Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN UJUNG JEMBATAN SURAMADU BERDASARKAN PERSEPSI PEDAGANG (studi kasus Desa Sukolilo Kecamatan Labang Bangkalan Madura) Buyung Adinda Lokananta; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty
WAKTU Vol 11 No 2 (2013): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v11i2.883

Abstract

Pulau Madura tidak hanya dikenal dengan keanekaragaman budaya yang dimilikinya.Saat ini Pulau Madura lebih dikenal karena adanya Jembatan Suramadu. Jembatan Suramaduadalah jembatan yang menghubungkana antara Pulau Jawa dan Pulau Madura, sisi Pulau Jawaberada dikota Surabaya kawasan Kenjeran, sedangkan sisi Pulau Madura berada didesa SukoliloKecamatan Labang Bangkalan Madura. Sejak diresmikannya jembatan Suramadu Tahun2009 hingga sekarang tidak diimbangi dengan pembangunan infrastruktur jalan maupunsarana prasarana yang baik. Hal ini dikarenakan belum adanya konsep pengembangan untukkawasan ujung jembatan Suramadu bagian sisi Madura, sehingga perlu adanya penelitiantentang konsep pengembangan kawasan ujung Suramadu sisi Madura berdasarkan persepsiPedagang yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian pedagang yang berada di areaujung jembatan Suramadu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptifkualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan penyebaran kuisonerpada kawasan yang akan dijadikan konsep pengembangan. Populasi penelitian adalah seluruhpedagang yang berada di area ujung jembatan Suramadu, sedangkan jumlah sampel sebanyak57 responden yang didapat dari sebagian keseluruhan jumlah pedagang desa Sukolilo. Dari hasilanalisis deskriptif kualitatif dianalaisis dengan metode SWOT sehingga menghasilkan rumusanstrategi pengembangan ujung Suramadu berdasarkan persepsi Pedagang. Strategi stabilityadalah hasil dari analisis yang telah didapatkan dari perumusan SWOT yang dimana perluadanya bantuan pemerintah baik dari segi peningkatan mutu pendidikan dan bantuan modalserta penyuluhan atau arahan yang bertujuan untuk menjadikan penduduk sekitar lebih maju dandapat mengembangkan kawasan menjadi lebih nyaman sehingga dapat dipergunakan untukmata pencaharian yang baru. Tidak hanya tertuju pada penduduk sekitar saja namun denganadanya kerjasama antara pemerintah dengan pihak swasta juga berperan penting untukmembuat kawasan ini lebih banyak dikenal, misal dengan promosi kawasan dengan berbagaipotensi yang bisa menjadi daya tarik wisatawan.
Urban Heritage Tourism Kawasan Jl. Thamrin Denpasar Bali Anak Agung Sagung Alit Widyastuty
WAKTU Vol 9 No 1 (2011): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v9i1.905

Abstract

Pesatnya pertumbuhan perekonomian kota Denpasar sangat mempengaruhi percepatanperkembangan fisik kawasan kota yang ada. Hal ini sebanding dengan peningkatan kebutuhan ruanguntuk menampung kegiatan akibat pertumbuhan ekonomi. Ruang Jl. Thamrin dan Jl. Dr. Soetomomemiliki potensi sebagai kawasan perdagangan pusat kota, dimana terdapat beberapa bangunanartefak bersejarah dengan arsitektur yang khas (Bali), sehingga terbuka kesempatan untukmemadukan aktifitas komersial dengan aktifitas pariwisata. Perkembangan yang terjadi denganperuntukan yang beragam, masih meng-ekspresikan tema – tema berbeda yang belum mewujudkan unity in street design. Metode penelitian yang digunakan dengan Pendekatan manajerial dalam studi pemerintahankota yang lebih menfokuskan bagaimana rancang bangun organisasi pemerintah kota dalammenghadapi masalah – masalah perkotaan yang mendesak untuk dipecahkan. Serta Business planyang akan dikembangkan pada kawasan koridor Jl. Thamrin dan Jl. Dr. Soetomo berdasarkan potensi– potensi yang ada, dengan menggunakan Urban heritage Tourism Development. Bentuk dasar dari tourism yang terdapat di kawasan luas, daerah dan kota kecil sebagaiperluasan dari dasar fungsi urban, berupa peraturan – peraturan kota sebagai pusat budaya ; atau dalam syarat fasilitas urban untuk penduduk asli ( berupa taman hiburan, taman – taman atau pasar /pertokoan ) yang juga dapat menarik wisatawan. Urban Tourism dapat meningkatkan pendapatandaerah, lapangan kerja dan pajak untuk kota Denpasar, dengan urban tourism dapat mengisikekosongan itu. Kota – kota di Indonesia khususnya di kota Denpasar dimana perkembangan industridan perdagangan berkembang cepat, urban tourism dapat menyediakan keperluan hasil kerajinan lokal untuk menunjang infrastruktur dan membawa masukan pendapatan bagi kota.
IDENTIFIKASI KAWASAN KOTA LAMA GRESIK Anak Agung Sagung Alit Widyastuty
WAKTU Vol 9 No 2 (2011): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v9i2.919

Abstract

Keberadaan kota lama semakin memudar seiring dengan terdapatnya fenomena perubahan yang mengakomodasikan perkembangan yang terjadi. Kota lama Gresik terletak di sekitar alon – alon yang merupakan perkampungan kuno dan terletak di dalam kota. Seiring dengan perkembangannya perubahan fisik dan lingkungan ditandai dengan penambahan, perubahan dan pembongkaran bangunan bersejarah yang mencerminkan identitas kawasan dengan bangunan baru yang jauh berbeda dari karakteristik bangunan asli. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan arahan pelestarian kawasan kota lama dengan terlebih dahulu mengetahui tingkat perubahan fisik dan lingkungan yang terjadi dengan membandingkan kondisi dulu dengan kondisi saat ini. Hasil studi ini menunjukkan bahwa kawasan kota lama Gresik dalam perkembangannya semakin mengalami perubahan fisik maupun lingkungan mengakibatkan kaburnya / hilangnya identitas kota. Terjadinya perubahan fisik dan lingkungan tersebut di indikasikan karena factor fisik (pengguna lahan dan kondisi bangunan) dan factor non fisik (ekonomi, social budaya dan masyarakat sekitar dan factor hokum) terjadinya perbedaan infrastruktur kawasan, terjadinya perubahan fungsi bangunan, belum terdapatnya peraturan bangunan / lingkungan serta terjadinya perbedaan struktur pertumbuhan ekonomi kawasan serta kurangnya pengetahuan dan keperdulian masyarakat akan sejarah dan kebudayaan yang dimiliki merupakan beberapa factor yang menjadi penyebab terjadinya perubahan fisik dan lingkungan di kawasan kota lama Gresik.
KAJIAN DESA TERTINGGAL MENURUT KEPUTUSAN MENTERI DESA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL NOMOR 3 TAHUN 2016 Pieter Fredison Erasmus Benany; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty
WAKTU Vol 18 No 1 (2020): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v18i1.2348

Abstract

Kecamatan Maurole merupakan salah satu kecamatan yang terletak di bagian utara Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang memiliki luas 196,36 km² terdiri dari 13 desa, 120 RT, 51 RW dan 39 Dusun dengan kepadatan penduduk 892,7 orang/km2. Kecamatan Maurole memiliki 4 desa yang dikategorikan sebagai desa tertinggal menurut Peraturan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 126 Tahun 2017 tentang Penetapan Desa Prioritas Sasaran Pembangunan Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Desa-desa tersebut antara lain: Desa Ranokolo, Desa Keliwumbu, Desa Woloau dan Desa Ngalukoja. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi fisik, sosial dan ekonomi di Kecamatan Maurole. Berdasarkan Keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 3 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penentuan Indikator Dalam Penetapan Daerah Secara Nasional. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan teknik presentase dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi, literasi dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukan bahwa, berdasarkan 12 kriteria kondisi fisik penentu desa tertinggal, 4 desa tertinggal di Kecamatan Maurole telah mengalami perkembangan pada tahun 2018 antara lain Desa Ranokolo 83%, Desa Keliwumbu 83%, Desa Woloau 58% dan Desa Ngalukoja 58%. Berdasarkan 6 kriteria kondisi sosial ekonomi penentu desa tertinggal, 4 desa tertinggal di Kecamatan Maurole masih berkembang sebesar 50%.
KONDISI KESESUAIAN PEMANFAATAN RUANG DI KOTA SURABAYA Adhitama Jaya Kusuma; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty
WAKTU Vol 18 No 2 (2020): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v18i2.2739

Abstract

Kecamatan Wonorejo dan Kecamatan Sukolilo merupakan bagian wilayah Kota Surabaya yang tergabung pada Unit Pengembangan (UP) II dalam dokumen RDTR Kota Surabaya tahun 2018 dengan kegiatan utama sebagai tempat permukiman, perdagangan, pendidikan, dan konservasi . Jenis kegiatan dan aktifitas yang sangat beragam menyebabkan pergesekan antara kebutuhan ruang terbangun dengan pemanfaatan ruang untuk konservasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kesesuaian pemanfaatan ruang antara kondisi lapangan dengan RDTR serta faktor – faktor yang menyebabkan penyimpangan pemanfaatan ruang, metode penelitian ini menggunakan adalah analisis spasial arithmetic overlay untuk mengidentifikasi kesesuaian pemanfaatan ruang dan analisis delphi untuk identifikasi faktor – faktor yang mempengaruhi perubahan pemanfaatan ruang berdasarkan stakeholders. Hasil dari kajian ini adalah Kesesuaian pemanfaatan ruang di UP II Kertajaya yaitu hanya sebesar 44%. Pemanfaatan ruang dengan lahan terluas yang ada di UP II Kertajaya adalah tambak 1725 Ha atau sebesar 42% yang pada rencana pemanfaatan ruang UP II Kertajaya nantinya akan dihilangkan karena tidak sesuai dengan tujuan kegiatan pengembangan di UP II Kertajaya. Faktor yang paling mempengaruhi kesesuaian lahan ada penambahan faktor yaitu aktifitas perekonomian dan infrastruktur. Hasil penarikan dari para expert menyatakan bahwa faktor paling tinggi yang mendasari rendahnya nilai kesesuaian pemanfaatan ruang di UP II kertajaya ini adalah nilai lahan, infrastruktur, pertumbuhan penduduk dan aktifitas perekonomian.
Pemetaan Daya Tarik Wisata Kampung Masa Pandemi Di Kota Surabaya Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Siti Nuurlaily Rukmana
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya mempunyai banyak potensi di bidang industri pariwisata, baik potensi secara alami maupun potensi buatan serta potensi dengan minat khusus seperti Kampung. Kampung telah menjadi Daya Tarik Wisata (DTW) yang sudah dikembangkan di kota Surabaya sejak tahun 2007, tetapi terpaan wabah Covid – 19 telah merubah segala aktivitas kehidupan masyarakat kota Surabaya terutama pada DTW kampung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi melalui pemetaan keberadaan DTW kampung di Kota Surabaya yang masih bisa bertahan pada masa pandemi Covid – 19. Teknik pengambilan data berupa observasi dan wawancara di 22 Kampung yang telah di tetapkan sebagai DTW dalam Rencana Induk Pariwisata kota Surabaya tahun 2017. Hasil observasi dan wawancara kemudian di visualisasikan dalam bentuk peta peruntukan lahan menggunakan alat Sistem Informasi Geografis (GIS). Hasil pemetaan yang dilakukan terdapat 14 Kampung DTW yang masih bertahan meskipun kunjungan wisatawan banyak berkurang dan jumlah produksi yang dihasilkan tidak sebanyak dulu. Usaha yang dilakukan agar tetap bisa bertahan adalah dengan melakukan adaptasi system penjualan melalui system online.
Penguatan Kapasitas Desa Melalui Penyusunan Masterplan Desa Bligo Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Suning Suning; Linda Dwi Rohmadiani; Siti Nuurlaily Rukmana; Moch. Shofwan; Annisa B Tribhuwaneswari
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyusunan Masterplan Desa Bligo sebagai pedoman dalam penyusunan pembangunan desa yang mencakup seluruh kebutuhan pembangunan dan penataan ruang desa mengacu pada orientasi masa depan desa. Produk Masterplan desa yang diharapkan berupa Profil Desa peta dan data spasial, Desain tata desa, Program desa, Branding dan Festival, Peraturan Desa, Gambar kerja desa dan juga E – desa. Penyusunan masterplan desa melalui pendekatan penentuan tujuan yang akan dicapai dan menetapkan tahapan yang akan dilakukan sehingga dengan begitu dapat memilih arah terbaik dan langkah terbaik dalam memajukan desa. Proses penyusunan masterplan desa di mulai dengan survey dan verifikasi kondisi kewilayahan desa dengan berbagai pengambilan data, Penyusunan rencana strategis pembangunan desa, koridor desa, potensi desa dan visi misi dari masterplan serta rembug desa melalui musyawarah dengan masyarakat desa
Perubahan Penggunaan Lahan Ruang Permukiman Dukuh Menanggal Surabaya Sebelum dan Sesudah Pembangunan Shopping Mall CITO Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Suprema Ariesinda
Jurnal Plano Buana Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Plano Buana (Edisi Oktober 2020)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jpb.v1i1.2665

Abstract

Abstrak City Of Tomorrow (CITO) “Mall” adalah salah satu Shopping Mall yang ada di Jalan Ahmad Yani Kota Surabaya, tepatnya terletak di Wilayah Kelurahan Dukuh Menanggal. Pembangunan Shopping Mall pada umumnya dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan penggunaan dan pemanfaatan ruang. Tujuan kajian ini untuk mengidentifikasi perkembangan penggunaan lahan yang terjadi sebelum dan sesudah berdirinya Shopping Mall CITO dan menganalisis pengaruh pembangunan Shopping Mall CITO terhadap ruang permukiman di Kelurahan Dukuh Menanggal. Metode kajian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis spasial dan overlay Sistem Informasi Geografi (SIG), dan analisis uji pengaruh menggunakan Paired Sample T-Test SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pembangunan kawasan perdagangan dan jasa dalam kurun waktu 15 tahun (2003-2017), mengakibatkan berkurangnya penggunaan lahan kosong di Kelurahan Dukuh Menanggal dengan nilai rata-rata perubahan sebesar 70% yang pemanfaatannya berubah menjadi penggunaan lahan permukiman dan perdagangan. Hasil analisa uji pengaruh Paired Sample T-Test SPSS, dengan melibatkan dua pengukuran pada subyek yang sama antara hasil data perkembangan penggunanaan lahan pada tahun 2003 dan tahun 2017, maka tidak ada pengaruh adanya perkembangan penggunaan lahan sebelum dan sesudah berdirinya kawasan Shopping Mall CITO terhadap ruang permukiman di Kelurahan Dukuh Menanggal Kota Surabaya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perubahan penggunaan lahan ruang permukiman di Dukuh Menanggal Surabaya tidak dipengaruhi oleh adanya pembangunan Shopping Mall CITO, perubahan penggunanaan lahan berlangsung secara alami karena adanya pertumbuhan penduduk. Kata Kunci :Penggunaan Lahan, ruang permukiman, shopping mall, Sistem Informasi Geografi
Penguatan Ekonomi Masyarakat Melalui Rancangan Fasilitas Pendukung Badan Usaha Milik Desa Buncitan Sedati Sidoarjo Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Linda Dwi Rohmadiani; Moch. Shofwan; Suning Suning; Siti Nuurlaily Rukmana; Annisa Bhudiyani Tribhuwaneswari
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Maret 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v3i2.373

Abstract

Desa memegang peranan penting dalam mendukung pembangunan nasional. Banyak program pemerintah pusat memberikan ruang pada desa untuk mengembangkan potensi yang ada melalui kewenangan dalam pengelolaan desa secara mandiri. Salah satu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kemandirian desa yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya adalah melalui progam pendirian BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).  Potensi dan Kebutuhan desa menjadi landasan BUMDes membuat program kerja. Desa Buncitan Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo menjadi lokasi pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat karena mempunyai beberapa potensi berupa lahan BUMDes yang luas yang bisa dikembangkan sebagai usaha mendukung kegiatan BUMDes berupa fasilitas bidang usaha. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi tentang BUMDes dan penyebaran kuisioner kepada apparat pemerintahan desa dan pengelola BUMDes. Hasil identifikasi potensi yang diharapkan adalah berupa pembukaan lahan untuk kegiatan kuliner berupa rumah makan dengan konsep back to nature serta bisnis kolam pemancingan yang sekarang ini marak di lingkungan perkotaan. Bentuk partisipasi masyarakat untuk memperkuat BUMDes adalah ide/gagasan, tenaga, dan keterampilan.
Distribution Patterns and Spatial Relationships in the Perspective of Tourism Destination Typology Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Siti Nuurlaily Rukmana; Moch Shofwan; Anak Agung Gede kamajaya Waisnawayadnya
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 16, No 1 (2024): January 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v16i1.11656

Abstract

Gianyar Regency, as one of Bali’s leading tourist regions, continues to develop tourism destinations in support of the regional tourism development plan and vision of “Realizing High-Quality, Competitive, Sustainable, and Prosperous Cultural Tourism.” The development of Gianyar Regency’s tourism potential requires an understanding of the spatial relationships based on the typology and distribution patterns of tourism destinations. This research aimed to reveal the typology of tourism destinations in Gianyar Regency, determine the distribution patterns of tourism destinations in Gianyar Regency, and assess spatial relationships in Gianyar Regency based on the typology and distribution patterns of tourism destinations. The research method employed in this study is qualitative descriptive, Near Neighbour Analysis (NNA), and Linkage system analysis. The typology of tourism destinations in Gianyar Regency includes cultural tourism, marine tourism, and natural reserve tourism. The distribution pattern of cultural and marine tourism destinations is clustered, while natural reserve tourism exhibits a random distribution pattern. Overall, tourism destinations in Gianyar Regency have a clustered distribution pattern. Spatial relationships in Gianyar Regency, based on the typology and distribution patterns of tourism destinations, are visually characterized by linear elements such as roads, corridor elements like buildings and trees, and side elements consisting of variations in tourism typology. The collective spatial relationships found in Gianyar Regency fall into an open-ended group form. The policy implications of this research suggest the need for improvements in tourism infrastructure and the development of spatial relationships to enhance the tourist experience, supporting sustainable tourism development in Gianyar Regency