Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMBENTUKAN NILAI KARAKTER MELALUI SENI GAMBUS MELAYU DALAM LAGU MESJID MEKAH Fitriah, Laila; Ritawati, Tengku; Anggara, Djulian
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 5 No 1 (2024): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v5i1.1319

Abstract

Krisis karakter yang terjadi saat ini telah menimbulkan keprihatinan mendalam terhadap cara hidup masyarakat Indonesia. Lonjakan kemajuan teknologi membawa dampak positif dan negatif bagi generasi muda. Di sisi lain, pemerintah mulai memprioritaskan program penanaman karakter di setiap lembaga pendidikan, khususnya seni musik Gambus. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penanaman nilai karakter dalam kesenian Melayu Gambus. Penelitian ini dilakukan di Kota Pekanbaru, dengan subjek penelitian adalah mahasiswa seni pertunjukan Universitas Islam Riau, dan Seni Gambus Melayu Riau sebagai objek penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan observasi, wawancara, tinjauan pustaka dan dokumentasi, sedangkan analisis data meliputi data primer dan sekunder yang dikumpulkan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mempelajari kesenian Gambus cenderung lebih memahami nilai-nilai penanaman karakter dan mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan siswa yang tidak mempelajari kesenian Gambus. Selain itu, nilai-nilai penanaman karakter dalam kesenian Gambus dapat dibedakan menjadi: Nilai Religius, Nilai Kebenaran, Nilai Toleransi, Disiplin, Nilai Kreatif dan Nilai Demokrasi. Banyak pesan dan nilai yang diperoleh dari Kesenian Gambus yang berasal dari fungsi religi dan moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Kesenian Gambus sendiri menunjang penanaman karakter pada generasi muda.
Soliditas Nilai Karakter Pendidikan melalui Instrumen Gambus Melayu Riau di Universitas Islam Riau Fitriah, Laila; Ritawati, Tengku; Vivian, Yofi Irvan
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/mebang.v4i1.116

Abstract

Riau Malay Gambus. This research utilizes a descriptive qualitative approach to observe the solidity of educational character values through the Riau Malay Gambus instrument at the Islamic University of Riau. The data collection techniques employed in this research include literature review, informant selection, interviews, and documentation. Three educational character values are embedded in the Riau Malay Gambus: religiosity, discipline, and environmental concern. The religious value inherent in the Riau Malay Gambus lies in the utilization of its lyrics, which are related to the Islamic religion, stories or messages conveyed relating to Allah, prophets, and other Islamic histories. The value of discipline is evident in the students' dedication to practice and presentational efforts to achieve maximum grades.
Peranan Seni Tradisi dan Seni Modern dalam Membangun Tamadun Khalayak Nusantara Ritawati, Tengku
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.522 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i2.11438

Abstract

Artikel ini mendiskusikan tentang peranan seni tradisi dan modern dalam membangun tamadun khalayak nusantara, yang menemukan fakta budaya seni tradisi telah terbentuk sebagai dasar perkembangan tradisi leluhur baik secara fisik dan estetis telah mengadopsi nilai-nilai budaya modern sebagai bukti adanya simbol sinkretisme. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dalam mengamati gaya musikal dan karya cipta musik, mendapati hasil beberapa contoh sinkretisme yang terpadu dalam suatu karya musik yang kreatif. Namun di sisi lain, ditemukan juga bahwa fenomena sosial dan ekonomi akhir-akhir ini dapat menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan budaya tradisi. Oleh karena itu, penciptaan seni modern berbasis tradisi (sinkretisme) dalam pengembangan musik tradisional sebagai upaya pelestarian budaya tradisi harus dilakukan. Melalui karya yang otentik dan memiliki signifikansi dalam penemuan dan pengembangan estetika seni tradisional yang memiliki nilai yang tinggi, inilah kunci harapan dari segala macam upaya demi tercapainya peranan seni tradisional dan modern dalam membangun tamadun khalayak nusantara.
Music Theory Learning in Performing Arts Education: Pedagogical and Aesthetic Perspectives Ritawati, Tengku; Darsono, Ali
West Science Social and Humanities Studies Vol. 4 No. 01 (2026): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v4i01.2602

Abstract

Music theory learning is a conceptual foundation in performing arts education, but in practice it is often perceived as an abstract subject that is detached from students' artistic experiences. This study aims to examine music theory learning from a pedagogical and aesthetic perspective and to formulate principles for its development based on a praxial music education framework and humanistic pedagogy. This study uses a descriptive qualitative approach based on classes of students in the performing arts education study program, with the researcher acting as a practitioner-researcher who conducts systematic observation and reflection on the learning process. Data were collected through classroom observation, student reflective journals, semi-structured interviews, and analysis of learning documents, then analyzed using thematic analysis techniques. The results showed that the integration of theoretical concepts with musical practice, aesthetic reflection, pedagogical dialogue, the use of digital technology, and cultural relevance transformed music theory from procedural knowledge into musical meaning-making practice. This approach improves students' aesthetic sensitivity while strengthening the construction of their professional identity as prospective art educators. This study confirms that music theory learning is designed in an integrative and contextual manner as an epistemic and humanistic practice, transcending its traditional function as mere transmission of structural knowledge. 
Gerakan Sekolah Peduli: Cegah Bullying dan Cinta Lingkungan Suryanti; Ritawati, Tengku; Ferazona, Sepita; Robiah, Siti; Hajar, Ibnu; Kalsum, Ummi; Hidayat, Dimas Ridwan; Simatupang, Mona Kristina
Community Education Engagement Journal Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v7i2.27075

Abstract

Latar Belakang: Kasus perundungan yang terus berulang di berbagai institusi pendidikan di Indonesia menuntut perlindungan menyeluruh bagi peserta didik. Hal ini krusial karena dampak negatif perunduangan tidak hanya memengaruhi perkembangan fisik, tetapi juga secara signifikan merusak kesehatan psikologis mereka. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan mewujudkan gerakan sekolah peduli melalui pencegahan perundungan (bullying) dan penumbuhan budaya cinta lingkungan. Metode: Metode pelaksanaan dalam kegiatan meliputi tahap persiapan , penyuluhan pada hari Rabu, tanggal 28 Oktober 2025. Dari jam 08.00 sampai 12.00. Jumlah siswa yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini sebanyak 30 orang, pendampingan dan evaluasi. Pada tahap evaluasi menggunakan instrumen angket terdiri dari 50 item, kisi-kisi angket yang berisikan 3 jawaban menggunakan google form. Hasil: Hasil pengisian angket menunjukkan tingkat kesadaran siswa terhadap aspek gerakan sekolah peduli berada pada kategori baik, dengan rata-rata skor sebesar 76,49. Secara spesifik, pemahaman terkait bullying verbal mencatat skor tertinggi 79,59, sementara aspek cyberbullying menjadi area yang paling membutuhkan perhatian lebih lanjut dengan skor 73,38. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa kegiatan implentasi gerakan sekolah peduli: cegah bullying dan cegah lingkungan dengan kategori baik.