Articles
PENGOLAHAN SAMPAH MELALUI KOMPOSTER DAN BIOPORI DI DESA SEDAPURKLAGEN BENJENG GRESIK
Alit Widyastuty, Anak Agung Sagung;
Adnan, Abdul Haqqi;
Atrabina, Nurul Arijah
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 2 No 2 (2019): Januari
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/abadimas.v2.i2.a1757
Waste is a problem that must be faced by residential communities both in urban and rural settlements, so it needs to be systematically structured and sustainable. Conventional waste handling that has been implemented by the community cannot produce an appropriate solution, this is evident that there is still a large volume of waste that has not been managed properly. The purpose of implementing community service activities in the village of Sedapurklagen in Benjeng Gresik is to utilize household waste through compoter and biopori as well as the application of Biopori to treat household waste that can also reduce waterlogging during rain. The implementation method is used so that the purpose of this service activity is to empower the community about managing household waste to be composted through composter, as well as training on composting from composter and biopori. The target of this activity is the mothers of family welfare coaching (PKK) in the village of Sedapurklagen, Benjeng Gresik. The result of this service is that the community has begun to process organic waste to make compost and million biopori pipes around the Posapur, Sedapurklagen Gresik to reduce the presence of standing water during the rainy season.
PENGUATAN PEREKONOMIAN DESA MELALUI SOSIALISASI PEMBUATAN KALDU BUBUK NON MSG DI DESA KEBONTUNGGUL, GONDANG
Alit Widyastuty, Anak Agung Sagung;
Atmaranti, Atikah
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 3 No 2 (2020): Januari
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/abadimas.v3.i2.a2189
Kaldu bukan hal asing bagi masyarakat Indonesia karena kaldu adalah salah satu jenis rasa gurihyang mengandung ekstrak tertentu dan dengan tambahan bahan makanan lain atau tanpa bahantambahan lainnya yang diizinkan. Kaldu instan komersial yang dijual di pasaran sebagian besardiberi tambahan Monosodium Glutamate. (MSG) sebagai penambah rasa. Penggunaan penguat rasaMSG masih menjadi perdebatan di masyarakat. Robert Ho Man Kwok pada tahun 1968, NewEngland Journal of Medicine Chinese Restaurant Syndrome (CRS), dan kontroversi keamananMSG yang digunakan masih berlanjut hingga hari ini meskipun Food and Drug Administration(FDA) mengeluarkan pernyataan bahwa penggunaan MSG dalam batas yang wajar batas tidakmembahayakan kesehatan manusia. Hasil diseminasi Produksi Kaldu Non MSG diikuti oleh 20 ibuPKK yang mewakili setiap dusun di Desa Kebontunggul, yaitu desa Penumpang, desa Sengon, desaJemanik dan desa Kudur. Kegiatan dimulai dari pukul 10:00 hingga 11:00. Materi yang disajikanmeliputi pengetahuan umum tentang kaldu bubuk, bahaya MSG untuk anak-anak dan orangdewasa, bahan dasar kaldu bubuk non MSG, cara membuat kaldu bubuk non MSG, dan demountuk membuat kaldu bubuk non MSG.
Optimalisasi Pemilahan Sampah Organik Dan Unorganik Dalam Skala Rumah Tangga Di Desa Candiwatu
Nuurlaily, Siti;
Anak Agung Sagung Alit Widyastuty;
Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/abadimas.v4.i2.a2430
Desa Candiwatu digolongkan kawasan pedesaan di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. permasalahan di kawasan pedesaan termasuk Desa Candiwatu yaitu pada pola pikir hidup masyarakatnya dalam menghadapi permasalahan lingkungan. Persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Candiwatu salah satunya adalah persampahan. Solusi yang ditawarkan oleh tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat adalah sosialisasi pentingnya proses pemilahan sampah organic-unorganik serta pemberian sampah berdasarkan jenis sampahnya. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui presentase pengetahuan masyarakat tentang optimalisasi sampah organic-unorganik skala rumah tangga. Metode pelaksanaan adalah sosialisasi dan pemberian tempat sampah sebagai alat untuk proses pemilahan sampah. Hasil dari sosialisasi dapat diketahui bahwa pengetahuan masyarakat dalam pemilahan sampah mengalami kenaikan yang awalnya 25,6 % menjadi 65,6 %. Kata kunci: organic, Pemilahan sampah,unorganik Abstract Candiwatu village categorized as rural area at Pacet subdistrict Mojokerto Regency that has issues such as their mindset of life towards environmental problems. One particular matter was waste management. The service execution team gave solution such as advocation to the community in the consequential value in managing waste as organic and inorganic based on the waste type. The purpose of the service programme implementation was to gauge the percentage of the community knowledge about organic-inorganic waste optimalization in household scale. Methods that are utilized was socialization and giving the tools such as customized garbage disposal as a way to manage waste manually. The results of the programme was the community knowledge in managing waste went up from 25,6 % to 65,6%. Keywords: organic, waste management, unorganic
KONDISI KESESUAIAN PEMANFAATAN RUANG DI KOTA SURABAYA
Jaya Kusuma, Adhitama;
Agung Sagung Alit Widyastuty, Anak
WAKTU Vol 18 No 2 (2020): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/waktu.v18i2.2739
Kecamatan Wonorejo dan Kecamatan Sukolilo merupakan bagian wilayah Kota Surabaya yang tergabung pada Unit Pengembangan (UP) II dalam dokumen RDTR Kota Surabaya tahun 2018 dengan kegiatan utama sebagai tempat permukiman, perdagangan, pendidikan, dan konservasi . Jenis kegiatan dan aktifitas yang sangat beragam menyebabkan pergesekan antara kebutuhan ruang terbangun dengan pemanfaatan ruang untuk konservasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kesesuaian pemanfaatan ruang antara kondisi lapangan dengan RDTR serta faktor – faktor yang menyebabkan penyimpangan pemanfaatan ruang, metode penelitian ini menggunakan adalah analisis spasial arithmetic overlay untuk mengidentifikasi kesesuaian pemanfaatan ruang dan analisis delphi untuk identifikasi faktor – faktor yang mempengaruhi perubahan pemanfaatan ruang berdasarkan stakeholders. Hasil dari kajian ini adalah Kesesuaian pemanfaatan ruang di UP II Kertajaya yaitu hanya sebesar 44%. Pemanfaatan ruang dengan lahan terluas yang ada di UP II Kertajaya adalah tambak 1725 Ha atau sebesar 42% yang pada rencana pemanfaatan ruang UP II Kertajaya nantinya akan dihilangkan karena tidak sesuai dengan tujuan kegiatan pengembangan di UP II Kertajaya. Faktor yang paling mempengaruhi kesesuaian lahan ada penambahan faktor yaitu aktifitas perekonomian dan infrastruktur. Hasil penarikan dari para expert menyatakan bahwa faktor paling tinggi yang mendasari rendahnya nilai kesesuaian pemanfaatan ruang di UP II kertajaya ini adalah nilai lahan, infrastruktur, pertumbuhan penduduk dan aktifitas perekonomian.
BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SAMIN MASA DULU DAN SEKARANG
Faradiba Surya Bestari;
Anak Agung Sagung Alit Widyastuty
Jurnal Budaya Nusantara Vol 4 No 1 (2020): NUSANTARA & RUANG VIRTUAL
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/b.nusantara.vol4.no1.a3261
Budaya merupakan sesuatu yang sangat menarik dari suatu wilayah, dilihat dari segi pola ruangnya, struktur ruang dan adat yang ada di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pola ruang berupa guna lahan dan zonasi, kondisi struktur ruang berupa sarana yang difokuskan pada permukiman, prasarana yang berupa aksesbilitas dan kearifan lokal yang ada disana terkait pola dan struktur ruang. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan software Arcmap 10.2 untuk mengetahui pola ruang dan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data deep interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Samin memiliki karakteristik yang unik dari segi budaya dan ajarannya, namun seiring berjalannya waktu, kebudayaan di sana beberapa sudah mengikuti era yang modern, sedangkan untuk pola ruang dapat dilihat bahwa Kampung Samin yang terletak di Dusun Jepang memang memiliki wilayah paling luas yaitu berupa hutan dan pertanian yang merupakan sumber mata pencaharian mereka. Pada wilayah permukiman, bentuk rumah di sana bisa dibilang sangat sederhana karena memang masyarakat di sana tidak mau mengganti atau merubah design rumah karena mereka percaya bahwa bentuk rumah pada masa dulu merupakan saksi bisu perjuangan Samin Surosentiko melawan Belanda dengan sifatnya dan warisan budaya yang tidak bisa digantikan.
Perubahan Penggunaan Lahan Ruang Permukiman Dukuh Menanggal Surabaya Sebelum dan Sesudah Pembangunan Shopping Mall CITO
Widyastuty, Anak Agung Sagung Alit;
Suprema Ariesinda
Jurnal Plano Buana Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Plano Buana (Edisi Oktober 2020)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1445.631 KB)
|
DOI: 10.36456/jpb.v1i1.2665
Abstrak City Of Tomorrow (CITO) “Mall†adalah salah satu Shopping Mall yang ada di Jalan Ahmad Yani Kota Surabaya, tepatnya terletak di Wilayah Kelurahan Dukuh Menanggal. Pembangunan Shopping Mall pada umumnya dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan penggunaan dan pemanfaatan ruang. Tujuan kajian ini untuk mengidentifikasi perkembangan penggunaan lahan yang terjadi sebelum dan sesudah berdirinya Shopping Mall CITO dan menganalisis pengaruh pembangunan Shopping Mall CITO terhadap ruang permukiman di Kelurahan Dukuh Menanggal. Metode kajian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis spasial dan overlay Sistem Informasi Geografi (SIG), dan analisis uji pengaruh menggunakan Paired Sample T-Test SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pembangunan kawasan perdagangan dan jasa dalam kurun waktu 15 tahun (2003-2017), mengakibatkan berkurangnya penggunaan lahan kosong di Kelurahan Dukuh Menanggal dengan nilai rata-rata perubahan sebesar 70% yang pemanfaatannya berubah menjadi penggunaan lahan permukiman dan perdagangan. Hasil analisa uji pengaruh Paired Sample T-Test SPSS, dengan melibatkan dua pengukuran pada subyek yang sama antara hasil data perkembangan penggunanaan lahan pada tahun 2003 dan tahun 2017, maka tidak ada pengaruh adanya perkembangan penggunaan lahan sebelum dan sesudah berdirinya kawasan Shopping Mall CITO terhadap ruang permukiman di Kelurahan Dukuh Menanggal Kota Surabaya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perubahan penggunaan lahan ruang permukiman di Dukuh Menanggal Surabaya tidak dipengaruhi oleh adanya pembangunan Shopping Mall CITO, perubahan penggunanaan lahan berlangsung secara alami karena adanya pertumbuhan penduduk. Kata Kunci :Penggunaan Lahan, ruang permukiman, shopping mall, Sistem Informasi Geografi
Sosialisasi Pemanfaatan Industri Kreatif Guna Peningkatan Perekonomian Masyarakat Di Kelurahan Dukuh Menanggal Kota Surabaya
Rukmana, Siti Nuurlaily;
Moch.Shofwan;
Suning;
Anak Agung Sagung Alit Widyastuty;
Linda Dwi Rohmadiani;
Annisa Budhiyani T
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 5 No 02 (2022): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/penamas.vol5.no02.a3923
Kelurahan Dukuh Menanggal memiliki penggunaan lahan yang variatif seperti sarana pendidikan, perkantoran, perdagangan dan jasa. Lahan yang variative seperti ini memicu masyarakat masyarakat membuka usaha salah satunya di sektor industri kreatif seperti kuliner, feshen, dan lainnya. Namun masyarakat lokal tidak mengetahui bahwa usaha yang ditekuni termasuk pada sektor industri kreatif. Selain itu permasalahan yang terjadi yaitu terjadinya penurunan penjualan yang disebabkan pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) . Sehingga berdasarkan isu ini, maka dibutuhkan sosialisasi industri kreatif guna mengenalkan ke masyarakat di luar Kelurahan Dukuh Menanggal. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu cara sosialisasi terhadap masyarakat yang kemudian disebarkan kuesioner pasca sosialisasi. Hasil yang diperoleh yaitu sebelum sosialisasi 90% tidak mengetahui tentang industri kreatif dengan sebanyak 70% masyarakat yang tidak mengenal macam-macam jenis kegiatan industri kreatif. Namun, pasca adanya pelatihan pengetahuan masyarakat tentang industri kreatif meningkat sebesar 90% dengan pengetahuan jenis kegiatannya adalah 70%. Setelah mengetahui macam-macam jenis industri kreatif, masyarakat diminta untuk menggambarkan lokasi industri kreatif di wilayah studi yang kemudian dilanjutkan oleh pelaksana program untuk membuatkan peta pemanfaatan industri kreatif di Kelurahan Dukuh Menanggal.
Sosialisasi Pemanfaatan Industri Kreatif Guna Peningkatan Perekonomian Masyarakat Di Kelurahan Dukuh Menanggal Kota Surabaya
Siti Nuurlaily Rukmana;
Moch.Shofwan;
Suning;
Anak Agung Sagung Alit Widyastuty;
Linda Dwi Rohmadiani;
Annisa Budhiyani T
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 5 No 02 (2022): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/penamas.vol5.no02.a3923
Kelurahan Dukuh Menanggal memiliki penggunaan lahan yang variatif seperti sarana pendidikan, perkantoran, perdagangan dan jasa. Lahan yang variative seperti ini memicu masyarakat masyarakat membuka usaha salah satunya di sektor industri kreatif seperti kuliner, feshen, dan lainnya. Namun masyarakat lokal tidak mengetahui bahwa usaha yang ditekuni termasuk pada sektor industri kreatif. Selain itu permasalahan yang terjadi yaitu terjadinya penurunan penjualan yang disebabkan pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) . Sehingga berdasarkan isu ini, maka dibutuhkan sosialisasi industri kreatif guna mengenalkan ke masyarakat di luar Kelurahan Dukuh Menanggal. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu cara sosialisasi terhadap masyarakat yang kemudian disebarkan kuesioner pasca sosialisasi. Hasil yang diperoleh yaitu sebelum sosialisasi 90% tidak mengetahui tentang industri kreatif dengan sebanyak 70% masyarakat yang tidak mengenal macam-macam jenis kegiatan industri kreatif. Namun, pasca adanya pelatihan pengetahuan masyarakat tentang industri kreatif meningkat sebesar 90% dengan pengetahuan jenis kegiatannya adalah 70%. Setelah mengetahui macam-macam jenis industri kreatif, masyarakat diminta untuk menggambarkan lokasi industri kreatif di wilayah studi yang kemudian dilanjutkan oleh pelaksana program untuk membuatkan peta pemanfaatan industri kreatif di Kelurahan Dukuh Menanggal.
Analysis of Settlement Availability at Manyar Economic District Strategic Area of Gresik Regency
Anak Agung Sagung Alit Widyastuty;
Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari;
Lutfi Zulkarnain
Jurnal Kawistara Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/kawistara.63397
Rapid development and increasing population density have created challenge for many regions to provide settlement spaces. The demand for settlement requires analysis that can forecast on the availability of space and the growth of settlement. Such a challenge is faced by Manyar sub-district of Gresik regency. Since it became an Economic Strategic District Area in the agroindustry area in Gresik Regency, the demand for settlement at Manyar increased following the 2017 population boom. Manyar is recorded as the third maximum growth in Gresik regency with numbers of 114.056 inhabitant living in 9.542 acre. This study aims to examine the facilities and infrastructure, as well as the availability of residential land in the next 20 years. This study uses quantitative technique that includes projections of settlement demand. Data collection methods takes the form of field observations and surveys of related agencies. The analytical technique utilized was backlog and scalogram study regarding the availability of settlement, facilities and infrastructure support. As the result, this paper found that the population growth rate of Manyar sub-district reaches 0.1% every year. Consequently, the settlement and supporting infrastructures required at the year 2039 increase massively since 2019 consists of housing facilities, education, health facilities, worship facilities, commerce and services facilities, and green open spaces. The land required for the development of the facility is 269.1 acre. Based on the level of need for residential facilities and infrastructure in the next 20 years in Manyar sub-district, further research is needed to anticipate the phenomenon of pond land conversion by maintaining land functions.
Perencanaan dan Pengembangan Desa Wisata Kaba – Kaba Berbasis Kearifan Lokal
Anak Agung Sagung Alit Widyastuty;
I Made Bagus Dwiarta
Jurnal Kawistara Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/kawistara.63535
Pariwisata yang mempromosikan kearifan lokal akhir akhir ini semakin banyak diminati. Namun, peran kearifan lokal dalam pariwisata sering dikesampingkan karena buruknya perencanaan pariwisata dan pengembangan. Salah satu contoh pariwisata yang mengedepankan kearifan lokal adalah desa wisata Kaba – Kaba di Bali. Melalui desa wisata yang menekankan kepada potensi kearifan tradisional baik potensi alam, dan budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari prioritas strategi perencanaan dan pengembangan desa Wisata Kaba – Kaba Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan Bali berdasarkan kearifan tradisional dengan memanfaatkan sarana prasarana dan daya Tarik yang ada di desa. Analisis yang digunakan untuk mendapatkan strategi prioritas perencanaan dan pengembangan desa wisata adalah Analisis Hiraki Proses (AHP). Metode pengumpulan data dengan observasi di lapangan serta wawancara mendalam ke pemuka adat dan juga aparatur pemerintah desa serta masyarakat yang terkait. Hasil Analisis Hirarki Proses yang di dapatkan menyatakan prioritas strategi perencanaan pengembangan desa wisata Kaba – Kaba menitikberatkan pada pembangunan sarana dan prasarana pendukung kegiatan wisata terutama pada aksesbilitas dan akomodasi. Prioritas strategi pengelolaan produk pariwisata secara profesional baik dari daya tarik alam dan daya tarik budaya dan sejarah yaitu memanfaatkan keberadaan dari Puri Gede Kaba – Kaba yang menjadi penanda desa wisata Ecoculture Tourism. Selain daya tarik alam dan daya tarik budaya serta sejarah, kesiapan dari sumber daya manusia yang dikemas berdasarkan kearifan lokal masyarakat desa juga merupakan prioritas strategi lanjutan.