Munawir, As’ad
Unknown Affiliation

Published : 91 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERENCANAAN SHEET PILE PADA PELABUHAN KABIL KOTA BATAM Rohmatillah, Siti; Suryo, Eko Andi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2017 terjadi kegagalan konstruksi sheet pile di Pelabuhan Kabil Kota Batam.Hal tersebut menyebabkan lahan reklamasi yang digunakan untuk galangan kapal terkenaabrasi sehingga dibutuhkan adanya pembangunan sheet pile baru. Analisis perencanaan yangakan dilakukan meliputi pembebanan, kedalaman dan dimensi sheet pile berangkur,pengangkuran serta perhitungan estimasi biaya yang dibutuhkan (RAB). Hasil dariperancanaan sheet pile didapatkan nilai kedalaman pemancangan sebesar 7,4046 m dimulaipada lapis tanah keempat dengan total panjang keseluruhan sheet pile adalah 19,5 m. Selain itudidapatkan besarnya nilai cross section penampang sheet pile yang dibutuhkan sebesar26544,1 ????????3/???? , sehingga digunakan tipe sheet pile ESC-PB1676,4x25,4 dengan nilai crosssection sebesar 28849 cm3/m. Sedangkan untuk hasil perencanaan angkur didapatkan jenisangkur berupa pelat jangkar dengan ukuran 1,5 x 1,5 meter dipasang dengan jarak 1,4 m danuntuk tie rod yang digunakan adalah rolled thread berdiameter 70 mm grade 500 dengan totalanggaran biaya yang dibutuhkan sebesar Rp95.992.000.000.Kata Kunci : Pasang Surut, Gelombang, Tekanan Lateral Tanah, Sheet pile, Angkur
PERILAKU TANAH LUNAK YANG DISTABILISASI DENGAN DEEP CEMENT MIXING (DCM) DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI FINITE ELEMENT METHOD (FEM) 2D Sanjaya, Muhammad Dias; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lunak memiliki kuat geser rendah, kompresibiltas tinggi, dan koefisien permabilitas yangrendah. Jika tanah lunak dibebani secara terus menerus, akan menyebabkan deformasi yang besar sertawaktu yang lama. Sayangnya, pada pembangunan Jalan Tol Gempol-Pasuruan ditemukan tanah lunak.Maka dari itu perlu perbaikan tanah sebelum pembangunan dilakukan. Salah satu metode perbaikantanah untuk mengakali deformasi yang terjadi adalah Deep Cement Mixing (DCM). DCM adalahmetode perbaikan tanah yang dilakukan dengan cara mencampurkan tanah dengan semen sampaikedalaman tertentu. Pada studi analisis ini, DCM dimodelkan pada tanah lunak menggunakan programelemen hingga 2D, dengan diameter 1 meter dan kedalaman 17 meter. Analisis dilakukan dengan 3variasi, yaitu tanah tanpa perbaikan tanah, dengan perbaikan DCM dengan spasi 1,1 meter danperbaikan DCM dengan spasi 1,3 meter. Selanjutnya dilakukan perhitungan penurunan dengan metodeanalisis yang hasilnya akan dibandingkan dengan keluaran program elemen hingga agar hasil daripromgram elemen hingga dapat dipastikan kebenarannya. Hasil analisis menunjukkan deformasi yangterjadi pada tanah yang diperbaiki menggunakan DCM menurun hingga 67% dibandingkan dengantanah tanpa perbaikan, dengan hasil deformasi terkecil pada tanah lunak dengan perbaikan DCM spasi1,1 meter.Kata Kunci: deep cement mixing, deformasi, metode elemen hingga, spasi DCM, tanah lunak
PERENCANAAN PERBAIKAN TANAH LUNAK MENGGUNAKAN METODE VACUUM PRELOADING DENGAN KOMBINASI PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DAN SARPRAS PASMAR-1 JAKARTA Arthayoga Bendesa, Dimas Januar; Munawir, As’ad; Suryo, eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil penyelidikan tanah (soil investigation), kondisi tanah pada lokasi proyekPembangunan Lanjutan Gedung & Sarpras Pasmar-1 Jakarta merupakan tanah lunak yang memilikikandungan air dan udara yang cukup tinggi, serta permeabilitas yang sangat rendah, yang mana kerapmenimbulkan masalah pada konstruksi bangunan sipil. Berdasarkan hasil perancangan perbaikantanah lunak yang menggunakan metode Vacuum Preloading dengan kombinasi Prefabricated VerticalDrain (PVD) yang dipancang sampai pada kedalaman 14 meter, Hasil perencanaan perbaikan tanah diproyek konstruksi Pembangunan Lanjutan Gedung & Sarpras Pasmar-1 Jakarta dengan menggunakanmetode Soil Preloading dengan kombinasi Prefabricated Vertical Drain (PVD) yang di pancangdengan kedalaman 14 meter, didapatkan total penurunan tanah adalah sebesar 1,114 meter. Sedangkanwaktu yang dibutuhkan untuk tanah mencapai derajat konsolidasi 90% dengan bantuan PrefabricatedVertical Drain (PVD) pola segitiga berjarak 1 meter berdasarkan perhitungan adalah selama 325,4 hariatau sekitar 0,9 tahun.Kata kunci : Perbaikan tanah lunak, Vacuum Preloading, Prefabricated Vertical Drain, konsolidasi.
PERKUATAN LERENG PASIR DENGAN RC 88% MENGGUNAKAN DUA BARIS PILE DENGAN VARIASI POSISI Suhartono, Gerrie; Suryo, Eko Andi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki kontur yang beragam dari dataran rendah, perbukitan hingga lereng.Permasalahan yang sering muncul berupa longsor pada pemukiman atau bangunan yangdidirikan pada daerah perbukitan dan lereng. Pilar digunakan sebagai struktur penahan padalereng untuk perkuatan tanah.Metode penelitian yang dilakukan adalah denganmemasukkan tanah berjenis pasir dengan kondisi kering permukaan ke dalam box, setelahmodelling box sudah dipadatkan setebal 70 cm lalu tancapkan pilar sebagai perkuatan hinggakedalaman 5 cm dari dasar box permodelan dan jarak antar pilar setiap 10 cm, kemudiandilakukan pemotongan lereng dengan sudut kemiringan lereng 50o. Pada lereng dengan 2baris pilar perkuatan dengan D2/D1 = 0,80 beban runtuh maksimum sebesar 0,649 kg/cm2.Untuk posisi pilar yang optimal berada pada posisi tengah atas. Pada variasi posisi pilarlokasi pilar optimal baris kedua pada Lx/L = 0,6. Dengan analisis menggunakan FEM, angkakeamanan pada lereng tanpa perkuatan diperoleh sebesar 1,065 pada aplikasi FEM. Untuklereng dengan perkuatan satu baris pilar pada Lx/L = 0,9 dan D2/D1 = 0,68 diperoleh angkakeamanan sebesar 1,393 pada aplikasi FEM. Untuk lereng dengan perkuatan dua baris pilardiperoleh angka keamanan sebesar 0,9545 pada aplikasi FEM 2D dan 1,458 pada aplikasiFEM 3D. Angka keamanan terbesar diperoleh pada pilar baris kedua pada variasi posisidengan Lx/L = 0,6 dan pada variasi diameter dengan D2/D1 = 0,80.Kata Kunci: Angka keamanan, Perkuatan, Lereng, Pilar, Longsor.
PENGARUH PERKUATAN DOUBLE ROW PILES PADA PEMODELAN FISIK LERENG PASIR DR 88% DENGAN VARIASI DIAMETER PADA BARIS KEDUA PILE (LX BARIS 2 = 0,6) Hutomo, Wahyudi; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki kontur yang beragam dari dataran rendah, perbukitan hingga lereng. Pada saat musim hujanberlangssung daerah perbukitan hingga lereng sering mengalami longsor yang menyebabkan korban jiwa yang cukupbanyak.Pile digunakan pada modeling lereng sebagai struktur penahan saat lereng diberikan beban. Untuk persiapanpemodelan dilakukan dengan memasukan tanah dengan jenis pasir pada box modeling. Ukuran box modeling yangdigunakan adalah 1 m x 1m x 1,5m. Pasir dimasukan setiap 10 cm dan dilakukan pemadatan menggunakan silinderbeton dengan 15 gilasan. Pasir dimasukan dan dipadatkan hingga ketinggian mencapai 70 cm setelah itu tancapkanpile sesuai dengan variasi diameter yang akan diamati. Setelah pile tertancap lereng pasir dikikis dengan kemiringan50o. Pembebanan pada lereng dilakukan dengan menggunakan pondasi menerus selebar 13 cm dengan jarak pondasipada tepi lereng sebesar 5cm. Pembacaan beban telah mencapai longsor pada saat pembacaan telah diulang 3x namunbeban yang diberikan tidak mengalami peningkatan.Dengan dilakukanya penelitian ini akan mengetahui jeniskelongsoran yang terjadi pada model lereng sesuai dengan variabel yang diteliti. Mengetahui variasi diameteroptimum pile sebagai penahan lereng. Serta mengetahui peningkatan angka keamanan untuk setiap variabel yangditeliti.Untuk lereng tanpa perkuatan didapatkan tegangan tanah sebesar 0,301 kg/cm2. Untuk lereng denganperkuatan satu baris pile (Lx/L 0,9 dan D2/D1 = 0,68) didapatkan peningkatan daya dukung tanah sebesar 73.75%.Untuk lereng dengan perkuatan 2 baris pile didapatkan peningkatan daya dukung 62,72% dari perkuatan 1 baris pile.Pada pelaksanaan percobaan di laboratorium diperoleh jenis keruntuhan untuk lereng tanpa perkuatan merupakankeruntuhan pada kaki lereng dan keruntuhan untuk lereng menggunakan perkuatan adalah keruntuhan pada lereng.Angka keamanan pada lereng tanpa perkuatan sebesar 1.065. Untuk lereng dengan perkuatan satu baris pile (Lx/L 0,9dan D2/D1 = 0,68) terjadi peningkatan angka keamanan 30,8%. Pada perkuatan lereng dengan dua baris pile terjadipeningkatan 40,09% dari lereng tanpa perkuatan.Kata kunci : Perkuatan lereng, pasir, alumunium, longsor, angka keamanan, jenis longsor
PENGARUH PERBEDAAN POSISI PADA PERKUATAN LERENG MENGGUNAKAN DOUBLE-ROW PILE DIAMETER 3,2 CM DENGAN KEPADATAN PASIR Rc 88% Farandy, Fairuz Ikbar; Munawir, As’ad; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lereng adalah bagian dari permukaan bumi yang memiliki sudut kemiringan tertentu dengan bidangdatar (horizontal). Dengan pemanfaatan lereng yang sering digunakan oleh masyarakat, maka terdapat halyang harus diperhitungkan dan direncanakan dalam bidang Geoteknik yaitu longsor.Pada penelitian ini pile digunakan sebagai media pencegah longsor. Metode penelitian yang dilakukanadalah dengan memasukkan pasir kedalam box dengan ketinggian setiap lapisan 10 cm, lalu dipadatkandengan silinder beton sebanyak 15 lintasan untuk diambil kadar air menggunakan cawan, setelah itumasukkan pile sebagai perkuatan hingga kedalaman 45 cm dan jarak antar pile setiap 10 cm, kemudiandilakukan pemotongan lereng hingga mendapatkan sudut 50 o , selanjutnya letakkan beban secara betahapdengan jarak 5 cm dari tepi lereng dan dilakukan pembacaan hingga pasir mengalami kelongsoran sebanyak3 kali pembacaan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beban maksimum yang dapat ditahan lereng padakondisi tanpa perkuatan, satu perkuatan, dan dua perkuatan, Mengetahui posisi pile optimum untukmenahan beban yang terjadi, untuk mengetahui jenis kelongsoran pada lereng tanpa perkuatan, satuperkuatan, dan dua perkuatan, dan untuk mengetahui peningkatan nilai Safety of Factor dari lereng tanpaperkuatan menjadi satu perkuatan dan dua perkuatan.Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil untuk beban runtuh maksimum tanpa perkuatansebesar 0,314 kg/cm2, dengan perkuatan satu baris pile didapatkan Qu sebesar 0.557 kg/cm2, denganperkuatan 2 baris pile didapatkan beban maksimum terbesar 0,851 kg/cm2. Pada variasi posisi piledidapatkan lokasi optimum pile baris kedua pada Lx/L=0,6. Jenis kelongsoran pada lereng tanpa perkuatanmerupakan kelongsoran pada kaki lereng, sedangkan pada perkuatan 1 baris dan 2 baris pile merupakankelongsoran pada badan lereng. Dari analisis menggunakan aplikasi FEM. Factor of safety pada lereng tanpaperkuatan didapatkan sebesar 0,886 pada aplikasi FEM 2D dan sebesar 1,073 pada aplikasi FEM 3D. padalereng dengan perkuatan satu baris pile didapatkan sebesar 0,919 pada aplikasi FEM 2D dan sebesar 1,391pada aplikasi FEM 3D. Untuk lereng dengan perkuatan dua baris pile didapatkan sebesar 0,968 pada aplikasiFEM 2D dan sebesar 1,492 pada aplikasi FEM 3D.Kata Kunci : Lereng, Longsor, beban, pile, perkuatan, factor of safety
PENGARUH VARIASI DIAMETER DENGAN RASIO LX1/L = 0,9 DAN LX2/L = 0,5 TERHADAP STABILITAS PADA PEMODELAN FISIK LERENG PASIR DENGAN RC 88% Agustia, Daffa Fadhiel; Rachmansyah, Arief; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah longsor merupakan bencana yang pada umunnya berpotensi terjadi pada pemanfaatan lahanlereng. Indonesia memiliki karakteristik daratan yang salah satunya adalah dataran tinggi. Oleh karena itu,dibutuhkan suatu metode perkuatan stabilitas lereng.yang mampu mencakup wilayah yang luas. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui peningkatan faktor keamanan lereng akibat penggunaan dua baris tiang sebagaimetode perkuatan lereng. Penelitian dilakukan dengan pemodelan skala kecil. Tanah pasir dibentukmenyerupai lereng dengan kemiringan 50° di dalam model boks. Tiang yang digunakan adalah pipaalumunium. Variasi diameter tiang diberikan pada tiang baris kedua dari nilai terkecil hingga terbesar,sedangkan tiang pada baris pertama diberi nilai konstan. Pembebanan dilakukan pada puncak lereng hinggapeningkatan beban tidak terjadi. Analisis faktor keamanan menggunakan metode elemen hingga denganbantuan aplikasi FEM 2D dan 3D. Hasil penelitian menunjukkan dengan membandingkannya dengan lerengtanpa perkuatan, maka lereng mengalami peningkatan nilai faktor keamanan hingga sebesar 9,221% padaaplikasi FEM 2D dan 34,282% pada aplikasi FEM 3D. Selain faktor keamanan, nilai daya dukung tanahmengalami peningkatan hingga sebesar 187,38%. Sehingga, diameter optimal yang mampu menahanterjadinya longsoran yaitu diameter terbesar. Berdasarkan penelitian tersebut, diketahui jenis longsoran yangterjadi adalah tipe rotasi.Kata Kunci: daya dukung tanah, faktor keamanan, lereng, longsor, perkuatan lereng, tanah pasir, tiang,variasi diameter tiang
PENGARUH VARIABEL POSISI PADA PEMODELAN LERENG PASIR DENGAN Rc 88% MENGGUNAKAN PERKUATAN DOUBLE ROW PILE DENGAN DIAMETER BERBEDA Kautsar, Kevin Al; ., Harimurti; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah longsor adalah suatu gerakan tanah atau batuan yang menuruni lereng akibatterganggunya kestabilan lereng tersebut. Longsor sering terjadi pada wilayah dengan curahhujan yang tinggi. Untuk menanggulangi longsor diperlukan perkuatan pada lereng, salahsatu contohnya dengan perkuatan tiang. Metode penelitian yang dilakukan adalah denganmemasukkan tanah berjenis pasir dengan kondisi kering permukaan ke dalam modellingbox dan dipadatkan dengan silinder beton sebanyak 15 kali setiap lapisannya denganketebalan 10 cm hingga mencapai ketebalan 70 cm. Lalu tancapkan tiang sebagai perkuatanhingga kedalaman 5 cm dari dasar box permodelan dan jarak antar tiangnya adalah 10 cm,kemudian dilakukan pemotongan lereng dengan sudut kemiringan 50o. Pada lereng dengan2 baris tiang perkuatan dengan D2/D1 = 0,85 didapatkan daya dukung terbesar yaitu 0,605kg/cm2. Untuk posisi tiang baris kedua yang optimal berada pada posisi tengah atas. Padavariasi posisi tiang baris kedua lokasi tiang optimalnya yaitu pada Lx/L = 0,6. Dengananalisis menggunakan program FEM, angka keamanan pada lereng tanpa perkuatandiperoleh sebesar 1,065. Untuk lereng dengan perkuatan satu baris tiang pada Lx/L = 0,9dan D2/D1 = 0,68 diperoleh angka keamanan sebesar 1,393. Untuk lereng dengan perkuatandua baris tiang diperoleh angka keamanan sebesar 1,436 pada program FEM 3D. Angkakeamanan terbesar diperoleh pada variasi tiang baris kedua pada posisi Lx/L = 0,6.Kata Kunci: Longsor, Lereng, Perkuatan, Tiang, Angka keamana
PENGARUH VARIASI POSISI DENGAN DIAMETER TERHADAP PERKUATAN DOUBLE-ROW PILE PADA PEMODELAN FISIK LERENG PASIR Ghyffary, Faris Ramdhan; Rachmansyah, Arief Rachmansyah; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelongsoran merupakan salah satu jenis gerakan pada massa tanah, batuan, atau bahanrombakan yang menuruni lereng. Indonesia saat ini kerap mengalami peristiwa kelongsorankarena beberapa faktor seperti salah satunya yaitu kondisi lereng yang kurang didukung olehpembangunan untuk mencegah kondisi terburuk dari kelongsoran. Dalam penelitian inidigunakan metode perkuatan lereng menggunakan dua baris pile dengan box modelingsebagai wadah pengujian. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui jenis kelongsoranlereng, pengaruh variasi posisi pile terhadap stabilitas lereng, mengetahui nilai keamanan(FoS) dan juga posisi pile yang optimum untuk menahan longsor.Kata Kunci: Angka keamanan, Lereng, Longsor, Perkuatan, Pile.
PENGAMATAN STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN DOUBLE ROW PILE PADA POSISI Lx1/L=0,9 DAN Lx2/L=0,7 DENGAN TANAH PASIR Dr 88%TERHADAP PERUBAHAN VARIABEL DIAMETER PILE Reinaldo, M. Farish Hafis; Munawir, As’ad; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lereng adalah bagian dari permukaan kerak bumi yang mempunyai sudut kemiringan tertentu denganbidang horizontal (datar). Dengan adanya pemanfaatan dan penggunaan lereng dalam kehidupan sehari-harimasyarakat, maka terdapat hal-hal yang harus diperhitungkan dan direncanakan dalam bidang Geoteknikyaitu kemampuan lereng dalam menahan longsor.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beban maksimum yang dapat ditahan lereng padakondisi tanpa perkuatan, satu baris perkuatan, dua baris perkuatan. Mengetahui diameter pile optimum untukmenahan beban yang terjadi, untuk mengetahui jenis kelongsoran yang terjadi pada lereng saat mengalamilongsor pada lereng tanpa perkuatan, satu baris perkuatan, dua baris perkuatan, juga untuk mengetahui nilaiFactor of Safety dari lereng tanpa perkuatan, satu baris perkuatan, dua baris perkuatan. Dari penelitian yangtelah dilakukan didapatkan hasil untuk beban runtuh (Qu) maksimum tanpa perkuatan bernilai sebesar 0,314kg/cm2 , dengan perkuatan satu baris pile bernilai sebesar 0,557 kg/cm2 , dengan perkuatan dua baris pilebernilai sebesar 0,802 kg/cm2 . Pada variasi diameter pile didapatkan kondisi optimum bisa ditemukan padasaat D2/D1=0,68 dengan beban maksimum hingga mengalami keruntuhan terjadi pada saat dibebani 0,802kg/cm2 . Jenis kelongsoran pada lereng tanpa perkuatan merupakan kelongsoran pada kaki lereng sedangkanpada perkuatan 1 baris dan 2 baris pile merupakan kelongsoran pada badan dan kaki lereng. Dari analisismenggunakan aplikasi FEM. Factor of Safety pada lereng tanpa perkuatan didapatkan sebesar 0,886 padaaplikasi FEM 2D dan sebesar 1,073 pada aplikasi FEM 3D. Pada lereng dengan satu baris perkuatan piledidapatkan sebesar 0,919 pada aplikasi FEM 2D dan sebesar 1,391 pada aplikasi FEM 3D. Untuk lerengdengan perkuatan 2 baris pile didapatkan sebesar 0,956 pada aplikasi FEM 2D dan sebesar 1,427 padaaplikasi FEM 3D.Kata Kunci : Lereng, Longsor, beban, pile, perkuatan, Factor of Safety
Co-Authors ., Imanuddin ., Mayangsari Abadi, Willy Anggi Abhista Bariq, Muhammad Rafi Adhinia, Ori Trizka Afifuddin, Annas Agustia, Daffa Fadhiel Aji, Muhammad Satria Bayu Amalina, Nada Nur Amalina, Rahma Nur Ananda, Puan Resty Anggriawan, Filyan Fery Anggriawan, Rico Anshorie, Ahya Al Arief Rachmansyah Arisandy, Rizki Arthayoga Bendesa, Dimas Januar Arviananda, Ovy Ellen Atikah, Laras Bangalino, Arvi Biasmahendra, Bima Bima, Satria Carissa Imayanti, Nadia Izmi Charisma, Nuril Christine, Rini Cintya, Febrina Sagita Dodik Prasetyo Ekamargarezki, Yohanes Dibalflorende Eko Andi Suryo F, T Fadhillah, Hanna Maulidya Falkiya, Ira Faradita, Putri Agil Farandy, Fairuz Ikbar Fauzi Rizky, Adi Widia Nur Ghyffary, Faris Ramdhan Hape, Fillial Nuansa Harimurti . Hasbianto, Muhammad Hazhiyah, Amalia Ula Hutomo, Wahyudi I, Arrizal Rizki Ibrahim, Ahmad Arif Iswardhana, Fanny Pramudya Kautsar, Kevin Al Kurniawan, Danu Kusumawati, Erlina Ayu Kuswanda, Wahyu P. Kuswanda, Wahyu P. Lilabsari, Zahra Febrina Listyaningrum, Galuh Ajeng M. Hamzah Hasyim Maharani, Kharisma Tria Maharani, Ragilya Mustafid, Ainul Musthafa, Aris Nizar, Faisal Norviana, Sarah Giovani Oka Wibawa, Gede Arya Permata, Ditha Pranatayuda, Tosar Wayunenda Praptawati, Atika Prasetyo, Raenal Adji Pratama Yohanes, Raphael Eldy Pujo Susilo, Ekki Darmawan Purnamasari, Risqi Eka Putra Perdana, Rachmad Adiasa Putra, Muhamad Darmawan Rabbani, Rani Rachma, Saraswati Noor Rachmansyah, Arief Rachmansyah Rachmatullah, R. Irawan Ramadhan, Bima Aldiha Rasyid, Dyka Retry Ratri, Lola Kumala Reinaldo, M. Farish Hafis Rifqi, Moch. Fachrur Roberth, El Zefanya Rohmatillah, Siti Saifoe El Unas Sanjaya, Muhammad Dias Saputra, Jepris Hari Saputra, M. Rizky Hari Sarithayanti Mahaguna, Ida Ayu Satriaka, Irza Andys Setiawan, Andri Ari Sjaputra, Rakha Suhartono, Gerrie Suhasmoro, Auliyah Rizky Sulistyo, Herlambang Bagus Suroso . Tatag Yufitra Rus Tri Cahyani, Rizki Amalia Ulya, Atika Nikmatul Wahid, Anasrullah Widodo Suyadi Widyanatha, KadekDwi Kusuma Wijaya, Aziz Benny Wisnumurti . Wulansari, Yunita Yulvi Zaika Zahra, Karunia Az Zain, M. Nuhkhalid