Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

MANAJEMEN TRANSPORTASI DALAM PENGURAIAN KEMACETAN LALU LINTAS DI KOTA KENDARI Husen, Osu Oheoputra; Tamburaka, Erny
Aksara Public Vol 3 No 4 (2019): November (2019)
Publisher : EDUTECH CONSULTANT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problems studied in the study are how; a) distribution of location of road segments that experience delays (congestion) in Kendari City; b) the level of decomposition of traffic congestion in Kendari City towards the construction of Kendari ring road; and c) transportation management policies in breaking down traffic congestion in Kendari City. This study uses a qualitative approach with the design of surveys and field observations to obtain vehicle volumes and an overview of Kendari City traffic. The data analysis method used is qualitatively which includes analysis of daily traffic (LHR) and LHR prediction in the future and road capacity. The results of the study concluded that the regions that had the highest volume of vehicles and experienced vehicle delays were at three points, namely the Jalan Piere Tendean, Jalan Patimura, and Pungkutoko Port-Access Road. The highest vehicle volume density during the day indicates that the densest activity of the Kendari City community during the day (10-14.00). The construction of the ringroad will have an impact on the level of decomposition of traffic congestion in Kendari City, Kendari, by 30.25%. Transportation management policies in breaking down traffic congestion in Kendari City use two approaches, namely: a) legal aspects, through the issuance of Kendari Regional Regulation (Perda) to regulate / limit the use and / or lane of vehicles, especially heavy vehicles (HV) and divert them on ring road or light vehicles (LV) at certain times / hours; and b) technical aspects, with a traffic demand management (TDM) system as a follow-up to the Perda policy.
Pemanfaatan Infrastruktur Digital Go Online Dalam Meningkatkan Produktifitas Petani di Desa Belatu Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe Fajar Sukmajaya; Haddin Haddin; Osu Oheoputra Husen; Asrul Asrul; Alfian Ishak
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v1i1.29

Abstract

Permasalahan prioritas yang hendak dijawab dan/atau solusi penyelesainya pada kegiatan ini adalah tingkat pengetahuan petani terhadap infrastruktur digital (Go Online) di Desa Belatu relatif sangat rendah, sementara hal ini menjadi sangat urgen dalam menghadapi era digitalisasi pertanian era industri 4.0.  Permasalahan kedua adalah petani belum mampu memanfaatkan infrastruktur digital pertanian (Go Online) sebagai media market place untuk meningkatkan nilai produksi pertanian di Desa Belatu. Tujuan kegiatan yang akan dicapai khusnya bagi masyarakat sasaran (petani) di Desa Belatu adalah memberikan pengetahuan bagi petani terhadap infrastruktur digital (Go Online) sebagai modal utama dalam meningkatkan produktifitas petani diera digitalisasi pertanian industri 4.0 dengan memanfaatkan market place. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi.  Mitra dalam kegiatan adalah petani di Desa Belatu sebanyak 21 orang. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif.  Hasil dari kegiatan ini telah memberikan pengetahuan bagi petani bahwa infrastruktur digital memiliki urgensi penting dan menjadi kebutuhan bagi petani dalam mendukung usaha (agroindustry) didunia digital saat ini setuju untuk diimplementasikan. Teknologi digital mendukung kegiatan agroindustri dengan menfasilitasi pasar (market place), menyediakan produk dan dapat meningkatkan distribusi dan pemasaran produk secara cepat berbasis online. Petani sangat setuju untuk diimplementasikan. Petani menyatakan sangat setuju untuk diimplementasikan. Kata Kunci: Infrastruktur Digital, Market Place dan Petani
PENGARUH KEPADATAN LALU LINTAS TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN UDARA DI KOTA KENDARI Osu Oheoputra Husen; Marsuki Iswandi; La Ode Santiaji
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpw.v1i1.472

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mengetahui kondisi kepadatan lalu-lintas di Kota Kendari; (2) mengetahui kondisi kualitas udara di Kota Kendari; dan (3) mengetahui pengaruh kepadatan lalu lintas terhadap kualitas udara di Kota Kendari. Obyek penelitian ini adalah arus lalu lintas dan udara ambient di Kota Kendari. Parameter udara ambient yang diamati adalah gas CO, gas NOx dan gas SO2 yang diukur menggunakan alat impinger dengan metode pengukuran roadside. Kepadatan lalu lintas dianalisis menggunakan manual kapasitas jalan Indonesia (MKJI). Jenis penelitian ini adalah cross sectional.Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa (1) Kondisi kepadatan lalu lintas di Kota Kendari dibawah 0,6 dan berada pada katagori A (sangat baik); (2) Kondisi kualitas udara di Kota Kendari berdasarkan semua parameter yang diamati masih di bawah Nilai Ambang Batas (NAB) sesuai dengan Baku Mutu Udara Ambient Nasional PP. RI. No. 41 th 1999 untuk Kota Kendari.; dan (3) Adanya pengaruh antara kepadatan lalu lintas (D) di 10 ruas jalan dengan kondisi kualitas udara di Kota Kendari.
Implementasi Prosedur dan Proses Penyelenggaraan Pemanfaatan Ruang Melalui Instrumen IMB di Kota Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur Fajar Sukmajaya; Osu Oheoputra Husen; Hasddin Hasddin; Haydir Haydir
SCEJ (Shell Civil Engineering Journal) Vol 6 No 1 (2021): SCEJ (Shell Civil Engineering Journal)
Publisher : Civil Engineering Faculty, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.001 KB) | DOI: 10.35326/scej.v6i1.1295

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis prosedur dan proses pemanfaatan ruang kota (urban planning) dalam pengendalian pemanfaatan ruang melalui istrumen IMB di Kota Tirawuta. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur. Penelitian ini dilaksanakan di tahun 2020. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dan menggunakan desain survey. Informan adalah masyarakat Kota Tirawuta sebanyak 166 orang, ditentukan secara kuota sampling. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa sesuai dengan Kebijakan pemanfaatan ruang telah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Kolaka Timur Nomor 25 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Bangunan Gedung. Prosedur dan proses dalam pemberian IMB melalui kewenangan Bupati sebagai penanggung jawab yang kemudian secara teknis pelayana perizinan diberikan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Dinas PMPTSP) dan Dinas PUPR, Kecamatan dan dinas terlait lainnya. Prosedur dan proses implementasi penyelengaraan bangunan gedung melalui penerbitan IMB dalam pengendalian pemanfaatan ruang di Kecamatan Tirawuta tersebut telah ”sesuai” dengan ketentuan UU No. 28 Tahun 2002, Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang No. 16 Tahun 2018 dan Peraturan Bupati Kolaka Timur No. 25 Tahun 2018 tentang Penyelenggaran Bangunan Gedung.
PENERAPAN PROGRAM LANGIT BIRU TERHADAP PENURUNAN PENYAKIT ISPA DI KOTA KENDARI Osu Oheoputra Husen
Jurnal Akrab Juara Vol 4 No 3 (2019)
Publisher : Yayasan Akrab Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportation is an important activity in the lives of Indonesian people. However, in the implementation of transortions it has a negative impact on the environment such as air pollution. The air pollution caused by pollutants has an impact on public health, ARI is a respiratory disease that is often experienced by urban communities. The Blue Sky program is an effort to reduce air pollution from the transportation sector that has been launched since 1996. The results of the Langit Biru program on reducing respiratory distress cases have not yet been felt, various obstacles in this program are still being obtained. In fact, several studies in other countries have shown that air pollution control can contribute significantly to decreasing cases of respiratory disease. Therefore, in order to realize safe air quality for health, greater support and roles are needed from the government, program implementers, and the community.
UPAYA PENCEGAHAN DAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT TERHADAP TANGGAP DARURAT BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI (Studi Kasus Di Kecamatan Kolono Timur Kabupten Konawe Selatan) Erny Tamburaka; Osu Oheoputra Husen
Jurnal Akrab Juara Vol 4 No 4 (2019)
Publisher : Yayasan Akrab Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disaster prevention and community preparedness have a significant and strong influence on earthquake and tsunami disaster response in East Kolono sub-District, South Konawe Regency with an R2 value of 0.888, which means prevention and public preparedness have an effect of around 88.80% on disaster response earthquake and tsunami. Partially, prevention has a significant and strong influence on earthquake and tsunami disaster response,and community preparedness also have a significant and strong influence on the earthquake and tsunami disaster response in East Kolono sub-District. In the management of earthquake and tsunami disaster response in the eastern sub-district of East Kolono, it is carried out by making routes and evacuation sites, where there are eleven 11 potential and feasible temporary evacuation locations in Ngapawali Village for 2 points; Batu Putih Village 3 points; 2 points of Rumba-Rumba Village, 2 points of Ampera Village and 2 points of Amolengu Village, and 9 main points of evacuation, namely in Ngapawali Village 1 point, Batu Putih Village 2 points, Rumba-Rumba Village 2 points, Ampera Village 2 points, and Amolengu Village 2 points.
Tingkat Kerawanan Bencana Biologis Demam Berdarah Dengue (DBD); Studi di Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana Osu Oheoputra Husen; Erny Tamburaka; Hasddin Hasddin; Idham Handa
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 7 No 3 (2021): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.763 KB) | DOI: 10.35326/pencerah.v7i3.1330

Abstract

Salah satu tantangan dalam perencanaan dan pengembangan wilayah adalah bencana sehingga dalam rencana pembangunan, setiap kebijakan mengintegrasikan aspek mitigasi bencana. Secara umum, bencara dibagi tiga jenis yakni bencana alam, bencana non alam, dan bencana biologis. Bencana biologis adalah suatu bencana yang diakibatkan oleh organisme hidup salah satunya adalah demam berdarah dengue (DBD). Di Sulawes Tenggara, salah satu daerah yang mengalami kerentanan kasus DBD adalah Kabupaten Bombana. Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan DBD di Kabupaten Bombana menurut incidence rate (IR), frekuensi kejadian dan deret tahun kejadian dengan mengambil studi di Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Objek penelitian adalah kasus DBD selama periode tahun 2015-2018. Klasifikasi tingkat kerawanan DBD merujuk dari Depkes RI (2011) adalah “sangat rawan” (endemis), “rawan” (sporadis), “agak rawan” atau “agak aman” (potensial), dan “aman”. Hasil analisis diketahui bahwa kasus DBD di Kecamatan Rumbia terjadi ditahun 2015 dan 2017, sedangkan di Kecamatan Rumbia Tengah terjadi ditahun 2015 dan 2018. Nilai IR rata-rata di Kecamatan Rumbiah sebesar 185,25 dan di Kecamatan Rumbiah Tengah sebesar 320,75, nilai tersebut lebih tinggi dari nilai IR nasional yakni 22,55 (per 100.000 penduduk). Tingkat kerawanan DBD di Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah dalam ketegori “agak aman” atau “agak rawan”.
TINGKAT KERAWANAN BENCANA BIOLOGIS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DENGAN PENDEKATAN SPASIAL DI KABUPATEN BOMBANA Osu Oheoputra Husen; Erny Tamburaka
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 14 No 1 (2022): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1746.642 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.122

Abstract

The study analyzed the spread of dengue (DHF) susceptibility index based on the incidence rate (IR). This research was conducted in Bombana Regency, Southeast Sulawesi Province. The study used a quantitative design. The object of analysis is the number of cases, the frequency and the index of vulnerability. Data were analyzed using descriptive qualitative and spatial analysis (ArcView 3.2). DHF cases in Bombana Regency are spread across six sub-districts and 35 villages / wards. Poleang Barat 208 cases, Poleang 111 cases, South Poleang 64 cases, East Poleang 46 cases, Rumbia 24 cases and Middle Rumbia 17 cases. There are 12 villages / kelurahan with the status of “very vulnerable”, 6 which are “vulnerable”, 2 which are “somewhat vulnerable”, 8 which are “somewhat safe” and 7 villages / kelurahan that are “safe”. The average number of DHF cases that occur is around 0.33-0.98% of the total population. It was found that the ages of 0-10 years (48.30%), 11-20 years (28.09%). Infecting men as much as 49.57% and 50.43% women.
Analisis Karbonmonoksida (CO), OksidaNitrogen (NOx) dan Sulfurdioksida (SO2) pada Kualitas Lingkungan Udara Ambien Jalan Raya Kota Kendari Osu Oheoputra Husen; Jamal Mukaddas; Alfian Ishak
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 9 No 2 (2023): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v9i2.3021

Abstract

Kualitas udara merupakan bagian terpenting bagi kelangsungan kehidupan manusia, baik untuk kegiatan di dalam maupun di luar ruangan. Tingginya akitivitas masyarakat di kawasan perkotaan seperti kepadatan lalu lintas membuat kualitas udara semakin menurun yang diakibatkan oleh buangan sisa pembakaran kendaraan transportasi. Dampak yang akan terjadi jika kualitas udara buruk yaitu penurunan tingkat kualitas hidup masyarakat perkotaan, munculnya berbagai macam penyakit pernapasan (ISPA) sampai penurunan kualitas kecerdasan anak. Kendari merupakan ibu kota provinsi Sulawesi Tenggara yang berfungsi sebagai pusat kegiatan perdagangan, jasa, pendidikan, pariwisata, transportasi, dan industri. Beragam utilitas dengan sarana dan prasarana yang tersedia seperti bandara, pelabuhan laut, pasar, pertokoan, dermaga, gudang, bank, perkantoran, lalu lintas, dll. Tingginya fungsi pelayanan Kota Kendari sehingga perlunya diketahui kondisi kualitas udara di Kota Kendari. Parameter udara ambien yang diamati adalah gas CO, gas NOx dan gas SO2 yang diukur oleh alat impinger dengan metode roadside measurement. Berdasarkan seluruh parameter yang diamati, kondisi kualitas udara di Kendari secara konsisten berada di bawah nilai ambang batas (NAB) menurut Standar Kualitas Udara Lingkungan Nasional PP. RI. No. 41 th 1999.
Analisis Spasial Pengembangan Kawasan Wisata Air Terjun Andawe di Desa Matahori, Kecamatan Padangguni, Kabupaten Konawe Taufik; Osu Oheoputra Husain; Jamal Mukaddas; Jabal Arfah
Jurnal Kepariwisataan Indonesia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kepariwisataan Indonesia Vol. 17 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Ministry of Tourism and Creative Economy/Tourism and Creative Economy Agency Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47608/jki.v17i12023.49-63

Abstract

Spatial analysis of the research on the development of the tourism area in Andawe waterfall at Matahori village aims to determine the direction of the use of space in the tourism area. Based on the administrative location, it is around a forested area, so guidance is needed regarding the ability of the land around the tourism area to remain everlasting and sustainable. The method used spatial overlay analysis based on geographic conditions, including land usage, slope, soil type, and rainfall in Matahori Village. Based on the results of determining the geographical conditions, a quantitative analysis used the scoring method to determine the development potential of the land in the tourist area of ​​the Andawe waterfall. According to the study’s results, the tourism area of ​​the Andawe waterfall has a high and bit high level of land development opportunities. Facilities and infrastructure can be built to support tourism activities when land development opportunities are high. Meanwhile, a sufficiently high-level development of land management is required to protect and preserve natural resources. The direction of the tourism development concept at the Andawe waterfall is more recommended for the development of joint tourism