Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Indigenous Biologi

Pengembangan Alat Peraga Dari Bahan Sederhana Pada Materi Sel Hewan Di SMP Negeri 4 Kota Kupang Tahun Ajaran 2018/2019 mariana stefani lewar; fransina th nomleni
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 2 No 1 (2019): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v2i1.9

Abstract

Proses pembelajaran di SMP Negeri 4 Kota Kupang yang masih menggunakan buku cetak dan banyak alat peraga rusak serta laboratorim yang di gunakan sebagai ruang kelas. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan sebanyak 81,2% siswa membutuhkan sebuah alat peraga yang dapat membantu memahami materi yang di ajarkan. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk pengembangan berupa alat peraga sel hewan di SMP N 4 Kota Kupang yang layak dan praktis agar dapat digunakan sebagai alat bantu pembelajaran. Jenis penelitian Research And Development (R&D). Model pengembangan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE dengan 5 langkah yaitu: 1) Analisis , 2) Desain, 3) Pengembangan , 4) Implementasi, dan 5) Evaluasi . Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis kuantitatif, dan teknik pengumpulan data berupa angket. Analisis data menggunakan rumus persentase. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa hasil validasi ahli materi mendapat skor 96,8% termasuk kategori sangat layak, ahli desain mendapat skor 95% dengan kategori sangat layak, ahli media mendapat skor 91,6% sangat layak, sedangkan pada uji kelompok kecil adalah 89,7% dan uji coba kelompok besar adalah 93,15% dengan kategori sangat layak. Berdasarkan hasil penilaian para validator dan uji coba kelompok mendapat respon yang positif dan dapat dikatakan alat peraga sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran dikerena alat peraga dibuat dari bahan yang murah dan dikemas dalam bentuk yang praktis serta warnanya tidak mencolok dan menarik semangat belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alat peraga dari bahan sederhana ini layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran pada materi sel hewan.
TUMBUHAN PEWARNA ALAMI KAIN TENUN IKAT SUKU METO DI KECAMATAN NUNKOLO, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN fransina th nomleni; alan ch sabuna
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 2 No 1 (2019): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v2i1.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuhan pewarna alami, organ tumbuhan yang digunakan, warna yang dihasilkan, dan proses pengolahan tumbuhan hingga menghasilkan warna. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara semi struktural. Penelitian ini pada masyarakat Kecamatan Nunkolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan di Desa Haumeni, Desa Putun dan Desa Nunkolo. Jumlah informen dalam penelitian ini 30 orang yang terdiri atas kepala Desa, tokoh masyarakat, pengrajin dan masyarakat yang mengetahui tentang pemanfaatan tumbuhan pewarna alami. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh 5 jenis tumbuhan pewarna alami yaitu rimpang dari famili Zingiberaceace yaitu Kunyit/Huki (Curcuma domestica L) menghasilkan warna kuning yang diolah dengan cara ditumbuk, warna merah dihasilkan dari kulit batang famili Rubiaceace yakni Mengkudu/Baok’ulu (Morinda citrifolia L) yang direbus, warna hijau dihasilkan dari famili Fabaceace yakni daun kacang Arbila/Koto (Phaseolus lunatus L) yang ditumbuk, warna hitam dihasilkan dari famili Rubiaceace yakni daun Tarum/Taum (Indigofera tinctoria L) yang direndam, dari famili Euphorbiaceae yang diambil adalah daun Pohon Buah Tinta/Meko (Phylantus reticulatus Poir) untuk warna biru diolah dengan direndam dan dicampuran tepung jagung, Selain itu terdapat tumbuhan yang digunakan sebagai bahan tambahan dalam pewarnaan yaitu daging buah kelapa/Noa (Cocos nucifera) dan kapur sirih. Tumbuhan yang digunakan dalam proses perendaman awal adalah Kemiri/Fenu (Aleurites mollucana L) dan Jagung/Pena (Zea Mays L). Tujuan penambahan kapur adalah sebagai penguat warna sehingga tidak mudah luntur. Tumbuhan yang berpotensi sebagai pewarna alami tenun ikat sebagian besar telah dibudidayakan. Tumbuhan yang dibudidayakan adalah Tarum, Kunyit dan kacang Arbila.
PENGARUH MODEL PEMBERDAYAAN BERPIKIR MELALUI PERTANYAAN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DI SMP NEGERI 10 KUPANG TAHUN AJARAN 2019/2020 Novi Rosina Lingu; Fransina Th Nomleni; Theodora S.N Manu
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 2 No 3 (2019): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v2i3.39

Abstract

ABSTRACT The main problem in this research was the lack of creative thinking ability of students class VIII SMP Negeri 10 Kupang. The purpose of the study was to determine the effect of thinking empowerment models through questions on student’s creative thinking abilities. The method used was an experimental method with a posttest-only control design. The population of all class VIII students wass 327 and the sample of class VIII H and class VIII J was 64 students. The sampling technique used was purposive sampling. Data collection was done by creative thinking tests. The data analysis techniques using t test with the help of SPSS version 19. The results showed that the ability to think creatively in the experimental class was higher, namely fluency of 89,45%, authenticity of 89,06%, detailing 82,03% and flexibility of 77,34% compared to creative thinking in the control class. Based on the results of the hypothesis test, the value of t count>t table / 12,597>1,99897 at the 5% significance level. It showed that there were differences in student’s creative thinking abilities between the experimental using PBMP learning models while the control class used lecture methods so that it can be concluded that there was a significant influence in the use of PBMP learning models on student’s thinking abilities.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERBANTUAN MEDIA MKET TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA TAHUN AJARAN 2019/2020 Naema Kamaleng; Fransina Th Nomleni
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 3 No 1 (2020): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v3i1.44

Abstract

The problems found by students who are less active in the learning process carried out in class are seen from the students who still look passive in asking and answering questions raised by the teacher and raising ideas or ideas, students' ability to learn the concepts that make it difficult for students to explain the material with words alone. The purpose of this study was to determine the effect of the model of problem solving learning assisted by mockup media on students' critical thinking skills. This type of research used is experimental research (experimental). The design of this research is True experimental design in the form of posstest-only control design. The research procedure is the preparation phase and the implementation stage. Data collection techniques using tests were analyzed using t tests. The results of this study indicate that there is an influence on students' critical thinking skills after using the model of problem solving learning assisted by the media model, this is shown from the use of the problem solving learning model where students can solve problems and find solutions, with the media model as a concrete media showing a picture of pollution water clearly so that attracts the attention of students as for the advantages of media models that can represent as contained in nature, students can experience learning directly, direct observation can be observed by students by observing objects directly or imitations, and can show the flow of a process clearly . This can be seen from the average value obtained from the 84.05 experimental class while in the control class 63, 20 and included in the very good category. Thus it can be concluded that learning using a model of problem solving learning assisted by mockup media can improve critical thinking skills.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KARTU BERGAMBAR BERBASIS PETA KONSEP POKOK BAHASAN JAMUR DI SMP NEGERI 16 KOTA KUPANG TAHUN AJARAN 2018/2019 Daud Serang; Fransina Th Nomleni; Paulus Tnunay
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 4 No 1 (2021): Indigenous Biologi April 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v4i1.126

Abstract

ABSTRACT This study aims to develop a suitable picture card media product for use on the subject of mushrooms. The development model used in this study is the ADDIE Model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The presentation of the results of this study was obtained from the results of the test of material experts 94%, with good qualifications, design expert test 94%, media expert test 97%, small group test 79% and large group test 86%. Based on data from experts, it can be seen that according to material experts, design experts, media experts, small group trials and large group trials with the total number of presentations is 90%. The percentage of the assessment shows a positive response to the learning media for picture cards that are developed, thus indicating that the form of the image developed is suitable for use as a learning media because the form of learning media for picture cards is in accordance with the learning objectives. This is because the form of picture card Learning Media that has been developed has its own advantages, where the image characters contained in the picture card media can attract students' attention so that the learning material will be easier for students to understand and can help teachers to teach mushroom material.Keywords: Development, Learning Media, Picture Cards
PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SMP NEGERI 6 BALFAI KUPANG TENGAH TAHUN AJARAN 2019/2020 Zipora Anita Tode; Fransina Th. Nomleni; Jusuf Blegur
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 4 No 2 (2021): Indigenous Biologi Agustus 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v4i2.143

Abstract

ABSTRACT Based on a statement by the science class VIIA middle school teacher n 6 middle school Balfai mussels, on classification material teachers have not applied a devoted modal of learning only monoton pafa teacher. This invoves having students become passive ( recording and being less creative in optimizing all of the skills in them for the laerning process that results in low learning. Thestudent”s ability to remember, understand, apply, analyze,edit anf produce anything from the materis is stiil less becausw students are srill glaued to books and talks and lack of practices given by the teacher. Unquote student VIIA class of this materieal from a total of 25 students is only 10 pople who meet the minumum criteia for ketchness. One attempt to address the promblem is to implement a learning model in order to improve the results of the student cocktail cycle . The kind of research thats structured in research is a class action study, the instrument used i our research is obserform and test, data analysis used for descriptions and percents. Keywords : The Learning Cycle 5e Model To Increase The Cognitive Results Of Students
BIODIVERSITAS TUMBUHAN MANGROVE ENDEMIK BERDASARKAN PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI WILAYAH PERBATASAN TIMOR BARAT Rupidara, Anggreini D. N.; Minggu, Angela M; Tisera, Wilson L; Nomleni, Fransina Th.
INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI Vol 8 No 2 (2025): INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v8i2.643

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem yang memiliki fungsi ekologi, ekonomi dan biologi. Spesies mangrove yang umum ditemukan adalah Api-api (Avicenia sp.), Bakau (Rhizopora sp.), Ceriops tagal, Bruguiera sp. Sonneratia sp. dan spesies yang berasosiasi dengan mangrove seperti Nypha. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai keanekaragaman jenis dan potensi pemanfaatan tumbuhan endemik mangrove dari kawasan Cagar Alam Maubesi, Kabupaten Malaka. Pengumpulan data primer dalam penelitian ini menggunakan metode survei dan jelajah untuk mengidentifikasi jenis-jenis mangrove. Data demografi pemanfaatan mangrove diperoleh dengan menggunakan metode wawancara semi terstruktur, kemudian dikonversikan ke dalam nilai ekonomi masyarakat. Tumbuhan mangrove yang ditemukan di Desa Alas Selatan, Litamali dan Umatoos, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka sebanyak 4 famili dan 7 spesies yaitu Rhizophora apiculata (Bi), Rhizophora mucronata (Lmk), Ceriops tagal (Perr) dan Brugueira parviflora (Roxb) (F. Rhizophoraceae), Avicennia alba (F. Avicenniaceae), Acanthus ilicifolius (F. Acanthaceae) dan Xylocarpus granatum (Koen) (F. Meliaceae). Pemanfaatan tumbuhan mangrove yang bernilai ekonomis berupa bahan bangunan, kayu bakar dan arang. Nilai jual per bulan berkisar antara Rp 500.000, hingga Rp 1.000.000.