Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Sheath Warrior Returns: Identity and Ideology of the Nation Agustinus Rustanta; Evvy Silalahi
Indonesian Journal of Law and Economics Review Vol 7 (2020): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.508 KB) | DOI: 10.21070/ijler.2020.V7.459

Abstract

This research focuses on non-verbal communication of sarong worn by Ma’ruf Amin as the candidate of Vice President of Republic Indonesia for the period of 2019-2024 who had been declared by the public election commission (KPU) on Junie 28, 2019. To analyze the meaning of sarong, the researchers use semiotics of Charles Sanders Peirce. The findings indicate that sarong denotatively means a piece of cloth which is sewn at its end to become a kind of tube to cover part of man’s body especially his stomach and below. Furthermore, sarong has very deep meaning, they are showing self-identity, local culture, the symbol of resistance to the culture of the west, it shows sincerity, complex way of thinking, flexibility, elegance, smart thinking, and excellent morality.
Multimodality analysis of Jokowi's Social Exchange Theory and Political Marketing to Ma'ruf Amin's infidelity at the 2019 Presidential Election Contestation Agustinus Rustanta; Evvy Silalahi
JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik) Vol 8 No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.855 KB) | DOI: 10.21070/jkmp.v8i1.690

Abstract

In the constellation of the 2019 presidential election, there is something very interesting. Prabowo's camp quickly announced his vice-presidential candidate but Jokowi did not immediately announce his chosen vice-presidential candidate. Even until the last moment, Jokowi let the issue of the vice-presidential candidate rolling in the community. Unexpectedly, Jokowi chose a man who was never included in consideration of public. Jokowi's choice also made several names with the initials M as stated himself that his chosen vice-presidential candidate was M. Surprisingly, he announced that his chosen vice-presidential candidate was Ma'ruf Amin, a senior cleric and Chairman of the MUI (Majelis Ulama Indonesia). The issue of Ma'ruf Amin's selection in this study focuses on social exchange theory from Richard Emerson and the concept of political marketing from Jennifer Lees, especially the MOP (Market Oriented Product) model with a qualitative multimodality approach. Data were analysed using a visual text analysis to dig deeper into Jokowi's non-verbal meaning by deciding to choose Ma'ruf Amin as a vice-presidential candidate. The data were photos of the nomination of the presidential and vice-presidential. The findings of this study are that the election of Ma'ruf Amin is the most appropriate and accurate choice to defeat Prabowo. By choosing Ma'ruf Amin, Jokowi won before competing against Prabowo. Ma'ruf is a symbol, means, and source of Jokowi's victory
Analisis Multimodalitas terhadap Kefiguran Ma'ruf Amin pada Kontestasi Pemilihan Presiden 2019 Evvy Silalahi; Agustinus Rustanta
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 5 No 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/8zkwr952

Abstract

Dalam konstelasi pemilihan presiden 2019 ada yang sangat menarik. Kubu Prabowo dengan cepat mengumumkan calon wakil presidennya namun justru Jokowi tidak segera mengumumkan calon wakil presiden pilihannya. Bahkan sampai detik-detik terakhir, Jokowi justru membiarkan isu calon wakil presiden ini bergulir di masyarakat. Pilihan Jokowi juga membuat beberapa nama yang berinisial M seperti yang disampaikan sendiri bahwa calon wakil presiden pilihannya benisial M sangat mengejutkan karena yang mejadi pilihan Jokowi tidak masuk dalam nama-nama tersebut. Ia mengumumkan bahwa calon wakil presiden pilihannya adalah Ma’ruf Amin, seorang ulama senior sekaligus Ketua MUI saat diumumkan. Isu pemilihan Ma’ruf Amin pada penelitian ini fokus pada teori pertukaran sosial dan konsep marketing politik dari Jennifer Lees khusunya model MOP (Market Oriented Product) dengan pendekatan kualitatif multimodalitas yaitu salah satu metode analisis text dengan sumber data dari foto-foto digital penampilan Jokowi dan Ma’ruf Amin yang ada di media. Sebagai pisau analisis dipergunakan pisau analisis teks visual yang mampu menggali lebih dalam terhadap makna non verbal Jokowi dengan memutuskan memilih Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden.Temuan penelitian ini adalah bahwa pemilihan Ma’ruf Amin oleh Jokowi dibandingkan kandidat-kandidat lain adalah figur Ma’ruf Amin yang Islami dan punya basis massa yang besar sebagai implementasi dari nilai pertukaran sosial. Figur ketokohan dan basis massa Ma’ruf sebagai kaum sarungan memberikan nilai kemenangan dalam kancah pilpres. Dan Tokoh Ma’ruf Amin menjawab kebutuhan pemilih akan tentang figur yang tepat mendapingi Jokowi, hal ini sesuai dengan konsep marketing.
Membangun Komunikasi Interpersonal di Kalangan Generasi Z pada SMUN 91 Jakarta Timur Evvy Silalahi
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 1 No 1: JANUARI 2020
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/bgzs4414

Abstract

Pendidikan sebagai upaya mencerdaskan bangsa berarti memberdayakan setiap warga negara agar mampu berbuat seimbang baik dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Proses pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, sesungguhnya merupakan sebuah upaya yang memungkinkan masyarakat dengan segala keberadaanya dapat memberdayakan dirinya. Dan kampus yang terdiri dari tenaga pendidik maupun anak didiknya yaitu mahasiswa punya andil yang besar menjadi jembatan terlaksananya proses pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini merupakan salah satu bentuk dari Tridharma Perguruan Tinggi yang mana merupakan jurnal berbasis hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh kampus Tarakanita di SMA N 91 Jakarta Timur. Metode kegiatan dilakukan dengan mengadakan diskusi interakif di kelas dengan topik tentang pentingnya berkomunikasi interpersonal serta sebagai salah satu elemen yang harus dipersiapkan seorang siswa menuju dunia kampus dan dunia kerja yang memiliki budaya dan latarbelakang orang-orang yang berbeda .Mengapa lebih beragam tentunya karena dunia kampus dan dunia kerja dipenuhi oleh individu-individu yang datang dari antar provinsi di Indonesia. Tujuan kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah untuk memberikan soft skill di kalangan generasi Z.
Pelatihan Daring Optimalisasi Pemanfaatan E-Learning dalam Mendukung Pembuatan Soal Ujian Daring bagi Dosen Petrus Dwi Ananto Pamungkas; Hydriana Ananta Win; Cresensiana Widi Astuti; Evvy Silalahi; Rosalia Kurni Setyawati
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 1 No 2: JULI 2020
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/wnmgb327

Abstract

Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita (STARKI) menerapkan kuliah daring selama pandemi (penyebaran) Covid-19 ini, mulai dari proses pembelajaran hingga pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) Semester Genap 2019/2020. Untuk pembuatan soal ujian dapat menggunakan aplikasi e-learning STARKI sehingga pelaksanaan UAS daring dapat berjalan lancar sesuai harapan. Tetapi tidak semua dosen memahami penggunaan dan manfaatnya. Padahal dalam e-learning STARKI sudah lengkap beberapa tipe soal ujian yang dapat dibuat, mulai dari soal pilihan ganda hingga soal esai. Untuk itu dilakukan pelatihan daring dengan metode eksperimen di mana para peserta langsung melakukan latihan pembuatan soal ujian menggunakan akun e-learning yang sudah dibuatkan sebelumnya. Media komunikasi yang digunakan adalah aplikasi Zoom Meeting. Dari hasil evaluasi formulir pre-test dan post-test yang sudah diisi oleh para peserta, dapat diketahui adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan e-learning STARKI. Demi memaksimalkan pemahaman dan keterampilan pemanfaatan e-learning STARKI maka dapat dilakukan dengan peserta dibuat berdasarkan rumpun bidang matakuliah yang diampunya.