Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The Effect of Acupressure Pericardium 6 (P6) Point on Emesis Gravidarum in First Trimester Pregnant Women in the Working Area of Andalas Health Center in 2023 Alya, Fuja; Sari, Fatmi Nirmala; Intani, Trya Mia
Alifah Health Science Symposium Proceeding 2023: The 2nd Alifah Health Science College Symposium
Publisher : STIKes Alifah Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancies with emesis gravidarum reach 12.5% of all pregnancies in the world. In Indonesia, it was found that pregnant women with emesis gravidarum reached 14.8% of all pregnancies. Nearly 60-80% of pregnant women experience nausea in the first trimester. This complaint is a physiological matter, but if it is not immediately resolved it will become a pathological matter. So that there is a need for early management of emesis gravidarum, one of which is non-pharmacological treatment, namely pericardial acupressure. gravidarum in first trimester pregnant women in the working area of Andalas Health Center in 2023. Quantitative research method with a pre-experimental research design with a one group pretest-posttest design approach. Total population of 185 pregnant women with emesis gravidarum and a sample of 36 people, using cluster random sampling technique. This research was conducted in march-august in the working area of the puskesmas in 2023. Data was collected through a 24-hour puqe questionnaire by means of interviews and observations. Data were analyzed univariately and bivariately using the dependent t-test. Based on the results of the study, it was found that the average emesis gravidarum before being given pericardium 6 acupressure was 8.25 while the average nausea and vomiting after being given pericardium 6 acupressure was 5.72. This means that there is an effect of giving pericardium 6 point acupressure on emesis gravidarum in pregnant women in the first trimester. in the Andalas Health Center Work Area in 2023 with a p-value = 0.000. Pericardium 6 acupressure can be applied in midwifery services as a non-pharmacological therapy useful for stimulating the regulatory system and activating endocrine and neurological mechanisms, so as to reduce the frequency of emesis gravidarum in pregnancy.
Edukasi Pemberian Jus Wortel untuk Mengurangi Dismenore pada Remaja Putri di Rumah Tahfiz Nurul Qalby Kota Padang Yulita, Defi; Intani, Trya Mia
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i1.1105

Abstract

Prevalensi kejadian dismenore cukup tinggi diseluruh dunia. Berdasarkan data WHO, rata-rata insidensi terjadinya dismenore pada wanita usia muda antara 16,8 – 81%. dimana 10-15% diantaranya mengalami dismenore berat, yang menyebabkan mereka tidak mampu melakukan kegiatan apapun. Cara mengatasi dismenore bisa dilakukan secara farmakologi dengan pemberian obat analgetik dan terapi non farmakologi alternative salah satunya mengkonsumsi jus wortel. Wortel mengandung karoten, pektin, aspargin, serat, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, besi, sodium, asam amino, vitamin A,B,C,D,E dan K. Wortel berfungsi selain sebagai  antioksidan  beta  Karoten juga  memiliki  efek  analgetik  (anti  nyeri)  dan anti inflamasi (anti peradangan). Tujuan pengabmas ini agar siswi mengetahui manfaat mengkonsumsi jus wortel dapat mengurangi sakit dismenorhe. Metode kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dengan melakukan edukasi kepada Remaja Putri di Rumah Tahfiz Nurul Qalby Kota Padang setelah itu dilakukan tanya jawab dan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan jus wortel selama ± 1,5  jam.  Kegiatan penyuluhan dihadiri oleh 31 remaja putri. Dengan adaanya pemberian edukasi ini diharap remaja putri dapat mengaplikansi pembuatan jus wortel pada saat terjadi dismenorhe, sehingga keluhan dismenohre bisa berkurang.
Emotional Intelligence In Improving Children's Academic Achievement : A Review Of Development Psychology Basri, Hasan; Intani, Trya Mia; Ririn, Ririn; Putri, Afrira Esa
Psikologiya Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Psikologiya Journal - June
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/bn62rw17

Abstract

This study aims to examine the relationship between emotional intelligence and children's academic achievement using the literature study method from a developmental psychology perspective. This study reviewed 30 scientific articles obtained from the Scopus, ScienceDirect, and Google Scholar databases, with a publication range between 2013 and 2023. This method was chosen to gather relevant empirical evidence and strengthen the understanding of the contribution of intelligence to the academic emotional success of elementary school-aged children through adolescence. Inclusion criteria included publications containing quantitative or qualitative data on the influence of emotional intelligence on learning outcomes, academic engagement and social interactions in lin. Research was conducted using a thematic approach to identify consistent patterns of relationships in the literature. The results show that children with high emotional intelligence are better able to manage academic pressure, demonstrate good social skills and have high motivation to learn, which together contribute to improved academic performance. The study also emphasizes the importance of integrating emotional intelligence development in the education curriculum, as part of a holistic approach to learning. This research not only outlines the contribution of emotional intelligence to academic achievement, but also provides a basic concept for educational interventions that focus on the balance between cognitive and emotional aspects of development.
Pelvic Floor Muscle Training Reduces Urinary Incontinence Severity in Perimenopausal Women: A Pre-Post Intervention Study Yulita, Defi; Intani, Trya Mia; Mehtab, Mehtab
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 2 (2025): JIK-OKTOBER VOLUME 9 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i2.1300

Abstract

Background: As one of the major factors that seriously impact perimenopausal women's quality of life, urinary incontinence is at the same time an area where evidence for a short-term intensive pelvic floor muscle training protocol is still scarce in Southeast Asian populations.Objective: The present study assessed the effectiveness of a short intensive pelvic floor muscle training of 10 days in perimenopausal women with urinary incontinence.Methods: The researchers used a one-group pretest-posttest design with 30 perimenopausal women (aged 40-49 years) suffering from urinary incontinence at Dadok Tunggul Hitam Health Center, Padang, Indonesia. The participants accomplished a 10-day intensive pelvic floor muscle training program (4-5 sessions daily, 10 repetitions per session). The International Consultation on Incontinence Questionnaire-Urinary Incontinence Short Form (ICIQ-UI-SF) was used to measure incontinence severity before and after the intervention. Collected data were processed using the Wilcoxon signed-rank test.Results: The program successfully brought about a statistically significant reduction of the average ICIQ-UI-SF scores by 31.7% (4.275 to 2.921, p=0.00). As a result, the number of moderate urinary incontinence cases dropped by 38.5% (from 43.3% to 26.7%), whereas mild cases increased three times (from 6.7% to 20.0%).Conclusion: A 10-day intensive pelvic floor muscle training program is capable of dramatically reducing the severity of urinary incontinence in perimenopausal women, and hence, the intervention constitutes a potential resource-limited primary healthcare setting first-line solution. 
Edukasi Pencegahan Stunting dengan Faktor Genetik (Pengukuran TB Orang Tua) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Orang Tua Balita di TPMB Hj. Ummil Fahmi, Amd.Keb Kota Padang Intani, Trya Mia; Yulita, Defi
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i2.1137

Abstract

Data diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat mencapai jumlah stunting 27,47%. Sumbar menduduki peringkat tiga di Sumatera. Salah satu data tertinggi kejadian stunting adalah  Kota Padang dari 9 daerah sumbar. Stunting merupakan masalah gizi yang tidak bisa hanya dilihat dari satu faktor penyebab saja, akan tetapi dilihat dari beberapa faktor penyebab yang saling berkaitan. Tinggi badan orang tua berkaitan dengan Faktor Genetik yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita, terutama tinggi badan ibu. Ibu dengan tinggi badan cenderung pendek akan memiliki kemungkinan melahirkan bayi yang pendek. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga merupakan perilaku yang penting untuk mencegah berbagai penyakit pada balita, terutama penyakit infeksi. Penyakit infeksi menjadi salah satu faktor risiko stunting, karena penyakit infeksi terlebih dahulu mengganggu penyerapan zat gizi anak sehingga proses katabolik anak menjadi menurun, kemudian akan mengganggu pola konsumsi dan status gizi anak. Tujuan pengabmas ini agar orang tua balita mengetahui pencegahan stunting dengan factor genetic dan perilaku hidup bersih dan sehat pada balita. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan melakukan edukasi kepada orangtua balita di TPMB Hj. Ummil Fahmi, Amd.Keb setelah itu dilakukan sesi tanya jawab. Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh 30 orang tua balita. Dengan adanya pemberikan edukasi ini diharapkan orangtua balita dapat menerapkan  pencegahan stunting kepada balita dengan melakukan perilaku hidup bersih  sehat dilingkungan sekitarnya serta  pemantauan tumbuh kembang setiap bulannya pada kegiatan posyandu balita.
Edukasi Prakonsepsi terhadap Kesiapan Fisik dan Mental Calon Pengantin Wanita dalam Menghadapi Kehamilan di Kantor Urusan Agama (KUA) Padang Selatan Yulita, Defi; Ayudia, Fanny; Ririn, Ririn; Intani, Trya Mia
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i1.1310

Abstract

Kesehatan prakonsepsi adalah kondisi kesehatan seorang perempuan sebelum memasuki masa kehamilan yang berperan penting dalam menentukan keberhasilan kehamilan dan kesehatan bayi. Pengetahuan tentang kesiapan fisik dan mental prakonsepsi masih rendah di masyarakat, khususnya pada calon pengantin wanita. Kondisi ini terlihat di wilayah kerja KUA Padang Selatan, di mana edukasi pranikah belum sepenuhnya mengakomodasi pentingnya pemahaman kesiapan prakonsepsi. Calon pengantin wanita cenderung fokus pada kesiapan administratif dan perayaan pernikahan tanpa mengutamakan pemahaman tentang status gizi, kesehatan reproduksi, dan kesehatan mental sebelum kehamilan. Padahal, menurut WHO (2020), fase prakonsepsi merupakan waktu strategis untuk mencegah kehamilan berisiko tinggi dan komplikasi persalinan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi yang komprehensif kepada calon pengantin wanita di KUA Padang Selatan, agar mereka lebih siap secara fisik dan mental dalam menyongsong peran sebagai ibu hamil dan ibu dari anak-anak yang sehat.
Penyuluhan Terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Primenopause di Puskesmas Lubuk Kilangan Yulita, Defi; Intani, Trya Mia
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan (JPIK) Vol. 4 No. 2 (2025): JPIK - Desember 2025 Volume 4 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Alifah Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jpik.v4i2.114

Abstract

Hypertension is commonly known as a slow killer. According to data from the World Health Organization (WHO), in 2020, 1.56 billion adults suffered from hypertension. Hypertension can be managed pharmacologically and non-pharmacologically. One non-pharmacological treatment that can reduce blood pressure is Progressive Muscle Relaxation (PMR) therapy. This community service activity aims to increase premenopausal women's knowledge about Progressive Muscle Relaxation (PMR) therapy for lowering blood pressure. This program was implemented in the Lubuk Kilangan Community Health Center on July 26, 2024, through counseling and demonstrations of Progressive Muscle Relaxation (PMR) therapy for perimenopausal women. Based on the results of the counseling and demonstration activities, 80% of perimenopausal women were able to practice Progressive Muscle Relaxation (PMR). It is hoped that through this activity, perimenopausal women will be able to perform Progressive Muscle Relaxation (PMR) therapy regularly every day.