Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Penelitian Stabilitas Struktur Tanah Lempung Bersifat Monmorillonite Menggunakan Limbah Ampas Kopi Santoso, Hadi; Cahyo, Yosef; Ridwan, Ahmad; Karisma, Dwifi Aprillia
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v3n1.p34-39

Abstract

Dalam bidang konstruksi Tanah adalah suatu media pijakan inti dari sebuah bangunan. Struktur Tanah yang sebagian banyak terdapat lempung didalam komponennya adalah bersifat Monmorillonite. Tingkat stabilitas tanah yang bersifat Montmorillonite terbilang kurang bagus terhadap daya topang infrastruktur bangunan. Cara stabilitas tanah pada penelitian berikut adalah dengan menggunakan limbah ampas kopi pada variasi penambahan 5%, 10%, 15% dan 20% pada tanah Montmorillonite. Pada test uji stabilitas tanah adalah dengan menggunakan benda uji mix tanah montmorillonite dengan limbah ampas kopi dengan melakukan uji Berat Isi, Batas konsistensi (Atterberg Limit) dan Pemadatan Tanah (Proctor). Pada hasil penelitian struktur tanah asli dikategorikan momoroillonite dan setelah ditambah ampas kopi pada penambahan divariasi maksimal sebesar 20%, nilai Liquid Limit naik menjadi 43% dan nilai Plastic Limit mengalami kenaikan menjadi 31,64%, sehingga index plastic dapat mengalami peningkatan menjadi 11,36%. Saat uji pemadatan dengan kondisi benda uji padat sempurna, berat volume kering tanah asli sebesar 6,72 gr/cm3 dan setelah ditambahkan limbah ampas kopi sebesar 20% mengalami peningkatan berat volume kering menjadi 10,56 gr/cm3.
Penelitian Campuran Aspal Beton Dengan Menggunakan Filler Ampas Tahu Triyatno, Dony; Cahyo, Yosef; Ridwan, Ahmad; Karisma, Dwifi Aprillia
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v3n1.p40-45

Abstract

Pembuatan konstruksi jalan di Indonesia banyak menggunakan aspal beton.Penelitian ini bertujuan mengetahui campuran Ampas Tahu dengan menggunakan metode Marshall,untuk mengetahui kadar aspal optimum yang dihasilkan pada campuran aspal beton dengan filler Ampas Tahu, ditinjau dari stabilitas marshall, flow, VIM, VMA, VFB, dan MQ.Hal ini belum banyak dilakukan peneliti lain.Metode campuran aspal beton dalam penelitian ini menggunakan aspal minyak AC 60/70.Penelitian ini terdiri dari 5 sampel, masing-masing menggunakan kadar aspal yang berbeda yaitu: 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7% (satu sampel = 3 varian).Tahapan penelitian meliputi agregat kasar batu koral tertahan saringan no. 8 (2,36mm), agregat halus dengan pasir sungai brantas lolos saringan no.8 (2,36mm), dan filler menggunakan ampas tahus dengan lolos saringan no. 200 (0,075mm).Hasil dari penelitian ini pada karakteristik Marshall didapat kadar Aspal Optimum 5% dan 6% dengan nilai rerata Stabilitas 712 dan 881, Flow 3,3 mmdan 2,4 mm, VIM 4,65% dan 4,24% VMA19,29%dan 17,87%, nilai VFB 75,41%dan 76,15%, dan MQ 271 kg/mm dan 433kg/mm.
The Optimum Vibration of the Compressive Strength of Concrete Specimen Karisma, Dwifi Aprillia; Candra, Agata Iwan; Ali, Mahardi Kamalika Khusna; Sari, Tiara Sherlyta; Pertiwi, Sheila Ananda Putri
INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 18 No. 2 (2022): December
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v18i2.54522

Abstract

Concrete is the primary material in construction, so it needs further research to get good quality concrete. The quality and durability of concrete are influenced by the amount and shape of the air cavity inside the concrete. With vibrating, the air that is inside the concrete will be lost. The benefits of vibration will only be achieved if planned and implemented with a suitable method. With proper vibration, the air in the concrete will come out and make porous concrete. Reduction or removal of air cavities will make concrete mixes strong with low permeability, increasing the durability of concrete. This study aims to determine the optimum strong vibrating on the compressive strength of Fc' 21,7 Mpa concrete. Vibrating will be performed on cylinder concrete samples with a duration time of 3 minutes and with different variations in acceleration 160 m/s2, 170 m/s2, 180 m/s2, 190 m/s2, 200 m/s2, variation velocity 140 mm/s, 150 mm/s, 160 mm/s, 170 mm/s, 180 mm/s, displacement variation 600 mm, 800 mm, 1000 mm, 1200 mm, 1500 mm. Each variation consists of 7 concrete samples. These tests were performed with methods of external vibrating by using MBT Vibrating table CO-410 in fresh concrete. Compressive strength testing is carried out at 28 days. This study shows that the optimum strong vibrating with acceleration 180 m/s2, velocity 160 mm/s, and displacement 1000 mm with the resulting compressive strength is Fc' 23.06 MPa. So that knowing the optimum vibration strength can be the basis for the implementation of vibration to get the planned concrete quality.
Performance Evaluation of the Structure of the Klaten DPRD Building When Affected by a 7.0 Magnitude Earthquake Hasibuan, Samsul A Rahman Sidik; Karisma, Dwifi Aprillia; Zhafira, Talitha
Andalasian International Journal of Applied Science, Engineering and Technology Vol. 3 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijaset.v3i01.79

Abstract

Evaluation of structural performance in Indonesia has been carried out for several high-rise buildings as part of the owner's demands for safety guarantees to determine the level of security that the building has. A simple but accurate nonlinear analysis is needed to determine the structure's performance under earthquake loads. The capacity spectrum method (pushover analysis) documented in ATC 40 is a form of equivalent linearization based on two basic assumptions: secant period and equivalent damping. The performance point estimates where the capacity of the structure can withstand a given (demand) load; In terms of performance, the level of damage to the structure category based on lateral displacement can be seen. It is simulated that an earthquake will shake the Klaten DPRD building with a magnitude of 7.0 and 20 km from the epicenter. The amount of PGA(g) will be calculated based on the equation of Cornell et al. Building structure modeling was carried out with the help of ETABS v9.7.4.
Efektivitas Konfigurasi Perkuatan Ferosemen terhadap Reduksi Tegangan Tarik Maksimum Struktur Rumah Sederhana Tak Terkekang Kuswiantoro, Mahendra Septa; Karisma, Dwifi Aprillia; Nursandah, Fauzie
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 13 No 2 (2025): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil (July 2025)
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v13i2.11034

Abstract

homes, especially those without adequate structural components, known as un-engineered houses. These houses rely solely on brick masonry walls as load-bearing elements and are unable to effectively resist seismic forces. In Blitar Regency, many homes are constructed without technical planning, relying only on brickwork for structural support. This situation highlights the need for economical reinforcement technology suitable for simple houses owned by low-income communities. This study aims to determine the most effective critical reinforcement design using a ferrocement layer on the behavior of simple house structures with unconfined brick walls. Numerical simulations were performed using Time History Analysis, with variations in earthquake intensity of 30%, 60%, 100%, and 150%, and ferrocement reinforcement widths of 300, 400, 500, and 600 mm. The D2 reinforcement model proved to be the most effective, showing a strength reduction ratio close to the allowable critical limit of 0.79. The analysis also indicates that wider reinforcement increases the building’s strength but decreases material use efficiency. These findings provide important insights into balancing structural performance and economical material utilization for reinforcing un-engineered masonry homes vulnerable to earthquake damage.
Optimalisasi Kuat Tekan Beton Menggunakan Fly Ash dan Superplasticizer Rahmawaty, Fitry; Candra, Agata Iwan; Hidiyati, Evita Fitrianis; Cahyono, Andri Dwi; Mahardana, Zendy Bima; Karisma, Dwifi Aprillia; Ali, Mahardi Kamalika Khusna; Azhari, Faiz Muhammad
CIVED Vol. 10 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i2.424

Abstract

Perekonomian Kota kediri yang meningkat menjadikan masyarakat antusias dalam berinvestasi di dunia perumahan. Dengan data dari Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman mengungkapkan bahwa Pemkot kediri juga telah menetapkan Rencana Detail Tata Ruang, dimana Sebagian wilayahnya diperuntukkan sebagai Kawasan perumahan dan pemukiman. Namun, masyarakat banyak beralih ke rumah bertingkat karena mampu meminimalisir lahan dan mendapatkan banyak ruang untuk anggota keluarga. Selain itu, rumah bertingkat harus didesain kokoh dan kuat agar mampu menopang beban baik beban mati maupun beban hidup dan beban-beban yang lain. Salah satu upaya memperkokoh bangunan dengan memperkuat struktur bangunannya seperti kolom dan balok. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kuat tekan beton tekan dengan penambahan fly ash (FA) dan superplasticizer (SP) dengan harapan dapat mengurangi penggunaan semen dengan mutu yang sama. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan melakukan pengujian langsung di Laboratorium Teknik Universitas Sipil Kadiri yang mengacu pada SNI. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan ukuran 15 cm x 30 cm dengan lama pengerasan 3 hari, 7 hari, 14 hari dan 28 hari dengan kuat tekan rencana fc' 21,7 MPa. Hasil penambahan fly ash dan Superplastizer didapatkan nilai slump untuk variasi FA0%, FA4%+SP0.5%, FA8%+SP0.5% berturut-turut 13 cm, 8 cm, 6 cm dan 6 cm. Hasil penelitian pada variasi FA0%, FA4%+SP0.5%, FA8%+SP0.5%, menunjukkan kuat tekan rata-rata tertinggi terdapat pada variasi FA 8% + SP 0.5% yaitu sebesar 29.8 Mpa. Hasil penelitian menunjukan pengujian kuat tekan beton dengan penambahan fly ash dan superplasticizer mendapatkan hasil kuat tekan terbesar pada campuran beton variasi fly ash 8% dan SP 0.5 % dengan umur beton 28 hari sebesar 32,8 Mpa setara dengan K-300. Hasil tersebut dapat diaplikasikan pada pekerjanaan Kolom dan Balok pada bangunan bertingkat.
EDUKASI PEMANFAATAN LIMBAH BOTOL PLASTIK SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN PAVING BLOCK ESTETIK TANPA SEMEN BERKELANJUTAN Dwifi Aprillia Karisma; Nursandah, Fauzie; Rahmawaty, Fitry
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.20736

Abstract

Program edukasi di Kelurahan Mrican, Kota Kediri, adalah sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mengatasi masalah pengelolaan limbah plastik dan mendukung konstruksi berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah botol plastik dalam pembuatan paving block tanpa semen yang estetis. Dalam program ini, masyarakat diberikan pemahaman mendalam tentang dampak negatif limbah plastik pada lingkungan dan dibekali dengan ketrampilan teknis dalam pengelolaan limbah botol plastik. Mereka diajarkan cara memilah, membersihkan, dan mengumpulkan botol plastik dengan efisien, serta teknik pembuatan paving block yang berkualitas tinggi. Program ini juga mendorong kreativitas dalam desain paving block, sehingga produk akhir memiliki nilai estetis tinggi. Hasil program edukasi adalah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pengelolaan limbah plastik, produksi paving block berkelanjutan, dan pemanfaatan limbah sebagai sumber ekonomi. Program ini juga mendukung pengembangan proyek konstruksi berkelanjutan di Kelurahan Mrican dan menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan. Program edukasi ini memiliki potensi untuk menjadi model dalam pengelolaan limbah plastik, pembangunan berkelanjutan, dan pemberdayaan ekonomi di tingkat lokal. Diharapkan program ini dapat mencapai tujuannya dalam menciptakan dampak positif pada lingkungan dan ekonomi lokal di Kelurahan Mrican serta menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk mengadopsi konsep serupa.
Increasing The Bearing Capacity of Foundations on Sandy Soil with High Water Levels Using Mini-pile Moh. Ilham Farihi; Agata Iwan Candra; Dwifi Aprillia Karisma; Nur Addin Fatkunada; Malik Ibrahim; Bagas Naga Pratala Haryadi; Rahadi Reswara
Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2024.018.02.2

Abstract

In the Kediri Regency area, it is planned to build a 3-story shophouse as one of the supporting facilities and the community’s economic needs. This area has sandy soil conditions and a high-water table. The purpose of this study was to calculate the carrying capacity of the soil in constructing a 3-story shophouse using the Terzaghi, Mayerhof, and Hansen methods. The condition of the soil with a relatively high groundwater table made the implementation of the footplate foundation less effective, so a modification of the foundation was made, which added three mini-piles measuring 0.4x0.4x1.5m, with a design load supported by the foundation of 100 t/m². Calculations with the Mayerhof and Hansen methods have nearly identical results but have not fulfilled the planned load. At a foundation depth of up to 3 m with an SF value of 3, for the Terzaghi method: 107.75 t/m2, the Mayerhof method: 92.51 t/m2, and the Hansen method: 94.68 t/m2. The results can be used as an alternative in constructing a 3-story shophouse with sandy soil conditions and high groundwater levels. This research can also be a reference for other regions facing similar problems.
Optimasi Substitusi Expanded Polystyrene (EPS) sebagai Agregat Kasar dalam Beton Ringan Non-Struktural Mumayyizah, Ma'rifatul; Dwifi Aprillia Karisma; Zendy Bima Mahardana
Jurnal Civil Engineering Study Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Civil Engineering Study
Publisher : Civil Engineering of Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/ces.v5i02.1474

Abstract

Beton merupakan material konstruksi dengan densitas tinggi. Beton berdensitas tinggi dapat dibuat lebih ringan dengan mengganti agregat kasar menggunakan Expanded Polystyrene (EPS) serta mengurangi sampah plastik EPS yang sulit terurai dan berbahaya jika dibakar, karena melepaskan gas beracun styrene dan karbon monoksida. Namun, data empiris mengenai pengaruh EPS, silica fume, dan superplastisizer terhadap workabiliy, densitas, dan kuat tekan beton masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi EPS (0%, 5%, 25%, 50%, 75%) dengan silica fume (9,34%) dan superplastisizer (1,7%) dari berat semen terhadap workability beton, densitas beton segar, dan kuat tekan beton, serta menemukan komposisi optimal yang memenuhi kriteria beton ringan non-struktural sekaligus daur ulang sampah EPS. Metode penelitian eksperimental menggunakan 3 silinder (15 cm × 30 cm) per variasi. Hasil pengujian menunjukkan workability beton meningkat, tetapi densitas beton segar dan kuat tekan beton menurun seiring dengan naiknya kadar EPS sebagai subtitusi agregat kasar karena massa jenis EPS rendah dan gaya tariknya lemah terhadap pasta semen. Analisis data diperoleh komposisi optimal subtitusi agregat kasar oleh EPS sebesar 44,88 % dengan kuat tekan, densitas beton segar, dan workability beton sebesar 10,5 Mpa, 1847 kg/m3 dan slump 8 cm memenuhi beton ringan non struktural karena memiliki kuat tekan ≥ 7 MPa dan densitas ≤ 1850 kg/m³. Beton ini cocok diaplikasikan sebagai bagian yang tidak menahan beban utama, seperti lantai dan dinding non-struktural. Dengan 44,88% EPS (2,617 kg/m³) berkontribusi mengurangi 2,16% sampah EPS harian di Kota Kediri. Temuan ini mengusulkan pemanfaatan EPS untuk menciptakan beton ringan non struktural yang ramah lingkungan.
Pendampingan Penilaian Kelayakan Struktur Beton Bertulang Ruko 2 Lantai Menggunakan Uji Non-Destruktif: Penelitian Dwifi Aprillia Karisma; Agata Iwan Candra; Zendy Bima Mahardana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5580

Abstract

Bangunan ruko beton bertulang banyak digunakan sebagai fasilitas kegiatan ekonomi masyarakat, sehingga pemantauan kondisi struktur secara dini diperlukan untuk menjaga keselamatan dan fungsi layan bangunan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melakukan pendampingan kepada pemilik bangunan dalam penilaian kelayakan struktur beton bertulang pada ruko dua lantai menggunakan metode uji non-destruktif. Permasalahan mitra berupa lendutan balok dan retakan struktur. Metode pelaksanaan meliputi konsultasi teknis, investigasi visual, pengukuran lendutan dan retak, serta pengujian non-destruktif menggunakan hammer test. Hasil evaluasi menunjukkan lendutan balok 3,00–3,75 cm dan lendutan pelat 1,25–2,10 cm, disertai panjang retak balok 45–70 cm dan pelat 135–240 cm. Uji hammer test mengindikasikan kuat tekan beton relatif rendah, yaitu 16,8–18,2 MPa pada balok dan 17,7–18,1 MPa pada pelat. Pembongkaran sebagian menunjukkan tebal selimut balok 5,0–6,0 cm dan pelat 2,65–3,50 cm. Melalui pendampingan, mitra memperoleh pemahaman mengenai kondisi aktual struktur dan rekomendasi perbaikan berupa perbaikan retak, perkuatan lokal, serta pemantauan berkala untuk menjaga keamanan bangunan jangka panjang.