Devita, Lusy Deasyana Rahma
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformasi Proses Bisnis Publisher dengan Pendekatan Agile dalam Upaya Meningkatkan Adaptabilitas dan Kebutuhan Pasar Devita, Lusy Deasyana Rahma; Agusti, Rosalita Rachma; Irawan, Ari; Iqbal, Mohammad; Sanawiri, Brillyanes; Ningrum, Lilyan Puspita; Ramadhan, Hanifa Maulani; Arifin, Layyin Nafisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Mengabdi Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Mengabdi (JimawAbdi)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jmab.v5i3.54764

Abstract

Industri penerbitan di Indonesia menghadapi tantangan signifikan akibat perubahan preferensi pembaca, meningkatnya persaingan digital, dan kebutuhan akan proses bisnis yang adaptif. Sebagai salah satu pelaku usaha di sektor tersebut, Qurota Publisher masih menggunakan model bisnis konvensional yang bersifat linier dan kurang responsif terhadap perubahan pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mentransformasi proses bisnis Qurota Publisher melalui penerapan Business Model Canvas (BMC) dan sistem kerja Agile. Metode pelaksanaan terdiri atas empat tahap yaitu, persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Kegiatan pendampingan meliputi penyusunan BMC, pengembangan Standard Operating Procedure (SOP), pelatihan berbasis Agile project management, serta uji coba strategi digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi waktu produksi sebesar 35%. Keterlibatan pasar digital meningkat sebesar 42%, dan kepuasan internal tim meningkat sebesar 21 poin. Selain menghasilkan dokumen bisnis strategis, kegiatan ini juga mendorong perubahan sosial dalam organisasi. Perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya kepemimpinan partisipatif, kolaborasi tim, serta kesadaran terhadap inovasi dan orientasi pelanggan. Kegiatan ini memberikan kontribusi praktis berupa model transformasi proses bisnis berbasis integrasi BMC dan Agile yang dapat diterapkan pada UMKM penerbitan untuk meningkatkan efisiensi dan adaptasi terhadap perubahan pasar.
Hubungan Negatif Konsumen terhadap Merek: Tinjauan Literatur tentang Kepercayaan Konsumen, Brand Avoidance, dan Negative Brand Engagement Devita, Lusy Deasyana Rahma
Jurnal Disrupsi Bisnis Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Disrupsi Bisnis
Publisher : Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/drb.v9i2.59205

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah cara konsumen mengekspresikan pengalaman dan evaluasi mereka terhadap merek. Pengalaman negatif tidak lagi berhenti pada ranah pribadi, tetapi dapat dengan cepat menyebar melalui komunikasi digital dan memengaruhi persepsi publik terhadap perusahaan. Kondisi ini meningkatkan perhatian terhadap fenomena negative word of mouth, brand avoidance, brand hate, serta keterlibatan negatif konsumen di media sosial yang berpotensi merusak reputasi perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis temuan empiris mengenai hubungan antara negative word of mouth, kepercayaan konsumen, brand avoidance, brand hate, keinginan menghukum merek, dan negative brand engagementdi media sosial. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan menganalisis enam belas artikel empiris yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir. Proses analisis dilakukan melalui tahap identifikasi, seleksi, evaluasi kualitas, serta sintesis tematik untuk mengintegrasikan temuan penelitian yang relevan dengan pertanyaan penelitian. Hasil sintesis menunjukkan bahwa negative word of mouth memiliki pengaruh signifikan terhadap reputasi perusahaan karena informasi yang disampaikan antar konsumen cenderung dipersepsi lebih kredibel dibandingkan komunikasi resmi perusahaan. Selain itu, kepercayaan konsumen berperan sebagai mekanisme relasional yang dapat mengurangi kecenderungan brand avoidance. Temuan juga menunjukkan bahwa brand hate dapat mendorong konsumen untuk melakukan tindakan penghukuman terhadap merek, seperti boikot dan penyebaran komunikasi negatif. Selanjutnya, media sosial memperkuat dampak tersebut dengan memungkinkan konsumen mengekspresikan emosi negatif secara luas melalui negative brand engagement. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa hubungan antara konsumen dan merek dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor kognitif, emosional, dan sosial yang pada akhirnya menentukan reputasi perusahaan di ruang digital.
Influencer Marketing di Industri Fashion: Systematic Review terhadap Landasan Teoritis, Niat Beli Konsumen, dan Arah Penelitian Devita, Lusy Deasyana Rahma
Jurnal Disrupsi Bisnis Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Disrupsi Bisnis
Publisher : Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/drb.v9i2.59206

Abstract

Literatur influencer marketing pada industri fashion masih menghadapi fragmentasi teoritis, inkonsistensi temuan empiris mengenai dimensi kredibilitas influencer, serta dominasi konteks negara maju yang membatasi relevansi bagi pasar berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan memetakan perspektif teori, menganalisis mekanisme purchase intention, dan mengidentifikasi kesenjangan penelitian melalui systematic literature review dengan protokol PRISMA pada basis data Scopus periode 2022–2026. Dari 5.862 artikel yang teridentifikasi, penyaringan bertahap berdasarkan kriteria inklusi dan evaluasi kualitas menggunakan MMAT menghasilkan 18 artikel yang dianalisis. Source Credibility Model merupakan kerangka dominan, dengan trustworthiness, expertise, dan attractiveness sebagai anteseden utama niat beli. Enam kategori kesenjangan teridentifikasi, termasuk minimnya riset pada konteks pasar berkembang dan segmen modest fashion Indonesia. Kontribusi utama terletak pada integrasi fondasi teori, mekanisme purchase intention, dan pemetaan research gaps dalam satu kerangka systematic review yang koheren.