Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENDIRIAN BANK SAMPAH Suning Suning; Linda Dwi Rohmadiani; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Siti Nuurlaily Rukmana; Annisa Budhiyani T; Moch. Shofwan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.646 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.2982

Abstract

ABSTRAKDesa Candiwatu merupakan salah satu Desa yang ada di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto, yang memiliki sejumlah permasalahan lingkungan yaitu belum tersedianya lembaga bank sampah. Desa Candiwatu belum memiliki TPST (Tempat Pembuangan Sampah Sementara), dan sampah masih dibuang di belakang rumah masing-masing dengan cara dibakar. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan tentang pendirian bank sampah. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini yaitu dengan cara memberikan materi melalui sosialisasi dan memberikan pertanyaan-pertanyaan melalui pre-test dan post—test, sedangkan kelompok sasaran yang dituju adalah ibu-ibu PKK, kelompok karang taruna dan aparatur Desa.  Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pengabdian tentang sosialisasi dan penyuluhan mengenai pendirian bank sampah, alur kegiatan bank sampah dan partisipasi masyarakat tentang bank sampah rata-rata 33% menyatakan belum mengerti dan belum memahami tentang bank sampah. Setelah dilakukan pengabdian melalui sosialisasi dan penyuluhan mengenai pendirian bank sampah, alur bank sampah dan partisipasi masyarakat terhadap pendirian bank sampah, rata-rata 75% masyarakat sudah mengerti dan memahami pentingnya pendirian bank sampah. Hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa warga Desa Candiwatu antusias untuk mendirikan bank sampah dan masyarakat bersedia memilah sampah karena sampah yang telah dipilah dapat menghasilkan nilai ekonomi ketika dijual di bank sampah. Kata kunci :  bank sampah; lembaga mitra; nilai ekonomi sampah; persampahan. ABSTRACTCandiwatu Village is one of the villages in Pacet District, Mojokerto Regency, which has a number of environmental problems, namely the unavailability of a waste bank institution. Candiwatu Village does not yet have a TPST (Temporary Waste Disposal Site), and garbage is still dumped behind each house by burning it. This service is carried out with the aim of providing socialization and training on the establishment of a waste bank. The method of implementation in this service is by providing material through socialization and giving questions through pre-test and post-test, while the target groups targeted are PKK mothers, youth groups and village officials. The results of this dedication show that before the socialization and counseling on the establishment of a waste bank, the flow of waste bank activities and community participation on waste banks, an average of 33% stated that they did not understand and did not understand about waste banks. After community service has been carried out through socialization and counseling regarding the establishment of a waste bank, the flow of a waste bank and community participation in the establishment of a waste bank, an average of 75% of the community understands and understands the importance of establishing a waste bank. The results of this dedication can be concluded that the people of Candiwatu Village are enthusiastic about establishing a waste bank and the community is willing to sort waste because the sorted waste can generate economic value when sold at the waste bank. Keywords: waste bank; partner institution; waste economic value; solid waste.
Pembuatan Peta Administrasi Sebagai Pendukung Pembangunan Daerah Desa Bligo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo Linda Dwi Rohmadiani; Moch Shofwan; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari; Siti Nuurlaily Rukmana; Suning Suning
Jurnal Pengabdian Masyarakat (abdira) Vol 2, No 2 (2022): Abdira, April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v2i2.113

Abstract

Bligo Village is a village-city in the Candi District area, because administratively it is a village but the livelihood of the majority of the population is as factory workers, so a complete village administrative boundary information map is needed in accordance with applicable standards. The purpose of community service is mapping of village administrative boundaries according to the Regulation of the Head of BIG No. 3 of 2016 as a village development guideline. The methods used include preparation, survey, preparation of administrative maps, verification of maps, printing and handing over of maps to villages. The main task of the implementing team is to facilitate and guide village officials. Community service activities produce village administration maps which include information in the form of village administrative boundaries, RW administrative boundaries, RT administrative boundaries, road networks, and waters.
PENGOLAHAN SAMPAH MELALUI KOMPOSTER DAN BIOPORI DI DESA SEDAPURKLAGEN BENJENG GRESIK Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Abdul Haqqi Adnan; Nurul Arijah Atrabina
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 2 No 2 (2019): Januari
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.867 KB) | DOI: 10.36456/abadimas.v2.i2.a1757

Abstract

Waste is a problem that must be faced by residential communities both in urban and rural settlements, so it needs to be systematically structured and sustainable. Conventional waste handling that has been implemented by the community cannot produce an appropriate solution, this is evident that there is still a large volume of waste that has not been managed properly. The purpose of implementing community service activities in the village of Sedapurklagen in Benjeng Gresik is to utilize household waste through compoter and biopori as well as the application of Biopori to treat household waste that can also reduce waterlogging during rain. The implementation method is used so that the purpose of this service activity is to empower the community about managing household waste to be composted through composter, as well as training on composting from composter and biopori. The target of this activity is the mothers of family welfare coaching (PKK) in the village of Sedapurklagen, Benjeng Gresik. The result of this service is that the community has begun to process organic waste to make compost and million biopori pipes around the Posapur, Sedapurklagen Gresik to reduce the presence of standing water during the rainy season.
PENGUATAN PEREKONOMIAN DESA MELALUI SOSIALISASI PEMBUATAN KALDU BUBUK NON MSG DI DESA KEBONTUNGGUL, GONDANG Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Atikah Atmaranti
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 3 No 2 (2020): Januari
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.535 KB) | DOI: 10.36456/abadimas.v3.i2.a2189

Abstract

Kaldu bukan hal asing bagi masyarakat Indonesia karena kaldu adalah salah satu jenis rasa gurihyang mengandung ekstrak tertentu dan dengan tambahan bahan makanan lain atau tanpa bahantambahan lainnya yang diizinkan. Kaldu instan komersial yang dijual di pasaran sebagian besardiberi tambahan Monosodium Glutamate. (MSG) sebagai penambah rasa. Penggunaan penguat rasaMSG masih menjadi perdebatan di masyarakat. Robert Ho Man Kwok pada tahun 1968, NewEngland Journal of Medicine Chinese Restaurant Syndrome (CRS), dan kontroversi keamananMSG yang digunakan masih berlanjut hingga hari ini meskipun Food and Drug Administration(FDA) mengeluarkan pernyataan bahwa penggunaan MSG dalam batas yang wajar batas tidakmembahayakan kesehatan manusia. Hasil diseminasi Produksi Kaldu Non MSG diikuti oleh 20 ibuPKK yang mewakili setiap dusun di Desa Kebontunggul, yaitu desa Penumpang, desa Sengon, desaJemanik dan desa Kudur. Kegiatan dimulai dari pukul 10:00 hingga 11:00. Materi yang disajikanmeliputi pengetahuan umum tentang kaldu bubuk, bahaya MSG untuk anak-anak dan orangdewasa, bahan dasar kaldu bubuk non MSG, cara membuat kaldu bubuk non MSG, dan demountuk membuat kaldu bubuk non MSG.
Optimalisasi Pemilahan Sampah Organik Dan Unorganik Dalam Skala Rumah Tangga Di Desa Candiwatu Siti Nuurlaily; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v4.i2.a2430

Abstract

Desa Candiwatu digolongkan kawasan pedesaan di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. permasalahan di kawasan pedesaan termasuk Desa Candiwatu yaitu pada pola pikir hidup masyarakatnya dalam menghadapi permasalahan lingkungan. Persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Candiwatu salah satunya adalah persampahan. Solusi yang ditawarkan oleh tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat adalah sosialisasi pentingnya proses pemilahan sampah organic-unorganik serta pemberian sampah berdasarkan jenis sampahnya. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui presentase pengetahuan masyarakat tentang optimalisasi sampah organic-unorganik skala rumah tangga. Metode pelaksanaan adalah sosialisasi dan pemberian tempat sampah sebagai alat untuk proses pemilahan sampah. Hasil dari sosialisasi dapat diketahui bahwa pengetahuan masyarakat dalam pemilahan sampah mengalami kenaikan yang awalnya 25,6 % menjadi 65,6 %. Kata kunci: organic, Pemilahan sampah,unorganik Abstract Candiwatu village categorized as rural area at Pacet subdistrict Mojokerto Regency that has issues such as their mindset of life towards environmental problems. One particular matter was waste management. The service execution team gave solution such as advocation to the community in the consequential value in managing waste as organic and inorganic based on the waste type. The purpose of the service programme implementation was to gauge the percentage of the community knowledge about organic-inorganic waste optimalization in household scale. Methods that are utilized was socialization and giving the tools such as customized garbage disposal as a way to manage waste manually. The results of the programme was the community knowledge in managing waste went up from 25,6 % to 65,6%. Keywords: organic, waste management, unorganic
BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SAMIN MASA DULU DAN SEKARANG Faradiba Surya Bestari; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty
Jurnal Budaya Nusantara Vol 4 No 1 (2020): NUSANTARA & RUANG VIRTUAL
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/b.nusantara.vol4.no1.a3261

Abstract

Budaya merupakan sesuatu yang sangat menarik dari suatu wilayah, dilihat dari segi pola ruangnya, struktur ruang dan adat yang ada di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pola ruang berupa guna lahan dan zonasi, kondisi struktur ruang berupa sarana yang difokuskan pada permukiman, prasarana yang berupa aksesbilitas dan kearifan lokal yang ada disana terkait pola dan struktur ruang. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan software Arcmap 10.2 untuk mengetahui pola ruang dan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data deep interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Samin memiliki karakteristik yang unik dari segi budaya dan ajarannya, namun seiring berjalannya waktu, kebudayaan di sana beberapa sudah mengikuti era yang modern, sedangkan untuk pola ruang dapat dilihat bahwa Kampung Samin yang terletak di Dusun Jepang memang memiliki wilayah paling luas yaitu berupa hutan dan pertanian yang merupakan sumber mata pencaharian mereka. Pada wilayah permukiman, bentuk rumah di sana bisa dibilang sangat sederhana karena memang masyarakat di sana tidak mau mengganti atau merubah design rumah karena mereka percaya bahwa bentuk rumah pada masa dulu merupakan saksi bisu perjuangan Samin Surosentiko melawan Belanda dengan sifatnya dan warisan budaya yang tidak bisa digantikan.
PENGUATAN PROMOSI DESA WISATA BERBASIS KEARIFAN DI DESA PUJON KABUPATEN MALANG Siti Nuurlaily; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no1.a2426

Abstract

Abstract Tourism village is largely based in local wisdom is a form of integrated activities between attractions, accommodation, supporting facilities and additional facilities in the form of village management presented in the structure of community life that is bound by traditional procedures and norms that apply in the village. The development of sustainable tourism villages reguires the participation of local communities in all phases of development starting from the planning, implementation and supervision and control stages. Pujon Kidul Village in Pujon subdistrict, Malang regency is one of the tourist villages developed by the village community, which has tourism potential from the agriculture, livestock and small to mediun industries which is supported by the geographical and climatological conditions of the region. The purpose of this activity is to strengthen the promotion of village teourism based in local wisdom by identifying the potential of the Pujon Kidul village tourism area. Approach to the implementation of community service using the Rural Appraisal Approach (RAA) through a Group Discussion Forum (FGD) between the Pujon Kidul village apparatus, the Tourism Awarness Group (Pokdarwis) and the representatives of the village community. The results of this activity are strengthening promotion through a catalog of tourism village potentials and understanding of village afficials, the community and the private sector in planning the development of tourism villages through the utilization of the potential of geography, agriculture, animal husbandry and plantations in the tourism village of Pujon Kidul District of Pujon Malang Regency which begore socialization and counselling was 32% to 96%.. Keyword : Local Wisdom, Tourism Potentials, Tourism Village Abstrak Desa wisata sebagaian besar berbasis pada kearifan lokal desa adalah bentuk kegiatan terintegrasi antara atraksi, akomodasi, fasilitas pendukung dan fasilitas tambahan berupa manajemen desa yang disajikan dalam struktur kehidupan masyarakat yang terikat dengan prosedur tradisi dan norma yang berlaku di desa. Pengembangan desa wisata yang berkelanjutan membutuhkan partisipasi masyarakat lokal dalam seluruh fase pengembangan mulai dari tahap perencanaan, implementasi dan pengawasan serta pengendalian. Desa Pujon Kidul di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang merupakan salah satu desa wisata yang dikembangkan oleh masyarakat desa, memiliki potensi wisata dari sector pertanian, peternakan dan industry kecil ke menengah yang didukung kondisi geografi dan klimatologi wilayahnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah penguatan promosi desa wisata yang berbasis kearifan lokal dengan mengidentifikasi potensi kawasan wisata desa Pujon Kidul. Pendekatan – pendekatan pelaksanaan pengabdian dengan menggunakan metode Rural Appraisal Approach (RAA) melalui Forum Group Diskusi (FGD) antara aparatur desa Pujon Kidul, Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) dan perwakilan masyakat desa. Hasil dari kegiatan ini adalah penguatan promosi melalui katalog potensi desa wisata dan pemahaman aparatur desa, masyarakat dan pihak swasta dalam perencanaan pengembangan desa wisata melalui pemanfaatan potensi geografi, pertanian, peternakan dan perkebunan di desa wisata Pujon Kidul Kecamatan Pujon Kabupaten Malang yang sebelum sosialisasi dan penyuluhan sebesar 32% menjadi 96%. Kata kunci : Desa Wisata, Potensi wisata, Kearifan Lokal.
KINERJA OPERASIONAL PELAYANAN TERMINAL KABUPATEN GRESIK Anak Agung Sagung Alit Widyastuty
WAKTU Vol 13 No 1 (2015): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v13i1.20

Abstract

Terminal sebagai prasarana perhubungan darat yang sangat penting, yaitu sebagai tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang serta sebagai tempat persinggahan bagi bus-bus ditengah perjalanannya. Fungsi utama dari terminal yakni sebagai penyedia fasilitas masuk dan keluar dari obyek-obyek yang akan diangkut, penumpang atau barang, menuju dan dari sistem. Sesuai dengan fungsi terminal yang berperan dalam menunjang tersedianya jasa transportasi yang sesuai dengan tingkat kebutuhan, maka keberadaan terminal perlu direncanakan dengan baik agar dapat mengefektifkan dan mengoptimalkan kinerja dari terminal. Fenomena yang terjadi saat ini adalah, banyak calon penumpang dan penumpang yang naik dan turun dari mobil angkutan umum berada di luar terminal sehingga dapat menyebabkan macet, dan rawan kecelakaan. Pendekatan rancangan penelitian dengan menggunakan Deskriptif Kualitatif. Populasi penelitian merupakan sopir bis dan calon penumpang yang ada di Terminal Bunder. Jumlah sampel yang diambil adalah 22 responden yang berprofesi sebagai sopir dan 44 responden berasal dari calon penumpang yang ada di dalam Terminal Bunder Gresik. Analisis penelitian yang digunakan adalah analisis kinerja operasional pelayanan terminal bunder berupa sarana dan prasarana serta pola pergerakan sirkulasi terminal, waktu tunggu dan juga karakteristik sopir dan calon penumpang. Hasil dari penelitian ini adalah melakukan evaluasi kinerja terminal yang ada di Kabupaten Gresik dan juga melihat penyebab permasalahan yang terjadi selama ini dilapangan. Sehingga kedepannya dengan Dinas yang terkait dalam hal ini adalah Dinas Perhubungan dapat merencanakan dan menata eksisting dari terminal sehingga dapat mendukung aktivitas kota dan sesuai dengan para calon penumpang dan penumpang terminal
STATUS KEPEMILIKAN LAHAN PENDUKUNG PERTUMBUHAN PERMUKIMAN KUMUH DI KAWASAN REL Soraya dwi Rachmawati; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty
WAKTU Vol 13 No 2 (2015): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v13i2.62

Abstract

Pesatnya perkembangan dan kepadatan penduduk di perkotaan menyebabkan ruang untuk permukiman menjadi sempit. Ruang permukiman yang sempit tidak mendukung sebagai tempat tinggal dan kegiatan perikehidupan dan penghidupan manusia. Kampung Lumumba Wonokromo Surabaya merupakan salah satu perkampungan kumuh yang berlokasi di tepi rel kereta api. Masyarakatnya hidup dengan keterbatasan fasilitas sarana dan prasarana serta tidak memiliki sertifikat tanah yang mengakibatkan aspek vitalitas non ekoniminya menjadi rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik permukiman kumuh kawasan rel kereta api berdasarkan aspek Vitalitas Non Ekonomi, Status Kepemilikan Tanah, Keadaan Prasarana dan Sarana, Prioritas Penanganan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung, kusioner, wawancara serta dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis pembobotan kriteria kawasan permukiman kumuh berdasarkan PU Cipta Karya tahun 2002. Hasil analisis menunjukkan permukiman kumuh di Kampung Lumumba lebih dominan di pengaruhi oleh kriteria status tanah. Kriteria status tanah memberikan nilai tinggi dibandingkan dengan kriteria yang lainnya yang mengakibatkan tingkat kekumuhannya tinggi. Prioritas penanganan yang dapat dilakukan terkait dengan status tanah ini, sebaiknya pemerintah melakukan penggusuran tempat tinggal mereka diganti dengan menyediakan lahan atau rumah susun yang layak untuk warga Lumumba. Kata Kunci : Permukiman Kumuh, Status Kepemilikan Tanah, Vitalitas Non Ekonomi.
PENGEMBANGAN POTENSI EKONOMI DI PULAU ADONARA KABUPATEN FLORES TIMUR BERDASARKAN DISTRIBUSI ARUS BARANG Agustinus Manek; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty
WAKTU Vol 14 No 1 (2016): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v14i1.102

Abstract

Pulau Adonara merupakan salah satu pulau yang ada di Wilayah Kepulauan Kabupaten Flores Timur. Pulau Adonara terkenal dengan budaya daerahnya dan kaya akan potensi alam yang di miliki, namun belum dikelola dan dikembangkan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk Pengembangan Potensi unggulan, Pergerakan Distribusi Arus Barang Masuk dan Keluar serta Strategi Pengembangan di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini menggunakan metode analisa Deskriptif Kuantitatif dan Kualitatif. Teknik analisis yang digunakanadalah analisis Location Question (LQ) untuk mengetahui potensi unggulan di Pulau Adonara,distribusi frekuensi untuk mengetahui barang yang masuk dan keluar dan analisis SWOT danSTTEP untuk menentukan Strategi Pengembangan Potensi Ekonomi. Hasil penelitian menunjukanbahwa Pulau Adonara memiliki sektor basis dibidang pertanian dengan sub sektor pertanian kebundan pertanian bahan makanan. Distribusi barang yang ada di Pulau Adonara lebih dominan di ekspor (asam, pertanian kebun, ikan ke Wilayah Jawa, Makasar, Maluku Utara, Ambon, Kefa, Lembata, Button dan Lombok ) dari pada untuk impor. Pengembangan potensi ekonomi dapat dilakukan dengan cara meningkatkan sumberdaya manusia, sehingga masyarakat lebih siap menghadapi teknologi, mengembangkan potensi yang ada, kesadaran terhadap pemanfaatan lahan dan lingkungan, serta kesiapan untuk bekerjasama dengan pihak pemerintah maupun swasta untuk mengembangkan potensi ekonomi.