Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

STRATEGI CITY BRANDING KOTA ENDE SEBAGAI KOTA PANCASILA Harbiyanto, Alfian; Seda, Lusia Katarina Pare
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.30669

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola strategi City Branding Kabupaten Ende sebagai Kota Pancasila. Pola strategi dibagi kedalam 4 aspek yaitu Aspek Mitra (image), Aspek Atraksi/daya tarik (attraction), Aspek Prasarana (infrastructure) dan Aspek Penduduk (People). Subjek dari penelitian ini adalah Birokrat dan Masyarakat Kabupaten Ende. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara serta dokumentasi.Informan dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan teknik sugiyono.Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukan dari temuan tentang strategi city branding didapatkan bahwa Pemerintah dan Masyarakat telah melaksanakan 4 aspek dengan dengan optimal tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan baik terkait komunikasi dan promosi. Sebagian besar birokrat Ende belum mampu menjelaskan konsekuensi dan pemahaman mereka terhadap city branding. Di sisi lain, keikutsertaan masyarakat untuk mempromosikan city branding mereka juga belum optimal dan diharapkan penelitian ini dapat memberi kontribusi terhadap aspek yang digunakan.
HUBUNGAN INTERPERSONAL REMAJA PENGONSUMSI MOKE DENGAN ORANG TUA (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF PERILAKU REMAJA PENGONSUMSI MOKE DI DESA NANGATOBONG KECAMATAN WAIGETE KABUPATEN SIKKA) Harbiyanto, Alfian; Bao, Febrianus Wilma; Wilbrot, Higinus; Yusuf, Yusuf
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan interpersonal remaja pengonsumsi moke dengan orang tua mereka. Moke, minuman tradisional yang kerap dikonsumsi oleh remaja di wilayah tertentu, memiliki potensi mempengaruhi dinamika hubungan dalam ntersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif yang melibatkan remaja pengonsumsi moke serta orang tua mereka. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai pola interaksi, komunikasi, serta konflik yang muncul akibat konsumsi moke. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi intervensi yang bertujuan memperbaiki kualitas hubungan keluarga dan mengurangi dampak negatif konsumsi moke di kalangan remaja.
Keterlibatan Perempuan Dalam Melestarikan Tenun Ikat Di Desa Nele Wutung, Dusun Kode, RT 01/RW 001 Alfian Harbiyanto; Higinus Wilbrot
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2447

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk keterlibatan perempuan, faktor pendorong dan penghambat, serta dampak kontribusi perempuan dalam proses produksi dan pelestarian tenun ikat di Desa Nele Wutung, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.Tenun ikat di Desa Nele Wutung merupakan warisan budaya penting yang kelestariannya sangat bergantung pada peran aktif perempuan. Penelitian ini melalui pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi visual, ditemukan bahwa perempuan di Desa Nele Wutung memiliki keterlibatan menyeluruh dalam setiap tahapan produksi tenun ikat, mulai dari perancangan motif, pengikatan benang (ikat), proses menenun, pengawasan kualitas, hingga pengemasan produk. Keterampilan dan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun menjadi fondasi utama peran mereka. Faktor-faktor yang mendorong keterlibatan perempuan antara lain dukungan kuat dari keluarga dan masyarakat, keinginan untuk meningkatkan pendapatan keluarga, serta rasa bangga terhadap produk tenun ikat yang mereka hasilkan. Namun, terdapat pula faktor penghambat seperti keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam inovasi, akses terbatas terhadap sumber daya dan fasilitas, persaingan dengan produk tekstil lain, serta kurangnya promosi dan pemasaran yang efektif. Keterlibatan perempuan ini memberikan dampak positif signifikan, meliputi pelestarian pengetahuan tradisional, peningkatan kualitas dan keunikan produk tenun ikat, pemberdayaan ekonomi perempuan, penguatan identitas budaya komunitas, serta potensi pengembangan pariwisata budaya di Desa Nele Wutung. Mengingat tantangan modernisasi, penelitian ini mengidentifikasi kebutuhan akan strategi peningkatan keterlibatan melalui pelatihan berkelanjutan, fasilitasi akses sumber daya, penguatan jaringan pemasaran digital dan kolaborasi, pembentukan kelompok usaha, serta dukungan kebijakan pemerintah. Penelitian ini menegaskan bahwa perempuan adalah aktor kunci dalam menjaga dan mengembangkan tenun ikat Nele Wutung. Rekomendasi diberikan untuk mendukung peran mereka agar tenun ikat dapat terus lestari sebagai warisan budaya sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat.
Komunikasi Pelayanan Publik sebagai Determinan Kualitas Layanan Penerbitan Akta Kelahiran di Kabupaten Sikka Mustafa, Intan; Harbiyanto, Alfian; Rana, Vinsensia Du’a; Kedoh, Lodowik Nikodemus
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2288

Abstract

Pelayanan penerbitan akta kelahiran merupakan bagian penting dari pelayanan administrasi kependudukan yang berfungsi menjamin pengakuan hukum atas identitas warga negara. Kualitas pelayanan akta kelahiran sangat dipengaruhi oleh efektivitas komunikasi pelayanan yang dibangun antara aparatur pemerintah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi pelayanan sebagai determinan kualitas pelayanan penerbitan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan operator pelayanan akta kelahiran serta masyarakat pengguna layanan, disertai observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pelayanan memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat memahami prosedur dan persyaratan pelayanan, khususnya dalam penerapan sistem pelayanan berbasis digital yang belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. Keterbatasan literasi digital menyebabkan masyarakat masih sangat bergantung pada penjelasan langsung dari petugas pelayanan. Aparatur pelayanan dinilai cukup responsif dan berupaya memberikan pendampingan, namun keterbatasan media informasi dan belum optimalnya pola komunikasi pelayanan berdampak pada efektivitas dan efisiensi layanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan akta kelahiran di Kabupaten Sikka memerlukan penguatan komunikasi pelayanan yang jelas, empatik, dan adaptif terhadap kondisi sosial masyarakat, seiring dengan pengembangan sistem pelayanan digital yang lebih inklusif.
PROSEDUR LAYANAN AKTIVASI APLIKASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN SIKKA Yosefat, Yovilia Nona; Mustafa, Intan; Harbiyanto, Alfian
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10404

Abstract

Digital transformation in public services has encouraged the government to develop Digital Population Identity (IKD) as an innovation in population administration. This study aims to describe and analyze the service procedures for activating the Digital Population Identity application at the Department of Population and Civil Registration of Sikka Regency, as well as to identify the obstacles encountered in its implementation. This research employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques including in-depth interviews, observation, and documentation. The research informants consist of department leaders, population administration service officers, IKD operators, and service users. The findings indicate that the IKD activation service procedures at the Department of Population and Civil Registration of Sikka Regency have been implemented in accordance with applicable regulations and technical guidelines, encompassing the stages of preparation, verification, and activation. Service officers play a crucial role as facilitators and companions for the community during the IKD activation process. However, the implementation of the service still faces several challenges, such as limited internet connectivity, insufficient human resources, and low digital literacy among certain segments of the community. Public responses to the IKD service vary, with some individuals experiencing the benefits of digital services, while others remain hesitant to adopt them. From a public service perspective, the IKD activation service represents a progressive form of e-government-based service innovation; nevertheless, its effectiveness and efficiency have not yet been fully optimized. Therefore, strengthening infrastructure, enhancing the capacity of public service personnel, and implementing continuous public outreach strategies are necessary to improve the quality of population administration services in an inclusive and sustainable manner. ABSTRAK Transformasi digital dalam pelayanan publik mendorong pemerintah untuk mengembangkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai inovasi dalam administrasi kependudukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis prosedur layanan aktivasi aplikasi Identitas Kependudukan Digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sikka, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pimpinan dinas, petugas pelayanan administrasi kependudukan, operator IKD, serta masyarakat pengguna layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur layanan aktivasi IKD di Disdukcapil Kabupaten Sikka telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan pedoman teknis yang berlaku, yang meliputi tahap persiapan, verifikasi, dan aktivasi. Petugas pelayanan memiliki peran penting sebagai fasilitator dan pendamping masyarakat dalam proses aktivasi IKD. Namun demikian, pelaksanaan layanan masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan jaringan internet, keterbatasan sumber daya manusia, serta rendahnya literasi digital sebagian masyarakat. Respons masyarakat terhadap layanan IKD bersifat beragam, di mana sebagian telah merasakan manfaat layanan digital, sementara sebagian lainnya masih ragu untuk menggunakannya. Ditinjau dari perspektif pelayanan publik, layanan aktivasi IKD merupakan bentuk inovasi pelayanan berbasis e-government yang progresif, namun efektivitas dan efisiensinya belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas aparatur, serta strategi sosialisasi yang berkelanjutan agar layanan IKD dapat meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan secara inklusif dan berkelanjutan