipertensi (p=0,271; r=0,098), keduanya dengan kekuatan korelasi sangat lemah. Simpulan: tingginya prevalensi pra-hipertensi dan kolesterol tinggi pada populasi CFD memerlukan perhatian khusus meskipun hubungan langsung dengan hipertensi tidak signifikan. Intervensi berbasis komunitas, edukasi gizi, dan promosi aktivitas fisik perlu terus ditingkatkan untuk mencegah progresi ke hipertensi   Kata Kunci: Car Free Day; hipertensi; kolesterol; asam urat; pra-hipertensi;                      skrining kesehatan;        Abstract       Background: Hypertension is a non-communicable disease with a high prevalence in Indonesia and is often associated with metabolic factors such as high cholesterol and hyperuricemia. Early detection through health screening in public spaces, such as Car Free Day (CFD), has the potential to increase public awareness of these risk factors. Objective: To determine the description of cholesterol and uric acid levels and their relationship with the incidence of hypertension in CFD participants at Rindam IV/Diponegoro, Magelang City in 2025. Methods: The study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. Data collection was carried out on 129 CFD participants who participated in health screening on July 13–August 3, 2025. The examination included measuring blood pressure, total cholesterol levels, and uric acid levels. The relationship analysis used the Spearman correlation test. Results: The results showed that the majority of respondents were female (66.7%), pre-elderly (46.5%), and had a high school education (51.2%). The most common categories of hypertension were pre-hypertension (48.1%), high cholesterol levels (69.8%), and normal uric acid levels (59.7%). The Spearman test showed no significant relationship between cholesterol levels and the incidence of hypertension (p=0.070; r=0.160) or between uric acid levels and the incidence of hypertension (p=0.271; r=0.098), both with very weak correlations. Conclusion: The high prevalence of pre-hypertension and high cholesterol in the CFD population requires special attention, although the direct relationship with hypertension is not significant. Community-based interventions, nutrition education, and promotion of physical activity need to be continuously improved to prevent progression to hypertension.
Peningkatan Pengetahuan tentang 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) pada Ibu Hamil dan Ibu Balita 0-2 Tahun Astuti, Wahyu Tri; Susanti, Evy Tri; Nurhayati, Lis; Syamsudin, Syamsudin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seribu hari pertama kehidupan terdiri dari 270 hari selamakehamilan dan 730 hari kehidupan pertama sejak bayi lahir/goldenperiod, pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan berlangsungdengan cepat dan apabila tidak dimanfaatkan akan terjadi kerusakanyang bersifat permanen. Wanita hamil merupakan salah satukelompok rawan gizi. Tidak hanya gizi ibu yang harus diperhatikannamun gizi bayi dalam kandungan juga harus diperhatikan. Bila ibukekurangan gizi pada saat hamil, masalah yang dapat terjadi padajanin adalah prematur, lahir mati, kematian prenatal, anemia,kesulitan dalam persalinan. Dampak pada anak tidak hanya terkaitdengan pertumbuhan fisik namun juga berpengaruh terhadapperkembangan mental dan kecerdasan yang terlihat dari ukuran fisikyang tidak optimal dan kualitas kerja yang tidak mampu bersaingpada usia dewasa. Tujuan. Tujuan kegiatan ini adalah peningkatanpengetahuan ibu hamil dan ibu balita tentang 1000 HPK untukmengurangi angka kematian ibu hamil dan angka kesakitan padaanak di Desa Ngadirojo Secang Kabupaten Magelang. Metode.Metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dandemostrasi. Materi yang diberikan masalah kesehatan ibu dan anakdi Kabupaten Magelang dan 1000 HPK. Jumlah ibu yang hadir 17orang yang terdiri dari 9 ibu hamil dan 8 ibu balita pada bulanJanuari 2019. Media berupa Power Point dengan LCD, Leaflet,timbangan injak dan timbangan bayi, pengukur Lingkar Lengan Bayidan Ibu Hamil, kuesioner, tensi elektrik. Hasil. Ibu hamil dapatmengetahui tentang masalah yang bisa terjadi pada saat kehamilandan persalinan serta ibu balita dapat mengetahui masalah yangmuncul pada anaknya serta bagaimana mencegah hal tersebut tidakterjadi. Kesimpulan. 88 % ibu hamil dan ibu balita dapatmenyebutkan dengan benar masalah yang bisa terjadi pada ibuhamil dan ibu balita serta 1000 HPK Rekomendasi. PendampinganKader Posyandu untuk mendampingi keluarga yang memilikianggota sedang hamil hingga kelahiran anak usia 2 tahun.
Pendampingan Ibu Hamil Melalui One Student One Client (OSOC) Susanti, Evy Tri; Astuti, Wahyu Tri; Nurhayati, Lis; Susilaningsih, Is; Rusminah, Rusminah; Marhamah, Emah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Kegiatan pendampingan ibu hamil melalui OneStudent One Client (OSOC) merupakan kegiatan pendampingan olehsatu mahasiswa kepada satu ibu hamil resiko tinggi dengan prinsipasuhan berkelanjutan dimulai dari awal kehamilan, persalinan, bayibaru lahir dan nifas sehingga dapat mengidentifikasi adanya faktorrisiko terjadinya kematian sehingga dapat memberikan intervensisedini mungkin. Tujuan. Tujuan kegiatan ini adalah untukmendeteksi dini terhadap faktor risiko maupun komplikasi pada ibuhamil dan nifas, melakukan upaya promotif dan preventif untukmeningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta memastikan setiap ibuhamil memperoleh pelayanan terstandar di wilayah PuskesmasWindusari dan Bandongan Kabupaten Magelang. Metode. Metodepengabdian masyarakat ini adalah mahasiswa melakukan kunjunganrumah ibu hamil sebanyak empat kali yaitu periode hamil, nifas,bayi baru lahir dan program keluarga berencana. Jumlah. Jumlahibu hamil resiko tinggi 28 orang yang terdiri dari 16 ibu hamilwilayah Puskesmas Windusari dan 12 ibu hamil di wilayahPuskesmas Bandongan pada bulan April sampai Oktober 2018.Hasil. Jumlah ibu hamil 28 orang didapatkan 100% mempunyai bukuKIA, 39% tidak faham P4K, 21% IMT kurang dari normal, 19%TB<145cm, 32% hipotensi, 44% TFU kurang dari normal, 21% DJJ<100x/menit, 14% letak kepala tidak normal, 21% imunisasi TT tidaklengkap, 68% persalinan normal, 21% mengalami komplikasipersalinan,0,03% menggunakan kontrasepsi pil, 61% suntik, 10%implant, 0,03% MOW, 14% belum menentukan kontrasepsi. 0,03%kondisi bayi lemah. Kesimpulan. 100% Ibu hamil terdeteksi faktorrisiko dan komplikasi serta memperoleh pelayanan terstandar.Rekomendasi. Program pendampingan ibu hamil melalui OSOCdapat dilanjutkan oleh bidan desa setempat agar ibu hamil risikotinggi mendapatkan pelayan terstandar sehingga dapat menurunkanAKI dan AKB.
Peningkatan Pemahaman Pencegahan Kanker Serviks Secara Dini dengan Pendidikan Kesehatan tentang Persiapan Perawatan Menstruasi pada Siswi Kelas VI SD Negeri Kedungsari 5 Kota Magelang Susanti, Evy Tri; Susilaningsih, Is; astuti, Wahyu Tri; Nurhayati, Lis; Marhamah, Emah
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.554 KB) | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v1i2.35

Abstract

Kanker serviks adalah jenis kanker yang terjadi pada sel-sel leher rahim–bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina. Berbagai jenis Human Papillomavirus (HPV), infeksi menular seksual, berperan dalam menyebabkan sebagian besar kanker serviks. Kanker rahim bisa disembuhkan jika ditemui sejak awal dan dapat ditangani dengan mengurangi faktor risiko, diantaranya adalah menjaga kebersihan vagina dan alat kelamin terutama saat menstruasi. Pada tahun 2020, statistik kematian global meningkat menjadi lebih dari 340.000 wanita dan ini kemungkinan akan terus bertambah, terutama di komunitas yang kurang mampu dan rentan. Data saat ini menunjukkan bahwa 90% dari semua kasus terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, sebagian besar karena akses yang buruk ke skrining dan deteksi dini serta pengobatan pra-kanker dan kanker serviks. Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan pengetahuan pada anak remaja putri tentang cara perawatan menstruasi. Tujuan : Peningkatan pemahaman pencegahan kanker serviks Secara dini denganpendidikan kesehatan tentang Persiapan perawatan menstruasi pada siswi kelas VI SD Negeri Kedungsari 5 Kota Magelang. Metode : Participatory Action Research (PAR). Hasil kegiatan :Persiapan dengan menyiapkan bahan, administrasi, surat menyurat, media, leaflet, materi dan power point dan petugas. Pelaksanaan kegiatan pendidikan kesehatan, dan evaluasi dengan kemampuan menjawab pertanyaan dengan kuesioner.Simpulan : 90% dari peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan kanker rahim secara dinidengan pendidikan kesehatan tentang persiapan perawatan mestruasi pada siswi kelas VI SD N Kedungsari 5 Kota Magelang.
Peran Pengetahuan Orang Tua dan Penggunaan Garam Beriodium dalam Kejadian Stunting Astuti, Wahyu Tri; Susanti, Tri; Wijayanti, Novida Prima; Marhamah, Emah; Setiyawan, Agus; Nurhayati, Lis
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.3178

Abstract

Background: Stunting is a condition of growth failure in toddlers due to chronic malnutrition and repeated infections, characterized by a child's height being below -2 standard deviations. The impact of stunting is not only visible in the child's physical appearance, but also in brain development and cognitive abilities. One cause that is often not recognized but has a major influence on child growth is iodine deficiency. This problem can actually be prevented by using iodized salt in daily food. Objective: This article aimed to explain the role of parental knowledge and the use of iodized salt on the incidence of stunting in children. Methods: This study used a quantitative correlation research method with a cross-sectional approach, sampling 63 of 181 infants and toddlers. The study location was in Sidorejo Village, Bandongan, Magelang. This questionnaire contained the characteristics of respondents consisting of name, age, gender, and results of measurements of height, weight, and height of children, as well as questions about iodine use. Data analysis used Chi-Square (X2) and Lambda Test. Results: The results showed a significant relationship between parental knowledge and stunting (ρ = 0.005; r = 0.549), and a significant relationship between the use of iodized salt and stunting, with a Prevalence Odds Ratio (POR) of 18.27. Conclusion: This means that parents who do not use iodized salt have a greater chance of having stunted children than mothers who do.