Munawir, As’ad
Unknown Affiliation

Published : 91 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERBANDINGAN PONDASI TIANG PANCANG DAN PONDASI TIANG BOR PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM VOKASI DAN INDUSTRI KREATIF UNIVERSITAS BRAWIJAYA KAMPUS DIENG Atikah, Laras; Munawir, As’ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Brawijaya melakukan pembangunan Gedung Laboratorium Vokasi dan Industri Kreatif Universitas Brawijaya Kampus Dieng Malang untuk menunjang kegiatan akademik mahasiswanya. Pada penelitian ini direncanakan ulang pondasi tiang pancang sebagai alternatif penggunaan pondasi tiang bor untuk menumpu gedung laboratorium tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan analisis perhitungan daya dukung, penurunan, serta biaya antara pondasi tiang pancang dan pondasi tiang bor. Dengan menggunakan metode analitis berdasarkan data N-SPT diperoleh daya dukung tiang pancang tunggal izin sebesar 1171,843 kN, dengan penggunaan tiang pancang direncanakan sebanyak 120 buah. Sedangkan tiang bor tunggal memiliki daya dukung sebesar 475,40 kN, dengan penggunaan tiang bor direncanakan sebanyak 196 buah. Dengan menggunakan metode analitis diperoleh penurunan tiang pancang tunggal sebesar 15,589 mm. Sedangkan penurunan tiang bor tunggal memiliki penurunan sebesar 39,327 mm. Validasi pondasi tiang pancang tunggal dan kelompok menggunakan program Plaxis 2D V20 memberikan hasil daya dukung maupun penurunan yang tidak berbeda jauh dari hasil dengan menggunakan metode analitis. Pekerjaan pondasi tiang pancang menghabiskan biaya sebesar Rp 7.373.694.512,78, sedangkan pekerjaan pondasi tiang bor mencapai Rp 8.463.126.337,15. Dari hasil perbandingan ini dapat diketahui bahwa pondasi tiang pancang mempunyai daya dukung yang lebih besar serta penurunan yang lebih kecil daripada pondasi tiang bor. Hal ini menunjukkan bahwa pondasi tiang pancang dapat lebih baik menumpu gedung tersebut. Dilihat dari aspek biaya pun penggunaan pondasi tiang pancang lebih ekonomis karena menghemat Rp 1.089.431.824,37, dengan penggunaan tiang yang lebih sedikit,daripada penggunaan pondasi tiang bor. Kata Kunci: Pondasi Tiang Pancang, Daya Dukung, Penurunan, Biaya
PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) SEBAGAI ALTERNATIF PERBAIKAN TANAH LUNAK YANG DIPASANG DENGAN POLA SEGIEMPAT DENGAN VARIASI JARAK (STUDI KASUS: TANAH LUNAK DI JALAN TOL PASURUAN-PROBOLINGGO) Rasyid, Dyka Retry; Zaika, Yulvi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyediaan jalan Tol di wilayah Jawa Timur dapat memberikan pertumbuhan usaha jangka panjang yang berkesinambungan yang memberikan keuntungan pada para pemangku kepentingan. Salah satu nya pembangunan Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo di Jawa Timur. Tanah di jalan Tol Pasuruan-Probolinggo mempunyai karakteristik tanah yang tidak stabil akibat kandungan air tanah yang banyak. Pada penelitian ini digunakan PVD (Pre-fabricated Vertical Drain) yang dilakukan dengan 5 tahap pembebanan dimana setiap 24 jam dilakukan kenaikan beban. Pada setiap penurunan pada sampel tanah dan kadar air akan dicatat. Tanah di dalam box percobaan ditetapkan memiliki kadar air sebesar 82%. PVD dipasang dengan jarak 20, 25, dan 30 cm dengan kedalaman 30 cm dengan pola segiempat. Uji konsolidasi akan dibandingkan terhadap sampel menggunakan PVD dan tanpa PVD untuk membandingkam hasil kinerja PVD dalam mempercepat proses penurunan tanah. Dari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat perbedaan antara sampel menggunakan PVD dan tanpa menggunakan PVD. Perbedaan pertama adalah hasil konsolidasi menunjukan bahwa variasi jarak 20 cm mengalami kenaikan sebesar 1483%. Konsolidasi 90% mencapai paling cepat dan kuat geser tanh lebih besar daripada yang lain. Perbedaan dari uji konsolidasi terjadi diakibatkan karena jarak yang pendek akan mempercepat waktu air mengalir secara horizontal ke PVD. Kata kunci: : PVD (Pre-fabricated Vertical Drain), Penurunan tanah dan kuat geser.
PERUBAHAN KARAKTERISTIK TANAH LUNAK YANG DIPERBAIKI DENGAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) DENGAN POLA SEGITIGA DENGAN VARIASI JARAK PADA TANAH LUNAK DI JALAN TOL PASURUAN-PROBOLINGGO Abadi, Willy Anggi; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Infrastruktur di indonesia saat ini sedang berkembang sangat pesat, salah satunya adalah pembangunan jalan tol. Permasalahan yang sering terjadi adalah karakteristik tanah yang kurang stabil pada daerah yang akan dibangun. Salah satu infrastruktur yang mengalami permasalahan ini adalah pembangunan jalan Tol Pasuruan-Probolinggo. Tanah yang berada pada daerah ini mempunyai karakteristik tanah yang tidak stabil akibat kandungan air tanah yang berlebih sehingga tanah menjadi lunak. Oleh karena itu, dibutuhkan usaha perbaikan tanah agar tidak mengalami kerusakan pada saat pembangunan. Metode yang digunakan untuk perbaikan tanah yang bersifat lunak adalah dengan perlakuan pra-pembebanan dan dipadukan dengan PVD (Pre-fabricated Vertical Drain) pola segitiga yang divariasikan dengan variabel jarak antar PVD. Pengujian konsolidasi dilakukan dengan memberikan beban secara bertahap dalam kurun waktu 24 jam selama 5 hari dengan  variasi jarak 20cm, 25cm, 30cm dan kedalaman sebesar 30cm. Dari hasil analisis konsolidasi, terdapat perbedaan antara sampel yang menggunakan PVD dengan sampel yang tidak menggunakan PVD. Perbedaan yang terjadi yaitu penurunan pada sampel tanah yang menggunakan PVD dengan jarak 20 cm mengalami kenaikan sebesar 1135,6% dan kuat geser tanah pada sampel tanah yang menggunakan PVD dengan jarak 20 cm mengalami kenaikan sebesar 316,66%. Perbedaan ini terjadi karena PVD memberikan lintasan drainase yang memungkinkan aliran air pori lebih pendek pada saat terjadi konsolidasi, sehingga semakin pendek jarak PVD, maka lintasan aliran air dengan arah vertikal dan horizontal akan lebih pendek. Kata kunci : PVD (Pre-fabricated Vertical Drain), Penurunan tanah, kuat geser, Jarak
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GUGURNYA PENAWARAN PENGADAAN JASA KONSULTAN PERENCANA DIKOTA MALANG DITINJAU DARI PEMENUHAN PERSYARATAN PENGADAAN Arisandy, Rizki; Unas, Saifoe El; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.717 KB)

Abstract

Mulai tahun 2012 pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah di Kota Malang dilakukan secara elektronik (E-Procurement). Namun dalam pelaksanaan pada paket kegiatan pekerjaan konsultansi masih banyak terjadi gugurnya dokumen penawaran yang disebabkan tidak memenuhinya persyaratan pengadaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang diperlukan agar penawaran memenuhi syarat serta untuk mengetahui penyebab suatu persyaratan tidak dapat memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dan mengetahui faktor-faktor yang paling dominan yang menjadi penyebab terjadinya gugur dalam penawaran. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode survey kuisioner sebagai alat pengumpul data-data primer. Analisis data dilakukan dengan Regresi Logistik dengan bantuan software statistik SPSS untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dan yang paling dominan yang menjadi penyebab terjadinya gugur dalam penawaran pada pekerjaan jasa konsultan di Kota Malang. Penentuan subjek untuk penelitian ini dilakukan dengan simple random sample, yang terdiri dari 17 penyedia jasa (konsultan) dan 13 ULP POKJA. Teknik pengambilan data dilakukan dengan data primer dan sekunder, pada penelitian ini data primer diambil dengan menyebarkan kuisioner kepada responden dengan pertanyaan-pertanyaan yang disusun berdasarkan peraturan dan standar dokumen pengadaan untuk pengadaan jasa konsultan, sedangkan data sekunder diambil dari situs resmi Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Hasil penelitian menunjukkan ada 5 faktor dari hasil pengolahan data konsultan dan 9 faktor dari hasil pengolahan data ULP POKJA yang berpengaruuh terhadap gugurnya dokumen penawaran pada pengadaan pekerjaan jasa konsultan. 5 faktor yang dihasilkan dari data konsultan adalah surat penawaran, memberi tanggapan yang menggambarkan pemahaman, pengalaman tenaga ahli yang disyaratkan, surat penawaran pada tahap seleksi, dan surat penawaran biaya. Untuk ke-5 faktor tersebut yang paling dominan berpengaruh adalah sertifikat keahlian yang disyaratkan, memberi tanggapan yang mnggambarkan pemahaman dan pengalaman tenaga ahli. Sedangkan 9 faktor yang dihasilkan dari data ULP pokja adalah daftar pekerjaan yang sedang dikerjakan, penyusunan surat penawaran, menguraikan data pekerjaan yang sedang dilaksanakan, memberi tanggapan yang menggambarkan pemahaman, jadwal waktu pelaksanaan sampai dengan serah terima, menyusun penugasan tenaga ahli, pengalaman tenaga ahli yang disyaratkan, sertifikat keahlian, dan surat penawaran biaya. Untuk ke-9 faktor tersebut yang paling dominan berpengaruh adalah pengalaman tenaga ahli yang disyaratkan, daftar perolehan pekerjaan yang sedang dikerjakan, penyusunan surat penawaran, memberi tanggapan yang menggabarkan pemahaman dan jadwal waktu pelaksanaan sampai dengan serah terima. Kata kunci: Gugurnya Penawaran, E-Procurement, Pekerjaan Jasa Konsultan
ANALISIS KURVA BELAJAR MODEL WRIGHT DAN STANFORD-B UNTUK PEMASANGAN KERAMIK RUKO X DI MALANG Purnamasari, Risqi Eka; Unas, Saifoe El; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.32 KB)

Abstract

Waktu penyelesaian suatu pekerjaan berulang cendrung menurun dari waktu ke waktu. Pengurangan waktu yang terjadi pada setiap pengulangannya memungkinkan adanya kenaikan produktivitas pada setiap pengulangan pekerjaan yang dapat diprediksi melalui metode kurva belajar serta regresi. Metode kurva belajar telah ada sejak lama tetapi belum banyak penelitian yang mengkaji tentang kemampuan kurva tersebut. Prediksi yang akan dilakukan oleh kurva belajar Wright, kurva belajar Stanford-B akan dibandingkan pula dengan model sudah dikenal berperan dalam memprediksi (forecasting) diantaranya regresi eksponensial dan polinomial. Persamaan untuk kurva belajar Wright adalah dan kurva belajar model Stanford-B adalah  . Kurva regresi eksponensial yang dilibatkan dalam penelitian ini hanya sebatas model , serta . Untuk persamaan polinomial digunakan orde tiga. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui diantaranya persamaan kurva belajar yang dihasilkan oleh model Wright dan Stanford-B, persamaan kurva belajar yang dihasilkan oleh model regresi eksponensial dan polinomial, serta mengetahui kemampuan kurva belajar dalam memprediksi pengurangan waktu serta penigkatan produktivitas pada pemasangan keramik ruko x di Malang. Kata kunci: kurva belajar, pekerjaan pemasangan keramik, waktu pekerjaan.
ANALISIS KURVA BELAJAR MODEL WRIGHT DAN DE JONG UNTUK PEMASANGAN ANAK TANGGA RUKO X DI MALANG Ananda, Puan Resty; Hasyim, M. Hamzah; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.746 KB)

Abstract

Pekerjaan konstruksi tangga merupakan pekerjaan berulang dari komponen bangunan.  Pekerja yang melakukan pekerjaan berulang akan menghasilkan peningkatan produktivitas dikarenakan berkurangnya waktu yang dibutuhkan yang dinamakan learning. Pengamatan adanya kecenderungan kebutuhan waktu yang berkurang untuk pekerjaan berulang telah dipelajari oleh T.P Wright pada tahun 1936 dan hasilnya disajikan dalam bentuk kurva yang disebut sebagai kurva belajar atau learning curve. Teori kurva belajar mengalami perkembangan, salah satunya adalah model De Jong. Model De Jong menambahkan faktor inkompresibilitas yang dilambangkan dengan huruf M dan menyebabkan adanya kemungkinan perbedaan prediksi dari model Wright dan De Jong. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan langsung pengerjaan anak tangga di lapangan untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaan anak tangga. Waktu pengerjaan dilapangan inilah yang menentukan apakah pekerja mengalami learning dalam melakukan pekerjaan berulang. Selanjutnya dilakukan analisis data untuk mendapatkan produktivitas di lapangan dan analisis data untuk kurva belajar model Wright dan De Jong. Hasil dari penelitian adalah pekerja mengalami learning sehingga produktivitas meningkat. Model Wright dan De Jong mempunyai hasil prediksi yang sama, dikarenakan faktor M pada model De Jong bernilai 0 sehingga persamaan De Jong kembali kebentuk persamaan Wright. Jika dibandingkan dengan hasil prediksi fungsi eksponensial dan exponential average, maka metode prediksi paling akurat untuk pekerjaan anak tangga dalam penelitian ini adalah metode exponential average. Kata-kata kunci : kurva belajar, pekerjaan berulang, produktivitas, model Wright, model De Jong
MONITORING PELAKSANAAN PEKERJAAN PADA PROYEK BANGUNAN PERGUDANGAN DOUBLE DENGAN METODE KONSEP NILAI HASIL Hape, Fillial Nuansa; Munawir, As’ad; Hasyim, M. Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.709 KB)

Abstract

Di dalam suatu proyek dibutuhkan sebuah sistem pengendalian proyek yang nantinya diharapkan dalam pelaksanaan proyek tersebut senantiasa berada pada arah tujuan yang hendak dicapai. Pengendalian pelaksanaan proyek adalah awal monitoring. Agar monitoring berjalan maksimal dapat menggunakan konsep nilai hasil. Konsep nilai hasil merupakan suatu metode yang mengintregasikan hubungan diantara waktu dan biaya serta hubungan antara waktu, biaya, dan progres pelaksanaan proyek yang juga menggambarkan kondisi kelangsungan proyek saat pelaporan. Dengan demikian konsep nilai hasil bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah antisipasi yang dapat diambil bila terjadi penyimpangan baik pada waktu pelaksanaan proyek maupun pada biaya yang dianggarkan untuk proyek tersebut. Konsep nilai hasil inilah yang diterapkan penulis untuk memonitoring proyek Bangunan Pergudangan Double. Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data dari lokasi penelitian. Setelah didapatkan data yang mendukung dilanjutkan dengan analisa data ACWP, BCWP, dan BCWS. Dilanjutkan dengan pengolahan data, pada tahapan ini dilakukan dengan 2 cara yaitu Time-Based dan Progress-Based. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan kurva berdasarkan Time-Based dan Progress-Based. Ditutup dengan tahapan penyajian, yang menyajikan hasil akhir dari seluruh analisa yang dilakukan. Hasil dari proses analisa yang didapat adalah variasi biaya, variasi jadwal, dan variasi waktu. Besarnya nilai variasi biaya hingga minggu kesepuluh sebesar Rp 324.038.473,00 nilai positif berarti  proyek mengeluarkan biaya lebih kecil dari biaya yang dianggarkan. Besarnya nilai variasi jadwal hingga minggu kesepuluh sebesar  Rp -2.255.959.533,00 nilai negatif berarti anggaran proyek yang terlaksana lebihi kecil dari pada anggaran rencana. Sedangkan besarnya nilai varians waktu hingga minggu kesepuluh sebesar -4,00 minggu, hal ini menunjukkan bahwa proyek terlaksana lebih lambat dari jadwal perencanaan proyek.   Kata Kunci: konsep nilai hasil, monitoring, time-based, progress-based
PERANCANGAN PERBAIKAN TANAH LUNAK PADA PEMBANGUNAN PERUMAHAN PODOMORO PARK BANDUNG MENGGUNAKAN METODE SOIL PRELOADING KOMBINASI PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) Kusumawati, Erlina Ayu; Munawir, As’ad; Kuswanda, Wahyu P.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Pembangunan Podomoro Park, Bandung berpotensi mengalami penurunan tanah yang tidak dapat ditoleransi sehingga dapat merusak konstruksi bangunan yang ada diatasnya. Untuk menanggulangi masalah tersebut, maka diperlukan perancangan perbaikan tanah dasar dengan metode Soil Preloading kombinasi Prefabricated Vertical Drain (PVD). Perancangan yang dilakukan yaitu membandingkan antara waktu konsolidasi tanah pada saat sebelum dan sesudah dilakukan metode perbaikan tanah untuk mencapai derajat konsolidasi 90%, serta membandingkan pula efektifitas pola pemasangan PVD segitiga dan segiempat. Setelah itu, dilakukan pemodelan beban timbunan tanah pada software Geoslope 2018 untuk mengecek angka keamanan (factor of safety) stabilitas lereng. Hasil perancangan didapatkan bahwa waktu konsolidasi yang dibutuhkan untuk memperoleh derajat konsolidasi 90% lebih cepat yaitu 4,19 bulan pada zona 1 dan 3,29 bulan pada zona 2 dengan PVD jarak 1,1 meter. Untuk efektifitas pola pemasangan PVD didapatkan hasil bahwa pola segitiga lebih efektif daripada pola segiempat. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa perbaikan tanah dengan metode Soil Preloading kombinasi Prefabricated Vertical Drain (PVD) mampu mempercepat waktu konsolidasi tanah. Kata kunci : Penurunan, Konsolidasi, Perbaikan tanah, Soil Preloading, Prefabricated Vertical Drain.
PERANCANGAN PERBAIKAN TANAH LUNAK PADA PEMBANGUNAN PERUMAHAN PODOMORO PARK BANDUNG MENGGUNAKAN METODE VACUUM PRELOADING KOMBINASI PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) Adhinia, Ori Trizka; Munawir, As’ad; Kuswanda, Wahyu P.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lunak merupakan jenis tanah yang memiliki tingkat compressibilitas yang tinggi serta daya dukung yang rendah.  Memiliki peran penting dalam menunjang konstruksi diatasnya, tanah dengan kondisi tersebut memerlukan adanya perbaikan sebelum dilakukan pekerjaan konstruksi diatasnya.  Tujuanya agar dapat meningkatkan daya dukung tanah, mempercepat proses konsolidasi tanah, serta meminimalisir pemampatan yang terjadi setelah proses konstruksi. Dari hasil penyelidikan tanah (Soil Investigation) diketahui bahwa kondisi tanah pada kawasan Perumahan Podomoro Park Bandung sebagian besar adalah lempung kelanauan dengan kedalaman tanah kompressibel rata- rata sebesar 11 m.  Metode perbaikan tanah yang digunakan adalah metode Vacuum Preloading kombinasi Prefabricated Vertical Drain (PVD). Prinsip kerja dari metode ini, yaitu dengan menghilangkan tekanan atmosfer pada tanah yang akan dikonsolidasi sampai pada waktu tertentu. Setelah dilakukan perancangan perbaikan, didapatkan hasil bahwa lama waktu yang diperlukan tanah untuk mencapai derajat konsolidasi 90%, yaitu selama 4,593 bulan (zona 1) dan 3,607 bulan (zona 2), dengan perancangan Prefabricated Vertical Drain (PVD) pola segitiga dan jarak pemasangan (s) = 110 cm.  Dimana berkali- kali lebih cepat jika dibandingkan dengan sebelum dilakukan perbaikan tanah.  Pola pemasangan PVD segitiga merupakan pola yang paling efektf untuk diterapkan, karena daerah penyerapannya lebih luas serta efektifitas kinerjanya lebih cepat jika dibandingkan dengan pola segiempat.  Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode Vacuum Preloading kombinasi Prefabricated Vertical Drain (PVD), efektif untuk diterapkan dalam perbaikan tanah. Kata kunci: konsolidasi , perbaikan tanah lunak, vacuum preloading, Prefabricated Vertical Drain (PVD)
ALTERNATIF PERBAIKAN TANAH LUNAK MENGGUNAKAN METODE DEEP CEMENT MIXING BERPOLA SEGI EMPAT DENGAN VARIASI JARAK Hasbianto, Muhammad; Zaika, Yulvi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya dukung tanah yang sangat rendah dan penurunan yang relatif tinggi harus distabilkan untukmeningkatkan daya dukung tanah dengan berbagai metode. Salah satunya penstabilan dalam penelitianini dilakukan menggunakan metode DCM (Deep Cement Mixing) berpola persegi dengan variasi jarakantar kolom perbaikan sebesar 15 cm, 20 cm, 25 cm, dan 30 cm menggunakan kadar semen sebesar 10%.Stabilisasi ini dilakukan di laboratorium menggunakan box berukuran (50x50x50) cm dan sampel tanahdipadatkan dalam box dengan volume (50x50x30) cm. setelahnya dilanjutkan dengan penempatan kolomstabilisasi sesuai dengan variasi jarak dan dilanjutkan dengan proses curing selama 7 hari. Setelah prosescuring, dilakukan uji pembebanan pada sampel tanah. Ini. Didapatkan perubahan variasi jarak antarkolom pada DCM sangat berpengaruh terhadap kenaikan daya dukung tanah. Dari yang semula tanah aslitidak mempunyai daya dukung dapat dilakukan peningkatan dengan didapatkan daya dukung terbesar0,556 kg/cm2 pada variasi jarak terkecil yaitu 15 cm. Daya dukung semakin besar seiring berkurangnyajarak antar kolom pada perbaikan tanah menggunakan DCM. Dalam analisis BCI dapat disimpulkanbahwa tanah akan mengalami peningkatan daya dukung seiring semakin kecilnya variasi jarak perbaikan.Peningkatan daya dukung yang sangat signifikan terdapat pada variasi jarak 20 cm yang mengalamikenaikan sebesar 25%.Kata kunci: Deep Cement Mixing, stabilisasi tanah, daya dukung, tanah lunak
Co-Authors ., Imanuddin ., Mayangsari Abadi, Willy Anggi Abhista Bariq, Muhammad Rafi Adhinia, Ori Trizka Afifuddin, Annas Agustia, Daffa Fadhiel Aji, Muhammad Satria Bayu Amalina, Nada Nur Amalina, Rahma Nur Ananda, Puan Resty Anggriawan, Filyan Fery Anggriawan, Rico Anshorie, Ahya Al Arief Rachmansyah Arisandy, Rizki Arthayoga Bendesa, Dimas Januar Arviananda, Ovy Ellen Atikah, Laras Bangalino, Arvi Biasmahendra, Bima Bima, Satria Carissa Imayanti, Nadia Izmi Charisma, Nuril Christine, Rini Cintya, Febrina Sagita Dodik Prasetyo Ekamargarezki, Yohanes Dibalflorende Eko Andi Suryo F, T Fadhillah, Hanna Maulidya Falkiya, Ira Faradita, Putri Agil Farandy, Fairuz Ikbar Fauzi Rizky, Adi Widia Nur Ghyffary, Faris Ramdhan Hape, Fillial Nuansa Harimurti . Hasbianto, Muhammad Hazhiyah, Amalia Ula Hutomo, Wahyudi I, Arrizal Rizki Ibrahim, Ahmad Arif Iswardhana, Fanny Pramudya Kautsar, Kevin Al Kurniawan, Danu Kusumawati, Erlina Ayu Kuswanda, Wahyu P. Kuswanda, Wahyu P. Lilabsari, Zahra Febrina Listyaningrum, Galuh Ajeng M. Hamzah Hasyim Maharani, Kharisma Tria Maharani, Ragilya Mustafid, Ainul Musthafa, Aris Nizar, Faisal Norviana, Sarah Giovani Oka Wibawa, Gede Arya Permata, Ditha Pranatayuda, Tosar Wayunenda Praptawati, Atika Prasetyo, Raenal Adji Pratama Yohanes, Raphael Eldy Pujo Susilo, Ekki Darmawan Purnamasari, Risqi Eka Putra Perdana, Rachmad Adiasa Putra, Muhamad Darmawan Rabbani, Rani Rachma, Saraswati Noor Rachmansyah, Arief Rachmansyah Rachmatullah, R. Irawan Ramadhan, Bima Aldiha Rasyid, Dyka Retry Ratri, Lola Kumala Reinaldo, M. Farish Hafis Rifqi, Moch. Fachrur Roberth, El Zefanya Rohmatillah, Siti Saifoe El Unas Sanjaya, Muhammad Dias Saputra, Jepris Hari Saputra, M. Rizky Hari Sarithayanti Mahaguna, Ida Ayu Satriaka, Irza Andys Setiawan, Andri Ari Sjaputra, Rakha Suhartono, Gerrie Suhasmoro, Auliyah Rizky Sulistyo, Herlambang Bagus Suroso . Tatag Yufitra Rus Tri Cahyani, Rizki Amalia Ulya, Atika Nikmatul Wahid, Anasrullah Widodo Suyadi Widyanatha, KadekDwi Kusuma Wijaya, Aziz Benny Wisnumurti . Wulansari, Yunita Yulvi Zaika Zahra, Karunia Az Zain, M. Nuhkhalid