Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ADVANCED BLOOD SUGAR EXAMINATION FOR ELDERLY GROUPS AT THE CITRA LESTARI MIDWIFE PRACTICE, BOJONGGEDE DISTRICT, BOGOR REGENCY Pembayun, Estu Lovita; Kusmintarti, Arini; Hayuningsih, Sri; Fary, Veronica; Elfaristo Ariani, Liana; ., Rochmawati; Jayanti, Kasyafiya; Petricka, Gracea; Prima Y.Buka, Sisilia
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.798 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v5i3.885

Abstract

Usia merupakan faktor risiko Diabetes yang tidak dapat dihindari, usia yang lebih tua memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena Diabetes. Dampak Diabetes tidak hanya memengaruhi kualitas hidup lansia secara umum, namun juga keluarga dan negara secara ekonomi. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan sebelumnya di Praktik Bidan Citra Lestari Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, rata-rata kadar glukosa dalam darah peserta lansia masuk dalam katagori Prediabetes. Artinya sudah melebihi rata-rata normal namun belum memenuhi kriteria Diabetes. Pada masa pandemi Covid-19 ini tantangan terbesar yang dihadapi oleh lansia adalah berkurangnya aktifitas fisik yang meningkatkan risiko berkembangnya Prediabetes menjadi Diabetes, serta terbatasnya akses ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan kadar gula darahnya secara berkala. Prodi Kebidanan Universitas Gunadarma bekerja sama dengan Praktik Bidan Citra Lestari membantu lansia disekitarnya untuk dapat tetap memeriksakan kadar gula darahnya secara berkala. Hasil pemeriksaan menunjukkan penurunan kadar glukosa darah dari pemeriksaan sebelumnya 144 mg/dl menjadi 119 mg/dl pada pemeriksaan ini. Pemberian informasi kesehatan mengenai pengaturan pola makan yang seimbang, memperhatikan asupan gula, serta mempertahankan aktifitas fisik dan melakukan senam kesehatan untuk Diabetes, terbukti mampu mengendalikan kadar glukosa pada kelompok lansia.
Analisis Faktor-Faktor Kejadian Anemia Remaja di SMP Al-Basyariah: Analysis of Factors of Anemia Incidence in Junior High Schools Al-Basyariah Nur Putri Erdianti; Kusmintarti, Arini; Astuti, Dwi Puji; Ekowaty, Retno; Ariyani, Lutfiyah; Putri, Firly Deliana; Maulida, Maghfira Astri
Jurnal Pengabdian MALEO Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Maleo
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/maleo.v3i1.297

Abstract

Masa remaja adalah masa pertumbuhan dan perkembangan yang di tandai dengan terjadinya perubahan yang sangat cepat baik secara fisik, psikis, dan kognitif. Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rentan menderita anemia. Tujuan Mengetahui data frekuensi anemia pada remaja putri di SMP Al-Basyariah, Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojong Gede, Bogor. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah remaja putri kelas 7 SMP Al-Basyariah Desa Rawa Panjang berusia 12-14 tahun sebanyak 117 orang. Variabel independen yaitu usia, status gizi, pola makan, dan pola menstruasi, sedangkan variabel dependen yaitu status anemia. Data yang dikumpulkan yaitu hasil pemeriksaan tes HB dan pengisian kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 117 responden (87,3 %). Uji statistik pada penelitian ini menggunakan uji chi-square dengan a< 0.05 didapatkan p = 0.055, 0.114, dan 0.102, yang semuanya berada di atas tingkat signifikansi 0.05 jadi dapat disimpulkan usia remaja secara umum tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat anemia. Kesimpulan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, IMT, olahraga, diet, dan pola menstruasi. Konsumsi teh memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian anemia ringan pada remaja di SMP Al-Basyariah Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojong Gede, Bogor 2024.   Adolescence is a period of growth and development which is marked by very rapid changes both physically, psychologically and cognitively. Adolescent girls are one group that is vulnerable to suffering from anemia. Purpose: To find out data on the frequency of anemia in adolescent girls at Al-Basyariah Middle School, Rawapanjang Village, Bojong Gede sub-district, Bogor Regency. The sample size was 117 teenage girls at Al-Basyariah Middle School, Rawa Panjang Village. The independent variables are adolescent age, nutritional status, eating patterns, and menstrual patterns. The dependent variable is anemia status The data collected includes the results of the Hb test and the completion of the questionnaire. Data analysis using the chi-square test. Results the research results obtained were 117 respondents (87.3%). The statistical test in this study used the chi-square test with a < 0.05, obtained p = 0.055, 0.114, and 0.102, all of which were above the 0.05 significance level, so it can be concluded that adolescent age in general does not have a significant relationship with the level of anemia. Conclusion: that there is no significant relationship between age, BMI, exercise, diet, and menstrual patterns. Tea consumption has a significant influence on the incidence of mild anemia in adolescents at Al-Basyariah Middle School, Rawa Panjang Village, Bojong Gede District, Bogor 2024.
KORELASI KADAR GULA DARAH DAN KADAR KOLESTEROL PADA LANSIA DI JAKARTA Fary, Veronica; Kusmintarti, Arini; Petricka, Gracea
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, January 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i1.2252

Abstract

The number of elderly people in Indonesia continues to increase, presenting significant challenges, particularly in the health sector. This includes a rising prevalence of degenerative diseases such as type 2 diabetes mellitus and cardiovascular disease. Older adults are highly vulnerable to imbalances in blood sugar levels, and elevated cholesterol is a major risk factor for cardiovascular disease, which remains a leading cause of death among the elderly. According to Pergemi (2022), the prevalence of diabetes, high cholesterol, and cardiovascular disease is notably high among this age group. This study aimed to examine the relationship between random blood sugar levels and cholesterol levels in elderly individuals. This was a descriptive correlational study using a cross-sectional approach. The sampling technique used was purposive sampling, with a total of 48 elderly respondents undergoing health checks in Jakarta. Data were collected from the results of blood sugar levels and cholesterol level tests. The data were analyzed using the Chi-Square test. The test result showed a p-value of 0.277, indicating no significant correlation between random blood sugar levels and cholesterol levels in the elderly. It is recommended that older adults regularly monitor their health, maintain a healthy lifestyle, and stay physically active.
Riwayat Neonatal Sebagai Faktor Risiko Kejadian Asfiksia Neonatorum Jayanti, Kasyafiya; Salima, Qonita; Kusmintarti, Arini; Damayanti, Rini; Ekawaty, Retno; Fary, Veronica
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/zh864t43

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Asfiksia neonatorum masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor perinatal termasuk berat badan lahir dan kondisi air ketuban saat persalinan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir dan warna air ketuban dengan kejadian asfiksia neonatorum. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan retrospektif. Subjek penelitian adalah bayi baru lahir yang tercatat dalam rekam medis sebanyak 194. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dengan kejadian asfiksia neonatorum (p value=0,000), di mana bayi dengan berat badan lahir rendah lebih banyak mengalami asfiksia. Selain itu, warna air ketuban juga berhubungan signifikan dengan kejadian asfiksia neonatorum (p value =0,000), dengan kejadian asfiksia lebih tinggi pada persalinan dengan air ketuban tidak jernih dibandingkan air ketuban jernih. Kesimpulan: Berat badan lahir dan warna air ketuban berhubungan secara signifikan dengan kejadian asfiksia neonatorum. Oleh karena itu, pemantauan berat badan lahir serta kondisi air ketuban selama kehamilan dan persalinan sangat penting untuk deteksi dini dan pencegahan asfiksia neonatorum.