Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENDAPATAN USAHATANI PADI DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA KEMPLENG KECAMATAN PURWOASRI KABUPATEN KEDIRI Melati Putri Desilva; Nuriah Yuliati; Wahyu Santoso
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1569

Abstract

Padi merupakan komoditas pangan yang menjadi sektor utama pertanian di Desa Kempleng, Kabupaten Kediri. Pendapatan petani tidak hanya berasal dari kegiatan usahatani padi (on farm), tetapi juga diperoleh dari kegiatan yang masih berkaitan dengan sektor pertanian (off farm) maupun dari sektor non pertanian (non-farm) yang berfungsi sebagai sumber pendapatan tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pendapatan usahatani padi di Desa Kempleng (2) menganalisis besarnya kontribusi pendapatan usahatani padi terhadap pendapatan rumah tangga petani di Desa Kempleng. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kempleng, Kabupaten Kediri pada bulan Juni – Agustus 2025, dengan penentuan lokasi dilakukan secara purposive, sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling berdasarkan luas lahan dengan jumlah sampel sebanyak 63. Analisis data dilakukan melalui perhitungan pendapatan usahatani dan kontribusi pendapatan rumah tangga petani secara matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan usahatani padi sebesar Rp. 28.479.801 per musim tanam, yang menunjukkan bahwa usahatani padi tergolong menguntungkan secara ekonomi. Kontribusi pendapatan usahatani padi terhadap total pendapatan rumah tangga petani sebesar 68,1 persen, sehingga termasuk kategori tinggi. Hal ini menunjukkan rumah tangga petani masih bergantung pada usahatani padi sebagai sumber pendapatan utama. Diperlukan upaya peningkatan produktivitas ushatani padi serta diversifikasi sumber pendapatan rumah tangga petani. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan produktivitas usahatani padi dan pengembangan sumber pendapatan alternatif guna meningkatkan kesejahteraan rumah tangga petani.
DESEMINASI PEMBUATAN PUPUK KOTORAN HEWAN ORGANIK (KOHENIK) MELALUI PROGRAM BINA DESA PKKM DI DESA KEMIRI KABUPATEN PASURUAN Zaidan Akmal Athillah; Maysya Adetia; Wahyu Santoso
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3928

Abstract

Limbah dapat berasal dari berbagai sumber hasil buangan dari suatu proses produksi salah satunya peternakan. Desa Kemiri merupakan desa yang mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai peternak sapi perah. Permasalahan yang perlu diselesaikan di Desa Kemiri yaitu terkait alternatif pupuk dan limbah peternakan yang belum dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan pengabdian mengenai pemanfaatan kotoran hewan menjadi pupuk organik dapat memberikan peluang bagi peternak agar dapat mengelola kotoran sapi menjadi bermanfaat dan menekankan biaya produksi pupuk tanaman. Metode yang digunakan yaitu dengan mengadakan sosialisasi terkait pemanfaatan kotoran hewan, praktik secara langsung hingga pendampingan keberhasilan pembuatan pupuk kohenik. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi pupuk kohenik dilakukan melalui proses fermentasi selama 21 hari menggunakan pupuk cair “cap Semanggi” hingga menghasilkan pupuk dengan bau dan tekstur menyerupai tanah humus, sehingga dapat dinyatakan pembuatan pupuk organik ini berhasil.
Analisis Keberlanjutan Kambing Etawa di Desa Tunggul, Paciran, Lamongan Nabilah Ainur Rohmah; Wahyu Santoso; Mirza Andrian Syah
JPEK: Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan Vol 9 No 3 (2025): JPEK (Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jpek.v9i3.33366

Abstract

The Etawa goat agribusiness has significant economic potential for coastal communities, but the sustainability of the business is often influenced by limited resources and the social dynamics of the farmers. This study analyzes the sustainability level of the Etawa goat milk agribusiness in Tunggul Village from an ecological and social perspective as two fundamental aspects that determine business stability. Data were collected from 40 farmers and analyzed using RAP-Kagot-based Multi-Dimensional Scaling (MDS). The results show that the ecological dimension has a sustainability index of 68.64%, while the social dimension has an index of 65.37%, both of which are classified as moderately sustainable. The most sensitive attributes affecting sustainability include waste management, climate change, and disease management in the ecological dimension, while community conflicts and farmer education levels dominate the influence on the social dimension. These findings confirm that the sustainability of Etawa agribusiness does not only depend on technical aspects of production, but is also influenced by social capacity, access to information, and adaptation to environmental changes. The research recommendations emphasize the need to strengthen business management, improve the quality of farmer human resources, and integrate ecological and social approaches to promote a more adaptive and competitive dairy goat agribusiness.
An Analysis of the Ecological and Economic Sustainability of Lime Farming in Kebonagung Village, Ujungpangkah Subdistrict, Gresik Regency Novia Nirmala Putri; Wahyu Santoso; Dona Wahyuning Laily
Agriecobis : Journal of Agricultural Socioeconomics and Business Vol. 9 No. 01 (2026): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/agriecobis.v9i01.42169

Abstract

The village of Kebonagung in Gresik Regency, East Java, is known as the largest lime-producing market in Indonesia and has highly strategic agricultural potential. This study aims to analyze the sustainability of lime farming from ecological and economic perspectives. Sampling was conducted using probability sampling with a proportionate random sampling approach, specifically 25% from institutional groups (5 respondents) and 50% from farmer groups (40 lime farmers). The ecological dimension was analyzed using the Weighted Mean Score (WMS), while the economic dimension was assessed through income and the viability of the farming operations. The results showed that, based on the WMS analysis, the ecological dimension of lime farming in Kebonagung Village was classified as highly sustainable because farmers used fertilizers and pesticides according to recommendations, were beginning19 to switch to organic fertilizers, managed waste by turning it into compost and MOL (Microbial Organic Liquid), and received support from extension workers and the government, all of which reinforced environmentally friendly practices. In terms of the economic dimension, this farming operation generates an average income of Rp. 22,504,051.54/ha with total costs of Rp. 9,661,948.43/ha and a R/C ratio of 3.32, indicating that lime farming in Kebonagung Village is viable for development. The conclusion of this study is that lime farming is sustainable from both ecological and economic perspectives. Recommendations include those farmers maintain environmentally friendly practices and proper farm management, while efforts to strengthen market access and provide support through guidance and sustainable technology should be enhanced.
The Role of Brand Image, Perceived Quality, and Store Atmosphere on Customer Loyalty through Purchase Decision at Grainsly Surabaya Alifia Salma Az Zahra; Wahyu Santoso; Nisa Hafi Idhoh Fitriana
Jurnal Ilmu Manajemen Profitability Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/gxcaze47

Abstract

The growing demand for healthy food products has created significant opportunities for businesses in the healthy food sector; however, maintaining customer loyalty remains challenging amid increasing competition and changing consumer preferences. In this context, understanding the mechanisms through which brand-related and store-related factors influence customer loyalty is essential for developing sustainable customer relationships. This study aims to examine the effects of brand image, perceived quality, and store atmosphere on customer loyalty through purchase decisions as a mediating variable at Healthy Food Grainsly Surabaya. The study employed a mixed-methods approach by integrating quantitative and qualitative data to obtain a comprehensive understanding of customer behavior. Quantitative data were collected from 100 respondents using an accidental sampling technique and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The findings reveal that brand image and store atmosphere do not have significant direct effects on customer loyalty. However, both variables demonstrate significant indirect effects on customer loyalty through purchase decisions, indicating that purchase decisions play an important mediating role in translating customer perceptions into loyalty. Meanwhile, perceived quality and purchase decisions have significant direct effects on customer loyalty. The structural model demonstrates strong explanatory and predictive capabilities, indicating that the selected variables provide meaningful explanations of customer loyalty behavior. These findings suggest that customer loyalty is shaped not only by favorable perceptions of a brand and retail environment but also by actual purchasing experiences and perceived product quality. Therefore, businesses should strengthen product quality, facilitate positive purchase decisions, and complement branding and store-atmosphere strategies to establish sustainable long-term customer loyalty.
Association Between the Quality of Agricultural Educational Content on Instagram and Urban Farming Self-Efficacy Among Urban Generation Z Vanesa Aurelia; Taufik Setyadi; Wahyu Santoso
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v6i1.1821

Abstract

Instagram is widely used to distribute educational information, including urban farming content. This cross-sectional study examined the association between perceived quality of educational content on the Instagram account @infarm.id and urban farming self-efficacy among urban Generation Z. A purposive online survey involved 120 respondents aged 18–29 years who lived in urban areas and had viewed @infarm.id educational content at least twice. The measurement and structural models were analyzed using partial least squares structural equation modeling in SmartPLS 4. Perceived educational-content quality was positively associated with urban farming self-efficacy (β = 0.794; t = 22.843; p < 0.001; 95% CI [0.706, 0.849]), and the model explained 64.1% of the variance in self-efficacy. Because the design was cross-sectional, purposive, and based on self-reported perceptions collected at one time point, the findings indicate association rather than causal impact or actual adoption of urban farming.
PERILAKU KONSUMEN REMAJA TERHADAP ATRIBUT PRODUK AYAM GORENG FAST FOOD DI KOTA SURABAYA Reksa Dewa Prasetya; Wahyu Santoso; Noor Rizkiyah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 2 (2026): Jurnal Agroteksos Agustus 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i2.1724

Abstract

Industri ayam goreng fast food merupakan salah satu sektor hilir agribisnis peternakan yang terus berkembang seiring meningkatnya konsumsi masyarakat, khususnya pada kelompok remaja sebagai segmen pasar utama. Persepsi konsumen terhadap atribut produk berperan penting dalam membentuk sikap dan perilaku pembelian yang pada akhirnya memengaruhi permintaan ayam broiler sebagai bahan baku industri. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis sikap konsumen remaja terhadap atribut produk ayam goreng fast food menggunakan Model Multiatribut Fishbein dan (2) mengidentifikasi atribut yang paling dominan dalam membentuk sikap konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik quota sampling terhadap 100 responden remaja di Kota Surabaya yang pernah mengonsumsi ayam goreng fast food. Data dianalisis menggunakan Model Multiatribut Fishbein melalui perhitungan nilai keyakinan (belief), evaluasi (evaluation), dan skor sikap (attitude). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki sikap positif terhadap produk ayam goreng fast food, dengan skor sikap total rata-rata sebesar 153,693. Atribut rasa menjadi pembentuk sikap paling dominan dengan nilai Ao sebesar 17,564, diikuti persepsi positif keseluruhan, tekstur atau kerenyahan, serta kesesuaian harga dengan kualitas. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas produk, terutama rasa, merupakan faktor utama yang perlu dipertahankan oleh pelaku usaha fast food untuk meningkatkan kepuasan konsumen sekaligus mendukung keberlanjutan permintaan dalam rantai agribisnis ayam pedaging.
Pengaruh persepsi kualitas dan pengaruh sosial terhadap loyalitas pelanggan pada produk beras merah di wilayah Jawa Timur Sekar Jasmine; Wahyu Santoso; Ida Syamsu Roidah
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.4.2026.27493.338-343

Abstract

Beras merah merupakan salah satu pangan sehat yang memiliki potensi untuk dikembangkan di wilayah Jawa Timur karena mengandung serat, mineral, dan antosianin yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, loyalitas pelanggan terhadap produk beras merah masih tergolong rendah akibat harga yang relatif tinggi, tekstur dan rasa yang kurang familiar, serta dominasi konsumsi beras putih di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi kualitas dan pengaruh sosial terhadap loyalitas pelanggan produk beras merah di wilayah Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode purpose sampling berdasarkan kriteria konsumsi beras merah terhadap 100 responden yang pernah membeli atau mengonsumsi beras merah di Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kualitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan dengan nilai koefisien sebesar 0,105 dan p-value 0,035. Pengaruh sosial juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan dengan nilai koefisien sebesar 0,175 dan p-value 0,012. Nilai R-square sebesar 0,528 menunjukkan bahwa loyalitas pelanggan dapat dijelaskan oleh model sebesar 52,8%. Temuan ini mengindikasikan bahwa upaya meningkatkan loyalitas pelanggan beras merah perlu difokuskan pada peningkatan persepsi kualitas produk, seperti rasa, tekstur, manfaat kesehatan, dan kemasan, serta memperkuat pengaruh sosial melalui rekomendasi keluarga, komunitas, dan media sosial.