Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penerapan Media Sosial sebagai Strategi Promosi untuk Meningkatkan Impulse Buying dengan Metode Analisis SWOT dan Model Porter Five Forces pada Klinik Oriskin Cabang Bintaro di Tangerang Selatan Utami, Lilis; Kumara, Dedek; Widodo, Arif Siaha
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media sosial digunakan sebagai strategi promosi untuk meningkatkan impulse buying pada Klinik Oriskin Cabang Bintaro. Impulse Buying didefinisikan sebagai tindakan membeli yang sebelumnya tidak diakui secara sadar sebagai suatu pertimbangan atau niat membeli yang dibentuk sebelum konsumen memasuki toko. Analisis Porter Five Forces menunjukkan bahwa persaingan antar klinik sangat ketat, daya tawar pembeli tinggi, dan pemasok memiliki pengaruh dalam kebijakan promosi. Oleh karena itu, Klinik Oriskin menerapkan strategi promosi impulsif seperti flash sale, diskon terbatas, dan kolaborasi dengan influencer untuk meningkatkan daya saing dan mendorong impulse buying. Jadi secara spontan, diiringi dengan munculnya keinginan yang mendadak untuk membeli produk-produk tertentu, dan dimanifestasikan dalam sebuah reaksi terhadap suatu stimulus. Dalam era digital saat ini, media sosial menjadi salah satu alat utama dalam pemasaran modern. Klinik Oriskin memanfaatkan platform seperti Instagram dan TikTok untuk menyampaikan promosi, testimoni, dan penawaran terbatas guna menarik perhatian calon konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis SWOT dan model Porter Five Forces untuk mengevaluasi posisi strategis klinik di tengah persaingan industri kecantikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang terencana dan kreatif dapat memengaruhi perilaku konsumen untuk melakukan pembelian secara impulsif, terutama dipengaruhi oleh faktor visual, testimoni, promosi terbatas, dan kecepatan akses informasi. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga mampu menciptakan keputusan pembelian secara langsung dan spontan. Studi ini memberikan wawasan praktis bagi pelaku industri kecantikan dalam mengoptimalkan strategi promosi digital mereka.
PENGARUH PELAYANAN PRIMA DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA RUMAH MAKAN DAN PEMANCINGAN WARUNG BAMBU DI SERPONG TANGERANG SELATAN Dhiani, Hanum Puspa; Kumara, Dedek; Wardani, Surti
JURNAL SeMaRaK Vol. 4 No. 3 (2021): JURNAL SeMaRaK
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/smk.v4i3.13423

Abstract

Kepuasan pelanggan dapat dirasakan konsumen dengan tolak ukur diantaranya melalui layanan prima dan harga yang diberikan oleh sebuah perusahaan di berbagai bidang usaha, salah satunya pada usaha restoran. Berkenaan hal tersebut dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh layanan prima dan harga terhadap kepuasan pelanggan pada Rumah Makan dan Pemancingan Warung Bambu di Serpong Tangerang Selatan. Metode penelitian kuantitatif melalui pendekatan kausal asosiatif digunakan dengan menguji pengaruh antar variabel. Uji statistik melalui uji instrumen, uji asumsi klasik, uji regresi dan uji hipotesis, dan menggunakan mesin pengolah data SPSS versi 25. Teknik probability sampling digunakan dan jumlah responden sebanyak 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan pelayanan prima secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, dengan koefisien regresi sebesar 0.686 (68.6%). Pelayanan prima dan kepuasan pelanggan memiliki hubungan yang kuat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.638 dan hasil uji t menunjukkan r hitung 4.622 > r tabel 1.984. Harga secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, dengan koefisien regresi sebesar 0.828 (82.8%). Harga dan kepuasan pelanggan memiliki hubungan yang kuat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.714 dan hasil uji t menunjukkan r hitung 6.778 > r tabel 1.984. Pelayanan prima dan harga secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, dengan nilai R square sebesar 0,598 (59.8%), sedangkan sisanya sebesar 40.2% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti. Hasil uji F diperoleh nilai F hitung 72.124 > F tabel 3.09, artinya terdapat pengaruh pelayanan prima dan harga secara simultan terhadap kepuasan pelanggan pada Rumah Makan dan Pemancingan Warung Bambu Serpong Tangerang Selatan.