Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Yang Mempengaruhi Konversi Lahan Di Desa Kaba–Kaba Tabanan Bali Anak Agung Sagung Alit Widyastuty
SNHRP Vol. 2 (2019): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 2 Tahun 2019
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.932 KB)

Abstract

Lahan pertanian di wilayah Kabupaten Tabanan khususnya di Desa Kaba – Kaba yang berada di Kecamatan Kediri banyak mengalami beralihan fungsi menjadi berbagai macam fungsi seperti tempat permukinan, pusat kegiatan ekonomi, pariwisata dan fasiltias umum atanra lain pemabngunan jalan. Beralihan lahan di Desa Kaba – Kaba adalah lahan pertanian menjadi tempat permukinan dan kegiatan pariwisata. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui factor – factor yang mempengaruhi terjadinya konversi lahan pertanian di Desa Kaba – Kaba Tabanan Bali. Pendekatan metodologi yang digunakan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data melalui observasi, studi literatur dan wawancara, sedangkan metode analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari kajian ini adalah konversi lahan yang terjadi di desa Kaba – Kaba kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan sebesar 793 ha, rata – rata 79,3 ha/tahun. Hal ini termasuk konversi lahan yang sangat intens karena mengurangi hampir 73.51% lahan pertanian menjadi lahan non pertanian. Sedangkan faktor – faktor yang paling mempengaruhi konversi lahan adalah faktor ekonomi, faktor pertambahan penduduk dan faktor teknologi. Kata kunci :konversi lahan, faktor ekonomi, faktor pertambahan penduduk dan tata guna lahan.
Pemanfaatan Sistem Informasi Spasial untuk Pengelolaan Aset di Desa Bligo Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo Moch. Shofwan; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Linda Dwi Rohmadiani; Suning Suning; Siti Nuurlaily Rukmana; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 2, No 4 (2022): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v2i4.239

Abstract

Bligo Village is a village located in Candi District, Sidoarjo Regency. Utilization of the village spatial information system is highly expected for the realization of village asset data collection that is able to support the Bligo Village Government which is good governance and competitive. The purpose of this study is to provide training on Village Spatial Information Systems for Village Asset Management. The method used is divided into two stages of data collection, namely primary data collection consisting of observation and documentation. Subsequent data collection is carried out on a secondary basis by being obliged to fill in the data that has been distributed into the questionnaire. As a result, it is known that the SWOT value in this analysis is located in quadrant I, meaning that it is able to improve the quality of human resources in village officials regarding the use of spatial information systems for asset management in Bligo Village, Candi District, Sidoarjo Regency.
EFFORTS TO INCREASE COMMUNITY WELFARE THROUGH LOCAL POTENTIAL IN KEDUNG SUMBER VILLAGE, BALONGPANGGANG, GRESIK Widyastuty Anak Agung Sagung Alit; Desma Dwi Rahmadhani
Jurnal Partisipatoris Vol. 5 No. 1 (2023): March
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp.v5i1.22570

Abstract

Kedung Sumber village has an area of 227.90 rice farming land with a production of 1595.30 tons. Law no. 6 of 2014 explains that village development is an effort to improve the quality of life for the greatest welfare of the village community by utilizing the potential of the village. Kedung Sumber Village also has several potential natural beauty that can be a natural tourist destination. This study aims to determine the potential of the village and community participation to improve community welfare. This study uses a qualitative descriptive method approach with percentage analysis techniques. Data collection methods are observation, questionnaires, and documentation. The result of the research is that Kedung Sumber village has several potentials that can be developed, namely natural beauty, rice commodities, and non-physical potential in the form of institutions, government, and community enthusiasm in supporting several activities in the village. The most dominant form of community participation in Kedung Sumber village is social participation and the least is skill participation. Efforts to improve community welfare through local potential are increasing community participation in the form of labor participation as the priority and the second priority is developing non-physical potential.
Penguatan Ekonomi Masyarakat Melalui Rancangan Fasilitas Pendukung Badan Usaha Milik Desa Buncitan Sedati Sidoarjo Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Linda Dwi Rohmadiani; Moch. Shofwan; Suning Suning; Siti Nuurlaily Rukmana; Annisa Bhudiyani Tribhuwaneswari
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Maret 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v3i2.373

Abstract

Desa memegang peranan penting dalam mendukung pembangunan nasional. Banyak program pemerintah pusat memberikan ruang pada desa untuk mengembangkan potensi yang ada melalui kewenangan dalam pengelolaan desa secara mandiri. Salah satu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kemandirian desa yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya adalah melalui progam pendirian BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).  Potensi dan Kebutuhan desa menjadi landasan BUMDes membuat program kerja. Desa Buncitan Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo menjadi lokasi pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat karena mempunyai beberapa potensi berupa lahan BUMDes yang luas yang bisa dikembangkan sebagai usaha mendukung kegiatan BUMDes berupa fasilitas bidang usaha. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi tentang BUMDes dan penyebaran kuisioner kepada apparat pemerintahan desa dan pengelola BUMDes. Hasil identifikasi potensi yang diharapkan adalah berupa pembukaan lahan untuk kegiatan kuliner berupa rumah makan dengan konsep back to nature serta bisnis kolam pemancingan yang sekarang ini marak di lingkungan perkotaan. Bentuk partisipasi masyarakat untuk memperkuat BUMDes adalah ide/gagasan, tenaga, dan keterampilan.
Distribution Patterns and Spatial Relationships in the Perspective of Tourism Destination Typology Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Siti Nuurlaily Rukmana; Moch Shofwan; Anak Agung Gede kamajaya Waisnawayadnya
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 16, No 1 (2024): January 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v16i1.11656

Abstract

Gianyar Regency, as one of Bali’s leading tourist regions, continues to develop tourism destinations in support of the regional tourism development plan and vision of “Realizing High-Quality, Competitive, Sustainable, and Prosperous Cultural Tourism.” The development of Gianyar Regency’s tourism potential requires an understanding of the spatial relationships based on the typology and distribution patterns of tourism destinations. This research aimed to reveal the typology of tourism destinations in Gianyar Regency, determine the distribution patterns of tourism destinations in Gianyar Regency, and assess spatial relationships in Gianyar Regency based on the typology and distribution patterns of tourism destinations. The research method employed in this study is qualitative descriptive, Near Neighbour Analysis (NNA), and Linkage system analysis. The typology of tourism destinations in Gianyar Regency includes cultural tourism, marine tourism, and natural reserve tourism. The distribution pattern of cultural and marine tourism destinations is clustered, while natural reserve tourism exhibits a random distribution pattern. Overall, tourism destinations in Gianyar Regency have a clustered distribution pattern. Spatial relationships in Gianyar Regency, based on the typology and distribution patterns of tourism destinations, are visually characterized by linear elements such as roads, corridor elements like buildings and trees, and side elements consisting of variations in tourism typology. The collective spatial relationships found in Gianyar Regency fall into an open-ended group form. The policy implications of this research suggest the need for improvements in tourism infrastructure and the development of spatial relationships to enhance the tourist experience, supporting sustainable tourism development in Gianyar Regency
PERAN PEREMPUAN DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA BERBASIS KOMUNITAS DI MASA PANDEMI COVID - 19 Rukmana, Siti Nuurlaily; Widyastuty, Anak Agung Sagung Alit; Sucipto, Sucipto
Jurnal Pengembangan Kota Vol 11, No 2: Desember 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.11.2.112-123

Abstract

Rencana induk pariwisata Kota Surabaya tahun 2017 mencatat terdapat 21 objek kampung wisata. Kampung wisata ini memiliki tipologi yang berbeda sesuai dengan ciri khas dan keunggulannya, seperti Kampung Arab, Kampung Gundih, Kampung Hijau dan kampung tematik lainnya. Salah satu daya tarik dari kegiatan kampung wisata adalah keikutsertaan perempuan dalam aktivitas pariwisata kreatif di kampung-kampungnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan eksistensi kampung wisata selama pandemi Covid 19 dengan pendekatan Community Based Tourism (CBT) dan peranan perempuan dalam mempertahankan kampung wisata. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis skoring dan analisis Nvivo 12 plus. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 6 kampung yang masuk dalam kategori dengan konsep CBT di masa pandemi Covid 19, yaitu Kampung Kue, Kampung Krupuk Gunung Anyar, Kampung Tempe Tenggilis, Kampung Hijau Jambangan, Kampung Sepatu Osowilangon, Kampung Herbal Genteng. Peran perempuan dalam mempertahankan kampung wisata yaitu 88% sebagai pelaksana dan 28% sebagai pemantau.
KONDISI DAN FAKTOR PENYEBAB KELUARGA PRA SEJAHTERA DI KECAMATAN PRAJURIT KULON KOTA MOJOKERTO Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Anang Ma’ruf; Linda Dwi Rohmadiani; Moch. Shofwan
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Mojokerto salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki jumlah penduduk ± 140.718 Jiwa dengan jumlah penduduk yang masuk dalam golongan pra sejahtera sebesar 1.254 kk. Kecamatan Prajurit Kulon dengan jumlah Keluarga pra sejahtera mencapai 42,2 % dari seluruh total keluarga pra sejahtera di Kota Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisitik keluarga pra sejahtera dan faktor penyebab tingginya keluarga pra sejahtera di Kecamatan Prajurit Kulon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis evaluatif dan metode kuantitatif dengan teknik analisis faktor. Metode pengumpulan data yang di gunakan yaitu Observasi lapangan, kuisioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 14 karakteristik keluarga pra sejahtera, 21% masuk dalam kategori keluarga prasejahtera, sedangkan 79% tidak masuk dalam katergori keluarga prasejahtera. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan perekonomian pada masyarakat. Jika dilihat dari aspek demografi, kemajuan ini dipengaruhi oleh jenis pekerjaan masyarakat pra sejahtera di kecamatan Prajurit Kulon. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh dalam keluarga pra sejahtera yaitu faktor primer kebutuhan sehari-hari, Faktor Kesehatan, Faktor Pendidikan, Faktor fisik Bangunan dan Ekonomi. Kata kunci: Bangunan; kondisi lingkungan rumah; karakteristik keluarga pra sejahtera.
Penguatan Ekonomi Masyarakat Melalui Rancangan Fasilitas Pendukung Badan Usaha Milik Desa Buncitan Sedati Sidoarjo Widyastuty, Anak Agung Sagung Alit; Rohmadiani, Linda Dwi; Shofwan, Moch.; Suning, Suning; Rukmana, Siti Nuurlaily; Tribhuwaneswari, Annisa Bhudiyani
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Maret 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v3i2.373

Abstract

Desa memegang peranan penting dalam mendukung pembangunan nasional. Banyak program pemerintah pusat memberikan ruang pada desa untuk mengembangkan potensi yang ada melalui kewenangan dalam pengelolaan desa secara mandiri. Salah satu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kemandirian desa yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya adalah melalui progam pendirian BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).  Potensi dan Kebutuhan desa menjadi landasan BUMDes membuat program kerja. Desa Buncitan Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo menjadi lokasi pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat karena mempunyai beberapa potensi berupa lahan BUMDes yang luas yang bisa dikembangkan sebagai usaha mendukung kegiatan BUMDes berupa fasilitas bidang usaha. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi tentang BUMDes dan penyebaran kuisioner kepada apparat pemerintahan desa dan pengelola BUMDes. Hasil identifikasi potensi yang diharapkan adalah berupa pembukaan lahan untuk kegiatan kuliner berupa rumah makan dengan konsep back to nature serta bisnis kolam pemancingan yang sekarang ini marak di lingkungan perkotaan. Bentuk partisipasi masyarakat untuk memperkuat BUMDes adalah ide/gagasan, tenaga, dan keterampilan.
Analysis of Settlement Availability at Manyar Economic District Strategic Area of Gresik Regency Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari; Lutfi Zulkarnain
Jurnal Kawistara Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.63397

Abstract

 Rapid development and increasing population density have created challenge for many regions to provide settlement spaces. The demand for settlement requires analysis that can forecast on the availability of space and the growth of settlement. Such a challenge is faced by Manyar sub-district of Gresik regency. Since it became an Economic Strategic District Area in the agroindustry area in Gresik Regency, the demand for settlement at Manyar increased following the 2017 population boom. Manyar is recorded as the third maximum growth in Gresik regency with numbers of 114.056 inhabitant living in 9.542 acre. This study aims to examine the facilities and infrastructure, as well as the availability of residential land in the next 20 years. This study uses quantitative technique that includes projections of settlement demand. Data collection methods takes the form of field observations and surveys of related agencies. The analytical technique utilized was backlog and scalogram study regarding the availability of settlement, facilities and infrastructure support. As the result, this paper found that the population growth rate of Manyar sub-district reaches 0.1% every year. Consequently, the settlement and supporting infrastructures required at the year 2039 increase massively since 2019 consists of housing facilities, education, health facilities, worship facilities, commerce and services facilities, and green open spaces. The land required for the development of the facility is 269.1 acre. Based on the level of need for residential facilities and infrastructure in the next 20 years in Manyar sub-district, further research is needed to anticipate the phenomenon of pond land conversion by maintaining land functions.
Perencanaan dan Pengembangan Desa Wisata Kaba – Kaba Berbasis Kearifan Lokal Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; I Made Bagus Dwiarta
Jurnal Kawistara Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.63535

Abstract

Pariwisata yang mempromosikan kearifan lokal akhir akhir ini semakin banyak diminati. Namun, peran kearifan lokal dalam pariwisata sering dikesampingkan karena buruknya perencanaan pariwisata dan pengembangan. Salah satu contoh pariwisata yang mengedepankan kearifan lokal adalah desa wisata Kaba – Kaba di Bali. Melalui desa wisata yang menekankan kepada potensi kearifan tradisional baik potensi alam, dan budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari prioritas strategi perencanaan dan pengembangan desa Wisata Kaba – Kaba Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan Bali berdasarkan kearifan tradisional dengan memanfaatkan sarana prasarana dan daya Tarik yang ada di desa. Analisis yang digunakan untuk mendapatkan strategi prioritas perencanaan dan pengembangan desa wisata adalah Analisis Hiraki Proses (AHP). Metode pengumpulan data dengan observasi di lapangan serta wawancara mendalam ke pemuka adat dan juga aparatur pemerintah desa serta masyarakat yang terkait. Hasil Analisis Hirarki Proses yang di dapatkan menyatakan prioritas strategi perencanaan pengembangan desa wisata Kaba – Kaba menitikberatkan pada pembangunan sarana dan prasarana pendukung kegiatan wisata terutama pada aksesbilitas dan akomodasi. Prioritas strategi pengelolaan produk pariwisata secara profesional baik dari daya tarik alam dan daya tarik budaya dan sejarah yaitu memanfaatkan keberadaan dari Puri Gede Kaba – Kaba yang menjadi penanda desa wisata Ecoculture Tourism. Selain daya tarik alam dan daya tarik budaya serta sejarah, kesiapan dari sumber daya manusia yang dikemas berdasarkan kearifan lokal masyarakat desa juga merupakan prioritas strategi lanjutan.