Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep dan Implementasi Akad pada Produk Mitra Iqra Plus Studi Kasus Di PT. AJS Bumiputera Fitriah, Fitriah; Setiawan, Andriyansah; Putra, Farid H; Fauzi, Restu; Haryadi, Didit
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi akad pada produk Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera dengan fokus pada penerapan akad Tabarru’, Wakālah bil Ujrah, dan Mudharabah pada produk Mitra Iqra Plus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi terhadap polis asuransi serta pedoman operasional perusahaan. Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai kesesuaian antara ketentuan akad yang tertulis dengan praktik operasional di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konseptual, seluruh produk Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera telah dirancang berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Hal ini tercermin dalam pengaturan kontribusi peserta melalui dana Tabarru’ sebagai mekanisme tolong-menolong, penetapan ujrah bagi perusahaan melalui akad Wakālah bil Ujrah, serta pengelolaan dana investasi menggunakan akad Mudharabah dengan sistem bagi hasil. Namun demikian, penelitian ini menemukan adanya ketidaksesuaian dalam implementasi produk Mitra Iqra Plus, khususnya terkait dengan mekanisme distribusi surplus underwriting. Meskipun dalam polis telah ditetapkan pembagian surplus underwriting sebesar 50% untuk dana Tabarru’, 20% untuk perusahaan, dan 30% untuk peserta, dalam praktiknya seluruh surplus underwriting dimasukkan kembali ke rekening dana Tabarru’ tanpa adanya pembagian kepada peserta. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara ketentuan akad dan praktik operasional, sehingga diperlukan penguatan pengawasan syariah serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas kepada peserta guna menjaga prinsip keadilan dan amanah dalam asuransi syariah.
Manajemen Pengelolaan Penyakit Diabetes Mellitus di Desa Ciborelang Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka Wianti, Arni; Nugraha, Yophi; Fauzi, Restu; Nata, Hilda; Nurhalisa, Nabila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3859

Abstract

Pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Ciborelang Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka dalam rangka edukasi kepada masyarakat dengan prinsip Lima Pilar Diabetes Mellitus Penyuluhan kesehatan dilakukan bersamaan dengan kegiatan Pemeriksaan Kadar Gula Darah dan Pre-Post Test Pengetahuan Diabetes Mellitus. Responden dalam kegiatan ini sebanyak 55 orang penderita Diabetes Mellitus. Setelah dilakukan edukasi hasilnya adalah sebanyak 27,3% pengetahuan baik, 54,5% pengetahuan cukup dan 18,2% pengetahuan kurang. Kadar GDS didapatkan hasil 30,7% berada pada kelompok tinggi (>180 mm/Lt)  Peran tenaga kesehatan dan dukungan keluarga sangat penting untuk pasien Diabetes Mellitus ini dalam menjalankan program sehingga dikemudian hari tidak terjadi komplikasi pada pasien ini.
Implementation of Mudharabah and Tabarru’ Contracts in the Mitra Mabrur Plus Islamic Insurance Product Fitriah, Fitriah; Fauzi, Restu; Putra, Farid H
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi September - Desember 2025
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jeama.v4i2.407

Abstract

Perkembangan kegiatan ekonomi masyarakat meningkatkan potensi risiko keuangan, sehingga diperlukan peran asuransi sebagai instrumen perlindungan. Asuransi syariah hadir dengan prinsip solidaritas dan tolong-menolong (ta’awun) yang diwujudkan melalui dua akad utama, yaitu tabarru’ dan tijarah (mudharabah). Penelitian ini menganalisis konsep dan penerapan kedua akad tersebut dalam praktik asuransi syariah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data primer hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta data sekunder dari kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi akad dilakukan melalui penyertaan modal peserta yang dikelola perusahaan sesuai prinsip syariah, dengan pembagian keuntungan berdasarkan kesepakatan, yaitu 70% untuk peserta dan 30% untuk perusahaan. Surplus underwriting ditetapkan pada proporsi 50% untuk dana tabarru’, 20% untuk perusahaan, dan 30% untuk peserta. Namun dalam praktiknya, surplus tersebut tidak dibagikan, melainkan sepenuhnya dikembalikan ke rekening tabarru’. Defisit underwriting ditutupi melalui dana cadangan tabarru’ atau pinjaman (qardh) yang dikembalikan dari surplus periode berikutnya. Hasil penelitian menegaskan bahwa implementasi akad mudharabah dan tabarru’ telah sesuai prinsip syariah, namun mekanisme pembagian surplus underwriting belum diterapkan sebagaimana ketentuan yang tercantum dalam kesepakatan awal.