Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Determinan Stres Kerja Terhadap Guru Pada Masa Pandemi COVID-19 Tahun 2022 Khairunnisa, Rani; Febrianti, Thresya; Deli, Aragar Putri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.59725

Abstract

Berdasarkan data RISKESDAS tahun 2019 sebesar 37.728 orang (9,8%) mengalami stres yang berdampak pada kecelakaan kerja akibat dari hilangnya konsentrasi dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan stres kerja terhadap guru pada masa pandemi COVID-19 tahun 2022. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional serta menggunakan analisis data Chi Square (α = 0,05) yang dilakukan pada Februari – Juli tahun 2022 dengan sampel penelitian yaitu 100 guru sekolah menengah atas. Hasil analisis data univariat mayoritas responden dalam penelitian dengan kategori normal sebanyak 89 responden (89,0%) dan 2 responden (2,0%) mengalami stres parah dan 1 responden (1,0%) stres sedang serta 8 responden (8,0%) stres ringan. Hasil uji bivariat menyatakan variabel yang berhubungan dengan kejadian stres kerja pada guru yaitu variabel beban kerja (p value = 0,000); variabel konflik peran (p value = 0,021) dan variabel dukungan sosial (p value = 0,004). Based on RISKESDAS data in 2019, 37.728 people (9,8%) experienced stress that impact on work accidents because of loss concentration at work. This study aims to determine the determinants of work stress on teachers during the 2022 COVID-19 Pandemic. The type of study is quantitative with a cross sectional design and used chi square analysis (α = 0,05) conducted in February – July 2022 accompanied sample is 100 teachers of high school. Based on the results of univariate data analysis the majority of respondents in this study were in the normal category as much as 89% (89,0%) and 2 respondents (2,0%) high category and 1 respondent (1,0%) medium category and 8 respondents (8,0%) low category. The results of bivariate test variables associated with the incidence of work stress to teachers were found the workload variable (p value = 0,000), the role conflict (p value = 0,021) and social support (p value = 0,004).
HUBUNGAN GANGGUAN PENDENGARAN DENGAN KEMAMPUAN BERBAHASA PADA ANAK – ANAK Zaskia, Rihhadatul; Khairunnisa, Rani; Fernanda , Luisha Setia
JURNAL SKRIPTA Vol 11 No 1 (2025): SKRIPTA MEI 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v11i1.7185

Abstract

Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gangguan pendengaran dengan kemampuan berbahasa pada anak berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sistematis dengan penelusuran artikel ilmiah dari database PubMed, Scopus, dan Google Scholar dalam rentang waktu 2019-2024. Dari 112 artikel yang diidentifikasi, 35 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gangguan pendengaran dengan keterlambatan perkembangan bahasa, dengan dampak yang bervariasi sesuai tingkat keparahan gangguan dan waktu diagnosis.
Penerapan Norma-Norma Berbusana Bagi Mahasiswa PGSD Universitas Jambi Damayanti, Yuliana; Khairunnisa, Rani; Noviyanti, Silvina; Chan, Faizal; Sofwan, Sofwan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10770

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin melihat sejauh mana penerapan norma-norma berbusana di lingkup prodi PGSD UNJA ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Fokus penelitian yakni norma berbusana mahasiswa PGSD UNJA . Adapun teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada pihak terkait seperti dosen dan mahasiswa PGSD, Selain itu teknik observasi langsung juga dilakukan. itu,untuk memperluas penjelasan penulis juga menggunakan metode kepustakaan. Metodel iteratur yang telah ada pada perpustakaan baik online(misalnya e-jurnal, e-book)maupun offline(buku, majalah, koran) yang dapat mendukung penjelasan dari penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan kode etik mahasiswa terhadap gaya berbusana mahasiswa/i juursan PGSD UNJA terbukti sudah diterapkan oleh mahasiswa/i. Artinya bahwa mahasiswa sudah berbusana yang sesuai dengan kode etik yang berlaku, mereka secara sadar menggunakan busana yang sesuai dengan pedoman dan tata tertib busana bagi mahasiswa keguruan, seperti yang sudah tertera pada papan informasi tata tertib berbusana mahasiswa/i.
TRADISI SEDEKAH BUBUR DI PASAR TERUSAN KABUPATEN BATANG HARI SEBAGAI MANIFESTASI SYUKUR DAN NILAI RELIGI DALAM BUDAYA LOKAL Khairunnisa, Rani; Dini Putri Zahara; Yuliana Damayanti; Tihan Arvita; Luvita Anggraini; Philsa Arin Pateka; Gress Vinessa Simorangkir; Mei Nurcahyanti; Mia Apta Candra; Aurora Karina Tomia Putri; Abiy Dzaki Edison
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 No.1, Maret 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i1.43510

Abstract

This study addresses the challenges of maintaining local traditions amidst modernization, focusing on the Porridge Almsgiving tradition in Terusan Market. The research aims to describe the practice and analyze the religious values embedded as a manifestation of community gratitude before the rice harvest. A qualitative methodology using a literature review was employed, drawing data from scientific journals, news articles, and relevant books. The results indicate that this generational tradition, involving seven hamlets, is performed during the rice growth phase as a spiritual effort to seek blessings and safety. The community interprets the ritual as an expression of gratitude to God, fostering social solidarity through values of sincerity and togetherness. Despite modernization, the tradition persists through strong local government support and strategic revitalization efforts, such as integrating the tradition into educational institutions through creative dance performances.