Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

FOMO pada Remaja Pengguna Media Sosial: Adakah Peranan Kecemasan Sosial dan Harga Diri? Sabneno, Trezani; Meiyuntariningsih, Tatik; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12706

Abstract

Fear of Missing Out (FOMO) merujuk pada kondisi di mana individu memiliki dorongan kuat untuk terus memantau aktivitas orang lain secara daring di media sosial. Hal ini sering memunculkan rasa cemas ketika individu membandingkan dirinya dengan orang lain yang dianggap lebih sukses. Beberapa faktor yang diyakini mempengaruhi FOMO meliputi harga diri, kecemasan sosial, dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kecemasan sosial dan harga diri dengan tingkat FOMO pada remaja pengguna media sosial. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional, dengan melibatkan 130 remaja Surabaya berusia 12-19 tahun sebagai responden. Responden dipilih menggunakan teknik quota sampling. Instrumen penelitian mencakup tiga skala, yakni skala FOMO berdasarkan aspek yang dikembangkan oleh Przybylski, dkk (2013), skala kecemasan sosial dari aspek yang disusun oleh La Greca & Lopez (Akbar & Faryansyah, 2018), serta skala harga diri yang merujuk pada aspek Coopersmith (Nafeesa & Novita, 2021). Data dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecemasan sosial dan harga diri secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan FOMO. Secara parsial, terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecemasan sosial dengan FOMO. Sebaliknya, hubungan negatif yang signifikan ditemukan antara harga diri dengan FOMO, menunjukkan bahwa semakin rendah harga diri individu, semakin tinggi tingkat FOMO yang dialaminya.
Problem Focused Coping sebagai Prediktor Kualitas Hidup pada Family Caregiver Pasien Kanker Payudara Fairuz, Maulida Ihza; Meiyuntariningsih, Tatik; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12722

Abstract

Family caregivers play an important role in caring for breast cancer patients. However, their condition has not received much attention, where studies on family caregivers in Indonesia are still limited, especially those related to quality of life. This study aimed to determine the relationship between problem-focused coping and quality of life in family caregivers of breast cancer patients. The research design is a correlational study. The sample of the study was 74 family caregivers of breast cancer patients, obtained from purposive sampling. The sample criteria were limited to family caregivers who were of productive age as students or workers, and had accompanied families with breast cancer for 0-1 year. Problem-focused coping and quality of life were measured using scale constructed by the writer. Data analysis was conducted with Spearman Brown. The result of the study shows a significant positive correlation between the two variables. This shows that the higher tendency of family caregivers to apply problem-focused coping, the higher the level of quality of life.
Penerimaan Diri dan Penggunaan Media Sosial: Implikasinya terhadap Psychological Well-Being pada LGBT Sakul, Adelheid Zefanya; Pratikto, Herlan; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12783

Abstract

Komunitas LGBT menghadapi stigma dan diskriminasi yang berdampak pada kesejahteraan psikologis mereka. Media sosial, terutama Instagram, menjadi ruang bagi mereka untuk mengekspresikan diri dan mendapatkan dukungan sosial. Penerimaan diri memainkan peran penting dalam membangun kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan penerimaan diri dan penggunaan media sosial terhadap kesejahteraan psikologis pada komunitas LGBT. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional, data dikumpulkan melalui kuisioner yang disebarkan kepada pengikut akun Instagram Komunitas X. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan diri berhubungan signifikan dengan kesejahteraan psikologis, sedangkan penggunaan media sosial tidak memiliki hubungan signifikan. Penelitian ini menekankan pentingnya mendukung penerimaan diri melalui komunitas yang positif untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis komunitas LGBT.
HUBUNGAN ANTARA SELF FORGIVENESS DAN MEANING IN LIFE DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA PECANDU NARKOBA Agustin, Verra Aprilia; Meiyuntariningsih , Tatik; Aristawati, Akta Ririn
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara self forgiveness dan meaning in lifeĀ  dengan psychological well being pada pecandu narkoba. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitain ini menggunakan purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 125 yang sedang menjalani rehabilitasi. Pengukuran data psychological well being menggunakan skala RPWB yang berdasarkan aspek yang dikemukakan oleh Ryff. Pengukuran data self forgiveness menggunakan skala TRIM yang berdasarkan aspek yang dikemukakan oleh McCullough. Pengukuran data meaning in life menggunakan skala MLQ yang berdasarkan aspek yang dikemukakan oleh Frankl. Hasil koefesien korelasi pada variabel self forgiveness dan psychological well being sebesar 0.911 yang menunjukkan bahwa korelasi pada penelitian terdapat hubungan positif. Hasil koefesien korelasi pada variabel meaning in life dan psychological well being sebesar 0.955 yang menunjukkan bahwa korelasi pada penelitian terdapat hubungan positif.
Peran Penerimaan Diri dalam Meningkatkan Kebahagiaan Remaja Jalanan Maharani, Eurika Agustina; Meiyuntariningsih, Tatik; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the relationship between self-acceptance and happiness in street adolescents. The approach used in this study is a quantitative approach. The study sample consisted of adolescents between the ages of 12 and 18 years. Data collection was carried out using the Likert scale which includes a scale of self-acceptance and happiness. To analyze the data, the Product Moment correlation method is used. The results of the analysis showed a correlation coefficient (r) of 0.995 with a significance value of p = 0.001 which was smaller than 0.005. These findings indicate a significant positive relationship between self-acceptance and happiness in street adolescents. Thus, the hypothesis proposed in this study is acceptable.Keywords: Happiness, self-acceptance, street youthAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penerimaan diri dan kebahagiaan pada remaja jalanan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari remaja berusia antara 12 hingga 18 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala Likert yang meliputi skala penerimaan diri dan kebahagiaan. Untuk menganalisis data, digunakan metode korelasi Product Moment. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,995 dengan nilai signifikansi p = 0,001 yang lebih kecil dari 0,005. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan antara penerimaan diri dan kebahagiaan pada remaja jalanan. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima.Kata kunci: Kebahagiaan,penerimaan diri, remaja jalanan