Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam Ariadi, Purmansyah
Syifa'Medika Vol 3, No 2 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v3i2.1433

Abstract

Kesehatan mental dari perspektif Islam merupakan suatu kemampuan diri individu dalammengelola fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian dengan diri sendiri, orang lain,maupun lingkungan sekitarnya secara dinamis berdasarkan Al-Qur’an dan as-Sunnah sebagaipedoman hidup menuju ke kebahagiaan dunia dan akhirat. Pandangan Islam tentang gangguanjiwa tidak jauh berbeda dengan pandangan para ahli kesehatan mental pada umumnya. Perananagama Islam dapat membantu manusia dalam mengobati jiwanya dan mencegahnya darigangguan kejiwaan serta membina kodisi kesehatan mental. Kajian berikut akan mengulasbeberapa bentuk ibadah dan efeknya secara psikis, yang kemudian dikenal dengan psikoterapimelalui amalan ibadah.
Pemahaman dan Pengamalan Nilai-nilai Tasawuf di Kalangan Elit Muhammadiyah Sumatera Selatan Purmansyah Ariadi; Rulitawati Rulitawati; Mona Novita
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 8 No 1 (2021): (April 2021)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v8i1.292

Abstract

Penyebaran Islam melalui tasawuf telah menjadikan Islam memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Dalam perkembangannya paham sufisme dan tarekat berkembang juga, sehingga menjadi wacana yang urgent dalam proses transmisi ajaran Islam di dunia Melayu. Nilai-nilai tasawuf dikalangan elit Muhammadiyah akan mewarnai pemahaman dan pengamalan yang terlembaga dalam bentuk tarekat yang membutuhkan bimbingan seorang mursyid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan pengamalan nilai-nilai tasawuf di kalangan elit Muhammadiyah. Bagaimana pemahaman nilai-nilai tasawuf di kalangan elit Muhmmadiyah, bagaimana pengamalan nilai-nilai tasawuf dikalangan elit Muhammadiyah serta Perbedaan Pemahaman Dan Pengamalan Tasawuf di Wilayah Sumatera Selatan. Metode dalam penelitian lapangan (field research) dengan teknik analisa data menggunakan diskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara terhadap para ulama dilingkungan Muhammadiyah serta didukung dengan data dokumentasi. Penelitian ini mengghasilkan: Pertama bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi dan gerakan sosial keagamaan tidak menjadikan tasawuf dan tarekat dalam rangkah gerakannya, karena di latarbelakangi berdirinya Muhammadiyah dipengaruhi gerakan Tajdid, Kedua eksistensi pengamalan nilai-nilai tasawuf yaitu: menolak secara inplisit, terbuka terhadap keberadaan tasawuf dan sikap akomodatif. Sebuah Dialog membagi kategorikan dengan terminologi eksplisit, implisit, inklusif dan akomodatif. Ketiga, berafiliasi dengan ideologi sunni. organisasi lebih mendahulukan self correction, dengan prinsip ta´aruf, tafa>hum. ta´awun, takaful dan tazamun. Dalam masalah ibadah, perbedaan organisasi keagamaan ini tidak masuk yang bersifat prinsip, tetapi furu>´iyah. Kepentingan bersama dalam membina masyarakat dengan pendekatan kultural. Organisasi ini menganut paham aswaja.
Pelatihan Pengurusan Jenazah Melepas Kematian Dan Hal-Hal Yang Disunnahkan Di Desa Binaan Kelurahan 16 Ulu Kota Palembang Purmansyah Ariadi; Rulitawati Rulitawati; Azwar Hadi; Helyadi Helyadi; Yuniar Handayani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7685

Abstract

Islam menganjurkan umatnya agar selalu ingat akan mati, Apabila seseorang telah meninggal dunia, hendaklah keluarga dekatnya melakukan kewajiban yang mesti dilakukan  terhadap jenazah, yaitu mengurus jenazah sesuai dengan al-Qur’an dan sunnah. Pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pengurusan jenazah ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengurus jenazah secara islami. Pra kegiatan terdiri rapat strategi pelaksanaan dan persiapan sarana-prasarana. Pelaksanaan pendampingan dan pelatihan pengurusan jenazah di Kelurahan 16 Ulu diawali dengan pre-test, kemudian dilakukan  ceramah, simulasi dan latihan yang disertai tanya jawab kemudian dilanjutkan dengan post-test. Pelaksanaan pasca kegiatan melakukan evaluasi dan pembuatan laporan kegiatan. Evaluasi dirancang dengan membandingkan kondisi pengetahuan setelah pelaksanaan pengabdian. Hasil di dapatkan bahwa pengetahuan sebelum pemberian ceramah dan pelatihan mayoritas mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 33 orang (82,5%) dari 40 peserta. Sesudah pemberian pemberian ceramah dan pelatihan didapatkan pengetahuan peserta mayoritas baik sebanyak 33 orang (82,5%) dari 40 peserta. Hasil uji mann whitney di dapatkan nilai p value 0,000  berarti ada perbedaan pengaruh yang signifikan setelah pengabdian kepada masyarakat dalam peningkatan pengetahuan peserta. Diharapkan setelah adanya pengabdian kepada Masyarakat ini peserta dapat memahami teori dan mempraktikkan tata cara mengurus jenazah secara Islami
Pelatihan Pengurusan Jenazah Melepas Kematian Dan Hal-Hal Yang Disunnahkan Di Desa Binaan Kelurahan 16 Ulu Kota Palembang Purmansyah Ariadi; Rulitawati Rulitawati; Azwar Hadi; Helyadi Helyadi; Yuniar Handayani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7685

Abstract

Islam menganjurkan umatnya agar selalu ingat akan mati, Apabila seseorang telah meninggal dunia, hendaklah keluarga dekatnya melakukan kewajiban yang mesti dilakukan  terhadap jenazah, yaitu mengurus jenazah sesuai dengan al-Qur’an dan sunnah. Pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pengurusan jenazah ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengurus jenazah secara islami. Pra kegiatan terdiri rapat strategi pelaksanaan dan persiapan sarana-prasarana. Pelaksanaan pendampingan dan pelatihan pengurusan jenazah di Kelurahan 16 Ulu diawali dengan pre-test, kemudian dilakukan  ceramah, simulasi dan latihan yang disertai tanya jawab kemudian dilanjutkan dengan post-test. Pelaksanaan pasca kegiatan melakukan evaluasi dan pembuatan laporan kegiatan. Evaluasi dirancang dengan membandingkan kondisi pengetahuan setelah pelaksanaan pengabdian. Hasil di dapatkan bahwa pengetahuan sebelum pemberian ceramah dan pelatihan mayoritas mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 33 orang (82,5%) dari 40 peserta. Sesudah pemberian pemberian ceramah dan pelatihan didapatkan pengetahuan peserta mayoritas baik sebanyak 33 orang (82,5%) dari 40 peserta. Hasil uji mann whitney di dapatkan nilai p value 0,000  berarti ada perbedaan pengaruh yang signifikan setelah pengabdian kepada masyarakat dalam peningkatan pengetahuan peserta. Diharapkan setelah adanya pengabdian kepada Masyarakat ini peserta dapat memahami teori dan mempraktikkan tata cara mengurus jenazah secara Islami
Urgensi Kenyamanan Belajar dan Mengajar dalam Islam Serta Kaitannya dengan Al-Qur’an Surat Al-Mudallah Ayat 11 Ariadi, Purmansyah; Rulitawati; Antoni
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 2 No. 02 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning and teaching activities are processes of activities carried out by humans, both formal and non-formal learning activities, because Islam teaches that humans are obliged to study. In this study, the writer wants to reveal the relationship between the convenience of learning and teaching in Islam and the connection with the Al-Qur'an Surah Al-Mujadalah verse 11, where this urgency discusses and interprets the verse in terms of comfort in the learning and teaching process. Research carried out by the library and the methods used by the Research Library by looking for sources related to education and interpretations related to education. The results of this study, the convenience of the teaching and learning process carried out by educators, is closely related to the environment, facilities and infrastructure, which support teaching and learning activities, the results obtained by the interaction of teachers and students will be better, both the relationship and the relationship with the comfort of learning and teaching. with Al-Qur; an surah Al-Mujadalah verse 11, learning is very important for human life, based on the three interpretations of the Qur'an it is concluded that Allah will raise the rank of those who believe and have knowledge.
Pemahaman dan Pengamalan Nilai-nilai Tasawuf di Kalangan Elit Muhammadiyah Sumatera Selatan Ariadi, Purmansyah; Rulitawati, Rulitawati; Novita, Mona
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 8 No. 1 (2021): (April 2021)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v8i1.292

Abstract

Penyebaran Islam melalui tasawuf telah menjadikan Islam memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Dalam perkembangannya paham sufisme dan tarekat berkembang juga, sehingga menjadi wacana yang urgent dalam proses transmisi ajaran Islam di dunia Melayu. Nilai-nilai tasawuf dikalangan elit Muhammadiyah akan mewarnai pemahaman dan pengamalan yang terlembaga dalam bentuk tarekat yang membutuhkan bimbingan seorang mursyid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan pengamalan nilai-nilai tasawuf di kalangan elit Muhammadiyah. Bagaimana pemahaman nilai-nilai tasawuf di kalangan elit Muhmmadiyah, bagaimana pengamalan nilai-nilai tasawuf dikalangan elit Muhammadiyah serta Perbedaan Pemahaman Dan Pengamalan Tasawuf di Wilayah Sumatera Selatan. Metode dalam penelitian lapangan (field research) dengan teknik analisa data menggunakan diskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara terhadap para ulama dilingkungan Muhammadiyah serta didukung dengan data dokumentasi. Penelitian ini mengghasilkan: Pertama bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi dan gerakan sosial keagamaan tidak menjadikan tasawuf dan tarekat dalam rangkah gerakannya, karena di latarbelakangi berdirinya Muhammadiyah dipengaruhi gerakan Tajdid, Kedua eksistensi pengamalan nilai-nilai tasawuf yaitu: menolak secara inplisit, terbuka terhadap keberadaan tasawuf dan sikap akomodatif. Sebuah Dialog membagi kategorikan dengan terminologi eksplisit, implisit, inklusif dan akomodatif. Ketiga, berafiliasi dengan ideologi sunni. organisasi lebih mendahulukan self correction, dengan prinsip ta´aruf, tafa>hum. ta´awun, takaful dan tazamun. Dalam masalah ibadah, perbedaan organisasi keagamaan ini tidak masuk yang bersifat prinsip, tetapi furu>´iyah. Kepentingan bersama dalam membina masyarakat dengan pendekatan kultural. Organisasi ini menganut paham aswaja.
IMPLIKASI PEMBELAJARAN BERBASIS HUMANISTIK PADA PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Rulitawati Rulitawati; Purmansyah Ariadi; Yuniar Handayani; Sri Yanti
Raudhah - Proud To Be Professional مجلد 9 عدد 1 (2024): Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah- April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48094/raudhah.v9i1.610

Abstract

Abstract Learning carried out by an educator has certain characteristics so that teachers in packaging learning require skills and theories in learning so that reasoned learning can be accepted by students. The purpose of this study is to describe "How the Implications of Humanistic-based Learning can be applied to students in Islamic learning. This research method is to use library research that will be analyzed and concluded. Research data were obtained from book and journal records. The results of this study examine Combs' theory in the learning process and its implications in learning Islamic Religious Education. Combs theory is a theory of learning about humanizing humans. Learning will be meaningful for students if it has meaning for themselves. Therefore, teachers must be able to understand the behavior of students by understanding their world. If teachers want to change the behavior of their students, it is the teacher's job to try to change their views and beliefs. The results of the expected application of humanistic-based learning a teacher can appreciate the results of the learning side, meaning that a teacher can give awards to students who excel both in reward and with praise. Keywords: Implementation of Learning, Humanistic, Islamic Religion
INTERNALISASI IMAN DAN TAQWA DALAM MEWUJUDKAN KEHIDUPAN SOSIAL DI LINGKUNGAN MASYARAKAT Purmansyah Ariadi; Rulitawati Rulitawati; Yuniar Handayani; Rijalush Shalihin
Raudhah - Proud To Be Professional مجلد 9 عدد 3 (2024): Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah - Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48094/raudhah.v9i3.726

Abstract

Abstract: Internalizing faith and Taqwa in everyday life is an important process in forming a personality with noble and responsible morals. Faith is belief in God Almighty, while Taqwa is the awareness to always carry out His Commands and avoid His prohibitions, these are the two main pillars for building a more meaningful and quality life. The internalization of religious values ​​is not only limited to the spiritual aspect, but also includes implementation in attitudes, behavior and social interactions. The aim of this research is to reveal how the internalization of faith and piety can form more meaningful human life values ​​in realizing the goal of human life to be happy in this world and the hereafter. Methods in field research (field research) with data analysis techniques using descriptive qualitative data collection through observation, interviews with the community and the study community in Payo Besar village and supported by documentation data. This research results, firstly with the existence of a routine study program in the Payoh Besar district that creates a harmonious life in the community. Second, make the Mosque a place of worship and more active religious activities so that the life of the community is always active in commemorating the great days of Islam as well as other activities. With the application of the values ​​of faith and piety, each individual is expected to be better, in Aqidah, Worship, patient, and oriented towards the common good. Therefore, the cultivation of the internalization of faith and piety is very important in religious education in social life which can be implemented through family education, formal education and the community environment. Keywords: : Internalization, Faith and Taqwa, Society
Strategi Dakwah Pengurus Masjid Dalam Meningkatkan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Al-Hidayah Plaju Tangga Takat Palembang Kadnezar, Niven; Ariadi, Purmansyah; R, Rulitawati
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 3 (2025): April 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.115190095

Abstract

This research aims to explore and analyze the da'wah strategies implemented by the management of Al-Hidayah Mosque in encouraging greater participation in congregational Fajr (Subuh) prayer. The declining attendance at Fajr prayer has become a significant concern, considering the high virtue and importance of this prayer in Islam. This study employs a qualitative descriptive method with a case study approach. Data were collected through observation, in-depth interviews with mosque administrators and congregants, as well as documentation. The findings indicate that the mosque management applies several da'wah strategies, including personal engagement with the community, regular Islamic lectures after Fajr prayer, motivational sermons, and the use of social media to disseminate mosque activities. These strategies have shown effectiveness in increasing awareness and participation among worshippers, although some challenges remain, such as individual lack of awareness and busy daily routines. This research is expected to contribute to the development of more effective mosque-based da'wah efforts that directly address community needs.
INTERNALISASI IMAN DAN TAQWA DALAM MEWUJUDKAN KEHIDUPAN SOSIAL DI LINGKUNGAN MASYARAKAT Ariadi, Purmansyah; Rulitawati, Rulitawati; Handayani, Yuniar; Shalihin, Rijalush
Raudhah - Proud To Be Professional مجلد 9 عدد 3 (2024): Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah - Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48094/raudhah.v9i3.726

Abstract

Abstract: Internalizing faith and Taqwa in everyday life is an important process in forming a personality with noble and responsible morals. Faith is belief in God Almighty, while Taqwa is the awareness to always carry out His Commands and avoid His prohibitions, these are the two main pillars for building a more meaningful and quality life. The internalization of religious values ??is not only limited to the spiritual aspect, but also includes implementation in attitudes, behavior and social interactions. The aim of this research is to reveal how the internalization of faith and piety can form more meaningful human life values ??in realizing the goal of human life to be happy in this world and the hereafter. Methods in field research (field research) with data analysis techniques using descriptive qualitative data collection through observation, interviews with the community and the study community in Payo Besar village and supported by documentation data. This research results, firstly with the existence of a routine study program in the Payoh Besar district that creates a harmonious life in the community. Second, make the Mosque a place of worship and more active religious activities so that the life of the community is always active in commemorating the great days of Islam as well as other activities. With the application of the values ??of faith and piety, each individual is expected to be better, in Aqidah, Worship, patient, and oriented towards the common good. Therefore, the cultivation of the internalization of faith and piety is very important in religious education in social life which can be implemented through family education, formal education and the community environment. Keywords: : Internalization, Faith and Taqwa, Society