Sunaryo, Sunaryo
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR GINGEROL PADA DUA JENIS JAHE (Zingiber officinale) Rizqullah, Dellia Rezha Bayu; Sunaryo, Sunaryo; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/833

Abstract

Jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman herbal yang memanfaatkan bagian rimpang. Beberapa senyawa dalam jahe merupakan penyusun rasa pedas yang banyak dibutuhkan oleh konsumen. Senyawa utama penyusun rasa pedas tersebut adalah Gingerol, Zingerone dan Shagaol. Tingginya permintaan jahe dengan kualitas yang tinggi tidak diikuti hasil petani yang hanya mengandalkan berat hasil panen jahe. Penggunaan pupuk kandang dalam budidaya jahe berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kadar gingerol pada kedua jenis jahe. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2016 hingga Juni 2017 di Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan metode rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yaitu (J1) jahe gajah (Zingiber officinale var offichinarum)  dan (J2) jahe emprit (Zingiber officinale var amarum). Faktor kedua jenis pupuk kandang yaitu, (P0) tanpa pupuk (kontrol), (P1) pupuk kotoran sapi, (P2) pupuk kotoran kambing, dan (P3) pupuk kotoran ayam. Dengan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan jenis pupuk kandang berpengaruh terhadap pertumbuhan, hasil rimpang dan kadar gingerol pada jahe. Hasil pertumbuhan tertinggi didapat pada jahe gajah dengan perlakuan pupuk ayam, sedangkan hasil kadar gingerol tertinggi didapat pada jahe gajah perlakuan pupuk sapi. Selain pupuk kandang umur panen juga mempengaruhi kualitas dari kadar gingerol. Pada jahe emprit tidak maksimal dipanen pada umur 6 bulan, sehingga kadar gingerol pada jahe emprit relatif lebih rendah dibandingkan jahe gajah. sebagai induk karena performasi pertumbuhannya yang terbaik.
PENGARUH KOMBINASI DOSIS PUPUK UREA DAN ZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae var. Alboglabra) Sumbayak, Etta Rostina Marthogi; Sunaryo, Sunaryo; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/886

Abstract

Kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) merupakan salah satu sayuran daun dari keluarga kubis-kubisan (Cruciferae). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian kombinasi dosis pupuk ZA dan Urea dan terhadap pertumbuhan dan pro-duksi tanaman kailan. Penelitian dilak-sanakan di Dusun Ngujung, Kecamatan Bumiaji pada bulan Maret 2017 sampai bulan April 2017. Percobaan ini menggunakan perbandingan dosis urea dan ZA berda-sarkan dosis rekomendasi N 100 kg ha-1. Rancangan yang digunakan dalam pene-litian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yang diulang se-banyak 4 kali.  Berikut perlakuan yang di-gunakan: P1= 100% Urea (220 kg ha-1); P2 = 80% Urea + 20% ZA (176 kg ha-1 Urea + 96 kg ha-1 ZA); P3 = 60% Urea + 40% ZA (132 kg ha-1 Urea + 192 kg ha-1 ZA); P4 = 40% Urea + 60% ZA (88 kg ha-1 Urea + 288 kg ha-1 ZA); P5 = 20% Urea + 80% ZA (44 kg ha-1 Urea + 384 kg ha-1 ZA); P6 = 100% ZA (480 kg ha-1).  Parameter pengamatan yang dilakukan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa kombinasi dengan dosis urea lebih banyak memberikan hasil bobot segar yang lebih tinggi. Perlakuan urea 100% memberikan hasil bobot segar total dan bobot segar konsumsi yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Hal ini dikarenakan besarnya bobot segar dan bobot konsumsi tanaman biasanya ditunjang oleh ketersediaan unsur hara dan penye-rapan unsur hara yang optimal.
Aplikasi Paclobutrazol pada Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Kentang (Solanum tubersonum L.) di Dataran Medium Karmelina, Nita; Sunaryo, Sunaryo; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/904

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu tanaman penunjang program diversifikasi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Kementrian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mulai mengembangkan tanaman kentang di dataran medium sejak tahun 2009 sebagai antisipasi terbatasnya lahan - lahan pengembangan kentang di dataran tinggi, namun kendala pada budidaya kentang di dataran medium ialah suhu tinggi yang meningkatkan sintesis giberelin. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman kentang ialah dengan menggunakan zat pengatur tumbuh. Paclobutrazol adalah salah satu zat pengatur tumbuhan yang digunakan untuk menghambat atau menekan pertumbuhan yang bekerja dibagian meristem dengan cara menghambat sintesis giberelin, sehingga dapat menekan pemanjangan sel dan meningkatkan hasil pada tanman kentang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2017 di rumah kaca yang terletak di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dengan ketinggian ± 700 mdpl. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan metode rancangan petak terbagi (RPT) yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama aplikasi Paclobutrazol yaitu (P1) tanpa Paclobutrazol, (P2) Paclobutrazol 75 ppm, dan (P3) Paclobutrazol 125 ppm. Faktor kedua varietas tanaman kentang yaitu (V1) Varietas Granola Kembang, (V2) Varietas granola Lembang, dan (V3) Varietas Nadia. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan Paclobutrazol dengan konsentrasi 75 ppm dan 125 ppm dapat menekan tinggi tanaman pada tiga varietas tanaman kentang, namun untuk menghasilkan berat umbi tanaman tertinggi diperoleh pada kombinasi perlakuan Paclobutrazol 125 ppm dan Varietas Nadia.
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Ayam dan Jarak Tanam pada Pertumbuhan Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus Bl. Miq.) Maulana, Riskan Servira; Sunaryo, Sunaryo; Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/915

Abstract

Kumis kucing adalah tanaman terna tahunan yang dapat dimanfaatkan daun dan batangnya sebagai obat herbal seperti mengobati infeksi kandung kemih, radang ginjal, diuretik, dan lainnya. Permintaan kumis kucing dalam negeri cukup tinggi mencapai 20 ton tahun 2005. Akar yang tumbuh dari stek batang adalah akar serabut yang membutuhkan media tanam gembur. Pupuk kandang ayam mampu memperbaiki sifat fisik tanah dan memiliki kandungan hara N dan P yang tinggi. Pemanenan kumis kucing secara pangkas menyebabkan percabangan, pelebaran tajuk serta shading. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk kandang ayam pada pertumbuhan dan hasil kumis kucing. Penelitian dilaksanakan bulan Maret – Mei 2017 di Dadaprejo, Junrejo, Batu. Alat dan bahan yang digunakan meliputi alsintan, kamera, meteran, timbangan dan stek batang kumis kucing serta pupuk kandang ayam. Penelitian dirancang acak kelompok secara faktorial dengan 4 kali pengulangan. Faktor pertama adalah jarak tanam terdiri 2 taraf (J1 : 30 cm x 30 cm); (J2: 40 cm x 40 cm). Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang ayam terdiri 4 taraf (D1: 5 t ha­-1); (D2: 10 t ha­-1); (D3: 15 t ha­-1); dan (D4: 20 t ha­-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kumis kucing optimal pada jarak tanam 30 cm x 30 cm dengan dosis pukan ayam 15 t ha-1 sedangkan pada jarak tanam 40 cm x 40 cm dengan dosis pukan ayam 10 t ha-1. Hal ini dikarenakan pada jarak tanam rapat memiliki populasi tinggi sehingga membutuhkan pasokan nutrisi lebih tinggi dibandingkan pada jarak tanam renggang.
Pengaruh GA3 Terhadap Pertumbuhan dan Waktu Muncul Kuncup Bunga Kaca Piring (Gardenia augusta Merr.) Uswatunnisa, Uswatunnisa; Sunaryo, Sunaryo; Sitawati, Sitawati
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/922

Abstract

Kaca piring (Gardenia augusta Merr.) merupakan salah satu tanaman dari Cina yang berfungsi sebagai tanaman hias atau penghasil bunga potong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan GA3 pada beberapa konsentrasi terhadap pertum-buhan dan waktu muncul kuncup bunga tanaman kaca piring. Penelitian dilaksana-kan pada bulan November 2016 – Februari2017 di Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur yang terletak pada ke-tinggian ±300 mdpl. Penelitian ini menggu-nakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan penyem-protan larutan GA3 pada konsentrasi ber-beda dan setiap perlakuan diulang seba-nyak tiga kali. Parameter pengamatan berupa pengamatan pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, per-tambahan luas daun, jumlah tunas daun, waktu muncul kuncup bunga, dan jumlah kuncup bunga. Hasil penelitian menun-jukkan bahwa GA3 memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan waktu muncul kuncup bunga kaca piring. GA3 dengan konsentrasi 40 – 60 ppm mampu mening-katkan pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan jumlah tunas daun) sedangkan GA3 40 ppm memper-cepat waktu muncul kuncup bunga 10 hari lebih cepat dan meningkatkan jumlah kuncup bunga per tanaman 40% lebih banyak dibandingkan tanpa perlakuan GA3.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa var. ascalonicum L.) Varietas Bima Terhadap Dosis Fosfor dan Waktu Aplikasi PGPR Ula, Sofiatul; Sunaryo, Sunaryo; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/964

Abstract

Secara umum, produktivitas bawang merah sangat tergantung pada teknik agronomi dan kualitas tanah. Oleh karena itu, produksi bawang merah nasional setiap tahun masih rendah. Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan produksi bawang merah adalah pemberian pupuk contoh di Dau pada lahan budidaya ketersediaan unsur hara fosfor rendah, untuk meningkatkan aktivitas mikroorganisme dengan pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacter). Varietas yang digunakan pada penelitian yakni Bima yang merupakan varietas baru. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi dosis fosfor dan waktu aplikasi PGPR pada pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Desa Martorejo Kecamatan Junrejo, Batu. Ketinggian tempat 600 meter diatas permukaaan  laut dari bulan Februari sampai April 2017. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama dosis fosfor (54, 72 and 90 P2O5) kg ha-1) sedangkan faktor kedua waktu aplikasi PGPR (saat tanam, 7 dan 14 hst). Parameter pengamatan terdiri dari panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar umbi, bobot kering umbi, bobot umbi per petak dan bobot panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk fosfor dan waktu aplikasi PGPR menunjukkan interaksi pada komponen hasil bawang merah. Pemberian fosfor (90 kg P2O5 ha-1) dengan waktu aplikasi PGPR A2 (saat tanam, 7, 14 hst) dan A1 (saat tanam, 7 hst) dapat meningkatkan bobot segar, bobot kering umbi, bobot umbi per petak dan bobot panen. Pemberian fosfor (90 kg P2O5 ha-1) dapat meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun dan luas daun. Sedangkan aplikasi PGPR tidak berbeda nyata pada parameter panjang tanaman, jumlah daun dan luas daun.