Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DAYA DUKUNG LAHAN DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN AGRICULTURE ESTATE DI KABUPATEN KONAWE Mukaddas, Jamal
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Melakukan kajian terhadap pemanfaatan kawasan pertanian yang dapat mengintegrasikan pendekatan ekonomi, ekologi dan sosial budaya dalam sebuah model pengembangan kawasan agricultural estate yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Kabupaten Konawe Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kawasan Agricultural Estate di Kabupaten Konawe adalah keadaan iklim dan geografis, kesesuaian lahan, ketersediaan sumberdaya, aksesibilitas, adopsi teknologi dan kelayakan finansial. Arahan pengembangan kawasan Agricultural Estate tiap Kecamatan di Kabupeten Konawe berdasarkan komoditas yang unggul yaitu (tanaman jambu mete, kelapa dalam, kakao, kopi, cengkeh, lada, kemiri, kelapa sawit, kelapa hibrida, mamgga, rambutan, jeruk, papaya, pisang, nenas, durian, dan salak). Sedangkan komoditas potensial yaitu (tanaman jambu mete, kakao, pala, sagu, nilam, kemiri, lada, kelapa hibrida, kelapa dalam, enau, pinang, jeruk, papaya, langsat, nenas, nangka, sukun, kedondong, durian, dan mangga). Strategi pengembangan komoditas perkebunan yaitu (1) pemetaan komoditas aktual dan potensia serta penerapan adopsi teknologi yang tersedia, (2) Mentransformasikan kelembagaan petani menjadi berbasis pasar, (3) Pemetaan perilaku pasar dan inventarisasi kendala pada pasar.
Pendekatan Special Perkebunan Kelapa Sawit terhadap Daya Dukung Lingkungan di Kecamatan Anggaberi Kabupaten Konawe Mukaddas, Jamal; Taufik, Taufik
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 12, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v12i2.348

Abstract

The objectives of this study were (1) to identify the existing conditions of oil palm plantations in Anggaberi District, Konawe Regency (2) to analyze the condition of the carrying capacity of the environment in Anggaberi District, Konawe Regency (3) to formulate the concept of controlling environmental carrying capacity in Anggaberi District, Konawe Regency . This research was carried out through the stages of research methods including conducting studies on primary data and secondary data, namely the availability of geospatial information on the research area, D3TLH information, in the formulation of the concept of carrying capacity control. Based on the results of spatial identification, it shows that there are 2 villages and 1 sub-district that are the location for developing oil palm plantations in Anggaberi District, namely Andabia Village, Lerehoma Village, Wunduongohi Village, with a total area of 2500 Ha. The results of the analysis of environmental service index performance in Anggaberi District are divided into 5 (five) index classes, namely very low class, low, medium, high and very high class. The average carrying capacity index value of the provision, regulation and support ecosystem services in Konawe Regency, where the provision of environmental services ranges from 2.38 to 3.44 (low - high class), the regulatory environmental service index is in the range of 2.12 to 3.18 (low to medium class) and supporting environmental services index values ranging from 2.55 to 2.95 (low to medium class). In detail, the distribution of the index of carrying capacity for environmental services provision, regulation and support in Anggaberi District. The carrying capacity and carrying capacity of the region are highly dependent on the ability of the ecosystem to produce provision, maintenance and protection services. The ability of ecosystems to produce the services mentioned above is very dependent on the condition/state of the landscape or ecoregion conditions, the condition of the distribution of natural vegetation and the condition of land cover throughout the mainland of Konawe Regency. The combination of these three variables greatly determines the ability of ecosystems to produce services, both provisioning services, regulatory services and protection services.
Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Detail Tata Ruang Sekitar Kawasan Industri di Kabupaten Konawe Mukaddas, Jamal
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4243

Abstract

Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) merupakan instrumen perencanaan yang bertujuan memastikan prinsip pembangunan berkelanjutan terintegrasi dalam kebijakan, rencana, dan/atau program. Penyusunan KLHS pada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan sekitar industri di Kabupaten Konawe dilakukan untuk mengidentifikasi potensi dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi akibat pengembangan kawasan industri serta aktivitas pendukungnya. Kajian ini menganalisis daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, potensi risiko bencana, perubahan tutupan lahan, kebutuhan infrastruktur dasar, serta potensi konflik pemanfaatan ruang. Metode yang digunakan meliputi analisis spasial, studi dokumen, pengumpulan data sekunder, serta konsultasi pemangku kepentingan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kawasan industri memerlukan pengendalian ketat terhadap kualitas air, udara, dan pengelolaan limbah, serta perlindungan kawasan lindung dan lahan produktif. Rekomendasi KLHS mencakup penetapan zona penyangga (buffer zone), peningkatan sistem pengelolaan limbah terpadu, penguatan regulasi pemanfaatan ruang berbasis risiko lingkungan, serta integrasi prinsip ekonomi hijau dalam pengembangan wilayah. Dengan demikian, RDTR kawasan sekitar industri di Kabupaten Konawe diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.