Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ESSENTIAL OIL LEMON UNTUK MENURUNKAN NYERI WP, Yudha; Rizqi, Amalia Solichati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37055

Abstract

Urgensi dalam penelitian ini adalah mewujudkan prototype penanganan nyeri berbasis iptek dengan memanfaatkan alam Indonesia pada tahun 2029. Nyeri adalah rasa tidak nyaman yang sering dialami oleh setiap manusia. Hampir semua manusia pasti pernah mengalami nyeri. Tekhnik dalam penanganan nyeri sangatlah beraneka ragam mulai dari farmakologi, alat elektromedis ataupun penggunaan teknologi virtual reality (VR). Pengembangan penanganan nyeri dengan menggunakan alam Indonesia yaitu essensial oil lemon perlu dilakukan karena belum pernah ada riset yang menelitia essensial oil lemon untuk menurunkan nyeri . Alam indonesia sangatlah subur dan tanaman lemon bisa tumbuh subur di hampir seluruh Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah essential oil lemon dapat menurunkan nyeri. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan kualtitatif. Sampel penelitian adalah sebanyak 30 mahasiswa yaitu mahasiswa program vokasi Universitas Widya Dharma (UNWIDHA) pada bulan Januari – November 2024 dengan tempat penelitian di laboratorium fisioterapi UNWIDHA. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran nilai ambang nyeri pada 10 cm ke distal dari epycondylus medial dengan menggunakan electrical stimulation arus faradic sebelum dan setelah perlakuan. intervensi yang diberikan adalah pemberian olesan essential oil lemon yang sudah dilakukan uji laboratorium dan mendapatkan izin dari BPOM untuk memastikan keamanan pelaksanaan penelitian dengan izin TR 236080571. Hasil penelitian dengan menggunakan SPSS uji statistic prametrik uji paires sample t test didapatkan hasil nilai signifikansi 0.000 yang berarti kurang dari 0,05. Kesimpulan Ada perbedaan rat – rata sebelum dan setelah perlakuan yang berarti essential oil lemon dapat menurunkan nyeri
Penyuluhan Pijat Bayi untuk Meningkatkan Tumbuh Kembang Bayi di Desa Bero Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten Putra, Yudha Wahyu; Rizqi, Amalia Solichati; Ambarsari, Dwi Wanito; Luklukaningsih, Zuyina; Yunitasari, Rima
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 3 No 2 (2025): Mei (In Progress)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v3i2.857

Abstract

Tumbuh kembang optimal bayi merupakan dambaan setiap orang tua. Pijat bayi dapat menjadi salah satu metode untuk mengoptimalkan tumbuh kembang tersebut. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam melakukan pijat bayi, sehingga dapat menstimulasi tumbuh kembang bayi secara optimal. Metode yang digunakan adalah penyuluhan berupa ceramah dan demonstrasi langsung teknik pijat bayi neuro structure (NS) pada ekstremitas superior dan inferior. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Bero, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten pada hari Kamis, 21 November 2024, pukul 08.00-12.00 WIB. Peserta terdiri dari 15 orang tua dengan bayi usia 0-36 bulan, dengan rentang usia orang tua 30-40 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan (86,7%) dan keterampilan (100%) orang tua mengenai teknik pijat bayi. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan ini efektif dan layak untuk dilanjutkan sebagai program peningkatan tumbuh kembang bayi atau kesehatan masyarakat secara umum.
CASE STUDY OF PHYSIOTHERAPY MANAGEMENT IN KNEE OSTEOARTHRITIS CONDITIONS Amalia Solichati Rizqi; Putra, Yudha Wahyu; Wanito Ambarsari, dwi; Yunitasari, Rima
JURNAL SABHANGA Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL SABHANGA
Publisher : LPPM STIKes SATRIA BHAKTI NGANJUK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53835/jssbn.v5i1.61

Abstract

Introduction Osteoarthritis knee is an idegenerative disease that usually occurs in the aging process. Physiotherapy is a part of health that usually handles cases of acne osteoarthritis. Purpose is to determine the effectiveness of physiotherapy management in knee osteoarthritis. method. The method used is a case study with a physiotherapy management approach for osteoarthritis cases. Patients underwent 6 interventions and were evaluated using a visual analogue scale and manual muscle testing. Results pain scores decreased from 6 to 3, muscle strength scores increased from 2 and 3 to 5. Conclusion Physiotherapy management in osteoarthritis of the knee is effective in reducing pain and increasing muscle strength
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS FROZEN SHOULDER DENGAN MODALITAS INFRA RED TRANSCUTANEUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION DAN TERAPI LATIHAN Saputra, Iwan Adi; Rizqi, Amalia solichati; Putra, Yudha Wahyu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28168

Abstract

Frozen shoulder adalah salah satu yang paling huhuhbanyak gangguan klinis umum yang menantang itu datang ke ahli bedah ortopedi. Ini adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan penurunan yang substansial rentang gerak aktif dan pasif (ROM), pada sendi glenohumeral disertai oleh rasa sakit. Angka prevalensi Frozen shoulder adalah 2% –5%, dan sering terjadi pada Wanita. Tujuan penulisan untuk mengetahui pemberian modalitas Infra red,  tens, dan Terapi latihan dapat menghilangkan rasa sakit, memperbesar kekuatan otot, dan memperbesar lingkup gerak sendi. Metode penelitian ini hasil laporan kasus, data pokok didapatkan melalui anamnesis, dan pemeriksaan fisik. Penelitian ini dilakukan di RSUD Bagas Waras klaten. Informasi terkait pasien didapatkan dari pasien dan terapis setempat. Pasien mendapatkan tindakan terapi fisik dalam 2 sesi per minggu selama 3 minggu dengan total 6x intervensi menggunakan Infra red, Trancutaneus Electrical Nerve Stimulation, dan Terapi latihan. Hasil Pasien dengan nama Tn.H berusia 54 tahun berkeluhan Frozen shoulder diberikan Tindakan terapi berupa Infra red, Trancutaneus Electrical Nerve Stimulation, dan Terapi latihan. Setelah pemberian tindakan tersebut adanya penurunan nyeri, memperbesar kekuatan otot, dan memperbesar lingkup gerak sendi pasien, Pemberian tindakan mampu memberi perubahan terhadap gejala yang dialami oleh pasien pada kasus Frozen shoulder intervensinya adalah Infra red, Trancutaneus Electrical Stimulation, dan Terapi Latihan mampu menstimulasi pengurangan rasa sakit dan memperbesar kekuatan otot yang mengalami kelemahan. kesimpulan Setelah enam sesi pengobatan, perubahan diamati seperti penurunan nyeri dan memperbesar kekuatan otot dan nilai ROM.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CARPAL TUNNEL SYNDROME SINISTRA DENGAN ULTRASOUND DAN TERAPI LATIHAN Octaviani, Sukma; Putra, Yudha Wahyu; Rizqi, Amalia Solichati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28170

Abstract

Menggunakan tangan berlebihan dan berulang kali menyebabkan gangguan pada pergelangan tangan sehingga berakibat pada penurunan produktivitas manusia. Gangguan fisik yang sering muncul di area tangan yaitu Carpal Tunnel Syndrome (CTS) menurut dari National Health Interview Study (NHIS) sebanyak 1,55% Carpal Tunnel Syndrome (CTS) sering mengenai wanita dari pada pria dengan usia berkisar 40 tahun dan wanita usia 55 tahun presentase kasus Carpal Tunnel Syndrome (CTS) di Indonesia tergolong tinggi. Tujuan penulisan Untuk mengetahui pemberian modalitas Ultrasound (US), Upper Limb Tension Test (ULTT) 1 , dan Tendon Gliding dapat mengurangi rasa sakit, peningkatan kekuatan otot (MMT), dan peningkatan gerak sendi (LGS). Metode Pemeriksaan yang dilakukan yaitu, Tinnel Test, Phalen Test, Prayer Test, Hand Elevation Test, Dan Wrist Flexion And Compression . Berdasarkan pada hasil pemeriksaan spesifik tersebut ditemukan hasil positif yaitu adanya rasa nyeri dan kesemutan yang menjalar . Hasil penilaian nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) hasil yang didapat penurunan pada nyeri diam, nyeri tekan, dan nyeri gerak. Penilaian kekuatan otot menggunakan Manual Muscle Testing (MMT), dilakukan dengan Gerakan Dorsal Fleksi, Palmar Fleksi, Ulnar Deviasi, Radial Deviasi terdapat peningkatan kekuatan otot. Derajat pengukuran gerak sendi dengan menggunakan goniometer bertambahnya lingkup gerak sendi Kesimpulan Pemberian fisioterapis berupa Ultrasound (US), Upper Limb Tension Test (ULTT) 1, dan Tendon Gliding, hasil yang di dapat yaitu penurunan nyeri, peningkatan mobilisasi sendi, dan peningkatan nilai kekuatan otot pada pasien dengan diagnosa Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Sinistra.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA PLANTAR FASCIITIS SINISTRA DI RUMAH SAKIT Tk.II dr.SOEDJONO MAGELANG Arimbi, Madega; Yudha Wahyu Putra; Amalia Solichati Rizqi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2735

Abstract

ABSTRAK Plantar fasciitis merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering menyebabkan nyeri tumit dan keterbatasan aktivitas fungsional pada pasien. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak ditangani secara tepat melalui intervensi fisioterapi yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penatalaksanaan fisioterapi pada plantar fasciitis sinistra di Rumah Sakit Tk.II dr.Soedjono Magelang. Metode penelitian menggunakan studi kasus (case report) dengan enam kali sesi intervensi pada bulan Februari 2026. Pemeriksaan dilakukan menggunakan Numerical Rating Scale (NRS), Manual Muscle Testing (MMT), goneometer, dan Foot and Ankle Disability Index (FADI). Intervensi yang diberikan berupa kombinasi Infrared, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), dan exercise. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nyeri diam dari skala 4 menjadi 2, nyeri tekan dari 8 menjadi 5, dan nyeri gerak dari 7 menjadi 5. Kekuatan otot ankle meningkat dari nilai 3 menjadi 4, lingkup gerak sendi ankle mengalami peningkatan, serta kemampuan fungsional berdasarkan skor FADI meningkat dari 22,1% menjadi 88,5%. Disarankan pasien menggunakan alas kaki yang nyaman serta rutin melakukan latihan untuk mencegah kekambuhan plantar fasciitis. ABSTRACT Plantar fasciitis is one of the most common musculoskeletal disorders causing heel pain and functional activity limitations in patients. This condition may reduce quality of life if not treated properly through comprehensive physiotherapy interventions. This study aimed to determine the effectiveness of physiotherapy management in patients with left plantar fasciitis at Tk. II dr. Soedjono Hospital, Magelang. The research method used a case report design with six intervention sessions conducted in February 2026. Assessments were performed using the Numerical Rating Scale (NRS), Manual Muscle Testing (MMT), goniometer, and Foot and Ankle Disability Index (FADI). The interventions consisted of a combination of Infrared therapy, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), and exercise. The results showed a decrease in resting pain from scale 4 to 2, tenderness pain from 8 to 5, and movement pain from 7 to 5. Ankle muscle strength increased from grade 3 to 4, ankle range of motion improved, and functional ability based on the FADI score increased from 22.1% to 88.5%. It is recommended that patients use comfortable footwear and routinely perform exercises to prevent recurrence of plantar fasciitis.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS LOW BACK PAIN MYOGENIC DI KLINIK GFRR KARANGANYAR Syafitri, Adristi Fadila; Yudha Wahyu Putra; Amalia Solichati Rizqi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2736

Abstract

ABSTRAK Low Back Pain Myogenic adalah gangguan fungsi otot-otot lumbal yang disebabkan oleh aktivitas berulang, seperti mempertahankan posisi duduk dalam waktu yang berkepanjangan, berdiri dengan jangka waktu yang panjang, atau membawa benda berat dalam posisi yang tidak ergonomis, kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri tumpul yang tidak menjalar ke ekstremitas bawah. Prevalensi Low Back Pain (LBP) pada individu dewasa mencapai angka 50–80%, di mana sebagian besar populace mengalami setidaknya sekali seumur hidup, dengan populasi usia kerja sebagai kelompok paling rentan yang menjadi penyebab kecacatan tertinggi secara global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian TENS, Infra Red , dan Core Stability dalam peningkatan kekuatan otot (MMT), peningkatan lingkup gerak sendi (LGS), peningkatan kemampuan fungsional dan berperan dalam mengurangi nyeri. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada pasien dengan Low Back Pain Myogenic yang dilakukan di Klinik GFRR Karanganyar selama periode 5 Januari sampai 31 Januari 2026. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan mobilisasi sendi, peningkatan kekuatan otot, peningkatan kemampuan fungsional serta penurunan nyeri pada pasien dengan diagnosis Low Back Pain Myogenic. Pasien disarankan untuk menjalani terapi secara rutin dua kali dalam seminggu, melakukan olahraga secara teratur, menurunkan berat badan, mengurangi aktivitas yang berlebihan, serta memperoleh waktu istirahat yang cukup. ABSTRACT Myogenic low back pain is a dysfunction of the lumbar muscles caused by repetitive activities, such as maintaining a seated position for prolonged periods, standing for long periods, or carrying heavy objects in non-ergonomic positions; this condition is characterized by a dull pain that does not radiate to the lower extremities. The prevalence of Low Back Pain (LBP) in adults reaches 50–80%, with the majority of the population experiencing it at least once in their lifetime; the working-age population is the most vulnerable group and accounts for the highest rate of disability globally. This study aims to determine the effectiveness of TENS, Infrared therapy, and Core Stability exercises in improving muscle strength (MMT), increasing range of motion (ROM), enhancing functional ability, and reducing pain. This study employed a case study method on patients with Myogenic Low Back Pain conducted at the GFRR Clinic in Karanganyar from January 5 to January 31, 2026. The results demonstrated improved joint mobility, increased muscle strength, enhanced functional ability, and reduced pain in patients diagnosed with Myogenic Low Back Pain. Patients are advised to undergo therapy regularly twice a week, exercise regularly, lose weight, reduce excessive activity, and get adequate rest.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS HNP LUMBAL DI RUMAH SAKIT Tk. II Dr. SOEDJONO MAGELANG Firli, Fardan; Yudha Wahyu Putra; Amalia Solichati Rizqi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2750

Abstract

ABSTRAK Hernia Nucleus Pulposus (HNP) lumbal merupakan gangguan muskuloskeletal yang menyebabkan nyeri punggung bawah, keterbatasan gerak, dan penurunan kemampuan fungsional akibat penekanan akar saraf spinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Intervensi fisioterapi berupa Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Infra Red (IR), dan Core stability exercise pada pasien HNP lumbal. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan enam kali Intervensi yang dilaksanakan pada 2–28 Februari 2026 di Rumah Sakit Tk. II Dr. Soedjono Magelang. Evaluasi dilakukan menggunakan Numerical Rating Scale (NRS), Manual Muscle Testing (MMT), Midline, dan Oswestry Disability Index (ODI). Hasil menunjukkan penurunan nyeri diam dari 7 menjadi 6, nyeri gerak dari 8 menjadi 7, dan nyeri tekan dari 8 menjadi 6. Kekuatan otot ekstensor trunk meningkat dari MMT 3 menjadi 4, serta terdapat peningkatan lingkup gerak sendi pada gerakan fleksi, Lateral Fleksi, dan rotasi. Selain itu, kemampuan fungsional membaik dengan penurunan skor ODI dari 46% menjadi 26%. Disimpulkan bahwa kombinasi TENS, Infra Red, dan Core stability exercise dapat membantu mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan lingkup gerak sendi, serta memperbaiki kemampuan fungsional pada pasien HNP lumbal. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel lebih besar dan durasi terapi lebih panjang. ABSTRACT Lumbar Herniated Nucleus Pulposus (HNP) is a musculoskeletal disorder causing low back pain, limited range of motion, and reduced functional ability due to spinal nerve root compression. This study aimed to examine the effects of physiotherapy interventions, including Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Infra Red (IR), and Core stability exercisein a patient with lumbar HNP. A case study design was applied with six treatment sessions conducted from February 2 to February 28, 2026, at Tk. II Dr. Soedjono Magelang Hospital. Assessment tools included the Numerical Rating Scale (NRS), Manual Muscle Testing (MMT), Midline measurement, and Oswestry Disability Index (ODI). Results showed pain reduction from 7 to 6 (rest), 8 to 7 (movement), and 8 to 6 (pressure). Trunk extensor strength improved from grade 3 to 4, while trunk range of motion increased in flexion, lateral flexion, and rotation. Functional ability also improved, indicated by a decrease in ODI from 46% to 26%. In conclusion, TENS, IR, and Core stability exercisemay reduce pain and improve muscle strength, range of motion, and functional ability in lumbar HNP patients.