Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

STRATEGI CITY BRANDING KOTA ENDE SEBAGAI KOTA PANCASILA Harbiyanto, Alfian; Seda, Lusia Katarina Pare
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.30669

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola strategi City Branding Kabupaten Ende sebagai Kota Pancasila. Pola strategi dibagi kedalam 4 aspek yaitu Aspek Mitra (image), Aspek Atraksi/daya tarik (attraction), Aspek Prasarana (infrastructure) dan Aspek Penduduk (People). Subjek dari penelitian ini adalah Birokrat dan Masyarakat Kabupaten Ende. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara serta dokumentasi.Informan dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan teknik sugiyono.Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukan dari temuan tentang strategi city branding didapatkan bahwa Pemerintah dan Masyarakat telah melaksanakan 4 aspek dengan dengan optimal tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan baik terkait komunikasi dan promosi. Sebagian besar birokrat Ende belum mampu menjelaskan konsekuensi dan pemahaman mereka terhadap city branding. Di sisi lain, keikutsertaan masyarakat untuk mempromosikan city branding mereka juga belum optimal dan diharapkan penelitian ini dapat memberi kontribusi terhadap aspek yang digunakan.
HUBUNGAN INTERPERSONAL REMAJA PENGONSUMSI MOKE DENGAN ORANG TUA (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF PERILAKU REMAJA PENGONSUMSI MOKE DI DESA NANGATOBONG KECAMATAN WAIGETE KABUPATEN SIKKA) Harbiyanto, Alfian; Bao, Febrianus Wilma; Wilbrot, Higinus; Yusuf, Yusuf
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan interpersonal remaja pengonsumsi moke dengan orang tua mereka. Moke, minuman tradisional yang kerap dikonsumsi oleh remaja di wilayah tertentu, memiliki potensi mempengaruhi dinamika hubungan dalam ntersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif yang melibatkan remaja pengonsumsi moke serta orang tua mereka. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai pola interaksi, komunikasi, serta konflik yang muncul akibat konsumsi moke. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi intervensi yang bertujuan memperbaiki kualitas hubungan keluarga dan mengurangi dampak negatif konsumsi moke di kalangan remaja.
Keterlibatan Perempuan Dalam Melestarikan Tenun Ikat Di Desa Nele Wutung, Dusun Kode, RT 01/RW 001 Alfian Harbiyanto; Higinus Wilbrot
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2447

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk keterlibatan perempuan, faktor pendorong dan penghambat, serta dampak kontribusi perempuan dalam proses produksi dan pelestarian tenun ikat di Desa Nele Wutung, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.Tenun ikat di Desa Nele Wutung merupakan warisan budaya penting yang kelestariannya sangat bergantung pada peran aktif perempuan. Penelitian ini melalui pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi visual, ditemukan bahwa perempuan di Desa Nele Wutung memiliki keterlibatan menyeluruh dalam setiap tahapan produksi tenun ikat, mulai dari perancangan motif, pengikatan benang (ikat), proses menenun, pengawasan kualitas, hingga pengemasan produk. Keterampilan dan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun menjadi fondasi utama peran mereka. Faktor-faktor yang mendorong keterlibatan perempuan antara lain dukungan kuat dari keluarga dan masyarakat, keinginan untuk meningkatkan pendapatan keluarga, serta rasa bangga terhadap produk tenun ikat yang mereka hasilkan. Namun, terdapat pula faktor penghambat seperti keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam inovasi, akses terbatas terhadap sumber daya dan fasilitas, persaingan dengan produk tekstil lain, serta kurangnya promosi dan pemasaran yang efektif. Keterlibatan perempuan ini memberikan dampak positif signifikan, meliputi pelestarian pengetahuan tradisional, peningkatan kualitas dan keunikan produk tenun ikat, pemberdayaan ekonomi perempuan, penguatan identitas budaya komunitas, serta potensi pengembangan pariwisata budaya di Desa Nele Wutung. Mengingat tantangan modernisasi, penelitian ini mengidentifikasi kebutuhan akan strategi peningkatan keterlibatan melalui pelatihan berkelanjutan, fasilitasi akses sumber daya, penguatan jaringan pemasaran digital dan kolaborasi, pembentukan kelompok usaha, serta dukungan kebijakan pemerintah. Penelitian ini menegaskan bahwa perempuan adalah aktor kunci dalam menjaga dan mengembangkan tenun ikat Nele Wutung. Rekomendasi diberikan untuk mendukung peran mereka agar tenun ikat dapat terus lestari sebagai warisan budaya sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat.