Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Optimalisasi Pengawasan Keimigrasian sebagai Bentuk Pencegahan terhadap Peredaran Narkoba Melalui TPI Laut Aminuddin, Aminuddin; Dananjaya, Muhammad Brian; Ramadhan, Muhammad Fahri
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.429 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i1.1243

Abstract

Berdasarkan Undang-undang No 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian, Imigrasi merupakan perlintasan orang yang masuk atau keluar wilayah negara Indonesia dengan dilakukanya pengawasan terhadap setiap orang yang masuk atau keluar wilayah sebagai bentuk penegakan kedaulatan suatu negara. Pada awal tahun 2021 hingga tanggal 14 Mei 2021 jumlah WNA yang masuk wilayah Indonesia berjumlah 151.562 orang, data ini di uangkapkan langsung oleh Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly. Menurut data yang di berikan Kementrian Dalam Negeri sendiri untuk WNI yang melakukan mobilisasi keluar dan masuk wilayah Indonesia berjumlah 6.577.916. Mobilitas ini tentunya memberikan dampak positif bagi bangsa pada bidang perekonomian dan bidang lainya. Selain terdapat dampak positif tentunya terdapat dampak negatif yang akan di rasakan oleh Negara Indonesia, seperti tindak kejahatan kriminal yang meningkat yang menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mencegah serta menekan angka kejahatan yang terjadi di Indonesia.
Analisis Kecepatan Transmisi Data terhadap Redaman pada Teknologi Gpon Adtran dan Raisecom PT Aplikanusa Lintasarta Rudyanto; Ramadhan, Muhammad Fahri; a, Ridwang; Wahyuningsih, Rossy Timur
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2023): Sibernetik: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v1i1.178

Abstract

Seiring perkembangan teknologi informasi khususnya di bidang jaringan internet, suara, dan tv. GPON (Gigabyte passive Optical Network) Jaringan akses kabel serat optik merupakan jaringan akses dengan spesifikasi yang sangat baik. Jaringan ini menggantikan jaringan kabel tembaga yang dirasa belum mampu mendukung layanan broadband secara maksimal. Jaringan serat optik ini nantinya akan menghubungkan ODC menuju ODP, sehingga jaringan yang dirancang akan dapat mendukung layanan triple play (voice, data, video) dengan kualitas layanan spesifikasi jaringan yang sangat baik. Dalam tugas akhir kali ini dilakukan analisis jaringan yang digunakan pada penelitian ini adalah Kecepatan Transmisi Data terhadap redaman pada teknologi GPON, Adtran dan Raisecom status, cmd, speed test dan Perbandingan performance jaringan Adtran dan Raisecom. Daya yang digunakan ialah menjadi -25 dbm, -26 dbm, -27 dbm, -28 dbm, -29 dbm, -30 dbm, secara bertahap untuk mendapatkan power daya penulis harus mengatur kerapatan konektor kabel optik untuk mendapatkan power daya yang diinginkan. Dari perbandingan akses internet antara Adtran dan Raisecom yang memiliki kestabilan jaringan dan kecepatan akses lebih baik ialah Adtran dimana Adtran dengan daya terima -25 dbm,-26 dbm, -27 dbm, -28 dbm, -29 dbm, -30 dbm, mempunyai rata-rata kecepatan download 19,9 Mbps dan upload 19.7 Mbps, lebih baik dari Raisecom dengan daya terima -25 dbm, -26 dbm, -27 dbm, -28 dbm, -29 dbm, -30 dbm, mempunyai rata-rata kecepatan download 19,5 dan upload 19.2 Mbps.
Peningkatan Pengetahuan Mengenai Tablet Tambah Darah Pada Remaja Di SMK Negeri 7 Kota Bengkulu Oktarini, Rizki; Okta, Fauzia Noprima; Nanda, Yogie Andika Tri; Pewira, Mutia; Santoso, Aisyah Zhafirah; L Sianturi, Yossy Estrada; Juliana, Aura Fildza; Anggraeni, Aurelia Ayu; Sivana, Asyifa Mawaddatu; Salsabela, Fitria; Ramadhan, Muhammad Fahri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.32292

Abstract

Kesehatan remaja merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, mengingat mereka adalah generasi penerus yang akan menentukan arah pembangunan bangsa di masa depan. Salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada remaja, khususnya perempuan, adalah anemia akibat kekurangan zat besi. Anemia pada remaja dapat berdampak negatif terhadap konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta menurunkan produktivitas dan kualitas hidup. Untuk menanggulangi hal ini, pemerintah telah menjalankan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin kepada remaja putri sebagai langkah preventif. Namun, tingkat kesadaran dan pemahaman remaja terhadap pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara teratur masih rendah, sehingga efektivitas program belum optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja di SMK Negeri 7 Kota Bengkulu mengenai manfaat penggunaan tablet tambah darah dan mengevaluasi secara sederhana efektivitas metode penyuluhan yang dilakukan. Metode yang digunakan adalah ceramah langsung melalui kegiatan penyuluhan kesehatan, dengan desain pre dan post-test terhadap 24 siswa sebagai responden. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah. Kegiatan selanjutnya bisa dilakukan dengan seminar atau workshop di sekolah-sekolah, di mana tenaga kesehatan seperti dokter atau ahli gizi dapat memberikan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami. Dengan cara ini, remaja, orang tua, dan guru dapat lebih memahami pentingnya asupan zat besi dalam makanan sehari-hari.
Pelatihan pembuatan tepung singkong dan powder scrub dari limbah kulit singkong di Desa Panca Mukti Yesika, Relin; Elfia, Mega; Ilham, Muhammad Arezki; Ramadhan, Muhammad Fahri; Sari, Septi Permata
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38696

Abstract

Abstrak Salah satu desa di Bengkulu tengah adalah Desa Panca Mukti. Hasil sektor pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah salah satunya yaitu tanaman pangan seperti padi, jagung, ubi jalar dan singkong. Selama ini singkong di desa panca mukti hanya dibuat olahan sederhana seperti direbus untuk membuat tapai singkong sedangkan kulit singkong hanya dibuang menjadi limbah. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan minat beriwausaha lewat pelatihan pembuatan produk olahan singkong yaitu tepung singkong dan powder scrub dari limbah kulit singkong. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahapan penyuluhan berupa penyampaian materi tentang mamfaat singkong dan produk olahan singkong yang bernilai ekonomis, tahapan pelatihan (pembuatan produk olahan singkong), dan tahap evaluasi (analisis tingkat pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah kegiatan melalui pengisian pretest dan posttest). Kegiatan ini diberikan kepada 20 ibu PKK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan nilai rerata posttest dibandingkan pretest, Hal ini mengambarkan meningkatnya pemahaman masyarakat tentang mamfaat singkong dan potensi usaha dari produk olahan singkong. Hasil postest dan pretest di analisis menggunakan SPSS  (Paired Sample T-Test) dan menunjukan hasil p=0,00. Hasil ini menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest sebelum diberikan penyuluhan dengan nilai postest setelah penyuluhan. Selain itu, masyarakat juga memperoleh keterampilan dalam mengolah singkong dan limbah kulit singkong menjadi tepung singkong dan powder scrub yang dapat menjadi peluang usaha. Dapat disimpulkan pengabdian ini dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat Desa Panca Mukti terkait mamfaat singkong dan produk olahan singkong yang dapat berpotensi menjadi peluang usaha. Kata kunci: singkong; bengkulu tengah; panca mukti; tepung singkong; powder scrub Abstract The agricultural sector in Central Bengkulu Regency produces various food crops, including rice, maize, sweet potatoes, and cassava. In Panca Mukti Village, cassava has traditionally been processed only into simple products such as boiled cassava or fermented cassava (tapai), while cassava peels are generally discarded as waste. This community service program aimed to increase entrepreneurial interest through training in the production of cassava-based processed products, namely cassava flour and scrub powder made from cassava peel waste. The implementation method consisted of three stages: (1) an educational stage involving the delivery of material on the benefits of cassava and economically valuable cassava-based products; (2) a training stage focusing on hands-on practice in producing cassava flour and cassava peel scrub powder; and (3) an evaluation stage assessing community understanding before and after the program through pre-test and post-test questionnaires. The activity involved 20 members of the Family Welfare Movement (PKK). The results showed a significant increase in the mean post-test scores compared to the pre-test scores, indicating improved community understanding of the benefits of cassava and its potential for value-added business development. Statistical analysis using SPSS (Paired Sample t-test) demonstrated a significant difference between pre-test and post-test scores (p = 0.00). In addition, participants acquired practical skills in processing cassava and cassava peel waste into cassava flour and scrub powder, which have potential as entrepreneurial products. In conclusion, this community service program successfully enhanced the knowledge and skills of the Panca Mukti Village community regarding the benefits of cassava and the development of cassava-based processed products with entrepreneurial potential. Keywords: cassava; bengkulu tengah; panca mukti; powder scrub; cassava flour