Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Development and Effectiveness of a K3LH E-Module to Improve Learning Outcomes and Industrial Work Culture in Vocational Education Anwar, Ahmad; Sudiyono; Sunyoto; Setiyawan, Andri; Arif Budiman, Febrian
Rekayasa Vol. 23 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v23i1.17296

Abstract

Occupational Health, Safety, Environment, and Industrial Work Culture learning in vocational schools is often constrained by limited interactive teaching materials, resulting in low student engagement and suboptimal learning outcomes. This condition highlights the urgent need for innovative digital learning resources that align with industrial demands and vocational student characteristics. This study aimed to design, develop, and evaluate the effectiveness of a K3LH E-Module for vocational education students. The research employed a Research and Development approach using the 4D development model, consisting of define, design, develop, and disseminate stages. The research subjects were 60 tenth-grade students of the Automotive Engineering program at Vocational High School in Semarang. Effectiveness testing was conducted at the classroom scale using an experimental group and a control group. Data were collected through expert validation sheets, practicality questionnaires, and pretest–posttest assessments. The results showed that the E-Module was highly feasible, with media expert validation reaching 89.5% and material expert validation 88.9%. Practicality testing indicated a very practical category with a score of 91.3%. Effectiveness analysis using N-Gain yielded a score of 58%, categorised as sufficiently effective. These findings demonstrate that the developed E-Module enhances student learning outcomes and promotes more active participation in K3LH learning. In conclusion, the K3LH E-Module is feasible, practical, and sufficiently effective for use as a digital learning resource in vocational education, with potential for further optimisation to improve learning gains.
Pengaruh Variasi Aliran Udara dan Bahan Bakar Terhadap Kinerja Double Burner Dengan Bahan Bakar Oli Bekas Pangestu; Sunyoto
Automotive Science and Education Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Automotive Science and Education Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kecepatan aliran udara dan debit bahan bakar terhadap kinerja sistem pembakar ganda (double burner) yang menggunakan oli bekas sebagai bahan bakar alternatif. Latar belakang penelitian ini diangkat dari permasalahan rendahnya efisiensi pembakaran oli bekas akibat karakteristiknya yang sulit terbakar tanpa bantuan tambahan udara. Pengujian di lakukan dengan memvariasikan kecepatan udara dan kecepatan aliran bahan bakar. Parameter utama yang diamati mencakup suhu pembakaran, laju konsumsi bahan bakar, dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu 120℃. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan model time series design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan informasi yang terkumpul akan dicatat dalam tabel kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Dari penelitian yang  sudah di lakukan, didapatkan hasil sebagai berikut Variasi kecepatan aliran udara dan bahan bakar memberikan pengaruh terhadap kinerja double burner. Kecepatan aliran udara dan Kecepatan bahan bakar yang lebih besar menghasilkan nyala api yang lebih besar dan suhu pembakaran yang lebih tinggi. Pada kecepatan aliran udara 11 m/s dan kecepatan aliran bahan bakar 4,00 × 10-3  m/s memberikan performa terbaik, dibandingkan dengan kecepatan aliran udara 10 m/s dan kecepatan aliran bahan bakar 3,10 × 10-3 m/s,  dan kecepatan aliran urada 9 m/s dan kecepatan aliran bahan bakar 2,06 × 10-3 m/s.  kombinasi yang paling efisien diperoleh saat kecepatan aliran udara disetel pada 11 m/s dengan kecepatan aliran bahan bakar 4,00×10-3, dengan waktu yang di butuhkan adalah 84 menit.